Para peneliti menyebut baru ada 41 kasus baru yang disebabkan oleh virus misterius dari Wuhan, Tiongkok, namun, ada dugaan bahwa virus ini sudah menginfeksi ratusan orang. Meskipun Tiongkok jauh dari Indonesia, apakah kita perlu khawatir dengan hal ini?

wuhan-virus-doktersehat

Kasus Virus Misterius dari Wuhan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Imperial College London, Inggris yang bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), disebutkan bahwa kasus virus yang berawal dari Wuhan ini kini juga ditemukan di negara lain seperti dua kasus di negara tetangga Thailand dan satu kasus di Jepang. Hal ini disebabkan oleh Wuhan yang memiliki bandara internasional sehingga melayani begitu banyak orang dari berbagai negara setiap harinya.

Para peneliti bahkan menyebut ada kemungkinan kasus virus Wuhan ini sudah menginfeksi 1.700 orang. Hal ini membuat para ahli kesehatan mulai khawatir dan mewaspadai kemungkinan kasus ini akan semakin memburuk.

Hasil penelitian menyebut virus ini sepertinya berasal dari hewan yang dijual di pasar kuliner laut yang ada di Wuhan. Dugaan lain adalah virus ini berasal dari hewan yang berkeliaran di kota tersebut. Masalahnya adalah virus ini sepertinya bisa menular antar manusia dengan sangat cepat.

Otoritas Tiongkok menyebut virus yang sedang diteliti di laboratorium ini termasuk dalam jenis coronavirus. Hanya saja, virus jenis ini memang benar-benar sangat baru. Hal ini mengingatkan WHO pada kasus SARS atau Severe Acute Respiratory Syndrome yang memicu kematian lebih dari 8 ribu orang di Tiongkok sejak 2002.

Perlukah Kita Khawatir dengan Virus Ini?

Sebagai informasi, coronavirus bisa memicu gejala demam ringan. Masalahnya adalah infeksi virus ini juga bisa berujung menjadi kematian. Prof. Mark Woolhouse dari Edinburgh University, Skotlandia menyebut virus ini masih sangat baru sehingga para peneliti masih mencari tahu bagaimana dampak dari virus ini bagi kesehatan tubuh.

“Virus ini memang patut kita waspadai, namun sepertinya dampaknya tidak seberbahaya SARS,’ ucap Woolhouse.

Lantas, dari hewan apakah virus ini berasal? Pakar kesehatan masih memperdebatkan hal ini, namun berdasarkan pengalaman masa lalu yang menunjukkan bahwa SARS berasal dari musang, and MERS (middle east respiratory syndrome) yang merebak di Timur Tengah berasal dari unta yang berasal dari Somalia, para peneliti yakin jika coronavirus baru ini berasal dari mamalia laut seperti lumba-lumba berjenis beluga. Hanya saja, pasar fauna di Wuhan ternyata juga menjual hewan-hewan lain yang berpotensi membawa virus seperti kelinci, ular, serta kelelawar.

Virus ini menyerang paru-paru dan bisa menyebabkan kerusakan pada organ ini. Masalahnya adalah batuk-batuk atau bersin bisa menyebarkan virus ini ke orang lain. Otoritas Kesehatan Tiongkok bahkan mengkhawatirkan para petugas medis yang menangani para korban virus ini bisa ikut tertular, namun sejauh ini belum ada kasus tersebut.

Hingga saat ini, para peneliti menyebut penyebaran virus ini tidak terlalu cepat. Pada 12 Desember sampai 29 Desembe 2019, hanya ada 59 pasien yang mengidap virus ini. Selain itu, otoritas kesehatan Tiongkok juga dengan cepat melakukan tindakan untuk mengisolasi para korban dan melakukan penanganan lebih lanjut. Meskipun begitu, ada dugaan bahwa virus ini akan menyebar dengan sangat cepat saat Tahun Baru Imlek di Tiongkok karena di saat inilah jutaan orang bepergian dan berkumpul.

Pakar kesehatan menyarankan otoritas di setiap negara. Khususnya yang sering mengalami perpindahan manusia dari dan ke Tiongkok, untuk mewaspadai penyebaran virus ini dan melakukan pencegahan.

 

Sumber:

  1. Gallagher, James. 2020. New Chinese virus ‘will have infected hundreds’. https://www.bbc.com/news/health-51148303. (Diakses pada 19 Januari 2020).