Terbit: 7 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Kelahiran prematur merupakan salah satu kondisi yang menguras tenaga dan emosi bagi setiap wanita. Bayi yang lahir prematur pun membutuhkan perhatian lebih dari bayi yang lahir cukup bulan. Namun satu hal yang perlu diketahui setiap ibu, bahwa jika ibu pernah hamil dan melahirkan secara prematur, maka hal ini akan memicu risiko kelahiran prematur pada kehamilan berikutnya. Mengapa?

Kelahiran Prematur Memicu Persalinan Prematur pada Kehamilan Berikutnya

Mengenal kelahiran prematur

Kelahiran prematur adalah kelahiran bayi pada usia kehamilan sebelum 37 minggu. Hingga kini penyebab pasti kelahiran prematur belum diketahui namun umumnya kelahiran prematur disebabkan oleh kondisi ibu yang mengalami infeksi, diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau mengalami rahim lemah. Selain itu kelahiran prematur juga dapat disebabkan oleh gizi buruk, atau preeklamsia.

Salah satu pemicu risiko kelahiran prematur adalah memiliki riwayat mengalami kelahiran prematur sebelumnya. Menurut sebuah penelitian, ibu yang pernah melahirkan secara prematur memiliki risiko 15 persen melahirkan bayi prematur pada kehamilan berikutnya. Sedangkan bagi ibu yang pernah dua kali melahirkan secara prematur memiliki risiko 40 persen untuk kembali melahirkan bayi prematur. Angka ini pun terus meningkat seiring dengan banyaknya jumlah persalinan prematur yang pernah dialami ibu.

Meskipun peluang persalinan prematur terus meningkat, sayangnya belum dapat ditemukan cara untuk mencegah persalinan prematur. Namun dokter kandungan akan terus mengupayakan pencegahan persalinan prematur baik pada ibu yang baru pertama kali mengalami kehamilan maupun pada ibu yang pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya.

Beberapa cara untuk mencegah persalinan prematur di antaranya melakukan pemeriksaan kehamilan dengan rutin. Melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin, Anda akan mengetahui kemungkinan atau risiko persalinan prematur lebih awal sehingga dapat dilakukan pencegahan. Bagi Anda yang mengalami rahim lemah, dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur ikat rahim untuk menunda persalinan hingga waktu yang disarankan. Selain itu ibu hamil umumnya disarankan untuk beristirahat yang cukup dan menghindari kelelahan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi