Kelamin Ganda: Penyebab, Gejala, Penanganan

kelamin-ganda-doktersehat

DokterSehat.Com – Jenis kelamin dibedakan menjadi dua jenis yaitu laki-laki dan perempuan. Beberapa kondisi langka dapat memicu ketidaknormalan kelamin seseorang, salah satunya adalah kondisi kelamin ganda. Kondisi ini bukan merupakan penyakit, melainkan kelainan yang terkait dengan perkembangan organ seksual seseorang.

Apa Itu Kelamin Ganda?

Kelamin ganda dikenal dengan istilah medis ambiguous genitalia. Kondisi ini merupakan kondisi langka di mana alat kelamin bagian luar bayi tidak terlalu jelas menunjukkan bayi tersebut laki-laki atau perempuan.

Alat kelamin tidak berkembang sempurna atau berkembangnya dua karakteristik jenis kelamin secara bersamaan dapat memicu kondisi kelamin ganda ini. Beberapa kasus kelamin ganda juga menunjukkan adanya ketidakcocokan antara organ seks luar dan juga dalam.

Umumnya kelamin ganda ini sudah dapat dideteksi ketika bayi lahir. Keluarga tidak dapat langsung memutuskan salah satu jenis kelamin saja. Sebelum menentukan jenis kelamin, ahli medis dan konseling akan lebih dulu memberi pengarahan pada keluarga untuk nantinya menentukan jenis kelamin yang seharusnya dipilih.

Sebagian besar kasus juga menunggu agar anak tersebut tumbuh dan dapat mengambil keputusan sendiri tentang jenis kelamin apa yang akan dipilihnya untuk seterusnya. Kebanyakan kasus kelamin ganda berakhir dengan memilih jenis kelamin lak-laki.

Penyebab Kelamin Ganda

Secara genetik jenis kelamin ditentukan oleh kromosom.

Sel telur membawa kromosom X dan sel sperma dapat membawa kromosom X atau Y. Jika sperma membawa kromosom X, maka secara genetik bayi akan tumbuh dengan jenis kelamin perempuan. Sedangkan jika mendapatkan kromosom Y dari sel sperma, maka secara genetik bayi tersebut menjadi bayi laki-laki.

Secara umum penyebab kelamin ganda adalah akibat kelainan hormon yang terjadi selama masa kehamilan. Jaringan yang membentuk organ seksual pada laki-laki dan perempuan pada dasarnya sama, hal yang membedakan adalah adanya hormon pria yang memengaruhi pertumbuhan jaringan tersebut.

Berkat hormon pria, jaringan tersebut dapat tumbuh menjadi penis. Sedangkan pada wanita, jaringan tersebut akan membentuk klitoris. Apabila secara genetik bayi adalah laki-laki dengan kromosom XY, namun tidak memiliki hormon pria, maka dapat terbentuk kelamin ganda.

Hal ini juga dapat terjadi pada bayi yang secara genetik adalah perempuan, namun memiliki hormon pria yang membuat kelaminnya tubuh secara ambigu. Faktor pemicu terbentuknya kelamin ganda pada laki-laki dan perempuan berbeda.

1. Penyebab kelamin ganda pada perempuan genetik

Penyebab kelamin ganda pada seseorang yang merupakan perempuan secara genetik adalah sebagai berikut:

  • Hiperplasia adrenal kongenital, kondisi genetik yang memengaruhi produksi hormon dna menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan hormon pria
  • Ibu mengonsumsi zat yang memengaruhi aktivitas hormon pria pada awal kehamilan, seperti progesteron.
  • Tumor janin yang memproduksi hormon pria.

2. Penyebab kelamin ganda pada laki-laki genetik

Penyebab kelamin ganda pada seseorang yang merupakan lak-laki secara genetik adalah sebagai berikut ini:

  • Perkembangan testis terganggu akibat kelainan genetik atau penyebab lain yang tidak diketahui.
  • Aplasia sel Leydig, kondisi yang menghambat produksi testosteron.
  • Sindrom insensitivitas androgen.
  • Defisiensi 5alpha-reduktase, kekurangan enzim yang mengganggu produksi hormon pria.
  • Ibu mengonsumsi zat yang berkaitan dengan aktivitas hormon wanita seperti, estrogen atau anti-androgen.

Gejala Kelamin Ganda

Gejala kelamin ganda dapat dikenali dengan melihat pada bentuk kelamin ganda. Ciri-ciri bentuk kelamin ganda pada perempuan genetik dan laki-laki genetik berbeda.

1. Gejala kelamin ganda pada perempuan genetik

Apabila bayi adalah perempuan secara genetik, gejala kelamin ganda ditunjukkan dengan bentuk kelamin ganda seperti:

  • Klitoris membesar, membentuk seperti penis berukuran kecil
  • Vagina tersembunyi, labia tertutup menyerupai skrotum
  • Terdapat benjolan menyerupai testis pada labia yang tertutup

2. Gejala kelamin ganda pada laki-laki genetik

Apabila bayi adalah laki-laki secara genetik, gejala kelamin ganda ditunjukkan dengan bentuk kelamin ganda seperti:

  • Hipospadia, kondisi di mana saluran sempit untuk urine dan air mani atau uretra tidak sampai ke ujung penis.
  • Penis kecil dengan ujung uretra berada lebih dekat dengan skrotum
  • Tidak ditemukannya testis dalam organ yang menyerupai skrotum
  • Penis tidak terdeteksi sama sekali karena ukurannya yang sangat kecil.

Diagnosis Kelamin Ganda

Diagnosis kemalin ganda pertama-tama dilakukan dengan melalui pemeriksaan fisik. Selanjutnya dokter mungkin akan menyarankan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosis. Beberapa jenis tes yang mungkin dilakukan adalah seperti:

  • Analisis kromosom, bertujuan untuk mengetahui jenis kelamin secara genetik apakah 46, XX (wanita) atau 46,XY (pria).
  • USG panggul, bertujuan untuk memeriksa organ reproduksi wanita.
  • Cek darah untuk pemeriksaan aktivitas hormon di otak.
  • Pemeriksaan Rontgen untuk memperjelas anatomi tubuh.

Penanganan Kelamin Ganda

Penanganan kelamin ganda dapat mulai dilakukan setelah memilih jenis kelamin yang benar. Tujuan pengobatan kemalin ganda tidak hanya untuk fungsi seksual dan kesuburan, tapi juga untuk kesejahteraan psikologis dan sosial pasien untuk jangka panjang.

Langkah penanganan kelamin ganda termasuk:

  • Obat-obatan, salah satu jenisnya adalah terapi hormon untuk membantu pertumbuhan jaringan organ seksual agar terbentuk sesuai dengan jenis kelamin secara genetik. Sebagian penderita baru melakukan terapi ini pada usia memasuki masa pubertas.
  • Operasi, dilakukan dengan tujuan mempertahankan fungsi seksual normal atau menghilangkan maupun membentuk alat kelamin yang sesuai.

Perawatan untuk kelamin ganda merupakan perawatan yang dilakukan untuk jangka panjang. Setelah operasi alat kelamin dilakukan, seseorang mungkin masih harus menjalani terapi obat-obatan untuk menjaga agar hormone tubuhnya tetap stabil.

Konseling untuk pasien dan keluarga juga penting dilakukan agar penderita kelamin ganda tetap dapat hidup secara normal di masyarakat selama menjalani pengobatannya.

 

Sumber:

  1. Ambiguous Genitalia – http://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/a/ambiguous-genitalia diakses 24 April 2019
  2. Ambiguous genitalia – https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ambiguous-genitalia/diagnosis-treatment/drc-20369278 diakses 24 April 2019