Terbit: 4 November 2020 | Diperbarui: 5 November 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Setiap orang tua menginginkan kehamilan sehat. Wanita hamil sering mengalami gejala yang tidak menyenangkan dan membuatnya khawatir dengan kondisi janin. Padahal, beberapa perubahan tubuh dan gejala tersebut termasuk ciri-ciri hamil sehat. Simak penjelasannya di sini!

11 Ciri-Ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui 

Ciri-Ciri Kehamilan Sehat yang Harus Bunda Ketahui 

Masa kehamilan adalah momen krusial pada kehidupan wanita. Setiap wanita hamil pasti menginginkan yang terbaik dan bayi sehat hingga lahir. Walaupun demikian, ada berbagai perubahan fisik dan emosi selama kehamilan yang kadang mengkhawatirkan. 

Tanda-tanda kehamilan tersebut mungkin tidak menyenangkan, namun bukan berarti buruk. Cari tahu apa saja ciri-ciri hamil sehat, sebagai berikut: 

1. Morning Sickness 

Morning sickness adalah istilah untuk gejala mual dan muntah di pagi hari yang biasanya terjadi pada selama trimester pertama. Gejala mual dan muntah kadang membuat ibu hamil lemah, namun sebenarnya ini wajar dan tergolong tidak berbahaya. 

Berdasarkan penelitian terbaru, wanita hamil yang mengalami morning sickness memiliki risiko keguguran atau melahirkan prematur lebih kecil. Selain itu, mual dan muntah adalah respon alami tubuh dari kandungan makanan atau minuman yang membahayakan ibu dan janin. 

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

2. Pergerakan Janin

Bunda mulai bisa merasakan gerakan janin di dalam rahim pada usia 5-6 bulan kehamilan. Gerakannya berupa tendangan kecil atau seperti cegukan di dalam perut. Gerakan tersebut adalah ciri-ciri hamil sehat di mana janin tumbuh dengan baik.

Janin juga mulai merespon suara dengan memberi gerakan kecil yang bisa Anda rasakan. Memasuki usia kehamilan 7 bulan, janin dapat merangsang cahaya, suara, atau rasa sakit. 

Pada usia kehamilan 8 bulan, janin bisa merubah posisinya dan menendang lebih sering. Memasuki usia kehamilan 9 bulan, pergerakan janin di dalam rahim mulai berkurang namun Anda jangan khawatir. Janin semakin berkembang dan ruangan di dalam rahim terlalu sempit sehingga janin tidak bergerak sesering sebelumnya. 

3. Perkembangan Janin

Anda disarankan untuk kontrol kehamilan secara rutin pada tiap trimester kehamilan. Dokter akan melakukan USG untuk memastikan kesehatan dan perkembangan janin. 

Janin yang sehat akan bertambah besar sekitar 5 cm setiap bulan. Pada kehamilan 7 bulan, janin sehat memiliki panjang sekitar 35,5 cm. Menjelang hari kehamilan pada bulan kesembilan, janin sehat memiliki berat badan 3 kg dan panjang 45-50 cm. 

Baja Juga: 12 Pemeriksaan Kehamilan yang Wajib Diketahui Bumil

4. Detak Jantung Janin 

Janin mulai memiliki detak jantung pada usia kehamilan 5 minggu. Anda dapat memastikan apakah janin sehat dari detak jantungnya. Dokter dapat memantau detak jantung janin dengan menyentuh perut ibu atau menggunakan fetal non-stress

Detak jantung normal janin normal antara 110 hingga 160 denyut per menit. Fetal non-stres (NST) atau uji tanpa beban juga berguna untuk mendeteksi risiko masalah kehamilan lainnya.

5. Berat Badan Ibu 

Berat badan wanita hamil pasti naik dan itu sesuatu yang normal. Wanita hamil mulai mengalami kenaikan berat badan pada usia kehamilan 12-15 minggu. Rata-rata wanita hamil naik berat badan hingga 12-15 kilogram selama kehamilan. Walaupun demikian, konsultasi pada dokter bila apakah kenaikan berat badan tersebut tergolong normal pada kondisi Anda dan kesehatan janin di dalam rahim.

6. Posisi Janin Menjelang Persalinan 

Memasuki usia kehamilan 9 bulan, janin tidak sering bergerak lagi. Bila kehamilan Anda sehat, bayi akan bergerak mencari jalan lahir pada posisi kepala di bawah agar persalinan lebih mudah dan lancar. 

7. Nyeri dan Pembesaran Payudara 

Perubahan hormon membuat ukuran payudara wanita hamil lebih besar dan terkadang nyeri. Tubuh Anda memberi respon terhadap kehamilan. Hormon pada payudara juga mulai bersiap untuk memproduksi ASI.

8. Peningkatan Keputihan

Keputihan pada saat hamil sering membuat wanita panik, apakah itu berbahaya? Sebagian besar wanita hamil mengalami keputihan saat hamil akibat perubahan hormon. Keputihan juga berarti tubuh sedang membersihkan vagina dari bakteri untuk mencegah infeksi masuk ke dalam vagina. 

Baca Juga: 8 Tips Kehamilan Sehat untuk Ibu dan Janin 

9. Ukuran Perut Ibu 

Anda bisa melihat perubahan ukuran perut ibu hamil setiap bulannya. Itu berarti janin terus berkembang secara stimulus. Ukuran perut wanita hamil juga tergantung pada usia kehamilan, berat dan tinggi badan ibu hamil, posisi janin, dan jumlah kehamilan. 

10. Tekanan Darah Ibu Normal 

Berdasarkan laporan dari American Heart Association (AHA), tekanan darah normal adalah 120/80 mmHg. Tekanan darah tidak normal pada kehamilan, baik hipertensi atau hipotensi, menjadi tanda kehamilan tidak sehat. 

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi selama kehamilan yang mulai terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini dapat memicu preeklampsia. Sementara tekanan darah rendah juga menyebabkan masalah kehamilan seperti ibu hamil menjadi lemas, letih, dan kerusakan organ bila tidak diobati. 

11. Kadar Gula Darah Normal 

Memiliki gula darah normal adalah salah satu tanda hamil sehat. Gula darah tinggi saat kehamilan dapat memicu gestational diabetes, yaitu diabetes saat kehamilan walaupun Anda tidak memiliki riwayat diabetes sebelumnya. 

Gula darah tinggi saat hamil akan membuat berat badan janin dalam rahim terlalu besar. Kondisi ini dapat memicu komplikasi kehamilan seperti masalah pernapasan janin, bayi lahir prematur, atau risiko diabetes pada janin di kemudian hari.

Ciri-Ciri Kehamilan Tidak Sehat yang Harus Diwaspadai

Bunda juga harus waspada terhadap ciri-ciri hamil tidak sehat sejak awal agar dapat segera memeriksakan diri ke dokter. Berikut ini tanda kehamilan tidak sehat: 

  • Tidak merasakan detak jantung bayi saat Anda menyentuh perut. 
  • Mengalami pendarahan yang menyakitkan dan tidak biasa. 
  • Tidak ada gerakan bayi dalam waktu lama. 
  • Mengalami tekanan darah tinggi atau kadar gula darah tinggi. 
  • Mengalami nyeri perut yang sangat menyakitkan. 
  • Merasa nyeri punggung yang tidak biasa dan berlangsung lama. 
  • Tidak merasakan tanda-tanda kehamilan lagi. 

Segera konsultasi ke dokter bila mengalami gejala yang mengkhawatirkan pada kehamilan Anda. Mendeteksi tanda masalah kehamilan lebih awal akan membantu perawatan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada kesehatan ibu dan bayi.

 

  1. Candelaria, Laura. 2017. 7 Months Pregnant Symptoms. https://www.hellomotherhood.com/article/80926-months-pregnant-symptoms/. (Diakses pada 4 November 2020). 
  2. Jain, Mansi. 2018. Healthy pregnancy: Signs that you have a healthy baby inside the womb. https://www.lifealth.com/pregnancy-and-parenting/pregnancy-fitness/healthy-pregnancy-signs-that-you-have-a-healthy-baby-inside-the-womb-mj/80582/. (Diakses pada 4 November 2020). 
  3. Gibbs Vengrow, Bonnie. 2020. 3 Annoying Symptoms That Are Actually Signs of a Healthy Pregnancy. https://www.parents.com/pregnancy/signs/symptoms/4-annoying-pregnancy-symptoms-that-are-actually-good-for-you/. (Diakses pada 4 November 2020). 
  4. Khan, Aliya. 2019. Signs of a Healthy and Unhealthy Baby in the Womb. https://parenting.firstcry.com/articles/signs-of-a-healthy-and-unhealthy-baby-in-the-womb/. (Diakses pada 4 November 2020). 


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi