Menghadapi Kehamilan pada Usia 30-an Tahun

hamil-usia-30-an-tahun-doktersehat
photo credit: Pexels

DokterSehat.Com – Sebagian besar dari kita sudah tahu kalau kehamilan pada usia 30 tahun ke atas sangat berisiko. Bahkan, ada kemungkinan menyebabkan gangguan pada ibu dan janinnya yang sedang dikandung. Oleh karena itu, beberapa wanita disarankan untuk mendapatkan momongan pada usia 20-an tahun saja. Kalau wanita menikah di usia 23-25 tahun, sebelum berusia 30 tahun bisa memiliki anak minimal satu.

Nah, bagaimana dengan wanita yang memiliki usia 30-an tahun ke atas? Apakah kehamilan masih bisa dilakukan atau lebih baik tidak diusahakan? Berikut ulasan singkat tentang kehamilan usia 30 tahun ke atas.

Berapa banyak wanita usia 30-an tahun hamil?

Dari penelitian yang dilakukan oleh CDC, didapatkan data kalau wanita usia 30-an tahun lebih banyak melahirkan daripada usia 20-an tahun. Tren ini terus meningkat di beberapa negara. Pernikahan jarang dilakukan di awal usia dewasa. Usia 30-an dipilih karena dianggap sebagai usia emas atau terbaik.

Usia 30-an tahun memang tidak begitu disarankan untuk melakukan kehamilan. Namun, kalau dilakukan pun juga tidak masalah asal masih tahu batasannya. Usia 35 tahun adalah masa akhir wanita untuk bisa hamil dengan risiko tidak terlalu banyak.

Bagaimana kalau menikah di usia 30-an tahun?

Kalau menikah pada usia 20-an tahun memang lebih besar memiliki keturunan dan menikah. Namun, tidak semua orang memiliki jodoh yang dekat dan cepat. Akhirnya baru usia 30-an tahun wanita baru menikah.

Kalau usia Anda saat menikah masih 30-an tahun awal, kemungkinan terjadi pembuahan akan besar. Kalau dalam satu tahun mencoba belum ada tanda kehamilan, sebisa mungkin untuk datang ke dokter. Bisa jadi sedang ada gangguan pada kesuburan.

Kalau usia Anda sudah 35 tahun, lakukan percobaan mendapatkan momongan selama 6 bulan. Kalau selama setengah tahun belum ada perubahan sama sekali, segera temui dokter kandungan agar masalah ini bisa segera diatasi.

Dokter biasanya akan merekomendasikan wanita mengonsumsi obat penambah kesuburan. Selain itu diet juga harus dilakukan kalau wanita mengalami obesitas yang terlalu besar.

Apakah pria berusia 30-an tahun juga memengaruhi kehamilan?

Kehamilan dipengaruhi oleh kesehatan pria dan wanita. Kalau wanita sehat dan subur sementara pria tidak subur, kehamilan tidak akan terjadi. Sebaliknya kalau pria subur dan wanita tidak, kemungkinan terjadi kehamilan juga semakin rendah. Oleh karena itu menjaga kualitas sperma adalah sesuatu yang penting.

Kalau wanita memiliki batas usia subur 35 tahun, pria juga hampir sama. Kalau Anda menikah dengan pria berusia 30-an tahun ada baiknya untuk segera mengusahakan kehamilan. Kalau usia pria mencapai 40 tahun, ada kemungkinan kualitas spermanya rendah.

Kualitas sperma dipengaruhi oleh jumlah sel per 1 ml air mani. Kalau jumlahnya di bawah 15 juta sel, kualitasnya rendah. Selain itu, motilitas dan bentuk dari sperma juga harus sempurna.

Risiko kehamilan pada wanita berusa 30-an tahun

Kehamilan pada usia 30-an tahun memiliki banyak sekali risiko. Risiko ini bisa mengancam ibu dan janin yang terus tumbuh. Berikut beberapa risiko yang harus diwaspadai.

  • Diabetes Gestasional. Kondisi ini membuat kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Wanita dengan usia 30-an tahun lebih rentan terkena dan kemungkinan bertahan hingga pasca persalinan akan besar.
  • Darah tinggi pada saat hamil harus diwaspadai karena bisa mengancam nyawa kedua belah pihak.
  • Persalinan secara prematur bisa terjadi karena kemungkinan rahim tidak kuat menahan janin akan besar. Oleh karena itu pengontrolan rutin harus dilakukan.
  • Bayi lahir dengan berat badan yang rendah. Bayi yang memiliki berat badan rendah rawan sekali mengalami gangguan organ dan juga kematian.
  • Komplikasi saat persalinan sehingga operasi Caesar sangat direkomendasikan.

Persalinan pada wanita berusia 30-an tahun

Persalinan pada wanita yang hamil di usia 30-an tahun sangat berisiko. Persalinan secara normal mungkin bisa dilakukan. Namun, peluang terjadi lancar dan tidak ada komplikasi akan rendah. Bahkan, kasus ibu, bayi, atau keduanya meninggal akan besar.

Biasanya dokter atau bidan yang mengetahui adanya risiko besar saat persalinan akan merekomendasikan wanita melakukan operasi Caesar. Dengan operasi ini kemungkinan terjadi komplikasi akan rendah. Ibu dan bayi juga masih bisa diselamatkan.

Oh ya, kalau Anda sudah siap hamil pada usia 30-an tahun ada baiknya menyiapkan dana lebih. Kalau misal terjadi persalinan normal, Anda bisa lebih hemat. Kalau pun terjadi persalinan Caesar, penanganan bisa segera dilakukan.

Alasan wanita hamil pada usia 30-an tahun

Ada beberapa alasan mengapa wanita lebih memilih hamil pada usia 30-an tahun. Alasan itu terdiri dari:

  • Mengejar pendidikan hingga tinggi. Beberapa wanita ada yang mengejar jenjang pendidikan hingga doktor sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah sembari bekerja.
  • Belum memiliki karier pekerjaan yang bagus sehingga pikiran menikah belum ada sama sekali. Beberapa wanita mungkin menyerah dengan kariernya dan menikah. Namun, ada yang terobsesi sehingga menikah dan hamil sama sekali tidak terpikirkan.
  • Ada gangguan pada organ reproduksinya dan membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya.
  • Ada pengalaman tidak menyenangkan pada kehamilan sebelumnya. Pengalaman buruk ini bisa jadi dalam bentuk keguguran atau masalah kehamilan lainnya.
  • Sudah mendapatkan kesiapan psikologi. Menjadi seorang ibu dan hamil tidak semudah yang dilihat. Beberapa wanita mengalami ketakutan itu dan lebih memilih untuk menunggu hingga benar-benar siap.

Hamil memang disarankan pada usia 20-an tahun. Namun, kalau terpaksa hamil di usia 30-an tahun ada baiknya untuk membatasi hingga usia 35 tahun. Setelah itu lakukan KB atau mungkin dibuat steril agar tidak ada kemungkinan terjadi kehamilan.