Terbit: 10 Mei 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Kanker testis adalah tumor ganas yang tumbuh di testis, organ berbentuk oval yang berada di dalam kantong di sebelah kanan dan kiri bagian belakang penis. Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, ini adalah jenis kanker yang jarang terjadi. Meski begitu, kondisi ini bisa diobati bahkan ketika kanker menyebar di luar testis. Simak penjelasan lengkap mengenai gejala kanker testis, penyebab, hingga pengobatannya di bawah ini.

kanker-testis-doktersehat

Apa Itu Kanker Testis?

Seperti penjelasan sebelumnya, kanker ini adalah jenis kanker yang relatif jarang terjadi. Usia rata-rata seorang pria didiagnosis menderita kanker ini adalah 15 sampai 35 tahun. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, kondisi ini bisa terjadi sebelum pubertas atau terjadi setelah usia 55 tahun. Gejala khasnya adalah pembengkakan atau benjolan yang tidak nyeri pada salah satu testis, perubahan bentuk, atau tekstur testis.

Gejala Kanker Testis

Penderita kanker ini bisa mengalami berbagai gejala atau tidak mengalami perubahan. Bahkan, gejala yang terjadi mungkin terkait kondisi medis yang bukan kanker. Jadi, jika Anda memiliki beberapa gejala-gejala ini tidak berarti pasti menderita kanker.

Berikut ini adalah tanda dan gejala kanker testis, di antaranya:

  • Benjolan atau pembesaran di salah satu testis
  • Perasaan berat di skrotum (kantong zakar)
  • Nyeri tumpul di perut atau pangkal paha
  • Pengumpulan cairan tiba-tiba di skrotum
  • Rasa sakit atau tidak nyaman di testis atau skrotum
  • Pembesaran atau nyeri payudara
  • Sakit punggung

Perlu diketahui juga, banyak ciri-ciri kanker testis mirip dengan yang disebabkan oleh kondisi non-kanker. Berikut beberapa tanda yang bisa dikenali.

Perubahan ukuran atau benjolan di testis bisa disebabkan oleh:

  • Kista disebut spermatokel yang berkembang di epididimis. Epididimis adalah organ kecil yang melekat pada testis yang terdiri dari tabung melingkar yang membawa sperma menjauh dari testis.
  • Pembesaran pembuluh darah dari testis disebut varikokel.
  • Penumpukan cairan di membran di sekitar testis disebut hidrokel.
  • Bukaan di otot perut disebut hernia.

Muncul rasa sakit di testis bisa disebabkan oleh:

  • Infeksi. Jika dicurigai infeksi, seseorang dapat diberikan resep untuk antibiotik. Jika antibiotik tidak menyelesaikan masalah, tes untuk kanker jenis ini sering kali diperlukan. Infeksi testis disebut orkitis, sedangkan infeksi epididimis disebut epididimitis.
  • Cedera
  • Testis terkilir

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Gejala kanker testis seperti munculnya rasa sakit, pembengkakan, dan benjolan di testis atau area pangkal paha yang bertahan lebih dari dua minggu, sebaiknya Anda harus segera memeriksakan kondisi ke dokter.

Penyebab Kanker Testis

Kanker jenis ini terjadi ketika sel-sel sehat dalam testis berubah. Sel-sel sehat tumbuh dan membelah secara teratur untuk menjaga tubuh berfungsi secara normal. Tetapi kadang-kadang beberapa sel mengalami kelainan, menyebabkan pertumbuhan menjadi tidak terkendali.

Sel-sel kanker ini terus membelah bahkan ketika sel-sel baru tidak diperlukan. Sel-sel yang terakumulasi membentuk massa dalam testis. Kanker jenis ini dimulai dari sel germinal, sel-sel di testis yang menghasilkan sperma yang belum matang. Apa yang menyebabkan sel-sel germinal menjadi tidak normal dan berkembang menjadi kanker belum diketahui dengan pasti.

Faktor Risiko

Meski kondisi yang menyebabkan sel-sel germinal menjadi tidak normal belum diketahui dengan pasti, terdapat beberapa faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ini, antara lain:

  • Testis yang Tidak Turun (Cryptorchidism)

Testis terbentuk di daerah perut selama perkembangan janin dan biasanya turun ke skrotum sebelum lahir. Pria yang memiliki testis yang tidak pernah turun memiliki risiko lebih besar terkena kondisi ini daripada pria yang testisnya turun secara normal.

Risiko tetap meningkat bahkan jika testis telah dipindahkan ke skrotum melalui pembedahan. Namun, sebagian besar pria yang menderita kanker jenis tidak memiliki riwayat testis yang tidak turun.

  • Perkembangan Testis Abnormal

Kondisi yang menyebabkan testis berkembang secara tidak normal seperti sindrom Klinefelter, dapat meningkatkan risiko kanker jenis ini.

  • Riwayat Keluarga

Apakah Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki kondisi ini? Jika ada, maka Anda memiliki kemungkinan memiliki peningkatan risiko terhadap penyakit ini. Sayangnya, banyak orang tidak mengetahui seperti apa riwayat penyakit di keluarganya.

  • Usia

Kanker jenis ini memengaruhi remaja dan pria yang lebih muda, terutama mereka yang berusia antara 15 sampai 35 tahun. Namun, kondisi ini bisa terjadi pada semua usia.

  • Ras

Selain riwayat keluarga, kondisi lain yang tidak bisa dihindari adalah terkait ras. Kanker jenis ini lebih sering terjadi pada pria kulit putih daripada pada pria kulit hitam.

Diagnosis Kanker Testis

Dalam beberapa kasus, seorang pria menyadari kondisi ini secara tidak sengaja atau saat melakukan pemeriksaan diri untuk memeriksa benjolan. Dalam kasus lain, dokter dapat mendeteksi benjolan selama pemeriksaan fisik rutin.

Guna menentukan apakah benjolan adalah kanker testis, dokter Anda dapat merekomendasikan:

  • Ultrasonografi

Tes ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar skrotum dan testis. Selama USG, Anda harus berbaring telentang dengan kaki terentang. Kemudian, dokter mengoleskan gel bening pada skrotum. Setelah itu, hand-held probe digeser di atas skrotum untuk membuat gambar ultrasonografi.

Tes ultrasonografi dapat membantu dokter menentukan sifat benjolan testis, seperti apakah benjolan tersebut padat atau berisi cairan. Ultrasonografi juga memberi tahu dokter apakah ada benjolan di dalam atau di luar testis.

  • Tes Darah

Tes ini diperlukan untuk menentukan kadar penanda tumor dalam darah. Penanda tumor adalah zat yang terjadi secara normal dalam darah, tetapi kadar zat ini dapat meningkat pada situasi tertentu, termasuk kanker ini.

Tingkat tinggi penanda tumor dalam darah tidak berarti Anda menderita kanker, tetapi dapat membantu dokter dalam menentukan diagnosis.

  • Pembedahan untuk Mengangkat Testis (Radical Inguinal Orchiectomy)

Jika ditentukan bahwa benjolan pada testis mungkin kanker, operasi untuk mengangkat testis mungkin disarankan. Testis yang diangkat akan dianalisis untuk menentukan jenis kanker apa yang Anda alami.

Jenis Kanker Testis

Testis yang diekstraksi akan dianalisis untuk menentukan jenis kanker testis. Jenis yang Anda dimiliki menentukan pengobatan dan prognosis. Secara umum, ada dua jenis kanker:

  • Seminoma

Tumor seminoma terjadi pada semua kelompok umur, tetapi jika seorang pria yang lebih tua mengembangkan kondisi ini, hal itu lebih cenderung menjadi seminoma. Seminoma, secara umum, tidak seagresif nonseminoma.

  • Nonseminoma

Tumor nonseminoma cenderung berkembang lebih awal dalam kehidupan, tumbuh dan menyebar dengan cepat. Ada beberapa jenis tumor nonseminoma, termasuk koriokarsinoma, karsinoma embrional, teratoma, dan tumor kantung kuning telur.

Stadium Kanker Testis

Setelah dokter memastikan hasil diagnosis, langkah selanjutnya adalah menentukan sejauh mana perkembangan kanker tersebut. Stadium kanker berkisar dari 0 hingga III, dengan tahap terendah menunjukkan kanker yang terbatas pada area di sekitar testis. Pada stadium III, kanker dianggap sudah lanjut dan mungkin telah menyebar ke area lain dari tubuh, seperti paru-paru.

  • Stadium 0: Kondisi ini juga disebut “Germ Cell Neoplasia In Situ (GCNIS)”. Ini bukan kanker, tetapi peringatan bahwa kanker dapat tumbuh. GCNIS hanya dapat ditemukan di seminal tubules.
  • Stadium I (IA, IB, IS): Kanker hanya ditemukan di testis. Belum menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya.
  • Stadium II (IIA, IIB, IIC): Kanker telah menyebar ke satu atau lebih kelenjar getah bening di perut, namun belum menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Stadium III (IIIA, IIIB, IIIC): Kanker telah menyebar di luar kelenjar getah bening di perut. Kanker dapat ditemukan jauh dari testis, seperti pada paru-paru.

Pengobatan Kanker Testis

Terdapat tiga perawatan yang umum digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Pengobatan tergantung pada stadium kanker. Berikut ini adalah pengobatan yang bisa dilakukan:

  • Operasi

Pembedahan digunakan untuk mengangkat satu atau kedua testis dan beberapa kelenjar getah bening di sekitarnya.

  • Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker. Ini dapat diberikan secara eksternal atau internal.

Radiasi eksternal menggunakan mesin yang difokuskan di area kanker. Sementara radiasi internal melibatkan penggunaan biji radioaktif atau kabel yang ditempatkan di area yang terkena dampak. Metode ini sering kali berhasil dalam mengobati seminoma.

  • Kemoterapi

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Ini adalah perawatan sistemik, yang berarti dapat membunuh sel kanker yang telah melakukan perjalanan ke bagian lain dari tubuh. Ketika dikonsumsi secara oral atau melalui vena, obat dapat melakukan perjalanan melalui aliran darah untuk membunuh sel-sel kanker.

Dalam kasus kanker yang sangat lanjut, kemoterapi dosis tinggi dapat diikuti oleh transplantasi sel induk. Setelah kemoterapi menghancurkan sel-sel kanker, sel-sel induk diberikan dan berkembang menjadi sel-sel darah yang sehat.

Komplikasi Kanker Testis

Meskipun kanker jenis ini adalah kanker yang dapat disembuhkan, penyakit ini juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh. Jika salah satu atau kedua testis dikeluarkan, maka tingkat kesuburan juga akan terpengaruh. Oleh karena itu, tanyakan pada dokter tentang pilihan untuk menjaga kesuburan.

Pencegahan Kanker Testis

Pada dasarnya, tidak ada cara untuk mencegah kondisi ini. Beberapa dokter merekomendasikan pemeriksaan mandiri testis secara teratur untuk mengidentifikasi kanker pada tahap paling awal. Namun tidak semua dokter setuju dengan tindakan ini. Diskusikan pemeriksaan testis dengan beberapa dokter jika Anda tidak yakin apakah tindakan tersebut tepat untuk Anda.

 

  1. Herndon, Jaime. 2018. Testicular Cancer. https://www.healthline.com/health/testicular-cancer. (Diakses pada 24 April 2020).
  2. Testicular cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/testicular-cancer-care/symptoms-causes/syc-20352986. (Diakses pada 24 April 2020).
  3. Testicular Cancer: Symptoms and Signs. https://www.cancer.net/cancer-types/testicular-cancer/symptoms-and-signs. (Diakses pada 24 April 2020).
  4. What is Testicular Cancer?. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/testicular-cancer. (Diakses pada 24 April 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi