Kanker tiroid adalah penyakit ketika sel-sel abnormal mulai tumbuh di kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Orang awam seringkali menyebutnya kelenjar gondok. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang membuat hormon dan mengatur cara tubuh menggunakan energi dan membantu tubuh bekerja secara normal.

kanker-tiroid-doktersehat

Kanker tiroid adalah jenis kanker yang jarang terjadi. Kebanyakan orang yang mengidapnya, mendapatkan hasil perawatan yang baik karena kanker ini biasanya ditemukan sejak dini dan perawatan bekerja dengan baik. Setelah perawatan, kanker tiroid mungkin kembali atau kambuh dan kadang-kadang bertahan selama bertahun-tahun setelah pengobatan.

Jenis Kanker Tiroid

Kanker tiroid terdiri dari beberapa jenis, yang dapat menentukan pengobatannya. Jenis kanker tiroid ini meliputi:

1. Kanker Tiroid Papiler

Jenis kanker tiroid ini yang paling umum dan muncul dari sel-sel folikel, yang menghasilkan dan menyimpan hormon tiroid. Kanker tiroid papiler dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering pada orang yang berusia 30 sampai 50 tahun.

2. Kanker Tiroid Folikuler

Kanker tiroid jenis ini juga muncul dari sel-sel folikel tiroid, yang biasanya diderita orang di atas usia 50 tahun. Hurthle cell cancer adalah jenis kanker tiroid folikuler yang jarang dan berpotensi lebih agresif.

3. Kanker Tiroid Meduler

Kanker ini mulai menyerang sel-sel tiroid yang disebut sel C, yang menghasilkan hormon kalsitonin. Peningkatan kadar kalsitonin dalam darah dapat mengindikasikan kanker tiroid meduler pada stadium awal. Meski jarang, sindrom genetik tertentu dapat meningkatkan risiko kanker tiroid meduler.

4. Kanker Tiroid Anaplastik

Adalah kanker langka dan berkembang sangat pesat sehingga sangat sulit diobati. Kanker tiroid anaplastik biasanya terjadi pada orang di atas usia 60.

5. Limfoma Tiroid

Jenis kanker tiroid ini langka, yang dimulai pada sel-sel sistem kekebalan di tiroid dan tumbuh sangat cepat. Limfoma tiroid biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Kanker Tiroid

Sampai saat ini belum jelas apa menjadi penyebab kanker tiroid. Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel di tiroid mengalami perubahan genetik (mutasi). Mutasi membuat sel tumbuh dan berkembang dengan cepat. Sel-sel juga kehilangan kemampuan untuk mati, seperti sel-sel normal. Akumulasi sel-sel tiroid abnormal membentuk tumor. Sel-sel abnormal menyerang jaringan di dekatnya dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Faktor Risiko Kanker Tiroid

Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker tiroid:

  • Memiliki riwayat keluarga kanker tiroid
  • Wanita lebih sering terkena kanker tiroid daripada pria
  • Memiliki riwayat kanker payudara
  • Memiliki riwayat terpapar radiasi
  • Orang berusia di atas 40 tahun

Gejala Kanker Tiroid

Kanker tiroid dini biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi kanker yang sudah berkembang mulai tampak gejala. Kanker tiroid dapat dikenali dengan melihat tanda dan gejala pada tubuh, terutama pada sistem pernapasan.

Berikut ciri-ciri kanker tiroid yang bisa dikenali:

  • Benjolan atau pembengkakan di leher (gejala yang paling umum)
  • Sakit di leher dan kadang-kadang di telinga
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas atau mengi konstan
  • Suara serak
  • Sering batuk yang tidak terkait dengan dingin

Bila Anda curiga mengalami kanker tapi tidak melihat gejala kanker tiroid, dokter dapat menemukan benjolan di leher selama pemeriksaan fisik secara rutin.

Baca juga: 7 Tanda Anda Mengalami Gangguan pada Kelenjar Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

1. Tes Darah

Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar hormon tiroid dalam darah. Tingkat abnormal dapat menandakan bahwa Anda memiliki tiroid yang terlalu aktif atau tiroid yang kurang aktif, tetapi bukan kanker. Tes lebih lanjut, seperti pemindaian ultrasound, akan diperlukan jika tes darah menunjukkan bahwa kadar hormon tiroid normal.

2. Ultrasound Scan

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan bagian dalam tubuh.

Ultrasound scan pada leher dapat memeriksa adanya benjolan di tiroid yang bisa disebabkan oleh kanker. Jika benjolan berpotensi kanker ditemukan, biopsi akan dilakukan untuk memastikan diagnosis.

3. Biopsi

Jika memiliki benjolan di leher yang berisiko menjadi kanker tiroid, dokter mungkin akan melakukan biopsi kelenjar tiroid untuk memeriksa sel-sel kanker. Biopsi adalah prosedur sederhana di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan tiroid, biasanya dengan jarum dan kemudian diperiksa.

Kadang-kadang hasil dari biopsi tidak jelas. Dalam hal ini, Anda mungkin perlu pembedahan untuk mengangkat semua atau sebagian kelenjar tiroid sebelum Anda mengetahui apakah Anda menderita kanker tiroid.

4. Tes Lainnya

Jika biopsi menemukan bahwa Anda terkena kanker tiroid, tes lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah kanker menjalar ke bagian tubuh lainnya. Tes utama yang dapat dilakukan adalah:

  • CT (Computerized Tomography) Scan

Adalah pemindaian yang menggunakan serangkaian sinar-X dan komputer untuk membuat gambar secara rinci di bagian dalam tubuh.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Jenis pemindaian ini menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.

Komplikasi Kanker Tiroid

Meskipun sudah diobati, kanker tiroid bisa kembali atau kambuh, bahkan jika telah menghilangkan kanker tiroid. Ini bisa terjadi jika sel kanker mikroskopis menyebar di luar tiroid sebelum dihilangkan. Kanker tiroid bisa kambuh bila adanya kelenjar getah bening di leher, dan sedikit jaringan tiroid yang tertinggal selama operasi.

Kanker tiroid yang kembali atau kambuh dapat diobati. Dokter mungkin menyarankan tes darah berkala atau pemindaian tiroid untuk memeriksa tanda-tanda kekambuhan kanker tiroid.

Apakah kanker tiroid bisa sembuh?

Meskipun sebagian besar kanker tiroid dapat disembuhkan, mungkin ada pendapat yang berbeda tentang cara mengobati kanker tiroid, terutama mengenai kombinasi perawatan yang digunakan dan kapan perawatan dapat dilakukan.

Penderita kanker tiroid didorong untuk mencari saran kedua sebelum memulai perawatan karena ia harus merasa nyaman dengan rencana perawatan yang dipilih dan harus bertanya kepada dokter tentang uji klinis terhadap perawatan kanker tiroid.

Baca juga: Hipertiroidisme pada Pria: Gejala dan Dampakya

Pengobatan Kanker Tiroid

Kanker tiroid diobati dengan pembedahan dan dengan radioaktif yodium. Kanker tiroid jarang membutuhkan terapi radiasi atau kemoterapi. Perawatan apa yang Anda butuhkan tergantung pada usia, jenis kanker tiroid, dan stadium penyakit. Kanker tiroid terdiri dari stadium I sampai IV. Stadium mengacu pada seberapa parah penyakit ini dan seberapa jauh kanker telah menyebar.

Mengetahui bahwa pasien memiliki kanker dapat menjadi suatu beban pikiran. Wajar jika pasien merasa takut, sedih, atau bahkan marah. Berbincang-bincang atau berbagi cerita dengan orang lain yang telah menderita kanker tiroid dapat membantu.

Perawatan kanker tiroid utama yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker tiroid di antaranya:

  • Tiroidektomi. Operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh tiroid.
  • Pengobatan yodium radioaktif. pengobatan ini mengharuskan Anda menelan zat radioaktif yang bergerak melalui darah dan membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi eksternal. Mesin digunakan untuk mengarahkan sinar radiasi pada sel kanker untuk membunuhnya.
  • Kemoterapi dan terapi bertarget. Obat-obatan yang digunakan dapat membunuh sel kanker.

Anda juga perlu perawatan lanjutan setelah perawatan untuk memeriksa dan mencegah masalah lebih lanjut.

Pencegahan Kanker Tiroid

Kebanyakan kanker tiroid tidak dapat dicegah. Tetapi cara berikut dapat mengurangi risiko terkena kanker tiroid:

  • Tes Genetik

Tetapi salah satu jenis kanker tiroid yakni kanker tiroid meduler, dapat diturunkan dalam keluarga (genetik). Tes genetik dapat memberitahu apakah Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker tiroid meduler.

Jika tes ini menunjukkan bahwa Anda memiliki peningkatan risiko untuk terkena, Anda dapat memilih menjalani operasi pengambilan kelenjar tiroid untuk mengurangi risiko kanker tiroid di kemudian hari.

  • Makan Makanan Sehat

Mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan mengurangi lemak hewani dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker.

Mengonsumsi lemak tak jenuh (asam lemak omega 3), terutama yang ditemukan pada ikan salmon dan ikan lainnya dapat membantu melindungi terhadap kanker.

Mempertahankan berat badan yang sehat juga dapat membantu melindungi dari berbagai penyakit, termasuk kanker tiroid.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satrio

 

Sumber:

  1. Lights, Verneda dan Elizabeth B. 2017. Thyroid Cancer. https://www.healthline.com/health/thyroid-cancer#types. (Diaskes 20 Desember 2019)
  2. Anonim. 2019. Thyroid cancer. https://www.nhs.uk/conditions/thyroid-cancer/. (Diaskes 20 Desember 2019)
  3. Anonim. 2019. Thyroid cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-cancer/symptoms-causes/syc-20354161. (Diaskes 20 Desember 2019)
  4. Anonim. 2019. Thyroid Cancer: Prevention. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12210-thyroid-cancer/prevention. (Diaskes 20 Desember 2019)
  5. Anonim. 2019. Thyroid Cancer: Types of Treatment. https://www.cancer.net/cancer-types/thyroid-cancer/types-treatment. (Diaskes 20 Desember 2019)