Penyakit Ginjal Kronis – Kegawatan dan Komplikasi

penyebab muntaber dan obat muntaber

Beberapa tanda dan gejala dapat mengarah komplikasi penyakit ginjal kronis. Seseorang harus menelepon dokter atau pergi ke rumah sakit ketika melihat salah satu gejala berikut:

  • Perubahan tingkat energi.
  • Peningkatan retensi air (bengkak atau menggembung) di kaki, sekitar mata, atau di bagian lain dari tubuh
  • Sesak napas atau perubahan dari pernapasan normal
  • Mual atau muntah.
  • Sensasi melayang
  • Nyeri tulang atau nyeri sendi.
  • Mudah memar.

Jika seorang wanita telah dikenal terkena masalah ginjal, wanita tersebut harus segera mencari dokter jika dia tahu atau mencurigai bahwa dia hamil. Selain itu, segera temui dokter penyakit dalam untuk pemantauan dan perawatan kondisi kronis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.

Tanda-tanda dan gejala berikut mewakili kemungkinan komplikasi penyakit ginjal kronis yang berat dan harus segera pergi ke gawat darurat rumah sakit terdekat.

  • Perubahan tingkat kesadaran disertai rasa kantuk ekstrem atau sulit untuk dibangunkan.
  • Kelelahan parah.
  • Sakit dada.
  • Sulit bernapas.
  • Mual dan muntah.
  • Pendarahan hebat (dari sumber manapun).
  • Kelemahan otot.

Diagnosis Penyakit Ginjal Kronis

Penyakit ginjal kronis biasanya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Tes laboratorium dapat mendeteksi masalah yang berkembang. Siapapun yang berada pada peningkatan risiko untuk penyakit ginjal kronik harus diperiksa secara rutin untuk perkembangan penyakit ini.

  • Pemeriksaan urine, darah, dan pencitraan (sinar-X) dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit ginjal, serta mengikuti kemajuan pengobatan.
  • Semua pemeriksaan ini memiliki keterbatasan. Pemeriksaan ini sering digunakan bersama-sama untuk mengembangkan gambaran tentang sifat dan luasnya penyakit ginjal.
  • Secara umum, pemeriksaan ini dapat dilakukan pada pasien rawat jalan.

Komplikasi Penyakit Ginjal Kronis

Komplikasi penyakit ginjal kronik dapat memerlukan perawatan medis seperti:

  • Retensi cairan sering terjadi pada penyakit ginjal dengan efek pembengkakan pada tubuh. Pada fase akhir, cairan dapat terkumpul di paru-paru dan menyebabkan sesak napas.
  • Anemia sering terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal kronik. Dua penyebab paling umum dari anemia dengan penyakit ginjal adalah kekurangan zat besi dan kurangnya eritropoetin. Jika seseorang anemia, dokter akan menjalankan pemeriksaan untuk menentukan apakah anemia merupakan anemia sekunder karena penyakit ginjal atau karena penyebab lainnya.
  • Penyakit tulang terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal. Ginjal bertanggung jawab untuk membuang fosfor dari tubuh dan mengolah vitamin D menjadi bentuk aktifnya. Kadar fosfor yang tinggi dan kekurangan vitamin D menyebabkan kalsium darah menurun, menyebabkan aktivasi hormon paratiroid (PTH). Kondisi ini dan beberapa perubahan yang kompleks pada tubuh menyebabkan perkembangan penyakit tulang metabolik. Pengobatan penyakit tulang metabolik bertujuan untuk mengelola kadar serum kalsium, fosfor, dan hormon paratiroid.
  • Asidosis metabolik dapat terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal. Asidosis dapat menyebabkan kerusakan protein, peradangan, dan penyakit tulang. Jika asidosis signifikan, dokter dapat menggunakan obat-obatan seperti natrium bikarbonat (baking soda) untuk memperbaiki masalah
Penyakit Ginjal Kronis – Halaman Selanjutnya : 1   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11