Kapan Kepala Janin Harus Sudah Masuk Panggul?

Doktersehat-bayi-masuk-panggul

DokterSehat.Com – Semakin mendekati hari kelahiran, penting untuk mengetahui apakah janin sudah berada di posisi yang tepat untuk proses kelahiran. Umumnya memasuki trimester ketiga, bayi akan semakin aktif bergerak-gerak di dalam rahim untuk menuju posisi persalinan, yakni ke arah panggul. Lantas, mulai usia kehamilan berapa minggu idealnya kepala bayi masuk panggul?

Kapan Kepala Janin Masuk Panggul?

Penting bagi ibu untuk mengetahui apakah posisi janin sudah berada di tempat yang tepat untuk persalinan atau belum. Jika posisi bayi tepat, maka proses persalinan akan semakin mudah. Dilansir dari Mom Junction, posisi bayi yang tepat untuk persalinan normal disebut occiput anterior, di mana bayi menghadap ke bawah dan tubuhnya menghadap ke punggung ibu. Lantas, janin masuk panggul usia berapa minggu?

Menurut para ahli, kepala janin umumnya akan mulai begerak menuju ke panggul pada usia kehamilan 28 hingga 32 minggu. Namun beberapa janin baru masuk ke panggul tidak berapa lama sebelum persalinan dimulai.

Posisi kepala janin panggul ini dapat membantu memberi tekanan pada leher rahim sehingga membuat serviks melebar. Organ yang melebar dapat memicu produksi hormon yang membantu persalinan.

Sementara itu, sejumlah dokter kandungan mengatakan, apabila kehamilan yang dialami merupakan kehamilan kedua atau seterusnya dan sebelumnya Anda memiliki riwayat persalinan yang normal, nampaknya kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena dengan riwayat persalinan normal, panggul dapat dinyatakan cukup lebar untuk dapat dilalui oleh janin.

Perlu diketahui juga, janin masuk panggul tidak serta merta dialami oleh ibu hamil, karena pada beberapa kasus ditemukan kepala janin bisa saja tidak masuk sepenuhnya ke pintu panggul, hal ini disebut dengan CPD (Cephalo-Pelvic Disproportion) atau disproporsi kepala-panggul.

Beberapa faktor yang memengaruhinya antara lain: faktor panggul ibu yang sempit, faktor kepala bayi yang besar atau ukuran bayi yang besar, dan faktor plasenta yang pendek atau letaknya menutupi jalan lahir. Jika Anda mengalami CPD, beberapa dokter kandungan menyarankan untuk tidak melakukan persalinan normal karena dapat membahayakan janin dan ibu.

Ciri-Ciri Janin Sudah Masuk Panggul

Beberapa tanda yang dapat menunjukkan janin masuk panggul yakni rasa tidak nyaman pada perut bagian atas yang berkurang, adanya rasa untuk lebih mudah bernapas, lebih sering merasakan kontraksi palsu serta terjadinya perubahan bentuk badan.

Berikut adalah ciri-ciri janin masuk panggul lainnya yang bisa Anda kenali, di antaranya:

  • Lebih sering buang air kecil

Ciri-ciri  bayi masuk panggul yang bisa dirasakan adalah ibu hamil akan lebih sering untuk buang air kecil. Meski begitu, masalah sering kencing juga terjadi semenjak awal kehamilan. Namun pada awal kehamilan kondisi ini bisa dipengaruhi dari tingkat HCG atau hormon kehamilan yang semakin besar.

Kemudian ketika janin masuk panggul, ibu hamil akan lebih sering kencing karena volume air kencing bisa lebih sedikit atau lebih banyak tapi sangat sering. Tekanan pada kandung kemih menjadi lebih besar saat janin masuk panggul.

  • Gangguan pencernaan

Ciri-ciri lain janin masuk panggul, ibu hamil juga bisa mengalami gangguan pencernaan. Kondisi ini bisa menyebabkan ibu hamil sering mengalami perut melilit saat hamil, perut kembung, gas berlebihan dalam perut, dan terkadang beberapa ibu juga akan diare.

Bagian perut ibu juga akan terlihat sangat ringan karena janin masuk ke panggul. Jika semua gejala ini sudah muncul maka ibu harus bersikap hati-hati agar bisa menjaga bayi hingga waktu bersalin.

  • Sakit pada area vagina, rektum, dan perineum

Posisi janin masuk ke panggul bisa membuat ibu hamil merasa tidak nyaman terutama pada area rektum, perineum dan vagina. Kondisi ini terjadi ketika bayi banyak bergerak atau menendang ke berbagai arah sehingga menyebabkan tekanan yang semakin besar.

Beberapa ibu hamil bisa merasa janin terlalu masuk ke bawah sehingga seolah-olah seperti akan keluar. Kondisi ini sangat wajar karena ibu siap masuk proses persalinan. Guna mendukung proses persalinan normal maka ibu hamil bisa mempelajari cara mengejan saat melahirkan.

  • Pinggang terasa berat

Sulit tidur nyenyak saat janin masuk panggul adalah salah satu gangguan yang sering dialami oleh ibu hamil. Kondisi ini bisa berkaitan dengan masalah nyeri pinggang saat hamil. Ketika ibu hamil masuk ke trimester kedua maka beberapa bagian tulang rusuk akan terasa sakit akibat perkembangan janin.

Namun saat janin masuk panggul, maka bagian pinggang ibu seperti mendapatkan beban yang berat—terlebih untuk ibu yang mengalami kehamilan kembar. Guna mengatasi sakit pinggang, ibu hamil sebaiknya tidak bertahan pada satu posisi yang sama, jika Anda sering duduk maka Anda harus mengimbanginya dengan berdiri juga, begitu juga sebaliknya.

Cara Membuat Janin Masuk Panggul pada Posisi yang Tepat

Idealnya posisi janin sudah berada di dalam panggul pada minggu ke 32 masa kehamilan. Namun ada juga ibu hamil yang hingga usia 36 minggu posisi janin masih belum berada pada posisi untuk persalinan.

Jika ini terjadi pada Anda, Anda dapat melakukan beberapa hal agar mempercepat janin bergerak masuk panggul, seperti mengepel. latihan gerakan jongkok berdiri, olahraga jalan kaki, sering melakukan gerakan sujud atau menungging.

Selain itu, beberapa anjuran yang dapat dilakukan untuk mempercepat penurunan kepala janin seperti dengan berjalan, berolahraga ringan seperti melakukan yoga, dan hindari  duduk yang terlalu lama.

Selain gerakan tersebut, ada juga metode yang disebut ECV atau External Cephalic Version, yaitu memberikan tekanan pada daerah perut agar janin bisa berada pada posisi yang seharusnya. Jika metode ECV ini gagal, umumnya dokter akan menyarankan operasi caesar.

Saat melakukan pemeriksaan, pada umumnya dokter akan memperkirakan ukuran janin, apakah janin terlalu besar atau adanya penyulit kehamilan. Anda juga diharapkan untuk terus melakukan kontrol ke dokter untuk memantau kondisi kehamilan dan juga mengenali tanda-tanda dimulainya persalinan seperti munculnya flek-flek darah, kontraksi pada perut yang semakin sering hingga semburan air ketuban.