Kasus Kematian Akibat Hipertensi di Indonesia Meningkat Tajam!

hipertensi-tekanan-darah-doktersehat
Photo Source: Flickr/ftmeade

DokterSehat.Com– Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2000, disebutkan bahwa jumlah pengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi di seluruh dunia mencapai 26 persen dari total populasi atau sekitar 972 juta jiwa. Pada 2025 mendatang, angka ini diperkirakan akan naik menjadi 29 persen. Sayangnya, peningkatan ini juga sepertinya terjadi di Indonesia.

Kematian Akibat Hipertensi di Indonesia Cukup Tinggi

Di Indonesia, perkiraan pengidap hipertensi mencapai lebih dari 63 juta orang. Bahkan, tercatat telah ada 427.218 kasus kematian akibat masalah kesehatan ini. Masalahnya adalah hipertensi tak lagi hanya menyerang para orang tua dan lansia, mereka yang lebih muda juga rentan mengalaminya.

Sebagai contoh, 55 persen orang dengan usia 55 hingga 64 tahun mengidap penyakit ini. Sementara itu, di rentang usia 45-54 tahun jumlahnya adalah 45,3 persen dan di usia 31 hingga 44 tahun jumlahnya mencapai 31,6 persen.

Sebagian penderita hipertensi bahkan tidak sadar jika dirinya mengidap masalah kesehatan ini. Hal ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat Indonesia yang malas memeriksakan kondisi kesehatan, termasuk dalam hal mengecek tekanan darahnya secara teratur. Padahal jika sampai tekanan darah di dalam tubuh sudah tinggi dan kita tidak menerapkan gaya hidup yang sehat, bisa jadi hal ini bisa meimcu komplikasi yang mematikan.

Organisasi Kesehatan Dunia dari PBB (WHO) menyebut tidak sampai 1 dari 5 pengidap hipertensi yang mau memeriksakan kondisi kesehatannya ke dokter. Hal ini juga terjadi di Indonesia. Karena alasan inilah prevalensi penderita hipertensi di Indonesia naik dari 27,8 persen pada 2013 menjadi 34,1 persen pada 2018 silam. Hal ini juga menjadi penyebab tingginya kasus gagal ginjal dan kebutuhan cuci darah di Tanah Air.

Data juga menunjukkan bahwa lebih dari 32,3 persen pengidap hipertensi di Indonesia tidak rutin mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Bahkan, 13 persen pengidap masalah kesehatan ini tidak pernah minum obat hanya karena merasa kondisinya baik-baik saja. Padahal, hal ini bisa menyebabkan peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskular layaknya penyakit jantung dan stroke.

Mencegah Hipertensi

Melihat fakta bahwa hipertensi bisa memberikan dampak kesehatan yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan, pakar kesehatan menyarankan kita untuk melakukan gaya hidup lebih baik demi mencegahnya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya.

  1. Menjaga Pola Makan Sehat

Hal pertama yang harus kita cermati jika ingin mencegah hipertensi adalah menjaga pola makan sehat. Pastikan untuk menurunkan asupan garam dengan cara tidak lagi menambahkan garam pada masakan dalam jumlah yang banyak dan menurunkan konsumsi makanan olahan atau makanan kemasan yang biasanya juga tinggi garam.

Tak hanya garam, makanan cepat saji atau makanan dengan kandungan MSG tinggi juga biasanya tinggi kandungan natrium yang bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah sehingga sebaiknya dikurangi. Sebaliknya, kita justru disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalium yang bisa membantu mengendalikan tekanan darah layaknya susu, ikan, buah pisang, serta alpukat.

  1. Rutin Olahraga

Rutin berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari sudah cukup untuk menurunkan risiko terkena hipertensi dengan signifikan. Olahraga ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda sudah cukup untuk memberikan manfaat kesehatan ini.

  1. Tak Lagi Merokok

Kandungan beracun di dalam asap rokok bisa menyebabkan kerusakan pada jantung dan pembuluh darah yang bisa menyebabkan hipertensi.

  1. Menghindari Alkohol

Alkohol ternyata juga bisa menyebabkan tekanan darah naik, apalagi jika sering dikonsumsi.

  1. Mengelola Stres

Stres yang dipicu oleh pekerjaan, kemacetan, dan berbagai masalah lainnya jika tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kenaikan tekanan darah dan hipertensi.

 

Sumber:

  1. Rafikasari, Diana. 2019. Penderita Hipertensi Terus Meningkat. sindonews.com/read/1445720/155/penderita-hipertensi-terus-meningkat-1570189667 (Diakses pada 5 Oktober 2019).