Terbit: 17 Februari 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kanker adalah salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Berdasarkan data dari WHO di tahun 2018, terdapat sekitar 9,6 juta kematian karena kanker. Sementara di Indonesia terdapat sekitar 348.809 kasus kanker berdasarkan data dari Kemenkes tahun 2018. Untuk lebih jelasnya, ketahui apa itu kanker, penyebab, gejala, ciri-ciri, pengobatan, pencegahan, dll.

Kanker: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Kanker?

Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh sel-sel abnormal yang tumbuh secara cepat dan tidak terkontrol di dalam jaringan tubuh. Kanker juga disebut dengan istilah tumor ganas dan neoplasma. Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel dan sel kanker dapat berawal dari bagian tubuh bagian manapun.

Proses terjadinya kanker adalah saat terdapat sel-sel yang sudah tua di dalam jaringan tubuh manusia harusnya mati dan beregenerasi menjadi sel-sel baru, namun sel-sel tua tersebut tetap bertahan hidup dan menjadi sel abnormal yang tumbuh sangat cepat dan merusak proses sel-sel normal di tubuh.

Sel-sel abnormal tersebut membelah dengan sangat cepat sehingga membentuk menjadi tumor. Terdapat dua jenis tumor yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Tumor jinak adalah tumor yang tidak menyerang organ lain dan umumnya dapat hilang sepenuhnya setelah dilakukan tindakan pembedahan, kecuali tumor jinak di otak bisa sangat berbahaya.

Sementara tumor ganas adalah tumor yang menyerang organ lain yang terdekat dari pertumbuhannya. Saat tumor ganas tumbuh, ini dapat memecah sel-sel kanker hingga sel-sel abnormal tersebut berkembang melalui darah atau getah bening untuk membentuk tumor lainnya yang mungkin lebih besar.

Selanjutnya adalah metastasis yaitu proses penyebaran sel-sel kanker ke satu jaringan atau organ tubuh terdekat. Proses metastasis inilah yang menjadi penyebab utama kematian akibat kanker.

Jenis Kanker

Berdasarkan data dari National Cancer Institute, terdapat lebih dari 100 kanker. Berikut ini adalah beberapa jenis kanker yang paling banyak diderita dan bertanggung jawab pada kematian akibat kanker di seluruh dunia, yaitu:

1. Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru adalah jenis penyakit paling mematikan yang dapat menyerang siapa siapa. Penyebab kanker paru-paru adalah kebiasaan merokok, perokok pasif, paparan polusi udara, dll. Terdapat sekitar 1,76 juta kasus kematian dari 2,09 juta pasien.

2. Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal atau yang disebut juga dengan kanker usus, kanker usus besar, atau kanker anus adalah penyakit yang terjadi di usus besar dan anus. Terdapat sekitar 1,80 juta kasus kanker usus dengan estimasi jumlah kematian 862.000 kematian orang.

3. Kanker Lambung

Kanker lambung adalah penyakit yang awalnya berkembang pada sel-sel penghasil lendir di lapisan perut. Kondisi ini juga disebut sebagai adenokarsinoma atau kanker perut. Kanker perut diderita sekitar 1,03 juta kasus dengan jumlah kasus kematian sekitar 783.000.

4. Kanker Hati

Penyebab kanker hati adalah sel-sel abnormal yang berkembang di hati primer atau sel kanker di bagian tubuh lain yang menyebar dan menyerang hati. Terdapat sekitar 782.000 kasus kematian akibat kanker hati atau liver.

5. Kanker Payudara

Sel kanker yang terbentuk di jaringan payudara wanita. Estimasi terdapat 2,09 juta kasus kanker payudara di seluruh dunia dengan jumlah kematian sekitar 627.000 kematian.

Sementara itu, kanker kulit dan kanker prostat juga termasuk dalam jenis penyakit paling banyak yang diderita di seluruh dunia.

Gejala Kanker

Gejala kanker berbeda-beda tergantung pada jenis yang dialami. Umumnya, terdapat gejala awal atau ciri-ciri umum kanker, namun sebagian besar pasien baru benar-benar merasakan gejala penyakit tersebut ketika sudah di tahap lanjut.

Berikut ini adalah gejala kanker berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Gejala Kanker Payudara

Berikut ini adalah gejala kanker payudara, yaitu:

  • Terdapat perubahan pada payudara.
  • Terdapat benjolan atau payudara terasa kencang di bagian bawah lengan.
  • Perubahan pada puting.
  • Kulit sekitar payudara terasa gatal, merah, bersisik, atau mengerut.

Untuk mendeteksi gejala awal kanker payudara, Yayasan Kanker Indonesia merekomendasikan seluruh wanita untuk melakukan SADARI 7-10 hari setelah menstruasi.  SADARI adalah kampanye kesehatan dalam rangka mencegah kanker payudara. Ketahui lebih lanjut tentang SADARI: Pemeriksaan Payudara Sendiri.

2. Kanker Paru-Paru

Berikut ini adalah ciri-ciri kanker paru-paru yang paling umum, yaitu:

  • Batuk parah yang tidak kunjung sembuh.
  • Batuk berdarah.
  • Nyeri dada, punggung, dan bahu setiap mengambil napas panjang, batuk, atau tertawa.
  • Berat badan menurun.
  • Suara serak.
  • Merasa lemah dan kelelahan berkepanjangan .
  • Napas pendek.

Gejala kanker paru-paru mungkin serupa dengan gejala batuk atau penyakit biasa, namun Anda dianjurkan untuk konsultasi ke dokter terutama apabila Anda memiliki faktor risiko kanker paru-paru seperti perokok aktif dan pasif.

3. Gejala Kanker Perut

Berikut ini adalah gejala kanker perut yang paling umum, yaitu:

  • Kembung setelah makan.
  • Cepat kenyang walaupun hanya makan sedikit.
  • Sakit perut parah.
  • Mual terus-menerus.
  • Berat badan menurun.

Bila Anda khawatir saat mengalami gejala kanker perut tersebut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Gejala Kanker Secara Umum

Berikut ini adalah ciri-ciri kanker paling umum yang dialami penderita kanker, yaitu:

  • Perubahan organ tubuh yang diserang oleh kanker.
  • Perubahan sistem atau cara kerja organ tubuh yang diserang oleh kanker.
  • Pendarahan atau memar.
  • Gangguan pada pencernaan.
  • Batuk, pusing, demam.
  • Masalah saraf.
  • Perubahan pada mulut seperti bercak putih pada lidah dan bibir mati rasa.
  • Kelainan kulit.

Gejala penyakit tersebut mungkin terlalu umum untuk dijadikan acuan sebagai ciri-ciri kanker. Untuk diagnosis yang lebih akurat, harap konsultasi semua gejala yang Anda rasakan pada dokter.

Faktor Risiko Kanker

Berikut ini adalah faktor risiko kanker berdasarkan studi dari kasus yang paling banyak, yaitu:

  • Usia
  • Alkohol
  • Zat pemicu
  • Peradangan kronis
  • Diet
  • Hormon
  • Penekanan pada sistem kekebalan tubuh
  • Agen Menular
  • Kegemukan
  • Radiasi
  • Sinar matahari
  • Tembakau

Mengetahui faktor risiko kanker sejak dini dapat membantu Anda mencegah penyakit berbahaya tersebut. Selain itu, gaya hidup yang kurang sehat dan paparan kimia juga menjadi faktor terbesar yang memicu kanker.

Penyebab Kanker

Penyebab kanker berbeda sesuai dengan jenis kanker yang dialami, namun penyebab paling umum adalah konsumsi alkohol berat, kelebihan berat badan, aktivitas fisik, nutrisi buruk, dan beberapa penyebab lain yang sulit dihindari.

Berdasarkan data dari WHO, berikut ini adalah faktor eksternal penyebab kanker, yaitu:

  • Karsinogen Fisik: Radiasi ultraviolet dan ionisasi.
  • Karsinogen Kimia: Paparan bahan kimia seperti asap tembakau, kontaminan makanan dan minuman.
  • Karsinogen Biologis: Paparan dari infeksi virus atau bakteri tertentu.

Menurut American Cancer Society, dokter di AS mendiagnosis 87 persen kasus kanker pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Hal ini juga dipicu dari penumpukan risiko untuk kanker spesifik yang terakumulasi seiring bertambahnya usia.

Kapan Harus ke Dokter?

Setiap orang yang memiliki gejala persisten seperti yang sudah disebutkan atau gejala-gejala penyakit yang mengkhawatirkan harus segera memeriksakan diri ke dokter. Terlebih lagi, kanker adalah penyakit paling mematikan di dunia yang akan lebih baik bila dilakukan diagnosis sejak awal.

Mengetahui gejala penyakit lebih awal akan memudahkan pengobatan dan perawatan kanker karena sel-sel yang rusak belum berkembang atau memengaruhi bagian tubuh yang penting lainnya. Selain itu, memeriksakan diri lebih awal ke dokter akan mencegah risiko penyakit bertambah parah.

Diagnosis Kanker

Pemeriksaan kanker sejak dini dapat membantu deteksi kanker sejak dini. Contohnya adalah tes HPV untuk kanker serviks dan skrining Mamografi untuk kanker payudara.

Berikut ini adalah diagnosis kanker yang paling umum, yaitu:

  • Pemeriksaan Fisik: Pemeriksaan fisik untuk memeriksa apakah ada benjolan yang dapat mengindikasikan tumor atau adanya sel-sel rusak.
  • Tes laboratorium: Tes urin atau darah untuk mengidentifikasikan kerusakan sel jenis tertentu seperti leukimia.
  • Imaging Test: Pemeriksaan tulang dan organ dalam dengan ultrasound, X-ray, CT-scan, dll.
  • Biopsi: Proses pengumpulan sampe sel untuk uji di laboratorium sesuai dengan jenis dan lokasi sel-sel yang rusak berkembang.

Dokter akan melakukan diagnosis dan bila hasilnya positif tumor atau tumor bersifat kanker, maka perawatan selanjutnya akan disarankan berdasarkan kondisi pasien.

Baca Juga: Kanker Otak dan Klasifikasi: Tumor Otak Sekunder/ Metastatik

Cara Mengobati Kanker

Cara mengobati kanker tergantung pada jenis, diagnosa, stadium, dan kondisi kesehatan pasien tersebut. Berikut ini adalah cara mengobati kanker yang paling direkomendasikan oleh dokter, yaitu:

1. Kemoterapi

Perawatan kanker dengan obat kanker yang menargetkan pada sel-sel kanker yang membelah dengan cepat. Fungsi kemoterapi juga untuk mengecilkan tumor, namun terdapat efek samping kemoterapi yang cukup serius.

2. Terapi Hormon

Terapi hormon adalah penggunaan obat kanker yang akan berpengaruh pada cara kerja hormon agar bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Terapi hormon umumnya digunakan dalam pengobatan kanker prostat dan payudara.

3. Imunoterapi

Imunoterapi adalah terapi obat kanker untuk meningkatkan kekebalan tubuh pasien sehingga dapat melawan sel-sel kanker. Fungsi imunoterapi juga untuk mencegah agar sel-sel kanker aktif tidak menyebar ke organ penting lainnya.

4. Terapi Target

Terapi target adalah terapi yang ditargetkan pada sel kanker untuk mencegah perkembangan sel yang cepat serta meningkatkan kekebalan tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker tersebut.

5. Transplantasi Sumsum Tulang

Transplantasi sumsum tulang adalah perawatan untuk kanker darah seperti leukemia atau limfoma. Tujuan transplantasi sumsum tulang adalah untuk pengangkatan sel yang telah dihancurkan.

6. Terapi Radiasi

Terapi Radiasi adalah terapi dengan radiasi tinggi untuk mengecilkan tumor atau membunuh sel kanker sebelum operasi. Tujuan dari terapi radiasi adalah untuk mengurangi efek dari tumor.

7. Pembedahan

Cara mengobati kanker selanjutnya adalah dengan pembedahan. Tujuan pembedahan ini adalah untuk mengangkat kelenjar getah bening atau tumor. Hal ini juga akan mencegah penyebaran sel-sel kanker ke bagian tubuh lain.

Dokter akan menyarankan pengobatan dan perawatan kanker terbaik. Selain itu, pasien juga harus menjaga kebiasaan baik, pola hidup, dan juga pola hidup sehat.

Baca Juga: Manfaat Kemoterapi dan Efek Sampingnya (Tidak Hanya untuk Kanker)

Cara Mencegah Kanker

Berikut ini adalah cara mencegah kanker berdasarkan studi yang masih dikembangkan, yaitu:

  • Jangan Merokok: Merokok menjadi penyebab beberapa jenis kanker yaitu kanker paru-paru, mulut, laring, pankreas, kandung kemih, rahim, dan ginjal.
  • Hindari Alkohol: Alkohol juga dikatakan sebagai penyebab kanker payudara, paru-paru, dan ginjal.
  • Kurangi Makanan Olahan: International Agency for Research on Cancer mengatakan bahwa daging dan makanan olahan tertentu dapat memicu kanker.
  • Pola Makan Sehat: Terapkan pola makan sehat seperti buah dan sayur, serta minum air putih yang cukup.
  • Hindari Paparan Sinar Matahari: Menghindari paparan radiasi sinar UV yang mengandung radikal bebas dan memicu kanker kulit.
  • Lakukan Vaksinasi: Lakukan vaksin Hepatitis B untuk mengurangi risiko kanker hati dan vaksin HPV untuk mengurangi risiko kanker serviks.
  • Hindari Aktivitas yang Berisiko Kanker: Tidak melakukan seks bebas atau seks dengan banyak pasangan.

Selain itu, cara mencegah kanker paling efektif adalah dengan melakukan pemeriksaan mandiri dan mengurangi faktor risiko yang mungkin terjadi. Sebagai contoh, lakukan SADARI untuk menemukan gejala kanker payudara lebih dini sehingga pengobatannya dapat lebih efektif dan menambah peluang kesembuhan lebih besar.

Itulah pembahasan lengkap tentang apa itu kanker, jenis, penyebab, faktor risiko, gejala, cara mengobati, pencegahan, dll. Semoga artikel ini dapat membantu Anda dalam mempelajari tentang bahaya kanker dan cara pencegahannya.

 

  1. MayoClinic. 2018. Cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cancer/diagnosis-treatment/drc-20370594. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  2. MedicineNet. 2019. Cancer Risk Factors. https://www.medicinenet.com/cancer_causes/article.htm#cancer_risk_factor_facts. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  3. MayoClinic. 2018. Cancer prevention: 7 tips to reduce your risk. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/cancer-prevention/art-20044816. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  4. Nall, Rachel, MSN, CRNA. 2018. What to know about cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323648.php. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  5. NIH. 2016. Symptoms of Cancer. https://www.cancer.gov/about-cancer/diagnosis-staging/symptoms. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  6. Widowati, Hari. 2019. Kasus Kanker Payudara Paling Banyak Terjadi di Indonesia. Berbagai Kasus Kanker di Indonesia 2018. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/06/03/kasus-kanker-payudara-paling-banyak-terjadi-di-indonesia. (Diakses pada 17 Desember 2019).
  7. WHO. 2018. Cancer. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer. (Diakses pada 17 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi