Terbit: 9 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Bayi prematur adalah bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu atau disebut bayi yang lahir kurang bulan. Namun tahukah Anda bahwa ada tiga kategori kondisi bayi prematur terkait usia kelahirannya?

bayi-baru-lahir-doktersehat

Photo Credit: Adam McGuffie

Kategori bayi prematur

Dilihat dari usia kehamilan saat bayi dilahirkan, ada tiga kategori bayi prematur, antara lain:

1. Extremely preterm (kurang dari 28 minggu)
Bayi yang lahir di usia kurang dari 28 minggu umumnya lebih banyak membutuhkan intervensi medis seperti perawatan di NICU (neonatal intensive care). Secara umum, bayi yang lahir pada kategori ini memiliki risiko kematian lebih tinggi dari bayi prematur lainnya. Namun banyak juga bayi yang bisa bertahan hidup dari usia kelahiran ini,

2. Very preterm (28-32 minggu)
Bayi yang lahir pada usia 28-32 minggu rata-raya memiliki harapan hidup di atas 90%. Bayi pada usia ini umumnya masih akan mendapat perawatan intensif di NICU untuk mengoptimalkan daya tahan tubuhnya. Sebuah penelitian lain menyebutkan bahwa sebanyak 98 persen bayi yang lahir di usia 30 minggu juga akan bertahan hidup.

3. Late preterm (32-36 minggu)
Di antara bayi prematur lainnya, bayi yang lahir dalam kategori ini memiliki peluang harapan hidup paling besar. Hal ini disebabkan oleh organnya yang sudah semakin matang dan sudah lebih siap untuk dilahirkan.

Menurut para ahli, kesehatan bayi prematur sangat dipengaruhi oleh usia kelahiran bayi. Jika Anda mampu menunda persalinan hingga masuk usia cukup bulan (37 minggu), tentunya kondisi bayi akan lebih sehat dan dapat dikatakan lebih aman daripada ketika bayi dilahirkan kurang bulan.

Apabila Anda sedang hamil dan mendapati tanda-tanda darurat untuk harus segera melahirkan di masa kehamilan kurang dari 37 minggu, maka segeralah bergegas ke rumah sakit yang memiliki fasilitas NICU yang lengkap. Perawatan yang baik dari tim dokter berpengalaman ikut memperpanjang usia dan harapan hidup anak.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi