Kanker Serviks – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

gejala-kanker-serviks-doktersehat

DokterSehat.Com– Kanker serviks adalah kondisi di mana sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh di luar kendali. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang terbuka ke arah vagina. Kanker serviks sering berhasil diobati ketika ditemukan pada stadium awal. Hal ini biasanya ditemukan pada tahap yang sangat dini melalui tes Pap Smear.

Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling sering pada wanita di seluruh dunia. Sayangnya, masih banyak yang belum tau gejala kanker servis dan juga ciri-ciri kanker serviks, sehingga pengobatan terlambat diberikan.

Penyebab Kanker Serviks

Jika ingin menghindari risiko kanker serviks, tentu perlu diketahui terlebih dahulu gejala kanker serviks dan penyebab kanker serviks. Umumnya, kanker serviks disebabkan oleh virus human papillomavirus (HPV). HPV memiliki banyak peregangan, yang paling sering menginfeksi manusia adalah HPV 8, 11, 16, dan 18.

Virus HPV penyebab kanker serviks adalah HPV 16 dan 18, sedangkan HPV 8 dan 11 adalah penyebab penyakit kutil pada kelamin. Jadi, tidak semua strain HPV menyebabkan kanker serviks.

Apakah kanker serviks bisa menular?

Nyatanya, Pasien bisa tertular HPV dengan memiliki kontak seksual dengan seseorang yang terinfeksi. Kebanyakan orang dewasa telah terinfeksi HPV selama beberapa waktu. Infeksi dapat sembuh sendiri namun juga kadang-kadang dapat menyebabkan kutil kelamin atau menyebabkan kanker serviks.

Itulah mengapa penting bagi wanita untuk melakukan Pap Smear secara teratur. Tes ini dapat mendeteksi perubahan sel serviks sebelum sel berubah menjadi kanker. Jika kita mengetahui perubahan sel ini, kanker serviks dapat dicegah.

Gejala Kanker Serviks

Setelah mengetahui penyebab kanker serviks, tentu harus dipahami juga mengenai apa saja gejala kanker serviks. Biasanya banyak wanita yang tak menyadari terkena kanker serviks karna tak tahu juga mengenai ciri-ciri kanker serviks.

Perubahan sel serviks yang abnormal (sebelum menjadi kanker) jarang menimbulkan gejala. Bahkan, seringkali tak ada tanda-tanda kanker serviks stadium awal. Ada kalanya gejala kanker serviks pun timbul ketika sudah memasuki stadium 1B.

Berikut beberapa gejala kanker serviks:

  • Pendarahan dari vagina yang tidak normal, seperti perdarahan di luar periode menstruasi, perdarahan setelah berhubungan seks, atau setelah menopause
  • Nyeri di perut bagian bawah atau panggul
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Keputihan yang tidak normal

baca juga: 5 ciri kanker serviks yang harus diwaspadai wanita

Pengobatan Awal Kanker Serviks

Jika sudah muncul ciri-ciri kanker serviks, maka segeralah ditanggulangi!

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan tes Pap Smear dengan cara mengambil sampel dari serviks. Permukaan serviks akan sedikit digores, lalu dioleskan ke gelas kaca untuk dilihat melalui  mikroskop.

Jika tes Pap Smear menunjukkan perubahan sel yang abnormal, dokter akan menyarankan untuk melakukan tes lain untuk mencari sel-sel prakanker atau kanker pada leher rahim Pasien. Dokter juga dapat menyarankan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika Pasien memiliki gejala kanker serviks, seperti perdarahan setelah berhubungan seks.

Pengobatan umum kanker serviks meliputi:

  • Bedah

Seperti histerektomi (operasi pengangkatan rahim) dan pengangkatan kelenjar getah bening panggul atau ooforektomi (pengangkatan kedua ovarium dan tuba fallopi).

  • Terapi radiasi

Menggunakan dosis tinggi sinar-X atau implan di rongga vagina untuk membunuh sel-sel kanker. Hal ini digunakan untuk tahap tertentu kanker serviks. Hal ini sering digunakan dalam kombinasi dengan operasi.

  • Kemoradiasi

Kombinasi dari kemoterapi dan radiasi. Hal ini sering digunakan untuk mengobati tahap awal dan tahap akhir kanker serviks.

  • Kemoterapi

Menggunakan obat-obatan yang membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi dapat digunakan untuk mengobati kanker serviks stadium lanjut.

Poin pengobatan kanker serviks tergantung pada seberapa banyak kanker yang telah tumbuh, sehingga dapat dilakukan satu, dua, atau tiga perawatan sekaligus. Jadi, tak menutup kemungkinan bahwa penderitanya jmelakukan kombinasi perawatan.

Jika seseorang memerlukan histerektomi, artinya rahim dan leher rahim secara keseluruhan diangkat. Itu artinya seorang wanita tidak akan memiliki anak karena hal tersebut. Histerektomi tidak selalu diperlukan, terutama ketika kanker belum tumbuh (masih lesi prakanker yang diketahui dari hasil tes Pap Smear).

Ketika seseorang mengetahui bahwa dirinya memiliki gejala kanker serviks, maka hidupnya akan berubah. Saat sudah tahu terjangkit, Pasien mungkin akan merasa dunia telah terbalik dan Pasien telah kehilangan semua kendali. Berdiskusi dengan keluarga, teman, atau konselor benar-benar dapat membantu.

Jika Pasien berusia 26 tahun atau lebih muda, Pasien bisa mendapatkan vaksin HPV, yang melindungi terhadap serangan virus HPV yaitu HPV 16 dan 18, penyebab kanker serviks terbanyak.

Virus penyebab kanker serviks dapat menyebar melalui kontak seksual yang pada akhirnya menjadi infeksi menular seksual. Cara terbaik untuk menghindari infeksi menular seksual adalah untuk tidak berhubungan seks sebelum menikah.

Jika melakukan hubungan seks, lakukan seks yang aman, seperti menggunakan kondom dan membatasi jumlah pasangan seks yang Anda miliki.

Tanda-tanda kanker serviks yang ditemukan dalam tahap awal biasanya dapat berhasil diobati dengan operasi. Pilihan pengobatan dan hasil jangka panjang (prognosis) dari kanker serviks tergantung pada jenis dan stadium kanker. Usia pasien, kesehatan secara keseluruhan, kualitas hidup, dan keinginan untuk bisa memiliki anak juga harus diperhatikan.

Tahapan Perawatan Penderita Kanker Serviks

Mencurigai gejala kanker serviks tentu saja perlu dilakukan, apalagi sudah merasakan ciri-ciri kanker serviks yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya. Setelah mengetahui gejala kanker serviks, berikut tahap pengobatan kanker serviks:

1. Mengatasi Emosi Selama Pengobatan

Ketika seseorang sudah memeriksakan gjala kanker serviks dan pertama kali mengetahui bahwa mengidap kanker serviks, mungkin akan merasa takut, marah, atau mungkin merasa sangat tenang. Beberapa penderita kanker serviks juga perlu berdiskusi tentang perasaan mereka dengan keluarga dan teman-teman.

Jika reaksi emosional terhadap kanker di luar kendali, bicarakan dengan dokter. Pusat perawatan kanker biasanya juga menawarkan layanan psikologis atau keuangan atau keduanya. Disarankan juga untuk ikut komunitas kanker agar lebih bersemangat.

2. Pengobatan Kanker Serviks Selama Kehamilan

Pengobatan kanker serviks selama kehamilan sama seperti untuk wanita tidak hamil.

Tentunya ini juga tergantung pada stadium kanker dan trimester berapa pasien tersebut. Sebagai contoh, jika pasien mengalami stadium awal kanker serviks dan pasien berada di trimester ketiga, perawatan mungkin tertunda sampai setelah melahirkan.

Pengobatan kanker serviks pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan seperti masalah persalinan awal atau bahkan meninggalnya bayi. Konsultasikan kepada dokter untuk menanggulangi hal ini.

baca juga: wanita harus lakukan ini setelah didiagnosis kanker serviks stadium 1

3. Tindak Lanjut Perawatan

Setelah menjalani pengobatan kanker serviks, penting untuk pasien menerima perawatan tindak lanjut. Dokter akan menjadwalkan pemeriksaan teratur, mencakup:

  • Pemeriksaan panggul dan tes Pap Smear setiap 3-6 bulan untuk 2 tahun pertama
  • Setelah 2 tahun pertama, pemeriksaan panggul dan tes Pap Smear setiap 6 bulan selama 3-5 tahun
  • Setelah 5 tahun, pemeriksaan panggul dan Pap Smear setiap tahun

Tindak lanjut tes yang dapat direkomendasikan oleh dokter mencakup tes CT scan untuk perut dan panggul. Tes ini adalah untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke organ lain di dalam perut atau panggul.

4. Perawatan Jika Kanker Serviks Kambuh

Gejala kanker serviks dapat kembali atau kambuh setelah perawatan. Kemungkinan bahwa kanker akan kambuh tergantung pada stadium kanker awal. Ciri-ciri kanker serviks yang ditemukan pada stadium awal lebih sedikit kemungkinannya untuk kambuh daripada kanker yang ditemukan pada tahap berikutnya.

Hasil jangka panjang (prognosis) untuk kanker serviks yang kambuh sangat tergantung pada seberapa banyak kanker telah menyebar.

Perawatan termasuk operasi dan kemoradiasi atau kemoterapi dapat diberikan untuk mengurangi gejala. Dokter mungkin akan mengajak para pasien dalam percobaan klinis. Uji klinis untuk kanker serviks sedang mempelajari terapi yang tepat untuk menargetkan sel-sel kanker.

5. Perawatan Paliatif

Perawatan paliatif adalah jenis perawatan untuk orang-orang yang memiliki penyakit serius, termasuk kanker serviks stadium akhir. Berbeda dari perawatan untuk menyembuhkan penyakit, tujuan perawatan paliatif bagi penderita kanker serviks adalah untuk meningkatkan kualitas hidup – tidak hanya di tubuh pasien, tetapi juga dalam pikiran dan jiwa.

Pasien dapat memiliki perawatan ini bersama dengan pengobatan untuk menyembuhkan penyakit. Penyedia perawatan paliatif akan bekerja untuk membantu mengendalikan rasa sakit atau efek samping dari pengobatan.

Mereka dapat membantu pasien untuk memutuskan apa perawatan yang pasien inginkan atau tidak inginkan. Penyedia perawatan paliatif dapat membantu orang yang pasien cintai untuk memahami bagaimana cara untuk mendukung pasien.

Pengobatan paliatif bagi penderita kanker serviks stadium akhir mungkin bukan merupakan pilihan yang terbaik. Hal ini dapat karena efek samping, waktu, dan biaya pengobatan lebih besar dari janji untuk menyembuhkan atau kualitas hidup yang akan diraih pasien.

Pasien masih bisa mendapatkan perawatan untuk membuat pasien merasa senyaman mungkin selama waktu yang tersisa untuk hidup.

Kini sudah tahu ‘kan apa saja ciri-ciri kanker serviks? Jika Anda merasa mengalami gejala kanker serviks, segeralah ke dokter untuk mengetahui penyebab kanker serviks dan juga pengobatannya!