Terbit: 20 Januari 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kanker tiroid adalah penyakit ketika sel-sel abnormal mulai tumbuh di kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid berbentuk seperti kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Orang awam seringkali menyebutnya kelenjar gondok. Kelenjar tiroid adalah kelenjar yang membuat hormon dan mengatur cara tubuh menggunakan energi dan membantu tubuh bekerja secara normal.

Kanker Tiroid: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kanker tiroid adalah jenis penyakit yang jarang terjadi. Kebanyakan orang yang mengidapnya, mendapatkan hasil perawatan yang baik karena kanker ini biasanya ditemukan sejak dini dan perawatan bekerja dengan baik. Setelah perawatan, kanker tiroid mungkin kembali atau kambuh dan kadang-kadang bertahan selama bertahun-tahun setelah pengobatan.

Jenis Kanker Tiroid

Kanker ini terdiri dari beberapa jenis, yang dapat menentukan pengobatannya. Jenis kanker ini meliputi:

1. Kanker Tiroid Papiler

Jenis penyakit yang paling umum dan muncul dari sel-sel folikel tiroid, yang menghasilkan dan menyimpan hormon tiroid. Kanker ini dapat terjadi pada usia berapa pun, tetapi paling sering pada orang yang berusia 30 sampai 50 tahun.

2. Kanker Tiroid Folikuler

Berkembang dari sel-sel folikel tiroid, yang biasanya diderita orang di atas usia 50 tahun. Hurthle cell cancer adalah jenis kanker tiroid folikuler yang jarang dan berpotensi lebih agresif.

3. Kanker Tiroid Meduler

Terjadi dan menyerang sel-sel tiroid yang disebut sel C, yang menghasilkan hormon kalsitonin. Peningkatan kadar kalsitonin dalam darah dapat mengindikasikan kanker meduler pada stadium awal. Meski jarang, sindrom genetik tertentu dapat meningkatkan risiko kanker tersebut.

4. Kanker Tiroid Anaplastik

Adalah kanker langka dan berkembang sangat pesat sehingga sangat sulit diobati. Kanker anaplastik ini biasanya terjadi pada orang di atas usia 60.

5. Limfoma Tiroid

Kondisi ini termasuk langka, yang dimulai pada sel-sel sistem kekebalan di tiroid dan tumbuh sangat cepat. Limfoma tiroid biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Baca juga: Penyakit Tiroid: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Penyebab Kanker Tiroid

Sampai saat ini belum jelas apa menjadi penyebabnya. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di tiroid mengalami perubahan genetik (mutasi). Mutasi membuat sel tumbuh dan berkembang dengan cepat. Sel-sel juga kehilangan kemampuan untuk mati, seperti sel-sel normal. Akumulasi sel-sel tiroid abnormal membentuk tumor. Sel-sel abnormal menyerang jaringan di dekatnya dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Faktor Risiko

Berikut sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker ini:

  • Memiliki riwayat keluarga dengan kanker serupa
  • Wanita lebih sering terkena kanker ini daripada pria
  • Memiliki riwayat kanker payudara
  • Memiliki riwayat terpapar radiasi
  • Orang berusia di atas 40 tahun

Gejala Kanker Tiroid

Kanker pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi kanker yang sudah berkembang mulai tampak gejala. Jenis kanker ini dapat dikenali dengan melihat tanda dan gejala pada tubuh, terutama pada sistem pernapasan.

Berikut ciri-ciri kanker tiroid yang bisa dikenali:

  • Benjolan atau pembengkakan di leher (gejala yang paling umum)
  • Sakit di leher dan kadang-kadang di telinga
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas atau mengi konstan
  • Suara serak
  • Sering batuk yang tidak terkait dengan dingin

Bila Anda curiga mengalami kanker tapi tidak melihat gejala apapun, dokter dapat menemukan benjolan di leher selama pemeriksaan fisik secara rutin.

Baca juga: 7 Tanda Anda Mengalami Gangguan pada Kelenjar Tiroid

Diagnosis Kanker Tiroid

1. Tes Darah

Tes ini bertujuan untuk memeriksa kadar hormon tiroid dalam darah. Tingkat abnormal dapat menandakan bahwa Anda memiliki kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif, tetapi bukan kanker. Tes lebih lanjut, seperti pemindaian ultrasound, akan diperlukan jika tes darah menunjukkan bahwa kadar hormon tiroid normal.

2. Ultrasound Scan

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menggambarkan bagian dalam tubuh.

Ultrasound scan pada leher dapat memeriksa adanya benjolan di kelenjar tiroid yang bisa disebabkan oleh kanker. Jika benjolan berpotensi kanker ditemukan, biopsi akan dilakukan untuk memastikan diagnosis.

3. Biopsi

Jika memiliki benjolan di leher yang berisiko menjadi kanker, dokter mungkin akan melakukan biopsi kelenjar tiroid untuk memeriksa sel-sel kanker. Biopsi adalah prosedur sederhana di mana dokter akan mengambil sedikit jaringan tiroid, biasanya dengan jarum dan kemudian diperiksa.

Kadang-kadang hasil dari biopsi tidak jelas. Dalam hal ini, Anda mungkin perlu pembedahan untuk mengangkat semua atau sebagian kelenjar sebelum Anda mengetahui apakah Anda menderita kanker tersebut.

4. Tes Lainnya

Jika biopsi menemukan bahwa Anda terkena kanker, tes lebih lanjut diperlukan untuk memeriksa apakah kanker menjalar ke bagian tubuh lainnya. Tes utama yang dapat dilakukan adalah:

  • CT (Computerized Tomography) Scan

Adalah pemindaian yang menggunakan serangkaian sinar-X dan komputer untuk membuat gambar secara rinci di bagian dalam tubuh.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging)

Jenis pemindaian ini menggunakan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.

Komplikasi Kanker Tiroid

Meskipun sudah diobati, kanker ini bisa kembali atau kambuh, bahkan jika telah menghilangkan sel-sel kanker yang aktif. Ini bisa terjadi jika sel kanker mikroskopis menyebar di luar tiroid sebelum dihilangkan. Penyakit ini bisa kambuh bila adanya kelenjar getah bening di leher, dan sedikit jaringan tiroid yang tertinggal selama operasi.

Sel kanker yang kembali atau kambuh dapat diobati. Dokter mungkin menyarankan tes darah berkala atau pemindaian tiroid untuk memeriksa tanda-tanda kekambuhan kanker tersebut.

Apakah kanker tiroid bisa sembuh?

Meskipun sebagian besar dapat disembuhkan, mungkin ada pendapat yang berbeda tentang cara mengobati kanker tiroid, terutama mengenai kombinasi perawatan yang digunakan dan kapan perawatan dapat dilakukan.

Pasien dianjurkan untuk mencari saran kedua sebelum memulai perawatan karena ia harus merasa nyaman dengan rencana perawatan yang dipilih dan harus bertanya kepada dokter tentang uji klinis terhadap perawatan kanker tiroid.

Baca juga: Hipertiroidisme pada Pria: Gejala dan Dampakya

Pengobatan Kanker Tiroid

Kanker ini dapat diobati dengan pembedahan dan dengan radioaktif yodium. Kanker jenis ini jarang membutuhkan terapi radiasi atau kemoterapi. Perawatan apa yang Anda butuhkan tergantung pada usia, jenis kanker, dan stadium penyakit. Kanker ini terdiri dari stadium I sampai IV. Stadium mengacu pada seberapa parah penyakit ini dan seberapa jauh kanker telah menyebar.

Mengetahui bahwa pasien memiliki kanker dapat menjadi suatu beban pikiran. Wajar jika pasien merasa takut, sedih, atau bahkan marah. Berbincang-bincang atau berbagi cerita dengan orang lain yang telah menderita kanker serupa dapat membantu.

Perawatan utama yang bisa dilakukan untuk mengobati kanker ini, di antaranya:

  • Tiroidektomi. Operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh tiroid.
  • Pengobatan yodium radioaktif. pengobatan ini mengharuskan Anda menelan zat radioaktif yang bergerak melalui darah dan membunuh sel-sel kanker.
  • Radioterapi eksternal. Mesin digunakan untuk mengarahkan sinar radiasi pada sel kanker untuk membunuhnya.
  • Kemoterapi dan terapi bertarget. Obat-obatan yang digunakan dapat membunuh sel kanker.

Anda juga perlu perawatan lanjutan setelah perawatan untuk memeriksa dan mencegah masalah lebih lanjut.

Pencegahan Kanker Tiroid

Kebanyakan penyakit pada kelenjar tiroid tidak dapat dicegah. Tetapi cara berikut dapat mengurangi risiko terkena kanker tersebut:

  • Tes Genetik

Kanker tiroid meduler dapat diturunkan dalam keluarga (genetik). Tes genetik dapat memberitahu apakah Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker ini.

Jika tes ini menunjukkan bahwa Anda memiliki peningkatan risiko untuk terkena, Anda dapat memilih menjalani operasi pengambilan kelenjar tiroid untuk mengurangi risiko penyakit tesebut di kemudian hari.

  • Makan Makanan Sehat

Mengonsumsi buah-buahan, sayuran dan mengurangi lemak hewani dapat mengurangi risiko berbagai jenis kanker. Mengonsumsi lemak tak jenuh (asam lemak omega 3), terutama yang ditemukan pada ikan salmon dan ikan lainnya dapat membantu melindungi terhadap kanker. Mempertahankan berat badan yang sehat juga dapat membantu melindungi dari berbagai penyakit, termasuk kanker.

Itulah pembahasan lengkap tentang kanker tiroid, termasuk penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya. Semoga informasi kesehatan ini dapat membantu Anda. Salam sehat!

 

  1. Anonim. 2019. Thyroid cancer. https://www.nhs.uk/conditions/thyroid-cancer/. (Diaskes 20 Desember 2019).
  2. Anonim. 2019. Thyroid cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-cancer/symptoms-causes/syc-20354161. (Diaskes 20 Desember 2019).
  3. Anonim. 2019. Thyroid Cancer: Prevention. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12210-thyroid-cancer/prevention. (Diaskes 20 Desember 2019).
  4. Anonim. 2019. Thyroid Cancer: Types of Treatment. https://www.cancer.net/cancer-types/thyroid-cancer/types-treatment. (Diaskes 20 Desember 2019).
  5. Lights, Verneda dan Elizabeth B. 2017. Thyroid Cancer. https://www.healthline.com/health/thyroid-cancer#types. (Diaskes 20 Desember 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi