Kedelai Menurunkan Risiko Diabetes

kedelai-diabetes-doktersehat
Photo Source: Fickr/stone-soup

DokterSehat.Com– Kedelai adalah salah satu bahan makanan yang paling sering kita konsumsi. Tak hanya diolah menjadi lauk layaknya tempe dan tahu, dalam realitanya kedelai juga bisa dikonsumsi dalam bentuk susu atau dijadikan camilan yang mengenyangkan. Tak hanya enak, pakar kesehatan menyebut kedelai sebagai salah satu makanan yang bisa membantu mencegah datangnya diabetes.

Cara Kedelai Menurunkan Risiko Diabetes

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Youngcheul Ki dari University of Massachusetts, Amerika Serikat. Disebutkan bahwa kandungan bioaktif di dalam kedelai berupa isoflavon memang terbukti bisa menurunkan risiko terkena diabetes dan penyakit jantung dengan signifikan. Rutin mengonsumsinya bahkan bisa menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan toleransi glukosa pada penderita diabetes.

“Apa yang kita makan bisa memberikan dampak sangat besar bagi kesehatan kita karena kandungan di dalam makanan akan bereaksi dengan beberapa jenis gen. Penelitian ini menghasilkan fakta bahwa diet bisa mempengaruhi risiko terkena penyakit dengan signifikan,” ucap Kim.

Kedelai dikenal luas sebagai makanan dengan kandungan isoflavon yang paling mudah ditemukan. Para peneliti mengecek salah satu dari dua jenis isoflavon di dalam kedelai, yakni daidzein pada sel-sel di dalam tikus percobaan. Hasilnya adalah, kandungan ini memang bisa memberikan pengaruh besar bagi insulin, risiko diabetes, hingga risisko terkena penyakit kardiovaskular.

Para peneliti lainnya yang terlibat dari Southern Illinois University, University of Tennessee, dan University of Florida juga menghasilkan fakta bahwa penelitian yang masih menggunakan obyek hewan ini memang menemukan manfaat dari konsumsi isoflavon secara rutin pada risiko diabetes.

Dalam penelitian, diadzein dan jenis isoflaon lainnya di dalam kedelai, eqquol, mampu memberikan pengaruh pada formasi sel-sel lemak yang bisa berimbas pada pengendalian gula darah. Hal ini tentu akan membantu tubuh mengendalikan kadar gula darah dengan lebih baik.

Memang, penelitian yang kemudian hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Nutritional Biochemistry ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, khususnya pada manusia, namun pakar kesehatan yakin jika pola makan yang sehat, khususnya dalam hal memperbanyak asupan kedelai bisa menurunkan risiko terkena diabetes dengan signifikan.

Berbagai Manfaat Lain dari Rutin Makan Kedelai

Tak hanya membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus mencegah datangnya diabetes, pakar kesehatan menyebut ada banyak sekali manfaat kesehatan lain yang bisa kita dapatkan jika rutin makan kedelai.

Berikut adalah manfaat-manfaat tersebut.

  1. Menyehatkan Jantung dan Pembuluh Darah

Kedelai tinggi kandungan asam lemak tak jenuh ganda yang bisa memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dengan signifikan. Tak hanya menurunkan risiko terkena kolesterol tinggi, hal ini juga akan mencegah stroke, serangan jantung, dan masalah kardiovaskular lainnya.

  1. Bisa Membantu Menurunkan Berat Badan

Kedelai termasuk dalam camilan yang rendah kalori namun tinggi protein dan serat. Hal ini berarti, mengonsumsinya akan membuat kita lebih mudah kenyang dan rasa kenyang ini bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Indeks glikemik kedelai juga cukup rendah sehingga bisa mencegah lonjakan kadar gula darah sekaligus mempertahankan energi tubuh dalam kondisi yang baik dalam waktu yang lebih lama.

  1. Baik bagi Kesehatan Pencernaan

Kandungan seratnya yang tinggi bisa memperlancar pencernaan, mencegah sembelit, hingga menjaga keseimbangan bakteri usus.

  1. Baik bagi Kesehatan Tulang

Kandungan isoflavon yang tinggi bisa memberikan efek layaknya hormon estrogen yang melindungi kekuatan dan kepadatan tulang.

  1. Mencegah Kanker

Pakar kesehatan Marji McCullough dari American Cancer Society menyebut rutin makan kedelai bisa membantu menurunkan risiko kanker payudara dan kanker prostat.

 

Sumber:

  1. 2009. How Soy Reduces Diabetes Risk. sciencedaily.com/releases/2009/10/091006120510.htm. (Diakses pada 3 November 2019).