Terbit: 19 Maret 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kekurangan kalsium menyebabkan gangguan kesehatan pada gigi, masalah tulang osteoporosis, katarak, dan perubahan sistem kerja otak. Kalsium adalah mineral vital yang dibutuhkan tubuh untuk membangun tulang, gigi, serta jantung dan otot agar berfungsi dengan baik. Ketahui akibat kekurangan kalsium, makanan tinggi kalsium, dll.

Kekurangan Kalsium: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Kekurangan Kalsium?

Kekurangan kalsium adalah kondisi tubuh dimana tingkat kalsium yang ada di dalam darah tergolong rendah. Kondisi ini juga disebut dengan hipokalsemia yang dapat mengganggu fungsi sistem saraf, kerusakan gigi dan tulang, kejang, kram, dan gangguan fungsi kerja organ penting lainnya.

Tubuh membutuhkan asupan kalsium yang cukup untuk membangun tulang dan gigi yang kuat. Manfaat kalsium juga untuk memelihara kesehatan otot-otot dan jantung agar bekerja dengan baik.

Berdasarkan asupan harian yang direkomendasikan, berikut ini kebutuhan kalsium setiap orang:

  • Orang dewasa membutuhkan 1.000 mg kalsium per hari.
  • Anak-anak usia 4-18 tahun membutuhkan 1.300 mg kalsium per hari.
  • Wanita di atas usia 50 tahun membutuhkan 1.200 mg kalsium per hari.
  • Laki-laki di atas usia 50 tahun membutuhkan 1.000 mg kalsium per hari.

Apabila seseorang tidak memenuhi kebutuhan kalsium di tubuhnya dalam jangka panjang, kondisi ini akan memicu gangguan pertumbuhan dan masalah kesehatan serius. Seseorang yang mengalami kondisi ini mungkin tidak memiliki gejala signifikan.

Gejala Kekurangan Kalsium

Gejalanya pada setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan. Berikut ini akibat kekurangan kalsium pada tubuh:

1. Osteoporosis dan Osteopenia

Osteoporosis dan osteopenia terjadi akibat kadar kalsium rendah. Osteoporosis adalah kerapuhan tulang yang rentan terhadap terjadinya patah tulang, sementara osteopenia adalah kurangnya kepadatan mineral tulang.

Kedua kondisi akibat kekurangan kalsium ini menyebabkan nyeri, masalah postur, dan meningkatan risiko kecacatan terkait tulang.

2. Masalah Otot

Kadar kalsium rendah menyebabkan masalah otot seperti kram, nyeri, kesemutan, kejang otot, hingga mati rasa. Kondisi ini umumnya terjadi di lengan, tangan, kaki, dan sekitar mulut namun sebagian besar orang tidak menyadari bahwa itu adalah ciri-ciri kekurangan kalsium.

3. Kelelahan Ekstrim

Akibat kekurangan kalsium maka seseorang dapat merasakan rasa lelah yang ekstrim, mengantuk,dan juga mengalami insomnia. Orang-orang yang mengalami defisiensi kalsium juga selalu merasa lesu, lemas, lemah, sakit kepala ringan, dan tidak berenergi.

4. Masalah Kulit

Kadar kalsium rendah pada tubuh seseorang juga akan memengaruhi kesehatan kulit dan kukunya dengan gejala kulit kemerahan, gatal, melepuh, kering, dan kuku rapuh atau patah. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga menyebabkan rambut rontok dan alopecia atau kebotakan.

5. Masalah Gigi

Manfaat kalsium adalah untuk menjaga kepadatan serta kekuatan gigi dan tulang. Penyakit kekurangan kalsium akan membuat gigi rapuh, iritasi gusi, dan kerusakan gigi di masa depan.

6. Sindrom Pramenstruasi yang Menyakitkan

Kadar kalsium rendah dan gejala pramenstruasi tidak pernah dikaitkan, namun penelitian membuktikan bahwa wanita yang memiliki kadar kalsium rendah cenderung mengalami gejala pra menstruasi yang lebih menyakitkan.

7. Depresi

Beberapa penelitian meyakini bahwa penyakit kekurangan kalsium berkontribusi pada peningkatan gejala depresi, namun penelitian lanjutan masih dibutuhkan.

Beberapa ciri-ciri kekurangan kalsium lainnya, meliputi:

  • Kesemutan atau mati rasa di tangan, kaki, dan wajah
  • Halusinasi
  • Nyeri dada
  • Sulit menelan
  • Perubahan suara
  • Gatal-gatal
  • Katarak

Beberapa orang bahkan mungkin tidak mengalami gejala apapun sampai kondisi tersebut berlangsung jangka panjang.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala tersebut dan menyadari Anda tidak mencukupi kebutuhan kalsium harian, segera hubungi dokter. Sadari juga untuk menghubungi dokter apabila Anda mengalami gejala tambahan seperti muntah lebih dari 4-5 kali per hari, tidak nafsu makan, diare, atau sembelit parah.

Baca Juga: 10 Fungsi Kalsium Bagi Tubuh, Kesehatan Tulang hingga Cegah Berbagai Penyakit Kronis

Penyebab Kekurangan Kalsium

Berikut ini penyebab kekurangan kalsium:

  • Tidak mendapat asupan kalsium yang cukup dalam jangka waktu panjang, terutama pada anak.
  • Intoleransi terhadap makanan yang kaya kalsium seperti alergi susu.
  • Perubahan hormon tertentu pada wanita.
  • Faktor genetik tertentu.
  • Menggunakan obat-obatan tertentu yang menurunkan daya serap kalsium dari makanan.

Sangat penting untuk memenuhi kebutuhan kalsium sesuai yang direkomendasikan untuk semua orang dari segala usia.

Faktor Risiko Kekurangan Kalsium

Faktor lain yang memicu seseorang memiliki kadar kalsium rendah adalah gizi buruk dan malabsorpsi. Gizi buruk terjadi akibat orang tersebut tidak memiliki akses untuk konsumsi makanan sehat yang cukup. Sementara malabsorpsi adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu menyerap vitamin, mineral, dan nutrisi termasuk kalsium dengan baik yang dipicu beberapa kondisi medis tertentu, meliputi:

  • Efek samping dari penggunaan obat-obatan seperti fenitoin, fenobarbital, rifampisin, kortikosteroid, dan obat kemoterapi tertentu
  • Hipermagnesemia dan hipomagnesemia
  • Pankreatitis
  • Hiperfosfatemia
  • Syok septik
  • Transfusi darah
  • Gagal ginjal
  • Hungry bone syndrome akibat operasi hiperparatiroidisme
  • Efek pasca operasi pengangkatan kelenjar tiroid
  • Kekurangan vitamin D untuk menyerap kalsium

Apabila kadar kalsium di darah Anda rendah, tubuh akan mempertahankan kadar kalsium dengan mengambilnya langsung dari tulang sehingga tulang menjadi rapuh dalam jangka panjang.

Diagnosis Kekurangan Kalsium

Dokter akan bertanya tentang riwayat keluarga yang mungkin memiliki riwayat osteoporosis akibat kadar kalsium rendah. Dokter juga akan bertanya seputar pola makan sehari-hari. Apabila dokter mencurigai gejala kekurangan kalsium, dokter akan meminta sampel darah untuk diteliti lebih lanjut.

Kadar kalsium dalam darah yang normal adalah 8,8 hingga 10,4 miligram per desiliter (mg/dL) untuk orang dewasa, sementara anak-anak normal memiliki kadar kalsium darah lebih tinggi. Apabila dalam pemeriksaan darah menunjukkan angka di bawah itu, Anda berisiko terkena penyakit defisiensi kalsium.

Pengobatan Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium harus makan apa? Berikut ini cara mengatasi kekurangan kalsium:

1. Mengubah Pola Makan

Cara paling mudah untuk mengatasinya adalah dengan menambah asupan kalsium dalam menu sehari-hari, meliputi:

  • Susu
  • Produk olahan susu seperti keju dan yogurt
  • Susu kedelai
  • Brokoli
  • Tahu
  • Kacang-kacangan dan biji-bijian seperti almond dan biji wijen
  • Sereal
  • Ikan sarden dan salmon
  • Sayuran berdaun hijau gelap

Dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pola makan sehat sebelum mengonsumsi suplemen kalsium. Konsumsi makanan tinggi kalsium setiap hari akan membantu mengembalikan kondisi tubuh.

2. Suplemen Kalsium

Dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen kalsium dalam kondisi yang lebih parah, meliputi:

  • Kalsium karbonat
  • Kalsium paling unsur
  • Kalsium sitrat
  • Kalsium fosfat
  • Suplemen kalsium lainnya dalam bentuk cair, tablet, dan kunyah

Anda hanya dapat menggunakan suplemen kalsium berdasarkan resep dokter dan tidak dapat dikombinasikan dengan makanan tinggi kalsium karena meningkatkan risiko kelebihan kalsium. Terlalu banyak kalsium dapat meningkatkan risiko batu ginjal, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan lainnya.

Baca Juga: 4 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Suplemen Kalsium

Komplikasi Kekurangan Kalsium

Kadar kalsium rendah dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi:

  • Sulit berjalan
  • Patah tulang
  • Disabilitas

Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani dengan asupan kalsium dan perawatan lainnya.

Pencegahan Kekurangan Kalsium

Cara mencegah kadar kalsium agar tidak rendah adalah dengan memastikan asupan kalsium pada menu sehari-hari Anda. Anda dapat secara rutin mengonsumsi susu, kangkung, kedelai, brokoli, salmon, lobak, dan makanan sehat bernutrisi lainnya.

Jumlah kalsium harian yang disarankan untuk orang berusia 19-50 adalah 1.000 miligram (mg), sementara anak-anak, remaja, dan orang dewasa yang lebih tua disarankan memenuhi asupan kalsium antara 1.200mg-1.300mg.

Penyakit kekurangan kalsium dapat dicegah dengan pola makan sehat atau suntikan suplemen dalam beberapa minggu. Selalu jaga kesehatan Anda agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan.

 

  1. Khan, April and Ana Gotter. 2018. Hypocalcemia (Calcium Deficiency Disease). https://www.healthline.com/health/calcium-deficiency-disease. (Diakses pada 19 Maret 2020).
  2. Barhum, Lana. 2018. What happens when calcium levels are low?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321865. (Diakses pada 19 Maret 2020).
  3. D-Cal. 2020. CALCIUM DEFICIENCY | LOW CALCIUM SYMPTOMS. https://d-calusa.com/low-calcium-symptoms-deficiency/. (Diakses pada 19 Maret 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi