Terbit: 20 Februari 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apa yang biasa dilakukan Sobat Sehat setelah makan? Duduk bersantai agar makanan benar-benar turun ke perut, minum-minuman yang nikmat, atau malah langsung tiduran? Setiap orang memiliki kebiasaannya sendiri-sendiri, namun terkadang kita melakukan hal yang tidak sehat setelah makan. Apa sajakah kebiasaan tersebut?

Sering Dilakukan, 6 Kebiasaan Setelah Makan Ini Ternyata Berbahaya

kebiasaan setelah makan yang berbahaya

Pakar kesehatan menyebut ada enam kebiasaan yang sebenarnya sering kita lakukan dan bisa memberikan dampak kurang baik bagi kesehatan. Sayangnya, karena kita terbiasa melakukannya, kita tidak menyangka jika hal ini berbahaya.

Berikut adalah beberapa kebiasaan buruk tersebut.

  1. Merokok

Banyak orang yang langsung merokok setelah makan karena dianggap bisa memberikan kenikmatan tersendiri. Bahkan, ada yang menyebut mulut akan terasa asam jika tidak merokok setelah makan. Padahal, menurut pakar kesehatan, kebiasaan ini bisa membahayakan kesehatan.

Setelah mendapatkan asupan makanan, sistem pencernaan langsung aktif memproses makanan. Berbagai sistem lain yang ada dalam tubuh juga menjadi lebih aktif demi mendukung proses ini. Masalahnya adalah jika kita langsung merokok setelah makan, maka nikotin dan zat beracun yang berasal dari rokok ini akan diserap berkali-kali lipat lebih banyak dari biasanya.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Selain itu, jika kita merokok setelah makan, maka proses penyerapan berbagai nutrisi seperti vitamin C, vitamin D, mineral, dan kalsium akan terhambat. Hal ini tentu akan membuat kita lebih rentan terkena kekurangan nutrisi.

  1. Minum teh

Minum teh setelah makan dilakukan sebagian masyarakat Indonesia, khususnya yang makan di tempat makan. Memang, teh, khususnya teh manis atau es teh memang bisa memberikan kesegaran tersendiri jika dikonsumsi setelah makan, namun minuman ini ternyata bisa mengganggu proses penyerapan nutrisi makanan.

Telah ada penelitian yang membuktikan bahwa minum teh setelah makan akan membuat tubuh kesulitan untuk menyerap zat besi dan berbagai macam mineral. Selain itu, jika kita sering mengonsumsi es teh manis, dikhawatirkan hal ini akan membuat asupan kalori menjadi berlebihan dan akhirnya berimbas pada meningkatnya risiko peningkatan berat badan atau diabetes.

  1. Mengonsumsi buah-buahan

Banyak orang yang berpikir jika makan buah-buahan setelah makan besar bisa membuat kita mendapatkan asupan serat yang cukup. Padahal, bisa jadi hal ini justru kurang baik bagi kondisi pencernaan kita. Hal ini disebabkan oleh beberapa jenis buah-buahan yang ternyata sulit dicerna oleh tubuh sehingga menyebabkan sensasi kembung atau tidak nyaman pada perut.

Pakar kesehatan lebih merekomendasikan kita untuk mengonsumsi buah beberapa jam setelah atau sebelum makan demi mendapatkan manfaat sehatnya dan mencegah efek kurang nyaman pada pencernan.

  1. Mengonsumsi minuman bersoda

Selain es teh, minuman lain yang sering dikonsumsi setelah makan di tempat makan adalah minuman bersoda. Minuman ini juga bisa memberikan sensasi kesegaran tersendiri setelah dikonsumsi. Sayangnya, minum minuman bersoda bisa menyebabkan sensasi kembung dan begah setelah makan. Selain itu, kandungan kalori di dalam minuman bersoda juga sangat tinggi sehingga dikhawatirkan jika terlalu sering dikonsumsi bisa meningkatkan risiko diabetes.

  1. Tidur

Setelah makan siang atau makan malam, banyak orang yang memilih untuk merebahkan badan atau bahkan langsung tidur. Memang, hal ini cukup nyaman untuk dilakukan, namun, tidur setelah makan bisa memicu peningkatan asam lambung. Bahkan, ada yang menyebut kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko terkena stroke.

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk memberikan jeda sekitar 3 atau 4 jam diantara waktu makan dan waktu tidur demi mencegah datangnya masalah kesehatan.

  1. Berolahraga

Jika kita berolahraga setelah makan, maka perut akan terasa nyeri, mengalami kenaikan asam lambung, mual-mual, dan membuat kita lebih mudah muntah. Selain akan membuat makanan yang dikonsumsi keluar, kita juga tidak bisa melakukan olahraga dengan maksimal. Karena alasan inilah pakar kesehatan menyarankan kita untuk berolahraga sekitar dua jam setelah makan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi