Terbit: 14 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Waktu makan siang atau istirahat di tengah padatnya aktivitas harian, tentu merupakan hal yang ditunggu, ya.

3 Kebiasaan Sepele yang Sebabkan Ngantuk Setelah Makan Siang

Tidak hanya untuk mengisitirahatkan diri sejenak, namun juga memberikan asupan energi baru dalam tubuh dengan melakukan makan siang.

Akan tetapi, sudah menjadi rahasia umum jika tubuh jadi cenderung mengantuk setelah makan siang, ya. Hal ini tentu sangat mengganggu, karena performa dan produktivitas kerja justru jadi menurun.

Nah, ternyata munculnya rasa ngantuk setelah makan siang bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal yang sudah menjadi kebiasaan dilakukan.

Berikut beberapa kebiasaan yang menyebabkan tubuh jadi rentan mengantuk setelah makan siang:

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Family Fest - Advertisement

1. Menunda waktu makan siang, atau makan siang terlalu sore

doktesehat makanan dibatasi saat lebaran

photo credit: Pexels

Sepele memang, namun ternyata menunda waktu makan siang terlalu lama bisa menyebabkan tubuh jadi cenderung mengantuk setelah makan. Mengapa?

Energi dalam tubuh yang diisi saat sarapan sudah mulai habis di tengah hari, hal ini membuat tubuh mulai kekurangan energi dan merasa lapar.

Membiarkan tubuh terlalu lama merasa lapar akan membuat nafsu makan menjadi tinggi. Nafsu makan yang tinggi ini kemudian cenderung menyebabkan beberapa hal, yaitu:

  • Porsi makan jadi berlebihan
  • Pilihan makanan kurang bisa dikontrol dan tidak sesuai kebutuhan tubuh
  • Jenis makanan yang dipilih adalah makanan yang tinggi kalori, gula dan lemak karena nafsu makan sedang tinggi

Ketiga hal tersebut merupakan penyebab yang akan membuat tubuh merasa mengantuk karena metabolisme tubuh menjadi lebih berat karena tiga hal di atas.

2. Memilih makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak sehingga tidak bergizi seimbang

doktersehat-makanan-sahur-ngantuk-lemas

Photo Credit: Flickr.com/rob_rob2001

Memilih makanan yang mengenyangkan untuk melanjutkan aktivitas kerja setelah makan siang memang hal yang tepat.

Akan tetapi, perhatikan bahwa makanan yang mengenyangkan bukan berarti hanya berisi sumber karbohidrat atau lemak saja, ya.

Tubuh perlu dipenuhi semua kebutuhan gizinya, baik karbohidrat, protein, lemak baik, vitamin dan mineral saat makan siang, sehingga menu yang bergizi seimbang adalah pilihan menu yang tepat.

Hanya memilih makanan berkarbohidrat, misalnya nasi, dengan mie dan gorengan, merupakan pilihan menu makanan yang tinggi kandungan kalori dan lemak.

Hal ini akan memperberat metabolisme dalam tubuh dan membuat tubuh mudah merasa lemas beberapa jam setelah makan siang dan akhirnya mengantuk.

3. Memilih makanan cepat saji

Doktersehat - Fast Food

Photo Credit: Flickr.com/ulvi can

Menu makan siang yang biasa dipilih adalah menu makanan yang praktis, sehingga menu makanan cepat saji menjadi banyak dikonsumsi.

Padahal, menu makanan cepat saji, misalnya burger, kentang goreng, nugget dengan minuman bersoda, merupakan pilihan makanan yang tinggi kandungan lemak dan gula buatan.

Keduanya memang mengenyangkan dan nikmat, namun beberapa jam setelah mengonsumsinya, tubuh cenderung merasa lemas, mengantuk, cepat lapar dan craving.

Lantas, bagaimana sebaiknya memilih menu makan siang agar tubuh tidak mengantuk?

Makanan-pengganti-nasi-kentang-doktersehat-1Beberapa tips memilih menu makan siang agar tubuh tidak mengantuk adalah:

  1. Makan siang tepat waktu, paling tidak 6-7 jam sejak makan utama di pagi hari.
  2. Usahakan memilih menu makan siang yang bergizi seimbang. Menu salad sayur lengkap, roti lapis dengan banyak sayuran, atau kebab daging panggang bisa jadi pilihan sehat yang tetap praktis dan mengengenyangkan.
  3. Memilih minuman alami yang menyegarkan, pilih minuman yang bisa menyegarkan dan mengidrasi tubuh di siang hari. Air kelapa, sari buah dengan gula alami, atau jus buah bisa jadi pilihan yang tepat untuk menu minuman makan siang Anda.

Tiga tips agar terbebas dari rasa ngantuk setelah makan sinag di atas ini tentu cukup mudah diterapkan, bukan?


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi