Terbit: 3 Agustus 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Berita duka datang dari dunia tinju Tanah Air. Salah satu petinju yang masuk dalam Pelatnas Asian Games 2018 dan diharapkan mampu berprestasi di ajang negara-negara se-Asia ini, Valentinus Nahak meninggal dunia. Valentinus mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis, 2 Agustus 2018.

Terkena Kanker, Petinju Valentinus Nahak Meninggal

Dilansir dari berbagai media sosial, Valentinus meninggal setelah menderita penyakit kanker kelenjar getah bening. Ia sudah dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Bali namun akhirnya meninggal pada pukul 20.00 WITA kemarin.

Menurut legenda tinju Indonesia yang pernah memenangi Kejuaraan Asia Hendrik Simangunsong, kematian petinju yang pernah meraih medali emas SEA Games 2011 Jakarta ini adalah kehilangan besar bagi Indonesia. Bagi Hendrik, Valentinus adalah petinju potensial yang sebenarnya bisa mempersembahkan berbagai gelar bagi Indonesia.

Valentinus meninggal setelah menjalani kemoterapi untuk pertama kali. Menurut Hendrik, kondisi tubuh Valentinus sepertinya sangat lemah sehingga tidak kuat menjalani kemoterapi ini.

Sebagai informasi, sekitar seminggu sebelum Hari Raya Idul Fitri 2018, Valentinus didiagnosis terkena kanker kelenjar getah bening. Saat itu, Valentinus sedang libur setelah menjalani pelatnas tinju Asian Games 2018. Sayangnya, kondisinya terus-menerus memburuk dan berat badannya juga menurun drastis sebelum akhirnya meninggal dunia.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku PTH - Advertisement

Penyakit kelenjar getah bening menyerang sistem limfatik tubuh sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Gejala dari penyakti adalah membengkaknya kelenjar getah bening pada leher, ketiak, serta pangkal paha. Selain itu, penderitanya juga akan mengalami penurunan berat badan drastis, kelelahan berlebihan, sesak napas, demam tinggi, dan keluarnya keringat di malam hari.

Kanker ini bisa disebabkan oleh infeksi organisme seperti bakteri, virus, protozoa, hingga jamur. Selain itu, faktor riwayat kanker di keluarga juga bisa menjadi penyebabnya. Untuk mengobatinya, mau tidak mau penderitanya harus  berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi yang tepat.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi