Terbit: 28 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Banyak wanita yang menjalani pedikur untuk membuat tubuh menjadi lebih terawat dan cantik, namun, bagi wanita bernama Jenn Andrews dari North Carolina, Amerika Serikat ini, pedikur justru menjadi awal dari amputasi kaki yang harus dilakukannya. Bagaimana cerita selengkapnya?

Karena Pedikur, Wanita Ini Terpaksa Mengamputasi Kakinya

Dilansir dari Fox News, terapis pedikur yang menanganinya tiba-tiba saja berkata bahwa Jenn memiliki tumor di kakinya dan memintanya untuk segera memeriksakannya. Pada kejadian yang berlangsung tahun 2013 lalu, terapis pedikur ini berkata bahwa Ia merasakan benjolan sebesar kacang pada telapak kaki kanan. Sayangnya, Jenn tidak begitu memperhatikan saran tersebut.

Setahun kemudian, benjolan pada kaki kanannya terlihat semakin besar. Ia pun akhirnya memeriksakan kondisi ini ke dokter untuk melakukan pengangkatan. Namun, disana Ia justru didiagnosis terkena myxoid sarcoma, sejenis tumor yang berkembang dengan pelan. Meskipun pelan, tumor ini ternyata bisa mematikan dan berkembang ke bagian tubuh lainnya.

Meskipun sudah mendapatkan biopsi, tumor ini ternyata kembali muncul pada Januari 2018 lalu. Dokter pun hanya bisa memberikan dua pilihan bagi Jenn; yakni mengangkat kembali tumor tersebut yang bisa membuat kakinya tak bisa benar-benar berfungsi dengan baik namun risiko terkena tumor kembali masih tinggi atau mengamputasi kakinya dari bagian bawah lutut dan menjamin bahwa tumor tak akan lagi datang.

Jenn pun akhirnya memutuskan untuk mengamputasi kakinya. Setelah melakukannya, Jenn pun memakai kaki palsu yang bisa membuatnya kembali bergerak dengan leluasa.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Kids Baby - Advertisement

Melihat kasus ini, ada baiknya memang kita segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter jika memang melihat gejala-gejala kesehatan yang patut untuk dicurigai ya? Apalagi jika gejala tersebut adalah gejala seperti benjolan yang muncul pada bagian tubuh yang mencurigakan.


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi