Terbit: 22 April 2021 | Diperbarui: 26 April 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Berhubungan saat Ramadhan menjadi satu topik yang banyak ditanyakan oleh umat Muslim, terutama pasangan suami istri. Ini terkait boleh atau tidaknya berhubungan seks selama menjalankan puasa. Ketahui jawaban selengkapnya di bawah ini!

Ini Waktu yang Tepat Berhubungan Seks saat Ramadhan!

Hukum Berhubungan Suami Istri Saat Puasa Ramadhan?

Puasa Ramadan adalah ibadah yang wajib hukumnya (fardhu) untuk seluruh umat Muslim selama sebulan penuh. Puasa pada dasarnya adalah ibadah menahan lapar, haus, dan nafsu – termasuk berhubungan suami istri.

Berdasarkan syariah Islam, suami istri tidak boleh melakukan hubungan seksual selama jam puasa Ramadhan. hal ini karena berhubungan intim pada siang hari selama Ramadan dapat membatalkan puasa.

Dalam surat Al Baqarah ayat 187, waktu yang tepat untuk berhubungan intim adalah pada malam hari hingga terbitnya fajar. Selain rentang waktu tersebut, barulah hubungan intim haram untuk Anda lakukan dan bisa membatalkan puasa.

Menurut ayat dari kitab suci Al Quran, bahwa siapa saja boleh melakukan hal-hal yang biasa kita lakukan pada hari-hari biasanya, seperti makan, minum, hingga berhubungan saat Ramadhan. Ini hanya bisa Anda lakukan pada waktu malam hari.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku Darlie - Advertisement

Hanya saja, setelah berhubungan badan, ada baiknya pasangan suami istri harus mandi wajib sebelum melakukan salat subuh agar tubuh berada dalam kondisi suci kembali.

Kapan Waktu Terbaik Berhubungan saat Ramadhan? 

Meskipun hukum berhubungan suami istri saat bulan Ramadhan di siang hari tidak boleh. Namun, pasangan suami istri masih bisa melakukannya pada malam hari dengan waktu tertentu.  

Waktu terbaik bagi suami istri untuk berhubungan intim di bulan Ramadan pada malam hari, yakni sekitar pukul 21.00 atau 22.00. Waktu ini ideal karena biasanya sudah tidak lagi makan atau melakukan ibadah seperti salat tarawih dan membaca Al Quran.

Namun, sebaiknya jangan melakukannya terlalu malam karena bisa membuat Anda kurang tidur atau kesulitan bangun untuk sahur.

Baca Juga: Kapan Waktu Terbaik untuk Seks Saat Bulan Puasa?

Hukum Suami Istri Berhubungan Seks pada Jam Puasa

Jika kedua pasangan suami istri secara sengaja berhubungan seks pada siang hari di bulan Ramadhan, maka wajib mengqadha puasa dan melakukan kaffara, yakni puasa selama 60 hari berturut-turut. Jika tidak mampu mekakukannya, maka memberi makanan pokok sebanyak 60 ons atau sekitar 1,5 kilogram kepada 60 orang miskin. 

Bolehkah Suami Istri Berciuman, Berpelukan, atau Bersentuhan saat Ramadhan?

Meskipun tidak melakukan penetrasi, melakukan hubungan dengan berciuman, berpelukan, dan bersentuhan juga dapat membatalkan puasa jika menyebabkan keluarnya air mani. Namun, jika keluarnya air mani karena alasan seksual tanpa kontak langsung antarkulit, misalnya mimpi basah, puasa tetap sah atau tidak batal.

Itu sebabnya pasangan suami istri sebaiknya menahan diri dari tindakan tersebut selama jam puasa. Hal ini karena mereka mungkin tidak memiliki kendali atas hasrat seksualnya.

Baca Juga: 7 Dampak Buruk Onani Saat Bulan Puasa

Penelitian Hasrat Seksual, Hormon, dan Ereksi Selama Ramadhan

Sebuah penelitian di Rumah Sakit Umum Hammad di Doha, meneliti sebanyak 45 pria yang memiliki fungsi ereksi normal tanpa bantuan obat. Ini bertujuan untuk menilai apakah puasa Ramadhan memengaruhi fungsi ereksi dan hasrat seksual.

Penelitian tersebut menyatakan bahwa perubahan fisiologis yang terjadi selama puasa dan penurunan tingkat energi mengakibatkan libido menurun secara signifikan, sehingga memengaruhi frekuensi hubungan intim.

Sementara penelitian lain mengambil sampel darah dari 52 pria untuk mengetahui pengaruh puasa Ramadhan terhadap sekresi hormon seks testosteron, luteinizing hormone (LH), dan follicle-stimulating hormone (FSH).

Empat sampel dari masing-masing, yang pertama mengambil dua hari sebelum Ramadhan dan tiga lainnya mengambil selama Ramadhan pada tiga minggu yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa kadar testosteron pria jauh lebih rendah pada akhir bulan Ramadhan. Meskipun tidak ada perubahan signifikan pada level LH, peningkatan level FSH tercatat pada tes ketiga pada tanggal 20 Ramadhan.

Namun, penelitian lain terkait sekresi hormon seks memberikan hasil yang berbeda. Sebagai sampel, darah diambil dari 32 pria pada hari sebelum Ramadhan, hari pertama Ramadhan, dan hari terakhir bulan Ramadhan. Dari penelitian ini kadar testosteron meningkat pada sampel kedua dan ketiga, sedangkan kadar FSH pada dua sampel yang sama menurun.

Namun, tidak ada perubahan yang terjadi pada level LH. Menurut kuesioner yang dilakukan pada para partisipan, terjadi penurunan frekuensi ereksi pada pagi hari dan peningkatan frekuensi ejakulasi nokturnal (malam hari).

 

  1. Anonim 2013. What types (if any) of sexual activity are permitted during Ramadan?. https://islam.stackexchange.com/questions/9392/what-types-if-any-of-sexual-activity-are-permitted-during-ramadan (Diakses pada 22 April 2021)
  2. Khattab, Nada. 2021. All You Need to Know About Sexual Intercourse During Ramadan. https://momsmag.rahetbally.com/en/sexual-intercourse-during-ramadan/ (Diakses pada 22 April 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi