10 Kelainan Darah Berbahaya yang Wajib Diwaspadai

gangguan-sel-darah-doktersehat

DokterSehat.Com – Tubuh manusia bekerja dengan memanfaatkan berbagai organ untuk hidup. Semua organ penting dan vital seperti jantung, paru-paru, hingga otak akan saling bekerja sama untuk memberikan kehidupan. Kalau salah satu organ tubuh mengalami gangguan, fungsi akan mengalami penurunan. Apalagi kalau terjadi kelainan darah yang berbahaya.

Nah, mengingat darah memiliki peran besar dalam mengedarkan oksigen dan sari makanan ke seluruh tubuh, gangguan pada organ ini akan memicu masalah. Berikut beberapa kelainan darah yang wajib diwaspadai.

Kelainan darah yang berbahaya

Gangguan atau kelainan darah yang muncul pada tubuh ada banyak. Berikut beberapa yang paling berbahaya dan wajib diwaspadai.

  1. Thalassemia

Penyakit keturunan Thalassemia menyebabkan darah mengalami penurunan jumlah hemoglobin. Padahal hemoglobin sangat bermanfaat untuk tubuh karena membantu mengangkut oksigen ke seluruh penjuru dengan bantuan sel darah merah. Kalau di dalam darah kadar hemoglobinnya rendah, fungsi organ akan mengalami penurunan.

Selain itu, tubuh juga akan mengalami gangguan seperti bentuk tulang jadi berubah, limfa akan mengalami pembesaran, masalah kesehatan jantung, dan gangguan pertumbuhan organ pada bayi dan anak-anak.

  1. Polycythemia vera

Polycythemia vera adalah kanker darah yang disebabkan oleh mutasi gen. Kalau seseorang memiliki kondisi polycythemia vera, sumsum tulang akan memproduksi terlalu banyak sel darah merah. Jumlah sel darah merah yang terlalu banyak ternyata menyebabkan gangguan.

Darah akan menjadi lebih kental dari biasanya, Kekentalan darah yang cukup tinggi ini menyebabkan gangguan pada peredaran darah. Pada kondisi tertentu menyebabkan serangan jantung dan juga stroke.

  1. Leukimia

Leukimia adalah salah satu kanker darah yang banyak dikenal di kalangan masyarakat. Kondisi leukemia menyebabkan produksi sel darah putih di dalam sumsum tulang meningkat. Akibatnya sel darah putih menjadi lebih agresif dan menyerang sel darah merah dan organ tubuh dan menyebabkan masalah.

  1. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh terus mengalami perdarahan kalau terjadi luka. Darah tidak bisa membeku dan membuat perdarahan terhenti dengan sendirinya. Kondisi hemofilia hampir selalu terjadi pada pria dan menyebabkan masalah serius mulai kegagalan organ hingga mengalami kematian.

  1. Lymphoma

Lymphoma adalah kanker darah yang bekerja di sistem limfatik tubuh. Kondisi in muncul karena sel darah putih tumbuh dalam jumlah banyak dan tidak bisa dikontrol lagi. Kelainan darah ini bisa menyebabkan gangguan yang cukup besar sehingga penanganan harus segera dilakukan.

  1. Myelodysplastic syndrome (MDS)

Kondisi ini muncul karena munculnya sel tidak dewasa yang bernama blast. Sel ini mudah sekali melipatkan dirinya dan memengaruhi kerja dari sel sehat lainnya. Seseorang yang mengalami MDS dan tidak mengalami penanganan serius bisa mengalami leukemia.

  1. Primary thrombocythemia

Kalau hemofilia menyebabkan darah susah membeku atau mengering, kondisi ini justru sebaliknya. Darah jadi mudah membeku dan membentuk gumpalan-gumpalan. Kondisi ini tidak baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan serangan jantung dan juga stroke. Oh ya, primary thrombocythemia tegolong penyakit yang langka dan jarang terjadi di masyarakat.

  1. Plasma cell myeloma

Kondisi bernama plasma cell myeloma adalah gangguan pada sel plasma yang berada di sumsum tulang belakang. Gangguan pada sel terakumulasi di sumsum dan tumbuh menjadi sebuah tumor bernama plasmacytomas. Saat tumor terbentuk, tubuh akan menghasilkan antibodi bernama monoclonal (M) proteins.

Kalau kandungan protein berbahaya ini cukup banyak, protein baik akan mengalami gangguan. Tubuh akan terganggu karena darah akan semakin kental dan susah bergerak. Selain itu, ginjal juga akan mengalami gangguan dan rusak.

  1. Von Willebrand disease

Penyakit dengan nama Von Willebrand disease ini merupakan gangguan yang disebabkan oleh faktor keturunan. Seseorang bisa mendapatkan kelainan ini dari orang tua sejak kecil sehingga saat tubuh mengalami luka, darah akan susah mengering dan akhirnya perdarahan terus terjadi.

Kondisi Von Willebrand disease terjadi karena ada kekurangan protein yang menyebabkan darah susah membeku. Kondisi dari tidak bisanya darah membeku ini disebut von Willebrand factor (VWF).

  1. Anemia

Anemia adalah salah satu gangguan pada darah yang umum terjadi di masyarakat. Seseorang yang mengalami anemia akan merasakan lemas berlebih pada tubuh. Kondisi ini juga memicu penurunan fungsi organ lain di dalam tubuh.

Kondisi anemia ini sering menimpa wanita khususnya mereka yang sedang haid. Basanya, kondisi anemia terjadi karena ada defisiensi zat besi dalam jumlah banyak. Agar kondisi tubuh kembali seperti semula, suplemen dengan zat besi tinggi atau makanan seperti sayuran hijau sangat dibutuhkan.

Menjaga kesehatan darah

Kelainan atau gangguan darah banyak jenisnya. Masing-masing membutuhkan penganganan sendiri-sendiri. Kalau Anda ingin darah tetap sehat dan tidak mengalami gangguan, simak cara menjaganya di bawah ini.

  • Tetap berolahraga secara rutin setiap harinya. Dengan berolahraga secara rutin, tekanan darah akan berjalan normal. Selain itu, oksigen di dalam tubuh juga bisa dengan mudah berganti.
  • Mengonsumsi makanan dengan banyak mengandung serat seperti beberapa jenis biji-bijian. Makanan jenis ini akan menurunkan kadar LDL yang memicu kondisi tinggi kolesterol.
  • Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat besi. Makanan yang terdiri dari sayuran hijau dan kacang merah ini cocok untuk mengatasi anemia dan kondisi pramenopause.
  • Menggunakan suplemen B kompleks.
  • Berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Memperbanyak buah dan sayuran untuk dimakan langsung atau dibuat menjadi jus.
  • Mengonsumsi air dengan cukup agar tubuh selalu terhidrasi.

Inilah beberapa kelainan darah yang berbahaya dan wajib diwaspadai oleh semua orang. Dari beberapa gangguan di atas, mana saja yang menurut Anda paling berbahaya? Semoga darah kita selalu sehat dan aman sehingga tubuh tidak akan mengalami kemunduran fungsi.