Kanker Serviks Stadium 2: Ciri-Ciri, Pengobatan, Peluang Sembuh

kanker-serviks-stadium-2-doktersehat

DokterSehat.Com – Data dari WHO menunjukkan bahwa satu orang wanita meninggal dunia setiap 2 menit akibat kanker serviks. Kali ini akan dibahas mengenai kanker serviks yang sudah memasuki stadium 2. Apa itu kanker serviks stadium 2 dan bagaimana cara mengobatinya?

Apa Itu Kanker Serviks Stadium 2?

Kanker serviks stadium 2 adalah salah satu dari 4 (empat) stadium kanker yang menyerang serviks atau leher rahim pada wanita. Menurut The International Federation  of Gynecology and Obstetrics (FIGO), kanker serviks terbagi ke dalam 4 stadium yakni stadium 1 sampai 4.

Kanker serviks sendiri terjadi ketika sel-sel yang ada di bagian dari sistem reproduksi  yang menjadi penghubung antara rahim (uterus) dan vagina ini mengalami mutasi menjadi sel abnormal yang berbahaya. Belum dapat diketahui secara pasti apa penyebab kanker serviks tersebut namun yang pasti, infeksi human papillomavirus atau virus HPV menjadi faktor pemicu utama jenis kanker ini.

Kanker serviks stadium 2 adalah kondisi ketika sel-sel kanker sudah menyebar hingga ke bagian luar leher serviks dan sejumlah jaringan yang ada di dalam serviks tersebut. Jika kanker serviks stadium 1 masih tergolong sulit dideteksi, maka kanker serviks stadium 2 sudah mulai lebih mudah untuk diidentifikasi.

Jenis-Jenis Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks stadium 2 pun terbagi ke dalam dua jenis, dan ini dilihat berdasarkan tingkat keparahan atau sudah sejauh mana persebaran sel-sel kanker di dalam serviks.

Jenis kanker serviks stadium 2 tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kanker Serviks Stadium 2A

Kanker serviks stadium 2A adalah jenis kanker serviks di mana sel kanker sudah menyebar dari mulai bagian bawah hingga bagian atas dari vagina. Kanker serviks stadium 2A sendiri terbagi lagi menjadi dua berdasarkan ukuran sel kankernya, yaitu:

  • Kanker serviks stadium 2A1, yakni ukuran sel kanker 4 cm atau kurang
  • Kanker serviks stadium 2A2, yakni ukuran sel kanker di atas 4 cm

2. Kanker Serviksa Stadium 2B

Kanker serviks stadium 2B adalah jenis kanker lanjutan dari kanker serviks stadium 2A di mana persebaran sel kanker sudah sampai ke jaringan-jaringan yang ada di sekitar serviks.

Ukuran sel kanker serviks 2B adalah 5 cm atau lebih dengan kemampuan menyebar yang tentunya lebih ‘baik’ ketimbang sel kanker serviks 2A.

Ciri dan Gejala Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks tidak melulu menunjukkan ciri dan gejala. Oleh sebab itu, Para wanita yang sudah menginjak usia minimal 21 tahun dan tergolong aktif melakukan hubungan seks disarankan untuk melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah ada kemungkinan munculnya sel kanker pada serviks.

Akan tetapi, kanker serviks stadium 2 umumnya sudah memiliki ciri dan gejala khusus yang bisa teridentifikasi dengan mudah.

Ciri-ciri kanker serviks stadium 2 tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sel kanker terlihat di area luar leher rahim
  • Ukuran sel kanker berkisar di angka 4 cm atau kurang (kanker serviks stadium 2A1) dan di atas 4 cm (kanker serviks stadium 2A2 dan 2B)
  • Perdarahan setelah berhubungan intim, baik saat menstruasi maupun di periode menopause
  • Vagina berair dan mengeluarkan aroma busuk
  • Vagina terasa nyeri dan tidak nyaman saat berhubungan intim

Apabila mengalami gejala-gejala di atas, bisa jadi Anda mengidap kanker serviks stadium 2 meskipun tak menutup  kemungkinan hal ini disebabkan oleh jenis penyakit lainnya.

Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum kondisi bertambah parah.

Diagnosis Kanker Serviks Stadium 2

Sebelum mendiagnosis kanker serviks stadium 2, dokter akan terlebih dahulu melakukan serangkaian prosedur pemeriksaan khusus.

Berikut adalah prosedur diagnosis kanker serviks stadium 2 yang umum diterapkan oleh dokter.

1. Pap Smear

Pap smear adalah metode pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks stadium 2 (dan stadium lainnya) yang dilakukan dengan memanfaatkan sebuah alat khusus bernama spekulum.

Alat spekulum ini akan dimasukkan ke dalam vagina untuk selanjutnya dokter akan mengambil sampel sel serviks menggunakan alat lainnya yang berbentuk  seperti sikat maupun spatula.

Sampel sel serviks inilah yang kemudian akan diteliti oleh dokter untuk melihat sudah sejauh mana perkembangan sel kanker pada serviks.

2. Tes Human Papillomavirus (Tes HPV)

Selain pap smear, dokter biasanya juga akan melakukan tes HPV untuk mengidentifikasi keberadaan dan jenis virus HPV yang menyebabkan seseorang menderita kanker serviks.

Sama seperti tes pap smear, tes HPV juga dilakukan dengan cara mengambil sampel sel dari serviks untuk kemudian diuji lebih lanjut.

3. Pemeriksaan Penunjang

Ketika dokter menemukan adanya sel-sel abnormal pada serviks dan bagian sekitar vagina, maka pemeriksaan penunjang mungkin juga akan dilakukan guna menguatkan diagnosis terhadap kanker serviks stadium 2.

Prosedur pemeriksaan penunjang yang dimaksud umumnya meliputi:

  • Kolposkopi
  • Biopsi
  • Tes darah
  • CT scan
  • MRI
  • Pelvic ultrasound

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 2

Setelah pasien divonis menderita kanker serviks stadium 2, maka dokter akan menentukan metode pengobatan yang sesuai untuk mengatasi jenis kanker yang satu ini.

Berikut adalah metode pengobatan kanker serviks stadium 2.

1. Kemoterapi

Kemoterapi adalah metode pengobatan kanker serviks stadium 2 yang paling utama. Kemoterapi dilakukan bersamaan dengan radioterapi dengan tujuan untuk membuat terapi radiasi semakin efektif mengatasi penyakit tersebut.

Kemoterapi akan menggunakan Cisplatin atau Cisplatin plus 5-fluorouracil untuk menunjang kinerjanya. Cisplatin akan diberikan 1 kali per minggu selama terapi radiasi berlangsung. Sedangkan Cisplatin plus 5-fluorouracil diberikan sebulan sekali selama menjalani radioterapi.

Kemoterapi idealnya dilakukan pasca pasien menjalani prosedur operasi.

2. Operasi

Tindakan operasi juga menjadi salah satu metode pengobatan yang dilakukan terhadap pasien kanker serviks stadium 2.

Dokter akan terlebih dahulu melihat kondisi pasien seperti usia dan rencana kehamilan sebelum memutuskan untuk melakukan tindakan operasi.

3. Radioterapi

Pada kasus di mana kanker serviks stadium 2 tidak sampai memerlukan tindakan operasi, biasanya dokter akan menggunakan metode radioterapi guna menyembuhkan penyakit kanker serviks stadium 2 yang dialami pasien.

Akan tetapi, radioterapi juga bisa dilakukan pasca operasi apabila masih ditemukannya sel kanker di dalam jaringan serviks, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening.

Radioterapi dilakukan bersamaan dengan terapi lainnya yakni kemoterapi, namun pada  beberapa kasus, radioterapi dilakukan secara sendiri tanpa adanya kemoterapi.

Frekuensi radioterapi untuk menyembuhkan kanker serviks stadium 2 berbeda-beda di tiap orang. Idealnya, radioterapi dilakukan 5 kali dalam seminggu dalam kurun waktu 6-7 minggu.

Peluang Kesembuhan Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks stadium 2 sejatinya masih bisa disembuhkan, asalkan penanganannya dilakukan secara cepat dan tepat.

Bahkan, tingkat kemungkinan sembuh untuk kasus kanker serviks stadium 2 mencapai angka 70-80 persen. Kembali lagi, hal ini tergantung dari seberapa cepat dan tepat penanganan medis yang dilakukan.

Pencegahan Kanker Serviks Stadium 2

Kanker serviks stadium 2 (dan stadium lainnya) adalah jenis kanker yang tentunya dapat dicegah. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker serviks stadium 2 antara lain:

1. Rutin Melakukan Screening

The U.S Preventive Services Task Force (USPSTF) menyarankan bagi para wanita untuk rutin melakukan screening (baik pap smear maupun tes HPV) dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Usia 21-29 tahun: screening setiap 3 tahun sekali
  • Usia 30-65 tahun: screening setiap 3 tahun sekali (pap smear), 5 tahun sekali (tes HPV), dan 5 tahun sekali (screening kombinasi pap smear dan tes HPV)

2. Vaksinasi

Oleh karena kanker serviks stadium 2 disebabkan oleh infeksi virus HPV, maka cara mencegah kanker serviks stadium 2 adalah dengan melakukan vaksinasi. Kabar baiknya, vaksin untuk melawan virus HPV sudah ditemukan.

Anda tinggal menumbuhkan inisiatif untuk melakukan vaksinasi kanker serviks guna mencegah atau setidaknya meminimalisir risiko terkena penyakit mematikan ini di kemudian hari.

3. Gaya Hidup Sehat

Gaya hidup juga memiliki pengaruh besar terhadap kemungkinan seseorang mengalami penyakit kanker serviks stadium 2. Jika Anda menerapkan gaya hidup sehat, maka risiko untuk mengidap penyakit ini akan semakin kecil.

Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah:

  • Menerapkan seks yang aman
  • Tidak suka bergonta-ganti pasangan
  • Menghindari hubungan seksual di umur yang belum mencukupi
  • Menghindari rokok

Itu dia informasi mengenai kanker serviks stadium 2 yang perlu Anda ketahui. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan diri, ya!

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. Cervical Cancer. https://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/cervical-cancer#1 (Diakses pada 4 November 2019)
  2. Anonim. Cervical Cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501 (Diakses pada 4 November 2019)
  3. Anonim. Cervical Cancer: Stage 2. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/stages-types-grades/stage-2 (Diakses pada 4 November 2019)
  4. Anonim. Treatment for Stage 2 Cervical Cancer. https://www.cancer.ca/en/cancer-information/cancer-type/cervical/treatment/stage-2/?region=on (Diakses pada 4 November 2019)
  5. Felman, A. 2019. What you need to know about cervical cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821.php (Diakses pada 4 November 2019)
  6. WHO. WHO leads the way towards the elimination of cervical cancer as a public health concern. https://www.who.int/reproductivehealth/cervical-cancer-public-health-concern/en/ (Diakses pada 4 November 2019)