Kawasaki

Influenza-pada-Anak-doktersehat

DokterSehat.Com– Penyakit Kawasaki adalah demam pada anak yang berkaitan dengan vaskulitis terutama pembuluh darah koronaria serta keluhan sistemik lainnya.

Gejala
Fase Akut (10 hari pertama)
Enam gelaja diagnostik:

  • Demam tinggi mendadak, tidak respon dengan antibiotika, dapat berlangsung 1-2 minggu bahkan bisa 4-5 minggu. Dalam 2-5 hari demam gejala lain akan muncul.
  • Konjunctivitis bilateral tanpa eksudat.
  • Bibir merah terang kemudian pecah dan berdarah, lidah merah (strawberry tongue) dan eritema difus pada rongga mulut dan faring.
  • Edema yang induratif dan kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki, kadang terasa nyeri.
  • Eksantema berbagai bentuk (polimorfik), dapat di wajah , badan dan ektremitas. Sering menyerupai urtikaria dan gatal, dapat seperti makula dan papula sehingga menyerupai campak.
  • Pembesaran kelenjer getah bening leher (cervikal) dijumpai sekitar 50% penderita, hampir selalu bersifat unilateral dan berukuran >1,5 cm.

Tanda dan gejala lain yang mungkin dijumpai:

  • Piuria steril (pada 60% kasus)
  • Gangguan fungsi hepar ( 40%)
  • Artritis sendi besar (30%) dapat juga sendi kecil
  • Meningitis aseptik (25%)
  • Nyeri perut dengan diare (20%)
  • Hidrops kandung empedu dengan ikterus (10%)

Kelainan kardiovaskuler yang mungkin timbul:

  • Takikardi, irama derap, bising jantung, kardiomegali, efusi perikardium, disfungsi ventrikel kiri, perubahan EKG, (PR interval memanjang, voltase QRS rendah, ST depresi/ elevasi, QTc memanjang). Kelainan arteri Koroner mulai terjadi pada akhir minggu pertama hingga minggu kedua

Fase Subakut (hari 11-25)

  • Deskuamasi ujung jari tangan dan kemudian diikuti jari kaki (karakteristik).
  • Eksentema, demam dan limfadenophati menghilang.
  • Perubahan kardiovaskuler yang nyata mungkin timbul: Dapat terjadi dilatasi/ aneurisma, efusi perikardium, gagal jangtung dan infark miokard. Jumlah trombosit meningkat, dan dapat mencapat lebih dari 1.000,000/mm3

Fase Konvalesen (6-8 minggu dari awitan)
Pada fase ini laju endap darah dan hitung trombosit mencapai nilai normal kembali, dapat dijumpai garis tranversa yang dikenal dengan Beau’s line. Meskipun anak tampak menunjukkan perbaikan klinis, namun kelainan jantung dapat berlangsung terus.

Penyebab
Hingga saat ini penyebab pasti belum dapat diketahui, meskipun gambaran klinis, laboratorium, epidemiologi mengarah kepada penyakit infeksi. Diduga penyakit ini dipicu oleh gangguan imun yang didahului oleh proses infeksi.

Diagnosisi Penyakit Kawasaki didasarkan kepada gejala klinis semata. Tidak ada pemeriksaan penunjang yang dapat memastikan diagnosis.

Terdapat 6 kriteria gejala diagnostik:

  • Demam remiten dapat mencapai 41°C dan berlangsung >5 hari.
  • Infeksi konjunktiva bilateral (tanpa eksudat).
  • Kelainan di mulut dan bibir: Lidah strawberry, rongga mulut merah difus, bibir merah dan pecah.
  • elainan tangan dan kaki, eritema dan edema pada fase akut serta deskuamasi ujung jari tangan  dan kaki pada fase subakut.
  • Eksantema yang polimorfik.
  • Limfadenopathi servikal unilateral.

Pengobatan
Semua pasien dengan Penyakit Kawasaki fase akut harus menjalani tirah baring dan rawat inap. Selama fase akut aspirin dapat di berikan 80-100 mg/kgbb/hari dalam 4 dosis terbagi dan imunoglobulin intravena 2 gr/kgbb dosis tunggal diberikan selama 10-12 jam. Lamanya pemberian aspirin bervariasi, pengurangan dosis dilakukan 48-72 jam bebas demam, beberapa klinisi memberikan aspirin dosisi tinggi sampai 14 hari sakit dan 48-72 jam setelah demam hilang. Dosis rendah aspirin 3-5mg/kgbb/hari dan dipertahankan hingga pasien tidak menunjukan perubahan arteri koroner dalam 6-8 minggu onset penyakit. Steroid digunakan untuk Penyakit Kawasaki bila terdapat kegagalan respon dengan terapi inisial. Regimen steroid yang umum diberikan methylprednisolon intravena 30mg/kgbb selama 2-3 hari diberikan sekali sehari selama 1-3 jam.

Pencegahan
Penyembuhan biasanya sempurna pada penderita yang tidak menderita vaskulitis koroner. Serangan kedua jarang sekali terjadi. Angka kematian Penyakit Kawasaki di jepang 0,08%-1-2%. Semua anak yang menderita Penyakit Kawasaki meninggal karena komplikasi jantung, biasanya dalam 1-2 bulan sejak timbulnya penyakit. Aneurisma koroner dapat dijumpai pada sekitar 20-49% kasus dan kurang dari 5% menjadi infark miokard.