Terbit: 7 Januari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Ada beberapa keluhan ibu hamil anak laki-laki. Wanita hamil umumnya mengalami keluhan kesehatan yang dialami akibat perubahan hormon dan terkait kondisi bayi. Keluhan kesehatan tersebut ternyata dikaitkan dengan jenis kelamin janin. Ketahui apa saja keluhan ibu hamil bayi laki-laki dan kebenarannya dalam dunia medis.

10 Keluhan Ibu Hamil Anak Laki-Laki, Mitos atau Fakta?

Keluhan Ibu Hamil Anak Laki-Laki

Banyak masyarakat yang percaya bahwa wanita hamil bayi laki laki akan mengalami keluhan dan gejala khas yang berbeda dengan wanita yang sedang hamil bayi perempuan, namun bagaimana faktanya dalam dunia medis?

Berdasarkan pernyataan seorang dokter dari University of Adelaide di Australia, terdapat hubungan secara langsung antara jenis kelamin dan komplikasi kehamilan. Walaupun begitu, tidak ada prediksi tepat selain dengan melakukan cek kehamilan atau USG langsung untuk mengetahui dengan pasti apa jenis kelamin bayi Anda.

Berikut ini adalah keluhan ibu hamil anak laki laki, yaitu:

1. Morning Sickness yang Tidak Parah

British Medical Journal The Lancet menerbitkan sebuah studi yang membuktikan bahwa wanita yang sedang hamil bayi perempuan mengalami morning sickness atau gejala mual dan muntah di pagi hari lebih parah daripada wanita yang sedang mengandung bayi laki-laki.

Hal ini dikuatkan karena kadar hormon pada wanita yang dilepaskan lebih tinggi saat mengandung bayi perempuan daripada bayi laki-laki. Walaupun begitu, kondisi morning sickness tidak dapat jadi acuan tepat terkait jenis kelamin janin Anda karena setiap wanita hamil pun memiliki gejala hamil yang berbeda-beda.

2. Perubahan Pola Makan

British Medical Journal menyatakan bahwa wanita hamil yang mengandung bayi laki-laki mungkin memiliki nafsu makan yang lebih besar karena mereka membawa embrio laki-laki yang membutuhkan energi lebih, bila dibandingkan dengan janin perempuan.

Penelitian di AS pun menemukan bahwa wanita yang hamil bayi laki-laki memiliki nafsu makan 10% lebih besar dari wanita yang hamil bayi perempuan, studi ini diuji dari 244 wanita hamil.

3. Mengalami Lebih Banyak Komplikasi

Berdasarkan penelitian pada lima ratus ribu angka kelahiran di Australia, studi membuktikan bahwa ada kaitannya antara kesehatan ibu dan bayi dengan jenis kelamin bayi.

Penelitian baru juga menunjukan bahwa keluhan ibu hamil bayi laki laki cenderung mengalami komplikasi kehamilan yang lebih serius dan sering selama masa kehamilan seperti tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, infeksi, preeklampsia, dll bila dibandingkan dengan wanita yang mengandung bayi perempuan.

Walaupun begitu, kondisi kesehatan wanita hamil tidak dapat dijadikan prediksi jenis kelamin bayi, karena itu juga tergantung pada faktor gaya hidup, pola makan, daya tahan tubuh, dan kelainan kehamilan bawaan yang mungkin terjadi.

Baca Juga: 37 Tanda-Tanda Hamil yang Jarang Disadari, Wanita Harus Paham!

4. Risiko Mengalami Diabetes Gestasional

Wanita yang sedang hamil bayi laki-laki memiliki sekitar 4 persen kemungkinan lebih besar mengalami diabetes gestasional, namun tidak perlu khawatir dengan peningkatan risiko absolut kecil.

Diabetes gestasional adalah penyakit diabetes yang hanya dikembangkan di masa kehamilan pada usia ke-24 sampai ke-28 kehamilan, walaupun wanita tersebut tidak memiliki riwayat penyakit gula sebelumnya.

Gejala diabetes gestasional serupa dengan gejala diabetes tipe lainnya, dimana tubuh tidak memproduksi insulin yang cukup untuk mengontrol gula darah. Bila terjadi, wanita hamil harus mendapatkan perawatan yang tepat agar tidak membahayakan bayi.

5. Risiko Mengalami Preeklampsia

Preeklampsia adalah komplikasi kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan memengaruhi organ penting tubuh seperti hati dan ginjal pada usia kehamilan di atas 20 minggu.

Berdasarkan penelitian, kondisi preeklampsia lebih mungkin terjadi pada wanita yang hamil bayi laki-laki dengan presentasi sekitar 7,5 persen lebih tinggi daripada bayi perempuan.

6. Risiko Mengalami Kelahiran Prematur

Berdasarkan penelitian, bayi laki-laki cenderung memiliki risiko lebih besar untuk lahir prematur daripada bayi perempuan. Berikut ini adalah persentasenya, yaitu:

  • 27 persen lebih tinggi untuk kelahiran prematur antara 20 dan 24 minggu kehamilan
  • 24 persen risiko lebih besar untuk kelahiran antara 30 dan 33 minggu
  • 17 persen lebih tinggi untuk pengiriman pada 34 hingga 36 minggu
  • Berdasarkan  American College of Obstetricians and Gynaecologists, kelahiran penuh adalah antara 39 dan 41 minggu

Walaupun demikian, kemungkinan bayi lahir prematur tidak hanya berdasarkan jenis kelaminnya, namun juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ibu, komplikasi kehamilan, dan penyakit bawaan.

7. Perubahan Ukuran dan Bentuk Badan

Wanita yang sedang hamil bayi laki-laki akan mengalami perubahan bentuk tubuh dimana bagian perut dan payudara bertambah berat ke depan selama kehamilan. Sementara wanita yang hamil bayi perempuan, perutnya cenderung naik atau besar ke atas.

Walaupun begitu, tidak ada studi medis manapun yang menyatakan kebenaran dari bentuk perut wanita hamil dengan jenis kelamin bayi.

8. Pengaruh pada Kesehatan Rambut

Mitos yang berkembang di masyarakat adalah wanita yang hamil bayi laki-laki akan memiliki kulit yang bersih serta bebas dari jerawat dan rambut yang sehat berkilau. Hal ini mungkin dikaitkan dengan meningkatnya hormon testosteron atau hormon laki-laki.

Sementara The Sun melaporkan penelitian di Prancis yang menyatakan bahwa wanita hamil yang berjerawat 90 persen lebih besar melahirkan bayi perempuan. Walaupun begitu, keluhan ibu hamil bayi laki laki ini tidak dapat dijadikan acuan penentu jenis kelamin bayi Anda.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Hamil Anak Laki-Laki, Mitos atau Fakta?

9. Mengidam

Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa 50-90 persen wanita hamil merasakan ngidam dengan kecenderungan wanita yang hamil bayi laki-laki lebih menginginkan makanan asin dan gurih.

Sementara wanita yang hamil bayi perempuan cenderung menginginkan makanan manis seperti es krim, coklat, dan cake. Walaupun demikian, mengidam hanyalah satu kebiasaan normal wanita hamil yang mewakili keinginan dan kebutuhan gizinya.

10. Perubahan Mood 

Keluhan ibu hamil anak laki-laki yang terakhir adalah mereka cenderung mengalami perubahan suasana hati yang lebih ekstrim dari mereka yang sedang hamil bayi perempuan.

Sebenarnya, perubahan suasana hati normal terjadi pada semua wanita hamil yang umumnya dipengaruhi oleh kesehatan fisik, stres, kelelahan, hormon, dan faktor lainnya yang tidak semata-mata penentu jenis kelamin bayi Anda.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kehamilan agar Ibu dan Janin Tetap Sehat

Cara Mengatasi Keluhan Ibu Hamil Anak Laki-Laki

Sebaiknya Anda tidak perlu mengira-ngira apa jenis kelamin bayi Anda hanya berdasarkan keluhan, mitos, atau kebiasaan wanita hamil bayi laki-laki karena itu semua tidak dapat dijadikan dasar prediksi.

Anda dapat melakukan beberapa tes kehamilan untuk mengetahui jenis kelamin serta kondisi kesehatan janin dan ibu melalui tes ini, yaitu:

1. Ultrasonografi (USG Kehamilan)

Ultrasonografi (USG Kehamilan) adalah tes kehamilan untuk mengidentifikasi jenis kelamin janin Anda yang efektif dilakukan pada usia kehamilan ke 18-20 minggu. Tes ini adalah cara non-invasif untuk menentukan jenis kelamin janin.

Melalui tes ini, Anda juga akan mengetahui apakah bayi berada dalam posisi yang ideal dan kondisi perkembangannya secara umum.

2. Tes Darah

Tes darah digunakan untuk mendeteksi jenis kelamin janin berdasarkan kromosom. Tes ini dapat dilakukan pada usia kehamilan 10 minggu dan hasilnya akan keluar dalam 7-10 hari.

Anda mungkin dapat menebak-nebak jenis kelamin bayi Anda melalui serangkaian mitos kehamilan, namun hanya tes medis yang dapat mengidentifikasikannya secara akurat mengenai jenis kelamin dan kondisi kesehatan janin Anda. Itulah pembahasan tentang keluhan ibu hamil anak laki-laki. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Doheny, Kathleen. 2016. Pregnancy Problems More Likely With Baby Boys?. https://www.webmd.com/baby/news/20160729/pregnancy-problems-more-likely-with-baby-boys-study-suggests#1. (Diakses pada 7 Januari 2020).
  2. Doyle, Kathryn. 2016. Male babies slightly raise gestational diabetes risk. https://www.reuters.com/article/us-gestational-diabetes-gender/male-babies-slightly-raise-gestational-diabetes-risk-idUSKBN0OD1XW20150528. (Diakses pada 7 Januari 2020).
  3. Grunfeld, Deborah. 2018. 20 Ways to Tell if You Are Pregnant with a Boy. https://www.newidea.com.au/symptoms-of-baby-boy-20-signs-you-are-pregnant-with-a-boy. (Diakses pada 7 Januari 2020).
  4. Tommys. 2018. 10 common pregnancy complaints. https://www.tommys.org/pregnancy-information/im-pregnant/early-pregnancy/10-common-pregnancy-complaints. (Diakses pada 7 Januari 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi