Terbit: 4 Mei 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kelenjar paratiroid adalah kelenjar kecil berbentuk oval yang berfungsi mengatur kadar kalsium dalam darah dengan mengeluarkan hormon paratiroid atau parathyroid hormone (PTH). Simak penjelasan lengkap mengenai fungsi dan gangguan yang bisa terjadi pada organ ini.

Mengenali Fungsi Kelenjar Paratiroid dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Fungsi Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid menghasilkan hormon paratiroid. Hormon ini berperan penting dalam mengatur kadar kalsium dalam darah. Kadar kalsium yang tepat adalah sesuatu yang penting karena perubahan kecil dapat menyebabkan masalah otot dan saraf.

Selain itu, PTH  juga menstimulasi berbagai fungsi-fungsi lain pada tubuh, seperti:

  • Mendorong pelepasan kalsium oleh tulang ke dalam aliran darah, di mana hal ini memengaruhi kepadatan dan kekuatan tulang.
  • Membantu penyerapan kalsium dari makanan oleh usus.
  • Stimulasi sel ginjal. Hal ini mengubah bentuk vitamin D yang lebih lemah menjadi bentuk yang paling kuat dalam menyerap kalsium dari usus.

Seperti penjelasan sebelumnya, fungsi kelenjar paratiroid adalah mengeluarkan parathyroid hormone (PTH). PTH bekerja dengan meningkatkan kadar kalsium dalam darah. Terdapat tiga hal penting yang dilakukan PTH bagi tubuh.

  • Pertama, PTH dapat merangsang kerusakan tulang, yang secara inheren melepaskan kalsium dari simpanan yang ada di dalam tulang.
  • Kedua, PTH juga dapat meningkatkan reabsorpsi kalsium dari makanan dengan memengaruhi permeabilitas membran usus. Dengan demikian, lebih banyak kalsium diserap langsung ke dalam aliran darah, sehingga meningkatkan kadar kalsium secara keseluruhan.
  • Ketiga, PTH dapat meningkatkan retensi kalsium di ginjal yang seharusnya keluar bersama urine. Kontrol yang ketat terhadap kadar kalsium darah ini membuat kelenjar paratiroid berfungsi seperti termostat. Ketika kalsium darah menjadi terlalu rendah, tubuh akan melepaskan lebih banyak PTH yang akan mengembalikan kadar kalsium menjadi normal.

Sebaliknya, bila kadar kalsium terlalu tinggi, kelenjar paratiroid akan berhenti melepaskan PTH. Pemeliharaan tingkat kalsium yang tepat sangat membantu. Keseimbangan kalsium akan bermanfaat bagi jantung, ginjal, sistem saraf, dan tulang. Kadar kalsium yang rendah dapat menyebabkan penyakit jantung, tulang, dan saraf.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Baca Juga: Kanker Kelenjar Getah Bening: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Letak Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid terletak di leher belakang atau berada di dalam kelenjar tiroid. Penanda lain agar mudah membayangkan di mana letak kelenjar ini adalah berada di dekat jakun. Perlu Anda ketahui, jumlah kelenjar bisa berbeda-beda tetapi kebanyakan orang terlahir dengan empat kelenjar.

Gangguan Kelenjar Paratiroid

Hiperparatiroidisme adalah suatu kondisi di mana satu atau lebih kelenjar paratiroid menjadi terlalu aktif dan melepaskan (mengeluarkan) terlalu banyak hormon paratiroid. Keadaan ini menyebabkan kadar kalsium dalam darah meningkat, suatu kondisi yang dikenal sebagai hiperkalsemia.

Saat Anda mengalami hal, tubuh merespons dengan:

  • Melepaskan lebih banyak kalsium ke dalam darah dari tulang (tempat sebagian besar kalsium disimpan). Kehilangan kalsium dari tulang dapat meningkatkan risiko patah tulang.
  • Saluran pencernaan menyerap lebih banyak kalsium dari makanan yang Anda makan.
  • Ginjal menahan kalsium dan mengembalikannya ke darah, alih-alih membuangannya ke dalam urine. Terlalu banyak kalsium di ginjal dapat menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Penyebab Meningkatnya Hormon Paratiroid

Fungsi kelenjar paratiroid adalah mempertahankan tingkat kalsium dan fosfor yang tepat dalam tubuh dengan memastikan sekresi hormon paratiroid berjalan lancar. Selain itu, vitamin D juga terlibat dalam mengatur jumlah kalsium dalam darah.

Saat kadar kalsium dalam darah turun terlalu rendah, kelenjar paratiroid mengeluarkan cukup PTH untuk memulihkan keseimbangan. PTH meningkatkan kadar kalsium dengan melepaskan kalsium dari tulang dan meningkatkan jumlah kalsium yang diserap dari usus kecil.

Sedangkan ketika kadar kalsium darah terlalu tinggi, kelenjar ini menghasilkan lebih sedikit PTH. Terkadang, satu atau lebih kelenjar menghasilkan terlalu banyak hormon. Hal ini menyebabkan kadar kalsium tinggi dan kadar fosfor rendah dalam darah.

Kalsium sendiri populer karena perannya dalam menjaga kesehatan gigi dan tulang. Padahal, kalsium juga membantu transmisi sinyal di sel saraf dan terlibat dalam kontraksi otot. Fosfor bekerja bersama kalsium di area ini.

Hiperparatiroidisme dapat terjadi karena masalah pada kelenjar paratiroid (hiperparatiroidisme primer) atau karena penyakit lain yang memengaruhi fungsi kelenjar (hiperparatiroidisme sekunder).

Hiperparatiroidisme Primer

Keadaan ini terjadi karena beberapa masalah dengan satu atau lebih dari empat kelenjar:

  • Pertumbuhan non kanker (adenoma) pada kelenjar adalah penyebab tersering.
  • Pembesaran (hiperplasia) dari dua atau lebih kelenjar.
  • Tumor adalah penyebab yang sangat jarang dari hiperparatiroidisme primer.

Hiperparatiroidisme primer biasanya terjadi secara acak, tetapi beberapa orang mewarisi gen yang menyebabkan gangguan tersebut.

Hiperparatiroidisme Sekunder

Keadaan ini terjadi akibat dari kondisi lain yang menurunkan kadar kalsium. Hal ini menyebabkan kelenjar paratiroid bekerja terlalu keras untuk mengimbangi hilangnya kalsium. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan hiperparatiroidisme sekunder meliputi:

  • Kekurangan kalsium yang parah. Tubuh Anda mungkin tidak mendapatkan cukup kalsium dari makanan, sering kali karena sistem pencernaan Anda tidak menyerap kalsium darinya.
  • Kekurangan vitamin D yang parah. Vitamin D membantu menjaga tingkat kalsium yang tepat dalam darah. Vitamin ini juga membantu sistem pencernaan menyerap kalsium dari makanan. Jika Anda tidak mendapatkan cukup vitamin D, maka kadar kalsium bisa turun.
  • Gagal ginjal kronis. Ginjal berfungsi mengubah vitamin D menjadi bentuk yang dapat digunakan tubuh. Jika ginjal bekerja dengan buruk, vitamin D yang dapat digunakan dan kadar kalsium dapat menurun, menyebabkan kadar hormon paratiroid naik. Gagal ginjal kronis adalah penyebab paling umum dari hiperparatiroidisme sekunder. Beberapa perawatan medis seperti vitamin D, bifosfonat, dan cinacalcet, akan menurunkan kadar PTH.

Pada beberapa orang dengan penyakit ginjal stadium akhir jangka panjang, kelenjar paratiroid dapat membesar dan mulai melepaskan PTH dengan sendirinya. Kondisi ini disebut hiperparatiroidisme tersier, dan seseorang yang memiliki keadaan ini mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat jaringan paratiroid.

 

  1. Anonim. The Parathyroid Glands. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=p00419. (Diakses pada 4 Mei 2021).
  2. Anonim. Hyperparathyroidism. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperparathyroidism/symptoms-causes/syc-20356194. (Diakses pada 4 Mei 2021).
  3. Anonim. Hyperparathyroidism. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14454-hyperparathyroidism. (Diakses pada 4 Mei 2021).
  4. Buckley, Gabe. 2021. Parathyroid Gland. https://biologydictionary.net/parathyroid-gland/. (Diakses pada 4 Mei 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi