Terbit: 16 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Apakah Anda sering merasa lapar padahal baru beberapa jam yang lalu Anda selesai makan? Wah, hal ini tentu saja membuat asupan makan Anda bisa jadi berlebihan, apalagi jika Anda sedang melakukan diet, ya.

Sering Dilakukan, 4 Kebiasaan Ini Ternyata Bikin Cepat Lapar!

Rasa lapar yang muncul tiba-tiba memang sangat menggangu, biasanya, hal ini juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik atau psikis yang cukup berat.

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa ada cukup banyak kebiasaan yang dianggap wajar, yang ternyata bisa menyebabkan tubuh sering merasa lapar?

Penasaran apa saja kebiasaan yang cukup sering dilakukan dan ternyata menyebabkan kita jadi sering lapar? Yuk, sama-sama kita simak penjelasannya di bawah ini!

1. Tidur tidak teratur

akibat-kurang-tidur-doktersehatTidur tidak teratur, baik karena adanya gangguan tidur atu memang aktivitas yang masih padat.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Kondisi ini ternyata bisa memengaruhi pada kebiasaan makan kita. Hal ini tentu dipengaruhi dengan lamanya tubuh aktif yang akan berpengaruh dengan penggunaan energi.

Semakin lama tubuh aktif atau bangun, maka tentu penggunaan energi akan semakin besar, yang mana hal ini juga akan menyebabkan kebutuhan asupan makan kita menjadi meningkat.

Selain itu, tubuh yang terjaga dalam waktu lebih lama, akan otomatis menyebabkan hormon yang mengatur rasa lapar, yaitu hormon ghrelin dan leptin. Waktu tidur yang kurang akan membuat tubuh cenderung merasa cepat lapar, karena hormon yang mengatur rasa kenyang kurang bisa dikontrol oleh tubuh yang kurang istirahat.

Memiliki waktu tidur yang teratur akan membuat tubuh mampu beradaptasi, pola makan dan nafsu makan dalam tubuh juga bisa dikontrol dengan lebih baik.

2. Kurang memenuhi kebutuhan minum harian

haus-gejala-diabetes-doktersehat

Photo Credit: huffpost.com

Jika Anda sering merasa lapar dalam waktu kurang dari 1-2 jam setelah makan utama atau camilan berat, maka coba perhatikan apakah kebutuhan minum harian Anda sudah tercukupi.

Asupan minum yang kurang bisa menyebabkan sinyal haus di otak dianggap sebagai sinyal lapar. Hal ini yang menyebabkan rasa lapar dalam tubuh menjadi sering dirasakan.

Untuk itu, selalu pastikan Anda memenuhi kebutuhan cairan harian. Anda bisa menyiasatinya dengan membiasakan mengonsumsi air putih setelah bangun tidur, setelah makan utama atau camilan berat, dan lebih sering membawa atau menyediakan air putih di banyak tempat.

3. Menganggap lapar mata harus dituruti

doktersehat-jumlah-makanan-manis-puasa

Photo Credit: Flickr.com/Monic Marcus

Lapar mata memang seakan sangat menyiksa jika tidak dipenuhi, ya. Nyatanya, kebiasaan menuruti keinginan makan hanya karena lapar mata, bukanlah hal yang tepat dilakukan.

Lapar mata yang hanya merupakan efek psikologis, biasanya cukup sering muncul setelah kita melihat tampilan fisik makanan saja.

Nah, dengan pesatnya perkembangan informasi dimana kita bisa semakin sering melihat berbagai gambar atau foto makanan, maka tentu lapar mata akan semakin sering terjadi.

Jika terus menerus menuruti keinginan lapar mata, maka tentu hal ini akan membuat asupan makan jadi berlebih.

Hal ini juga membuat kita jadi lebih sering lapar, karena tubuh menjadi sulit membedakan mana lapar karena asupan energi mulai berkurang dan mana lapar yang hanya disebabkan lapar mata.

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat sederhana atau makanan kemasan

Makanan bekarbohidrat sederhana, misalnya makanan manis seperti sirup, atau gula buatan, cenderung membuat tubuh hanya merasa kenyang sementara waktu saja.

Hal ini disebabkan makanan berkarbohidrat sederhana membuat gula darah dalam tubuh cepat naik namun cepat turun dan menyebabkan tubuh juga semakin cepat merasa lapar.

Sedangkan, makanan kemasan tinggi kandungan natrium dan bahan pengawet yang bisa menyebabakan tubuh seakan ketagihan akan makanan kemasan tersebut sehingga menjadi cepat lapar dan nafsu makan jadi tidak terkontrol.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi