Terbit: 4 Maret 2020
Ditulis oleh: Mutia Isni Rahayu | Ditinjau oleh: dr. Jati Satriyo

Kanker serviks stadium 4 merupakan kondisi di mana kanker bukan saja menyerang serviks, tapi juga organ tubuh lainnya. Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia dan hampir di seluruh dunia. Tahapan penyakit ini dibagi berdasarkan tingkat penyebarannya. Ketahui tentang gejala, diagnosis, hingga pengobatan kanker serviks stadium 4 melalui artikel ini!

Kanker Serviks Stadium 4: Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Apa Itu Kanker Serviks Stadium 4?

Penyakit kanker dibagi menjadi beberapa tahapan atau dikenal juga dengan stadium. Tahapan ini menunjukkan seberapa besar kanker dan apakah kanker tersebut telah menyebar. Setiap tahapan memiliki peluang kesembuhan yang berbeda-beda juga.

Sistem penentuan stadium kanker serviks ditentukan oleh The International Federation of Gynecology and Obstetrics atau Federation Internationale de Gynecologie et d’Obstetrique (FIGO). Menentukan stadium kanker serviks akan berpengaruh terhadap pengobatan yang dipilih.

Kanker serviks stadium 4 dapat diartikan bahwa kanker telah menyebar ke kandung kemih atau ke bagian belakang (rektum) atau bahkan lebih jauh lagi ke organ tubuh lainnya. Kanker serviks stadium 4 sendiri dibagi menjadi 2 yaitu stadium IVA dan IVB.

Berikut adalah perbedaan antara kanker serviks stadium IVA dan IVB:

  • Stadium IVA: Kanker telah menyebar ke kandung kemih atau rektum, tapi belum menyebar ke bagian tubuh lainnya. Kanker mungkin menyebar ke kelenjar getah bening, tapi mungkin juga tidak.
  • Stadium IVB: Kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh. Organ yang dapat terpengaruhi adalah seperti hati, paru-paru, hingga tulang. Kondisi ini dapat disebut dengan kanker sekunder atau metastasis kanker.

Gejala Kanker Serviks Stadium 4

Sebagian besar wanita tidak memiliki gejala prakanker. Kanker serviks stadium awal juga biasanya tidak menimbulkan gejala. Sedangkan pada kanker serviks stadium 4, gejala yang muncul dapat cukup parah dan bergantung pada jaringan dan organ lain yang terkena penyebaran kanker.

Diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan apakah gejala yang timbul memang disebabkan oleh kanker, karena gejala serupa juga dapat mengindikasikan penyakit lain.

Berikut adalah beberapa gejala kanker serviks stadium 4 yang mungkin muncul:

  • Pendarahan menstruasi yang lebih lama dan lebih berat dari biasanya
  • Pendarahan vagina abnormal (setelah berhubungan seksual, di luar menstruasi, atau setelah menopause)
  • Keputihan berat yang terkadang juga berdarah dan memiliki bau yang busuk
  • Nyeri panggul saat berhubungan seksual
  • Nyeri panggul persisten yang tidak diketahui sebabnya

Apabila Anda merasakan gejala seperti yang disebutkan di atas, sebaiknya segera konsultasikan diri ke dokter untuk memastikan kondisi Anda. Gejala di atas tidak selalu berarti Anda memiliki kanker serviks

Namun apapun jenis penyakitnya, deteksi dini akan lebih baik agar penyakit dapat ditindaklanjuti dengan lebih cepat sebelum bertambah parah.

Diagnosis Kanker Serviks Stadium 4

Diagnosis kanker serviks stadium 4 ditentukan dari serangkaian pemeriksaan yang dapat melibatkan pemeriksaan fisik, biopsi, dan tes pencitraan. Umumnya kanker serviks stadium IV dideteksi dari pemeriksaan panggul yang tidak normal serta berbagai gejala yang muncul.

Setelah melihat gejala dan melakukan pemeriksaan fisik. Berikut adalah beberapa tes lain yang mungkin dilakukan untuk membantu diagnosis kanker serviks stadium 4:

  • Biopsi. Pemeriksaan biopsi adalah pemeriksaan dengan mengambil sampel jaringan serviks untuk mendeteksi ada tidaknya sel kanker. Terdapat beberapa jenis biopsi, Anda dapat berdiskusi dengan dokter tentang jenis biopsi yang paling cocok dengan Anda.
  • Tes pencitraan. Setelah dideteksi terdapat kanker di serviks, dokter akan memeriksa penyebaran kanker dengan menggunakan tes pencitraan. Bentuk tes pencitraan adalah seperti rontgen, CT scan, MRI, dan PET scan.
  • Pemeriksaan visual kandung kemih dan dubur. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kandung kemih dan dubur untuk memastikan kanker sudah menyebar hingga ke area ini.

Selain pemeriksaan di atas, pemeriksaan seperti pap smear dan tes DNA HPV juga dapat dilakukan untuk mendeteksi kanker serviks, tahap ini disebut dengan skrining. Pada dasarnya skrining disarankan untuk dilakukan oleh setiap wanita yang usianya telah mencapai 21 tahun.

Skrining harus dilakukan secara rutin tanpa harus menunggu adanya gejala kanker serviks muncul. Tujuan skrining adalah untuk mendeteksi kanker lebih dini agar kanker dapat lebih cepat diatasi.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 4

Seperti yang disebutkan sebelumnya, menentukan stadium kanker sangat penting untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Dokter akan menyarankan perawatan berdasarkan kebutuhan Anda. Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan kanker serviks stadium 4 yang bisa dilakukan:

1. Terapi Radiasi

Salah satu langkah pengobatan kanker serviks stadium 4 adalah terapi radiasi. Dokter mungkin akan menyarankan terapi radiasi eksternal, terapi radiasi internal, atau bisa juga keduanya.

Dalam beberapa kasus kanker serviks stadium IVA, terapi radiasi diberikan bersama dengan kemoterapi, namun dapat juga diberikan sendiri sebagai pengobatan utama.

Sedangkan untuk kanker serviks stadium IVB, terapi radiasi berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit, menghentikan pendarahan, dan mengendalikan gejala kanker serviks lanjutan.

2. Kemoterapi

Pengobatan kanker stadium 4 yang kedua adalah kemoterapi. Kemoterapi dapat membantu menghilangkan rasa sakit dan mengendalikan gejala pada kanker serviks stadium IVB. Kemoterapi dapat menggunakan satu jenis obat atau dapat juga menggunakan kombinasi.

Berikut adalah jenis obat satuan maupun kombinasi yang digunakan untuk kemoterapi kanker serviks:

  • Cisplatin
  • Carboplatin
  • Paclitaxel
  • Topotecan
  • Gemcitabine
  • 5-fluorouracil
  • Ifosfamide
  • Docetaxel
  • Irinotecan
  • Mitomycin
  • Vinorelbine
  • Epirubicin
  • Doxorubicin
  • Cisplatin dan Ifosfamide
  • Cisplatin dan Paclitaxel
  • Cisplatin dan Gemcitabine
  • Cisplatin dan Topotecan
  • Paclitaxel dan Topotecan

3. Terapi Target

Terapi target adalah perawatan obat yang berfokus pada kelemahan spesifik yang ada dalam sel kanker. Terapi target dapat menyebabkan sel kanker mati dengan cara memblokir kelemahan sel kanker ini. Terapi ini terkadang juga diberikan bersama kombinasi dengan kemoterapi.

4. Kemoradiasi

Kemoradiasi dapat dikatakan sebagai pengobatan kanker serviks stadium 4 yang cukup efektif, terutama untuk stadium IVA.

Terapi ini mengombinasikan antara kemoterapi dan terapi radiasi. Kemoterapi diberikan selama periode yang sama dengan terapi radiasi. Kemoterapi akan membuat terapi radiasi menjadi lebih efektif.

5. Imunoterapi

Imunoterapi adalah perawatan obat yang dapat membantu agar sistem kekebalan tubuh dapat melawan sel kanker.

Sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan sel penyakit mungkin tidak melawan sel kanker karena sel-sel ini menghasilkan protein yang membuatnya tidak terdeteksi oleh sel-sel sistem kekebalan tubuh.

Imunoterapi bekerja mengganggu proses terbentuknya protein tersebut. Pengobatan ini umumnya dipilih ketika perawatan lain dirasa kurang efektif untuk mengatasi kanker serviks.

Perawatan Dukungan untuk Kanker Serviks

Selain perawatan medis yang disebutkan di atas, terdapat juga perawatan medis khusus yang disebut dengan perawatan paliatif.

Perawatan paliatif untuk pasien kanker berfokus pada pemberian bantuan untuk mengatasi rasa sakit dan gejala lainnya.

Spesialis perawatan paliatif akan bekerja sama dengan pasien, keluarga pasien, dan dokter lainnya untuk melengkapi perawatan berkelanjutan lainnya. Perawatan paliatif yang diberikan bersama dengan perawatan lain yang sesuai diharapkan akan dapat membuat penderita kanker merasa lebih baik dan lebih semangat dalam menjalani hidup.

Peluang Kesembuhan Kanker Serviks Stadium 4

Pada dasarnya kanker serviks dapat disembuhkan. Bahkan kanker serviks dianggap sebagai kanker yang paling mungkin dicegah dan disembuhkan, terutama apabila dideteksi sejak dini.

Namun semakin tinggi stadium kanker, angka tingkat kelangsungan hidup (kesintasan) akan semakin kecil. Pada kanker stadium IVA, angka kesintasan 5 tahunnya adalah 16%, sedangkan angkat kesintasan untuk kanker stadium IVB adalah 15%.

Hal ini dapat diartikan bahwa hanya terdapat 16% wanita yang dapat bertahan hidup setelah 5 tahun didiagnosis kanker serviks stadium IVA dan hanya 15% untuk stadium IVB.

 

  1. Canadian Cancer Society. Stages of cervical cancer
    . https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/staging/?region=on. (Diakses 4 November 2019).
  2. Canadian Cancer Society. Treatments for stage 4 cervical cancer. https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/treatment/stage-4/?region=on. (Diakses 4 November 2019).
  3. Cancer Research UK. 2017. Stage 4. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/stages-types-grades/stage-4. (Diakses 4 November 2019).
  4. Cancer.Net. Cervical Cancer: Types of Treatment. 2019. https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/types-treatment. (Diakses 4 November 2019).
  5. Kemenkes RI. Panduan Penatalaksanaan Kanker Serviks. http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKServiks.pdf. (Diakses 4 November 2019).
  6. Mayo Clinic. 2019. Cervical cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501. (Diakses 4 November 2019).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi