Kapan Sebaiknya Anak Mulai Belajar Calistung?

doktersehat anak belajar calistung

DokterSehat.Com– Salah satu kemampuan kognitif yang perlu dikuasai anak-anak adalah kemampuan membaca, menulis dan menghitung (calistung). Banyak orang tua berlomba-lomba mengajarkan anaknya calistung sejak dini untuk menyiapkan anak mendapat sekolah favorit. Namun sebenarnya sejak usia kapan anak bisa diajarkan calistung?

Menurut Jean Piaget, pakar psikolog pendidikan asal Swiss, tahap kecerdasan anak dapat dibagi ke dalam empat periode. Periode pertama adalah periode sensori-motor yang terjadi dalam usia 0-2 tahun. Umumnya penginderaan pada fase ini baru sebatas refleks kemudian berkembang dengan menirukan tindakan, Periode kedua adalah tahap pra-operasional yang terjadi pada usia 2-7 tahun. Pada periode ini anak sudah memiliki kemampuan berbahasa tang baik namun masih belum bisa melihat sesuatu dari perspektif berbeda.

Periode ketiga adalah tahapan operasional konkret pada usia 7-11 tahun. Pada tahap ini anak-anak diharapkan mampu menggabungkan lebih dari satu dimensi secara harmonis. Anak di usia ini belum bisa menyimpulkan hal-hal yang bersifat konkret. Sedangkan pada tahap operasional format di usia 11-16 tahun, anak-anak sudah dapat memecahkan masalah secara verbal dan bersifat abstrak.

Berdasarkan tahapan tersebut, anak-anak sudah bisa diajarkan untuk membaca, menulis dan berhitung sejak berusia 3 tahun. Namun yang perlu dipahami oleh orang tua adalah anak-anak butuh porses panjang untuk belajar. Jika anak tidak segera lancar dalam membaca, menulis dan berhitung, maka jangan paksa anak untuk memahaminya.

Di usia 3-5 tahun, anak memiliki ketertarikan untuk memahami simbol dan logo yang ada di sekitarnya. Karena itu salah satu cara untuk melatih kemampuan anak membaca adalah dengan banyak memberikan buku bergambar di usia ini. Sedangkan untuk membaca pola, anak diharapkan sudah mulai menguasai ini pada usia 5-7 tahun.

Sedangkan untuk menulis, anak perlu mematangkan motorik untuk memegang pensil dengan baik. Dengan memegang pensil dengan baik, anak akan lebih mudah untuk menulis dan menggambar serta melakukan kreativitas lainnya.

Demikian juga untuk berhitung, Anda bisa mengajarkan matematika dengan cara sederhana melalui lagu Satu Satu Aku Sayang Ibu, atau permainan membagi biji dalam permainan congklak, atau menghitung permen. Jangan membebani anak untuk segera paham mengenai cara menghitung di usianya yang masih 3 tahun. Ajarkan melalui permainan agar anak merasakan manfaat belajar dengan baik.

Yang perlu diingat, setiap anak memiliki kecerdasan dan kemampuan belajar masing-masing. Temukan cara yang membuat kecerdasan anak menjadi optimal sehingga anak senang untuk belajar.