Terbit: 27 April 2021 | Diperbarui: 29 April 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

KB alami adalah metode pencegahan kehamilan tanpa menggunakan obat-obatan atau alat khusus. Metode ini sering kali tidak memerlukan biaya apa pun dan biasanya tidak memiliki efek samping. Simak penjelasan lengkap mengenai cara KB alami mencegah kehamilan berikut ini.

7 Cara KB Alami untuk Mencegah Kehamilan (Manfaat & Risiko)

Mencegah Kehamilan dengan KB Alami

Saat Anda berdua memutuskan untuk menggunakan metode ini, Anda harus berkomitmen pada keputusan ini. Metode ini membutuhkan disiplin dan pengendalian diri. Agar metode ini berjalan efektif, Anda berdua juga harus terbuka mengenai perasaan masing-masing.

Berikut ini adalah berbagai cara KB alami yang bisa Anda coba, di antaranya:

1. Menarik Penis Sebelum Ejakulasi

Ini adalah tindakan di mana seorang pria menarik penisnya keluar dari vagina sebelum ejakulasi. Meski begitu, cara ini tidak dapat diandalkan sepenuhnya sebagai metode pencegahan kehamilan alami.

Seorang pria dapat mengeluarkan cairan pra-ejakulasi saat dia terangsang. Pada beberapa pria, cairan ini mungkin mengandung sperma. Sperma ini dilepaskan ke dalam vagina saat penis ada di dalamnya dan hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Sensodyne - Advertisement

Metode ini juga bergantung pada pengendalian diri penuh. Anda harus memiliki perkiraan waktu yang tepat untuk menarik penis tepat waktu.

2. Tidak Berhubungan saat Masa Subur

Metode ini mengharuskan wanita untuk memantau kondisi tubuhnya untuk menentukan kapan masa suburnya. Setelah mengetahui periode masa subur, Anda harus menghindari hubungan seks di waktu tersebut.

Metode ini melibatkan perhatian pada perubahan tubuh yang berbeda (seperti suhu tubuh basal atau lendir serviks) dan mencatatnya untuk memprediksi kapan Anda akan berovulasi.

Agar berhasil, Anda harus mencatat dan memetakan tanda-tanda kesuburan. Kemudian Anda (dan pasangan) harus setuju untuk tidak berhubungan seks saat periode tersebut dan selama lima hari sebelumnya, karena sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga lima hari.

3. Pemberian ASI Berkelanjutan (Lactational Amenorrhea Method)

Pemberian ASI berkelanjutan dapat menunda ovulasi hingga enam bulan setelah melahirkan. Cara KB alami yang aman ini umumnya berhasil karena hormon yang dibutuhkan untuk merangsang produksi ASI mencegah pelepasan hormon yang memicu ovulasi.

Anda tidak boleh mengandalkan metode ini selama lebih dari enam bulan atau jika Anda mengalami menstruasi sejak melahirkan. Metode ini hanya efektif jika Anda menyusuinya setiap empat jam di siang hari dan setiap enam jam di malam hari dengan kedua payudara.

4. Standard Days Method (SDM)

Cara ini menetapkan hari yang sama (hari 8 hingga 19) sebagai waktu subur bagi semua wanita. Anda juga dapat menggunakan aplikasi atau kalender untuk melacak posisi Anda dalam siklus. KB kalender ini bekerja paling baik jika siklus haid lebih dari 26 hari atau kurang dari 32 hari. Jadi, Anda tidak boleh melakukan hubungan seks di masa subur tersebut.

5. Metode Lendir Serviks

Rencana ini juga melibatkan pemeriksaan lendir dari serviks pada periode tertentu dalam siklus menstruasi. Saat Anda sedang berovulasi, mungkin ada banyak hal perubahan tekstur atau warna.  Semua petunjuk ini dapat membantu mengetahui kapan Anda sedang berovulasi.

Lendir serviks pada masa subur bisa terlihat bening, licin, dan elastis seperti putih telur. Anda bisa menggunakan tisu atau jari untuk memeriksanya beberapa kali sehari.

Anda dapat memilih untuk melakukan hubungan seksual antara waktu menstruasi terakhir dan waktu perubahan lendir serviks. Selama periode ini, Anda dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual hanya dua hari sekali karena adanya cairan mani membuatnya lebih sulit untuk menentukan sifat dari lendir serviks.

Jika wanita tidak ingin hamil, Anda disarankan tidak melakukan hubungan seksual  selama 3 sampai 4 hari setelah menyadari adanya perubahan pada lendir serviks.

6. Metode Suhu Basal Tubuh

Cara lain untuk mengetahui masa subur adalah dengan membuat grafik harian suhu tubuh menggunakan basal body temperature thermometer pada waktu yang sama setiap hari.

Saat Anda berovulasi, suhu Anda mungkin naik hampir 1 derajat Fahrenheit (sekitar setengah derajat Celcius) ketika tubuh sedang istirahat. Selain itu, Anda juga harus memperhatikan gejala lain yang mungkin Anda alami, seperti nyeri payudara, sakit punggung, atau kembung.

Metode suhu basal tubuh mengharuskan wanita mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur setiap bulannya. Variasi suhu harian harus diperhatikan dengan cermat.

Guna menggunakan suhu basal tubuh sebagai metode pengendalian kelahiran, Anda harus menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seksual sejak suhu tubuh turun hingga setidaknya 48 hingga 72 jam setelah suhu tubuhnya meningkat lagi.

7. Metode Simptothermal

Metode ini menggabungkan aspek-aspek tertentu dari kalender, suhu tubuh basal, dan metode pemeriksaan lendir. Tidak hanya semua faktor ini yang menjadi pertimbangan, tetapi juga gejala lain seperti kram ringan dan nyeri payudara. Beberapa wanita mengalami ketidaknyamanan perut bagian bawah (di area ovarium) selama pelepasan sel telur (ovulasi).

Baca Juga: 13 Efek Samping Pil KB dan Aturan Penggunaannya

Seberapa Efektifkah KB Alami?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, metode alami ini tidak seefektif metode pengendalian kelahiran lainnya karena memiliki tingkat kegagalan sebesar 24 %. Itu artinya sekitar 1 dari 4 orang yang menggunakannya akan hamil.

Meski begitu, metode alami sering kali tidak membutuhkan biaya dan tidak memiliki efek samping. Anda dapat berhenti kapan saja dan tidak akan berdampak pada tubuh. Bagi Anda yang memiliki periode menstruasi tidak teratur, cara ini tidak efektif untuk mencegah kehamilan.

Selain itu, beberapa metode alami tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Kondom pria adalah perlindungan terbaik untuk mencegah infeksi menular seksual.

Manfaat kontrasepsi alami:

  • Seorang wanita tidak perlu minum obat atau menggunakan manipulasi hormonal.
  • Tidak ada prosedur atau perlengkapan oleh dokter yang diperlukan.

Risiko mengandalkan kontrasepsi alami:

  • Sulit untuk memperkirakan atau mengetahui secara tepat periode masa subur, sehingga meningkatkan peluang untuk kehamilan yang tidak direncanakan.
  • Metode alami tidak seefektif beberapa bentuk kontrasepsi lain.
  • Menganggarkan pembelian untuk membeli alat tes ovulasi.
  • Tidak dapat berhubungan seksual pada waktu-waktu tertentu dalam sebulan merupakan kerugian bagi sebagian wanita.

 

  1. Anonim. 2019. The Natural Family Planning Methods. https://www.webmd.com/sex/birth-control/natural-family-planning-methods. (Diakses pada 27 April 2021).
  2. Anonim. 2021. ‘Natural’ Birth Control: What to Know. https://www.webmd.com/sex/birth-control/natural-birth-control. (Diakses pada 27 April 2021).
  3. Stacey, Dawn. 2020. Natural Birth Control Methods. https://www.verywellhealth.com/natural-birth-control-methods-906798. (Diakses pada 27 April 2021).
  4. Stöppler, Melissa Conrad. 2019. 9 Natural Birth Control Options. https://www.medicinenet.com/natural_methods_of_birth_control/article.htm. (Diakses pada 27 April 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi