Terbit: 15 Oktober 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kanker usus halus adalah jenis kanker yang terjadi di usus halus, bagian integral dari sistem pencernaan yang juga termasuk kerongkongan, lambung, dan usus besar. Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengatasi di bawah ini.

Kanker Usus Halus: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan

Apa Itu Kanker Usus Halus?

Kanker usus halus adalah penyakit langka di mana sel-sel di jaringan usus halus tumbuh di luar kendali dan bisa membentuk tumor. Apabila tumor sudah terbentuk maka hal itu akan memengaruhi proses pencernaan makanan. Saluran pencernaan ini memiliki fungsi memecah makanan dan menyerap vitamin serta lemak yang diperlukan tubuh. 

Gejala Kanker Usus Halus

Pada tahap awal, gejala penyakit ini adalah munculnya rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut. Hal ini mungkin disebabkan karena makanan tidak dapat melewati saluran pencernaan dengan efisien.

Berikut adalah ciri-ciri kanker usus halus lainnya yang bisa terjadi, antara lain:

  • Mual
  • Kram perut
  • Kembung
  • Kehilangan nafsu makan

Jika kanker telah berkembang, gejala yang lebih parah mungkin bisa terjadi, antara lain:

  • Kelelahan
  • Penurunan berat badan
  • Kelemahan
  • Muntah
  • Defisiensi vitamin
  • Anemia
  • Diare
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Benjolan di perut
  • Penyakit kuning

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika Anda mengalami salah satu dari gejala di atas atau kondisi semakin memburuk seiring waktu, segera dapatkan perawatan medis. Gejala dari jenis kanker ini juga bisa menjadi indikasi gangguan pencernaan lainnya. Deteksi dini dapat membantu memastikan Anda untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyebab Kanker Usus Halus

Hingga kini para ahli belum bisa menemukan penyebab pasti kondisi ini. Secara umum, kondisi ini dimulai ketika sel-sel sehat di usus halus mengalami perubahan (mutasi) DNA. DNA sel berisi serangkaian instruksi yang memberi tahu sel apa yang harus dilakukan.

Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga agar tubuh berfungsi normal. Namun ketika DNA sel rusak dan menjadi kanker, sel terus membelah, bahkan ketika sel baru tidak diperlukan. Saat sel-sel ini menumpuk maka terbentuklah tumor.

Seiring waktu, sel kanker dapat tumbuh menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Selain itu, sel kanker juga dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lainnya.

Faktor Risiko Kanker Usus Halus

Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ini, di antaranya:

  • Mutasi gen diturunkan melalui keluarga. Beberapa mutasi gen yang diwarisi dari orang tua dapat meningkatkan risiko penyakit ini dan kanker lainnya. Contohnya termasuk sindrom Lynch, penyakit familial adenomatous poliposis (FAP), dan sindrom Peutz-Jeghers.
  • Penyakit usus lainnya. Penyakit dan kondisi lain yang memengaruhi usus dapat meningkatkan risiko kanker ini, termasuk penyakit Crohn, penyakit radang usus, dan penyakit celiac.
  • Sistem kekebalan yang lemah. Jika sistem kekebalan tubuh yang melawan kuman melemah, Anda mungkin memiliki peningkatan risiko kondisi ini. Contohnya termasuk orang dengan infeksi HIV dan mereka yang minum obat antipenolakan setelah transplantasi organ.

Diagnosis Kanker Usus Halus

Pertama-tama dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, dengan menanyakan riwayat kesehatan dan gangguan apa pun yang dialami. Setelah itu, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tes pencitraan.

Tes ini diperlukan untuk melihat kondisi apakah kanker sudah menyebar di usus kecil. Beberapa tes yang mungkin disarankan adalah sinar-X, CT scan, atau MRI.

Selain itu, dokter juga mungkin menyarankan untuk melakukan endoskopi, prosedur di mana dokter melihat bagian dalam kerongkongan, perut, dan bagian pertama dari usus kecil. Cara ini dilakukan dengan alat yang disebut endoskop, selang tipis bercahaya dengan kamera di ujungnya.

Tes lain yang mungkin disarankan dokter antara lain:

  • Blood chemistry tests. Ini adalah tes untuk mengukur jumlah zat tertentu yang dibuat tubuh.
  • Liver function tests. Dokter akan memeriksa darah untuk mengukur zat yang dilepaskan oleh hati.
  • Fecal occult blood test. Ini adalah tes untuk mendeteksi darah di tinja.
  • Lymph node biopsy. Dokter akan mengambil sedikit bagian kelenjar getah bening untuk memeriksa sel-sel kanker.
  • Laparotomi. Ini adalah operasi besar, di mana dokter akan membuat sayatan di dinding perut untuk mencari tanda-tanda penyakit.

Jenis Kanker Usus Halus

Kanker ini memiliki jenis yang berbeda-beda. Berikut adalah lima jenis utama yang bisa terjadi, di antaranya:

  • Adenokarsinoma. Kondisi dimulai di lapisan usus kecil dan mungkin terlihat seperti pertumbuhan kecil nonkanker yang disebut polip, tetapi seiring waktu dapat berubah menjadi kanker.
  • Sarkoma. Sel kanker berkembang di jaringan lunak usus kecil.
  • Tumor karsinoid. Kanker yang tumbuh lambat ini sering kali berakar di bagian bawah usus kecil. Kondisi ini mungkin juga memengaruhi usus buntu atau rektum. Tumor ini mengeluarkan sejumlah besar bahan kimia dari tubuh seperti serotonin.
  • Tumor stroma gastrointestinal/gastrointestinal stromal tumors (GIST). Ini adalah bentuk kanker usus kecil yang langka. Lebih dari setengahnya dimulai di perut. Tidak semua GIST bersifat kanker.
  • Limfoma usus. Limfoma adalah kanker yang dimulai di kelenjar getah bening. Orang yang mengembangkannya sering kali memiliki jenis gangguan imunodefisiensi, kondisi yang membuat sistem pertahanan alami tubuh melemah.

Baca Juga: Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Pengobatan Kanker Usus Halus

Pada dasarnya perawatan tergantung jenis dan apakah kanker sudah menyebar. Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum. Dokter bedah mungkin mengangkat bagian usus kecil yang terdapat kanker atau melakukan operasi ‘bypass’ sehingga makanan dapat mengelilingi tumor yang tidak dapat diangkat.

Bahkan, jika dokter mengeluarkan semua kanker selama operasi, ia mungkin masih menyarankan terapi radiasi. Terapi ini menggunakan sinar-X berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker.

Perawatan lain yang mungkin ditawarkan adalah kemoterapi, ini adalah obat yang diminum atau melalui selang infus. Metode ini dapat membunuh atau menghentikan pertumbuhan sel kanker.

Deteksi dini kondisi ini dapat meningkatkan tingkat kesembuhan. Jika Anda pernah didiagnosis menderita penyakit ini, diskusikan pilihan pengobatan dengan dokter.

Komplikasi Kanker Usus Halus

Kanker ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pada tubuh, antara lain:

  • Peningkatan risiko kanker lainnya. Orang yang menderita kondisi ini berisiko lebih tinggi terkena jenis kanker lain, termasuk yang menyerang usus besar, rektum, ovarium, dan lapisan rahim (endometrium).
  • Kanker yang menyebar ke bagian tubuh lain. Jika kondisi kanker memasuki stadium lanjut, maka kanker dapat menyebar (bermetastasis) ke bagian tubuh lain, organ yang paling sering terkena adalah hati.

Pencegahan Kanker Usus Halus

Dikarenakan penyakit ini belum diketahui penyebab pastinya, hal itu membuat tidak ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Beberapa langkah berikut hanya upaya untuk mengurangi risiko kanker secara umum, antara lain:

  • Mengonsumsi berbagai macam buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Olahraga setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Mempertahankan berat badan ideal.

 

  1. Anonim. Small bowel cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/small-bowel-cancer/symptoms-causes/syc-20352497. (Diakses pada 15 Oktober 2020).
  2. Anonim. What Is Small Intestine Cancer?. https://www.webmd.com/cancer/cancer-of-the-small-intestine#1. (Diakses pada 15 Oktober 2020).
  3. Anthony, Kiara. 2018. Small Intestine Cancer. https://www.healthline.com/health/small-intestine-cancer#diagnosis. (Diakses pada 15 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi