Terbit: 16 Oktober 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Katarak nuklir adalah masalah penglihatan akibat kekeruhan, pengerasan, dan menguningnya bagian tengah pusat lensa mata (nukleus). Ketahui informasi selengkapnya mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan lainnya!

Katarak Nuklir: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Apa Itu Katarak Nuklir?

Katarak nuklir adalah kekeruhan, pengerasan, dan menguningnya bagian tengah pusat lensa mata (nukleus). Kondisi ini menyebabkan kesulitan melihat dan membedakan warna, serta melihat lingkaran cahaya pada lampu saat malam hari.

Jenis katarak ini pada awalnya dapat menyebabkan lebih banyak rabun jauh atau bahkan perbaikan sementara pada penglihatan ketika membaca. Tetapi seiring waktu, lensa secara bertahap akan berubah menjadi kuning pekat dan semakin mengaburkan penglihatan.

Masalah penglihatan yang juga disebut sklerosis nuklir ini selain umum terjadi pada manusia, juga bisa terjadi binatang, termasuk anjing, kucing, dan kuda. Jenis katarak ini biasanya terjadi pada orang tua. Perubahan ini merupakan bagian dari proses penuaan pada mata.

Tanda dan Gejala Katarak Nuklir

Jenis katarak ini cenderung memengaruhi penglihatan jarak jauh daripada penglihatan dekat. Salah satu efek katarak adalah kesulitan mengemudi.

Berikut ini sejumlah gejala katarak nuklir:

  • Pengerasan dan penguningan inti lensa.
  • Kesulitan melihat dalam cahaya terang.
  • Melihat objek tampak buram dan warna memudar.
  • Penglihatan kabur.
  • Silau yang lebih parah ketika melihat cahaya pada malam hari.
  • Kesulitan melihat pada malam hari, terutama saat mengemudi.
  • Hilangnya kemampuan membedakan warna.
  • Diplopia monokuler, merupakan penglihatan ganda hanya pada satu mata.
  • Rabun jauh (miopia).

Baca Juga: 10 Gejala Katarak yang Harus Diwaspadai

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami salah satu gejala katarak, segera periksakan ke dokter mata. Setiap perubahan penglihatan mendadak adalah kondisi medis serius yang harus membutuhkan pertolongan medis segera.

Berkonsultasi dengan dokter mata berpengalaman dan berpengetahuan luas untuk membantu menentukan apakah Anda menderita katarak dan mendapatkan pilihan perawatan katarak yang tepat.

Penyebab Katarak Nuklir

Protein pada lensa mata membuatnya tetap jernih dan membiarkan cahaya masuk, memungkinkan seseorang untuk melihat dengan jelas. Seiring bertambahnya usia, protein mulai mengalami kerusakan dan penumpukan protein pada lensa, yang menyebabkan bintik-bintik.

Bintik-bintik tersebut mencegah cahaya masuk ke lensa. Seiring waktu, bintik-bintik ini bisa akan membesar, menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau seperti berkabut.

Faktor Risiko Katarak Nuklir

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak nuklir, termasuk:

  • Diabetes.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Merokok.

Baca Juga: Katarak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis Katarak Nuklir

Awalnya dokter mata akan memeriksa katarak dengan memeriksa mata secara cermat. Inti lensa yang kabur dan menguning dapat diidentifikasi selama pemeriksaan mata rutin. Inilah mengapa penting untuk memeriksakan mata secara rutin setiap tahun, meskipun tidak memiliki masalah yang nyata dengan penglihatan.

Ada beberapa tes yang dapat mendiagnosis katarak nuklir, termasuk:

  • Pemeriksaan mata dilatasi. Selama pemeriksaan ini, dokter akan meneteskan mata untuk membuat pupilnya terbuka (melebar). Cara ini memungkinkan untuk melihat melalui lensa dan masuk ke bagian dalam mata, termasuk retina penginderaan cahaya pada bagian belakang mata.
  • Lampu celah atau pemeriksaan biomikroskop. Dokter akan menyorotkan cahaya tipis ke dalam mata untuk memungkinkan pemeriksaan secara cermat pada lensa, bagian putih mata, kornea, dan struktur lain pada mata.
  • Teks refleks merah. Tes dengan memantulkan cahaya dari permukaan mata dan menggunakan alat pembesar (ophthalmoscope) yang berguna untuk melihat pantulan cahaya. Pada mata yang sehat, pantulannya berupa warna merah cerah dan terlihat sama pada kedua mata.

Baca Juga: 15 Jenis Katarak yang Perlu Dikenali dan Diwaspadai!

Pengobatan Katarak Nuklir

Sejak awal gejala muncul, menggunakan kacamata resep dapat membantu mengatasi masalah penglihatan akibat katarak. Ketika penglihatan menurun membuat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sebaiknya menjalani operasi pengangkatan katarak.

Selama prosedur operasi, dokter mata akan mengeluarkan lensa keruh dan menggantinya dengan implan plastik bening atau intraocular lens (IOL). Berkonsultasi dengan dokter tentang kapan waktu yang tepat mengangkat katarak.

Jika mengalami gejala katarak, penting bagi Anda untuk menemui dokter mata secara teratur untuk memantau pertumbuhan katarak.

Siapa pun mungkin dapat menunda prosedur operasi katarak nuklir jika mengikuti tips berikut ini:

  • Selalu perbarui kacamata resep.
  • Menghindari mengemudi pada malam hari.
  • Memanfaatkan pencahayaan yang lebih kuat untuk membaca.
  • Memakai kacamata hitam antisilau.
  • Menggunakan kaca pembesar untuk membantu membaca.

Komplikasi

Jika tidak tidak mendapatkan pengobatan, gejala katarak nuklir akan semakin berat, yang pada akhirnya menyebabkan kehilangan penglihatan. Jika kondisinya berat, cara mengatasinya hanya melalui operasi.

Komplikasi serius setelah operasi katarak jarang terjadi. Jika komplikasi terjadi, ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.

Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi, termasuk:

  • Infeksi.
  • Bengkak dalam mata.
  • Posisi lensa buatan yang tidak tepat selama operasi.
  • Posisi lensa buatan yang bergeser.
  • Ablasio retina dari bagian belakang mata.

Pencegahan Katarak Nuklir

Tidak ada pengobatan untuk mencegah atau memperlambat perkembangan katarak. Dalam kondisi terkait usia, perubahan penglihatan terjadi secara bertahap. Beberapa orang mungkin awalnya tidak menyadari perubahan penglihatannya. Namun, ketika katarak memburuk, gejala masalah penglihatan meningkat.

Meskipun tidak ada cara yang terbukti mencegah katarak, tetapi ada beberapa tips sederhana yang mungkin membantu mencegah katarak, termasuk:

  • Mengurangi paparan sinar matahari, misalnya menggunakan kacamata anti-UV.
  • Mengurangi atau berhenti merokok.
  • Perbanyak asupan vitamin antioksidan dengan banyak makan sayuran berdaun hijau dan suplemen nutrisi.
  • Asupan beberapa nutrisi yang ramah mata seperti lutein dan zeaxanthin, vitamin C, vitamin E dan zinc untuk mengurangi risiko penyakit mata tertentu, termasuk katarak.

 

  1. Arundel, Anne. 2012. The Signs and Symptoms of Nuclear Cataracts :: Cataracts Awareness Month. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Cataract. https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/cataract?sso=y. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  3. Koviak, Kathleen. 2015. Nuclear Cataract. http://www.med.umich.edu/1libr/Ophthalmology/Cornea/NuclearCataract.pdf. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  4. Mamatha, Bangera S et al. 2015. Risk Factors for Nuclear and Cortical Cataracts: A Hospital Based Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4687256/#:~:text=Higher%20dietary%20intake%20of%20carotenoids,populations%2C%20irrespective%20of%20ethnic%20origin. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  5. Mayo Clinic Staff. 2018. Cataracts. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cataracts/symptoms-causes/syc-20353790. (Diakses pada 16 Oktober 2020)
  6. Pendick, Daniel. 2019. What Is Nuclear Sclerosis?. https://www.healthline.com/health/nuclear-sclerosis. (Diakses pada 16 Oktober 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi