Kanker tenggorokan adalah kanker yang tumbuh di area tenggorokan. Pertumbuhan kanker ini bisa terjadi di kotak suara, pita suara, maupun bagian tenggorokan lainnya. Sebagian besar kasus yang terjadi dimulai di belakang hidung dan berakhir di leher.



Penyebab Kanker Tenggorokan

Kanker tenggorokan terjadi ketika sel-sel di tenggorokan mengembangkan mutasi genetik. Mutasi-mutasi ini menyebabkan sel-sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel sehat biasanya mati. Sel yang terakumulasi dapat membentuk tumor di tenggorokan Anda.

Namun tidak jelas apa yang menyebabkan mutasi dan menjadi penyebab kanker tenggorokan. Akan tetapi dokter telah mengidentifikasi faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Faktor Risiko

Terdapat faktor-faktor tertentu yang menjadi penyebab seseorang berisiko mengembangkan kanker tenggorokan, antara lain:

  • Terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol alkohol.
  • Menggunakan produk tembakau, termasuk merokok atau mengunyah tembakau.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD).
  • Human papillomavirus (infeksi HPV).

Jenis Kanker Tenggorokan

Meskipun sebagian besar kanker tenggorokan melibatkan jenis sel yang sama, istilah khusus digunakan untuk membedakan bagian tenggorokan tempat kanker berasal.

1. Nasopharyngeal Cancer

Kanker ini dimulai di nasofaring, bagian tenggorokan tepat di belakang hidung.

2. Oropharyngeal Cancer

Kanker yang dimulai di oropharynx, bagian tenggorokan tepat di belakang mulut yang mencakup amandel.

3. Hypopharyngeal Cancer (Laryngopharyngeal Cancer)

Dimulai di hipofaring (laringofaring), bagian bawah tenggorokan, tepat di atas esofagus dan tenggorokan.

4. Glottic Cancer

Kanker janis ini mulai dan berkembang pada pita suara.

5. Supraglottic cancer

Kanker ini mulai berkembang di bagian atas laring dan termasuk kanker yang memengaruhi epiglotis, merupakan bagian dari tulang rawan yang menghalangi makanan masuk ke batang tenggorokan.

6. Subglottic cancer

Kanker subglottic mulai berkembang di bagian bawah kotak suara dan di bawah pita suara.

Gejala Kanker Tenggorokan

Mendeteksi kanker tenggorokan pada tahap awal mungkin tampak sulit. Tanda-tanda dan gejala kanker tenggorokan secara umum, antara lain:

  • Suara berubah seperti suara pecah atau suara serak.
  • Kesulitan menelan atau bernapas.
  • Sakit tenggorokan, batuk, atau sakit telinga yang tidak hilang.
  • Sakit kepala.
  • Benjolan leher yang keras.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.

Perlu diketahui, ciri-ciri kanker tenggorokan seperti di atas dapat berasal dari kondisi yang kurang serius, oleh karena itu penting untuk memeriksakan setiap gejala yang muncul.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Segera buat janji dengan dokter jika Anda melihat tanda dan gejala kanker tenggorokan baru yang persisten. Sebagian besar gejala kanker tenggorokan tidak spesifik untuk kanker, jadi kemungkinan dokter akan menyelidiki penyebab lain yang lebih umum terlebih dahulu.

Diagnosis Kanker Tenggorokan

Dokter akan memeriksa dan bertanya tentang kesehatan umum, seperti kebiasaan merokok dan konsumsi minuman keras, dan riwayat seksual. Setelah itu, dokter biasanya akan menggunakan alat khusus untuk melihat kondisi tenggorokan lebih dekat.

Jika menurut dokter Anda mungkin memiliki kanker, dokter akan melakukan pemeriksaan dan prosedur tergantung pada jenis kanker tenggorokan yang umum, di antaranya:

1. Biopsi

Pemeriksaan dilakukan dengan mengumpulkan sampel jaringan yang akan diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari sel-sel kanker. Ini satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah tumor adalah suatu kanker.

Prosedur ini dapat dilakukan dengan cara operasi, pengambilan dengan jarum halus, atau endoskopi, selang fleksibel dengan kamera yang diturunkan ke tenggorokan melalui hidung atau mulut.

2. Tes Pencitraan

Tes ini dapat membantu dokter menemukan tumor. Metode ini juga dapat menunjukkan seberapa besar tumor dan penyebaran kanker. Beberapa tes ini antara lain:

  • MRI atau CT scan.
  • PET Scan.
  • Sinar-X.

Stadium Kanker Tenggorokan

Jika dokter Anda menemukan sel kanker di tenggorokan, tes tambahan untuk mengidentifikasi stadium akan diperlukan. Tahapan berkisar dari stadium 0 hingga 4:

  • Stadium 0: Tumor hanya ada di lapisan atas sel bagian yang terkena tenggorokan.
  • Stadium 1: Tumor kurang dari 2 cm dan terbatas pada bagian tenggorokan di mana ia dimulai.
  • Stadium 2: Tumor antara 2 dan 4 cm atau mungkin telah tumbuh di daerah terdekat.
  • Stadium 3: Tumor lebih besar dari 4 cm atau telah tumbuh menjadi struktur lain di tenggorokan atau telah menyebar ke satu kelenjar getah bening.
  • Stadium 4: Tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh.

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Pengobatan dilakukan untuk menyingkirkan tumor, menjaga kanker agar tidak menyebar, dan melindungi kemampuan Anda untuk menelan serta berbicara. Oleh karena itu, pengobatan kanker tenggorokan akan bergantung pada:

  • Stadium kanker.
  • Letak kanker.
  • kesehatan umum.
  • Preferensi.

Beberapa langkah penanganan kanker tenggorokan umum yang bisa dilakukan, di antaranya

1. Radiasi

Teknik ini menggunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Radiasi dapat diberikan di luar tubuh dengan mesin atau di dalam dengan biji radioaktif yang diletakkan di dekat kanker tenggorokan.

Kadang-kadang radiasi adalah satu-satunya pengobatan yang dibutuhkan untuk kanker stadium awal. Akan tetapi, cara ini juga dapat digunakan dengan kemoterapi atau operasi untuk mengobati tahap lanjut dari kanker.

2. Pembedahan

Prosedur ini dapat dilakukan melalui sayatan dengan pisau bedah. Hal ini dilakukan dengan memasukan tabung endoskopi melalui mulut. Kanker tenggorokan yang sangat dini biasanya dapat diambil dengan endoskopi.

Jika kanker telah berjalan lebih lanjut di seluruh laring maka prosedur pembedahan perlu diambil. Jika tidak segera ditangani, kemampuan Anda untuk menelan, bernapas atau berbicara akan terganggu. Dokter dapat menggunakan jaringan dari tempat lain dalam tubuh guna membangun kembali bagian tenggorokan yang hilang untuk membantu menelan.

Jika pita suara Anda diambil, ahli bedah akan mengoperasi dengan cara melubangi leher, yang disebut stoma, sehingga Anda dapat bernapas. Sementara jika kanker telah menyebar jauh di leher, dokter bedah dapat melakukan operasi untuk mengangkat kelenjar getah bening.

3. Obat Kemoterapi

Obat kemoterapi dapat melawan kanker tenggorokan dan menghentikan penyebarannya. Cara ini dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor, atau setelah operasi untuk menjaga penyakit datang kembali.

Beberapa obat kemoterapi dapat membuat hasil radiasi yang lebih baik. Obat terapi yang ditargetkan bisa merusak sel-sel kanker dengan memblokir zat yang mereka butuhkan untuk tumbuh.

4. Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah perawatan medis khusus yang berfokus pada pemberian bantuan dari rasa sakit dan gejala penyakit serius. Spesialis perawatan paliatif bekerja dengan memberikan dukungan tambahan yang melengkapi perawatan berkelanjutan.

Perawatan paliatif dapat digunakan saat menjalani perawatan agresif lainnya seperti pembedahan, kemoterapi atau terapi radiasi. Ketika perawatan paliatif digunakan bersama dengan semua perawatan lain yang sesuai, penderita kanker mungkin merasa lebih baik dan hidup lebih lama.

Perawatan paliatif bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan kanker dan keluarga penderita.

Pencegahan Kanker Tenggorokan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah kanker tenggorokan, akan tetapi terdapat langkah-langkah untuk mengurangi risiko, di antaranya:

  • Berhenti Merokok

Bicarakan dengan dokter tentang obat resep yang bisa membantu Anda berhenti merokok.

  • Membatasi Asupan Alkohol

Seorang pria tidak boleh mengonsumsi minuman beralkohol lebih dari dua per hari, sementara seorang wanita hanya boleh mengonsumsi satu gelas gelas minuman beralkohol per hari.

  • Pertahankan Gaya Hidup Sehat

Makan banyak buah-buahan, sayuran, dan daging tanpa lemak. Kurangi asupan lemak dan natrium serta ambil langkah-langkah untuk menurunkan berat badan berlebih. Cobalah untuk terlibat dalam aktivitas fisik setidaknya 2,5 jam seminggu.

  • Kurangi Risiko HPV

Virus HPV telah dikaitkan dengan kanker tenggorokan. Oleh karena itu, agar Anda tidak terpapar virus ini, praktikkanlah seks yang aman. Jika diperlukan pemberian vaksin HPV mungkin diperlukan.

 

Sumber:

  1. Throat cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/throat-cancer/symptoms-causes/syc-20366462. (Diakses pada 27 Desember 2019).
  2. What Is Throat Cancer?. https://www.healthline.com/health/cancer-throat-or-larynx. (Diakses pada 27 Desember 2019).
  3. What You Need to Know About Throat Cancer. https://www.webmd.com/oral-health/guide/throat-cancer-symptoms-treatments#1. (Diakses pada 27 Desember 2019).