Terbit: 10 Mei 2018 | Diperbarui: 13 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya terjadi pada dewasa dan orang tua. Namun terkadang hal ini juga dapat terjadi pada anak-anak usia bayi. Berbahayakah pembengkakan kelenjar getah bening pada bayi?

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening pada Bayi, Haruskah Khawatir?

Pembengkakan kelenjar getah bening pada bayi

Jika Anda menemukan pembengkakan pada kelenjar getah bening pada bayi, kemungkinan bayi sedang mengalami infeksi. Kelenjar getah bening adalah sistem pertahanan tubuh yang penting dalam melawan infeksi dan penyakit. Kelenjar ini mengandung limfosit yang bertugas melumpuhkan parasit atau kuman penyebab infeksi.

Ketika melawan infeksi, jumlah limfosit akan mengalami peningkatan sehingga menyebabkan pembengkakan. Lokasi pembengkakan kelenjar dapat menjadi tanda bahwa di situlah terjadi infeksi di dalam tubuh.

Beberapa lokasi kelenjar getah bening di antaranya batang leher, ketiak, di bawah rahang, dan belakang telinga. Misalnya jika si kecil mengalami sakit tenggorokan karena infeksi, kemungkinan kelenjar getah bening di bagian leher akan mengalami pembengkakan.

Penanganan pembengkakan kelenjar getah bening

Pembengkakan kelenjar getah bening sebenarnya bukanlah hal yang berbahaya. Orang tua sebaiknya fokus pada pengobatan infeksi yang dialami anak. Ketika infeksi tersebut berhasil diatasi, maka kelenjar getah bening akan kembali ke ukuran normal.

Beberapa infeksi dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun jika pembengkakan tidak mereda selama lebih dari lima hari dan disertai demam tinggi melebihi 38,3 derajat Celcius maka sebaiknya segera periksakan ke dokter. Terutama jika terjadi pembengkakan kelenjar di seluruh tubuh dan disertai ruam kemerahan atau keunguan.

Jika pembengkakan disebabkan oleh kelenjar yang serius, maka dokter akan memberikan penangan dan rencana terapi sesuai penyebabnya. Apabila pembengkanan disebabkan karena kanker atau tumor, dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan atau kemoterapi.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi