Terbit: 16 April 2020 | Diperbarui: 17 Mei 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kanker usus besar terbagi menjadi beberapa tahapan berdasarkan tingkat keparahannya (re: stadium) dan kali ini akan dibahas mengenai kanker usus besar stadium 2. Ketahui lebih lanjut mengenai kanker ini mulai dari ciri-ciri, pengobatan, hingga peluang kesembuhannya.

Kanker Usus Besar Stadium 2: Ciri-Ciri, Pengobatan, Peluang Sembuh

Apa Itu Kanker Usus Besar?

Kanker usus besar adalah penyakit kanker yang menyerang organ usus besar (kolon). Sama seperti jenis kanker yang lainnya, kanker usus besar terjadi ketika sel-sel yang ada pada organ pencernaan tersebut mengalami mutasi sehingga sel-sel yang seharusnya menunjang fungsi usus besar justru malah berbalik menyerangnya dan merusak jaringan di sekitarnya.

Apa yang menyebabkan sel-sel tersebut bermutasi menjadi sel kanker usus besar? Jawabannya belum dapat dipastikan, namun sejumlah faktor dianggap memiliki keterkaitan dengan penyakit mematikan ini, antara lain:

  • Usia. Kanker usus besar lebih rentan dialami oleh mereka yang telah menginjak usia 50 tahun ke atas. Akan tetapi, kanker ini bisa terjadi pada orang-orang di semua rentan usia
  • Genetik. Seseorang yang anggota keluarganya memiliki riwayat kanker usus besar berisiko mengalami hal yang sama
  • Sindrom keturunan (Inherited syndrome). Sindrom keturunan seperti familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Lynch dikabarkan dapat meningkatkan risiko kanker usus besar, walaupun kasusnya terbilang jarang
  • Riwayat kanker usus besar. Mereka yang ‘selamat’ dari kanker usus besar (kolorektal) berpotensi untuk kembali mengalaminya di kemudian hari
  • Radang usus. Adanya peradangan (inflamasi) pada usus yang berujung pada kondisi seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn juga menjadi faktor risiko dari kanker kolorektal
  • Pola diet salah. Makanan juga berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kolorektal. Jenis-jenis makanan yang dimaksud seperti makanan mengandung lemak trans dan minim serat
  • Obesitas. Orang dengan kondisi berat badan berlebih (obesitas) juga sangat berpotensi terserang kanker usus besar
  • Diabetes. Penderita diabetes juga sebaiknya berhati-hati karena penyakit resistensi insulin ini menjadi salah satu faktor risiko kanker kolorektal

Jenis-Jenis Kanker Usus Besar Stadium 2

Kanker usus besar stadium 2 adalah kondisi ketika persebaran sel kanker sudah mencapai lapisan terluar dari usus besar itu sendiri, yakni serosa. Dilansir dari Colorectal Cancer Alliance, kanker usus besar stadium ini terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:

  • Stadium IIA, yakni sel kanker sudah menyebar ke lapisan terluar usus besar yakni serosa melalui lapisan otot dari dinding usus besar.
  • Stadium IIB, yakni sel kanker sudah menyerang serosa namun belum sampai ke organ tubuh lainnya yang berada di sekitar kolon
  • Stadium IIC, yakni sel kanker yang menetap di serosa mulai menyebar ke jaringan dan organ tubuh yang ada di sekitar kolon (metastasis)

Ciri dan Gejala Kanker Usus Besar Stadium 2

Kanker usus besar stadium II ditandai oleh sejumlah gejala. Berikut ini adalah ciri-ciri kanker kolon stadium 2 yang harus diwaspadai:

  • Diare
  • Sembelit
  • Perubahan warna tinja
  • Perubahan bentuk tinja
  • BAB berdarah
  • Perdarahan dari dubur
  • Gas yang berlebihan
  • Kram perut
  • Sakit perut

Segera periksakan diri ke rumah sakit jika mengalami ciri-ciri kanker usus besar stadium 3 di atas guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Diagnosis Kanker Usus Besar Stadium 2

Diagnosis kanker usus besar stadium 3 dilakukan untuk melihat sejauh mana sel kanker telah menyebar, menentukan metode pengobatan, dan menganalisis peluang kesembuhan. Umumnya, dokter akan memulai dengan mencari informasi tentang riwayat medis Anda dan keluarga. Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti menekan perut atau melakukan pemeriksaan dubur untuk menentukan adanya benjolan atau polip.

Berikut beberapa tes yang umum dilakukan untuk mendiagnosis kanker usus besar stadium II.

1. Tes darah

Dokter akan melakukan tes darah untuk mengetahui apa yang menyebabkan kanker usus besar. Sebenarnya tidak ada tes darah yang secara khusus memeriksa kanker kolorektal, tetapi tes fungsi hati dan tes hitung darah lengkap dapat menyingkirkan penyakit dan gangguan lainnya.

2. Kolonoskopi

Kolonoskopi adalah metode pemeriksaan yang menggunakan medium selang panjang di mana pada selang tersebut disematkan kamera kecil. Prosedur ini memungkinkan dokter dapat melihat bagian dalam usus besar dan dubur untuk memeriksa sesuatu yang abnormal.

Selama kolonoskopi, dokter juga dapat mengangkat jaringan dari area abnormal (biopsi). Sampel jaringan kemudian dianalisis di laboratorium.

3. Sinar-X (X-Ray)

Dokter mungkin juga akan menerapkan prosedur X-ray menggunakan solusi kontras radioaktif yang mengandung barium elemen logam.

Dokter memasukkan cairan ke dalam usus melalui anus, kemudian larutan barium melapisi lapisan usus besar. Cara ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gambar X-ray.

4. CT Scan

CT Scan dapat memberi gambaran secara terperinci dari usus besar penderita kanker kolorektal stadium 3.  Dalam konteks kanker kolorektal, CT scan disebut sebagai kolonoskopi virtual.

5. Positron Emission Tomography (PET)

Positron Emission Tomography (PET) adalah tes pencitraan yang menggunakan pewarna khusus dengan pelacak radioaktif. Tes ini membantu dokter untuk mendeteksi sel kanker yang telah menyebar di luar usus besar.

6. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Magnetic Resonance Imaging (MRI) adalah tes pencitraan yang menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio untuk membuat gambar organ dan struktur di dalam tubuh.

Tes ini dapat membantu menentukan apakah tumor telah menjalar melalui dinding rektum dan menyerang struktur di sekitarnya.

7. Ultrasonografi Perut

Pada prosedur ultrasonografi perut, transduser (alat untuk mengubah bentuk energi) dipindahkan di sepanjang kulit di atas perut. Tes ini bertujuan untuk melihat adanya tumor yang mungkin telah menjalar ke hati, kantong empedu, pankreas atau bagian lainnya di perut.

Pengobatan Kanker Usus Besar Stadium 2

Metode penyembuhan yang dilakukan pada kanker usus besar stadium 2 yaitu operasi pembedahan untuk mengangkat bagian usus besar dengan kanker (partial colectomy) bersama dengan kelenjar getah bening di dekatnya. Pengobatan juga mencakup kemoterapi ajuvan apabila:

  • Sel kanker terlihat sangat abnormal
  • Sel kanker sudah mendekati kelenjar getah bening
  • Operasi tidak berhasil mengangkat setidaknya 12 kelenjar getah bening yang berpotensi terdampak
  • Sel kanker sudah menutupi sebagian besar usus besar
  • Sel kanker telah menciptakan lubang (perforasi) pada dinding usus besar

Kemoterapi yang umum diterapkan pada pasien kanker kolorektal stadium 2 adalah rejimen FOLFOX (5-FU, leucovorin, dan oxaliplatin) atau CapeOx (capecitabine dan oxaliplatin). Akan tetapi, beberapa pasien mungkin mendapatkan 5-FU dengan leucovorin atau capecitabine saja. Hal ini didasari oleh sejumlah faktor seperti usia dan kebutuhan kesehatannya.

Kendati demikian, tidak semua dokter akan menerapkan prosedur kemoterapi ini karena satu dan lain hal. Pastikan dokter melakukan penanganan yang tepat pada Anda guna memperbesar peluang kesembuhan.

Peluang Kesembuhan Kanker Usus Besar Stadium 2

Kanker usus besar yang sudah memasuki stadium 2 memiliki peluang kesembuhan yang masih terbilang besar, mengingat persebaran kanker umumnya belum sampai ke kelenjar getah bening.

Dilansir dari Medicine.net, kanker kolorektal stadium II memiliki peluang kesembuhan (survival rates) sebesar 55 – 80 persen. Hal ini juga bergantung pada seberapa cepat dan canggih penanganan medis yang dilakukan.

Pencegahan Kanker Usus Besar

Tak bisa dipungkiri, gaya hidup turut memainkan peran penting dalam meningkatkan risiko kanker usus besar. Guna mencegah—atau setidaknya meminimalisir—penyakit ini datang kepada Anda, lakukan sejumlah tips berikut:

  • Rutin melakukan medical check up (MCU)
  • Mengonsumsi makanan bergizi (buah, sayuran, dsb.)
  • Rajin berolahraga
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Hindari kebiasaan merokok
  • Hindari kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol

 

  1. Anonim. Colon Cancer: Stage of Diagnosis. https://www.ccalliance.org/colorectal-cancer-information/stage-of-diagnosis (Diakses pada 15 Januari 2020)
  2. Anonim. What is The Survival Rates for Colon Cancer? https://www.medicinenet.com/colon_cancer_staging_and_survival_statistics/ask.htm (Diakses pada 15 Januari 2020)
  3. Anonim. Treatment of Colon Cancer, by Stage. https://www.cancer.org/cancer/colon-rectal-cancer/treating/by-stage-colon.html (Diakses pada 15 Januari 2020)
  4. Crosta, Peter. 2019. Everything you need to know about colon cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150496.php
  5. DePietro, M. 2019. Stages of Colon Cancer. https://www.healthline.com/health/colorectal-cancer/stages-of-colon-cancer (Diakses pada 15 Januari 2020)
  6. Simon, S. 2019. Six Ways to Lower Your Risk for Colorectal Cancer. https://www.cancer.org/latest-news/six-ways-to-lower-your-risk-for-colon-cancer.html (Diakses pada 15 Januari 2020)
  7. Wint, Carmella dan Jennifer Nelson. 2019. Colorectal (Colon) Cancer. https://www.healthline.com/health/colon-cancer#symptoms (Diakses pada 15 Januari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi