Terbit: 3 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Ternyata ada banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya peningkatan berat badan. Jika selama ini Anda menganggap faktornya adalah hanya makanan, maka anggapan itu tidak benar. Pasalnya, dari berbagai riset yang telah dilakukan, ditemui ada berbagai macam faktor yang bisa menambah berat badan tanpa disadari sebelumnya.

Inilah Kebiasaan di Pagi Hari yang Bisa Meningkatkan Berat Badan

Salah satu faktor tersebut adalah kebiasaan di pagi hari. Ya, setiap orang pasti memiliki berbagai kebiasaan di pagi hari setelah bangun tidur. Nah, ternyata kebiasaan tersebut juga bisa pemicu datangnya kenaikan berat badan loh! Agar lebih jelas, simak beberapa faktanya berikut ini.

  • Bermalas-malasan di Atas Kasur

Setelah bangun tidur, sebaiknya untuk melakukan aktivitas dan jangan bermalas-malasan saja. Sebab, menurut riset, ditemui hasil jika orang yang sering bermalas-malasan di atas kasur setelah bangun tidur bisa meningkatkan berat badan secara drastis. Sebab, ketika jam tidur melebihi batas normal, maka akan terjadi kekacauan hormon pada tubuh sehingga membuat Anda menjadi sedikit melar.

  • Tidak Merapikan Kasur dan Kamar

Siapa sangka jika kebiasan ini berpengaruh bagi berat badan? Merapikan kasur adalah sebuah kebiasaan yang diajarkan oleh orang tua. Namun, tak hanya untuk soal kebersihan saja, ternyata dengan merapikan kasur dan kamar setelah bangun tidur, setidaknya ada 200 kalori yang terbakar. Tentu saja hal itu sangat bermanfaat dalam menurunkan berat badan, bukan?

  • Main Gadget

Hal ini menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa dihindari lagi. Ya, bermain gadget saat bangun tidur memang menjadi sebuah pilihan. Tapi, alangkah baiknya agar tidak melakukan itu saja, melainkan mengisi waktu luang dengan berolahraga. Sebab, olahraga di pagi hari bisa menurunkan berat badan secara efektif, walaupun hanya 10 menit.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Tempo Scan Baby Fair - Advertisement

DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi