Kanker serviks stadium 1 adalah tahapan paling awal dalam kanker serviks. Pada tahap ini, kanker hanya menyerang jaringan serviks dan belum menyebar ke jaringan lain dalam tubuh. Ketahui selengkapnya tentang kanker serviks melalui artikel ini!

kanker-serviks-stadium-1-doktersehat

Apa Itu Kanker Serviks Stadium 1?

Kanker serviks stadium 1 adalah kondisi di mana kanker telah menyebar dari lapisan serviks ke jaringan yang lebih dalam, tetapi masih di daerah rahim. Pada stadium ini, kanker belum menyebar ke bagian tubuh lain.

Kanker serviks adalah kanker yang memengaruhi serviks atau leher rahim. Serviks adalah bagian sempit di bawah rahim yang merupakan jalan masuk rahim. Sama seperti kanker pada umumnya, kanker serviks juga secara umum juga dibagi menjadi 4 stadium dan stadium 1 adalah yang paling ringan.

Kanker serviks dianggap sebagai salah satu penyakit mematikan yang menyerang wanita di seluruh dunia. Di Indonesia, kasus kanker serviks diperkirakan mencapai 15.000 per tahunnya. Angka kematian kanker serviks juga cukup tinggi.

Tahapan Kanker Serviks Stadium 1

Kanker serviks stadium I dapat dikatakan sebagai tahapan kanker yang paling ringan. Stadium 1 ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Pengaturan pengelompokkan stadium kanker dilihat berdasarkan ukuran tumor dan penyebarannya.

Berikut adalah tahapan dalam kanker serviks stadium awal:

1. Stadium IA

Pada tahap IA, pertumbuhan kanker sangat kecil sehingga dibutuhkan mikroskop atau colposcope untuk melihatnya. Kanker serviks stadium IA terbagi menjadi 2, yaitu:

  • Stadium IA1: tumor tumbuh kurang dari 3 mm ke dalam jaringan serviks dengan lebar kurang dari 7 mm.
  • Stadium IA2: tumor tumbuh antara 3-5 mm ke dalam jaringan serviks, tapi lebarnya kurang dari 7 mm.

2. Stadium IB

Pada stadium ini, kanker lebih besar, namun tetap belum menyebar ke jaringan di luar serviks. Terkadang pada tahap ini kanker sudah dapat terlihat tanpa mikroskop. Stadium IB terbagi menjadi 3:

  • Stadium IB1: tumor tumbuh 5 mm atau lebih ke dalam jaringan serviks dan lebarnya kurang dari 2 cm.
  • Stadium IB2: tumor tumbuh 2 cm atau lebih ke dalam jaringan serviks dan lebarnya kurang dari 4 cm.
  • Stadium IB3: tumor tumbuh hingga 4 cm ke dalam jaringan serviks dan lebarnya lebih dari 4 cm.

Baca Juga: Kanker Serviks Stadium 4: Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Penyebab Kanker Serviks Stadium 1

Penyebab kanker serviks tidak diketahui secara pasti, namun dipastikan terdapat peran HPV. Pada dasarnya HPV adalah virus yang umum dan tidak semua orang yang memiliki HPV akan mengembangkan kanker serviks. Faktor lingkungan dan gaya hidup akan menentukan apakah kanker serviks akan berkembang atau tidak.

Kanker mulai berkembang ketika terjadi mutasi DNA sel-sel sehat pada serviks. Mutasi ini menyebabkan sel berkembang secara tidak terkendali dan sel-sel ini tidak mati. Padahal, sel seharusnya mati pada kurun waktu tertentu.

Perkembangan sel abnormal ini kemudian membentuk massa yang disebut dengan tumor. Sel kanker akan menyerang jaringan di sekitarnya dan dapat juga menyebar dan menyerang jaringan lain dalam tubuh.

Faktor Risiko Kanker Serviks Stadium 1

Terdapat beberapa risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker serviks meliputi:

  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Aktif secara seksual sejak usia dini
  • Penggunaan pil KB
  • Merokok
  • Memiliki riwayat penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, sifilis, dll
  • Faktor sosial ekonomi, penyakit ini banyak menjangkit daerah dengan pendapatan rendah
  • Sistem kekebalan tubuh lemah

Gejala Kanker Serviks Stadium 1

Ciri kanker serviks stadium 1 paling umum meliputi:

  • Pendarahan di luar menstruasi
  • Pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Pendarahan pada wanita pasca-menopause
  • Ketidaknyamanan saat berhubungan seksual
  • Keputihan yang bercampur dengan darah
  • Keputihan dengan bau yang kuat
  • Nyeri panggul

Gejala kanker serviks stadium 1 pada setiap wanita dapat berbeda-beda. Beberapa orang mungkin tidak menyadari gejala yang dialami pada stadium ini apabila gejalanya masih ringan. Kanker serviks stadium lebih lanjut mungkin akan menimbulkan gejala yang lebih parah dibandingkan kanker stadium awal.

Diagnosis Kanker Serviks Stadium 1

Selain melihat pada gejala, pemeriksaan skrining seperti pap smear dan pemeriksaan HPV dapat membantu mendeteksi kanker ataupun keberadaan sel prakanker. Jika dokter mendeteksi adanya sel abnormal, dokter akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan lainnya.

Berikut adalah pemeriksaan yang dapat mendukung diagnosis kanker serviks:

  • Biopsi. Dokter akan mengambil sampel jaringan serviks yang kemudian di tes di laboratorium untuk mematikan keberadaan sel kanker.
  • Tes pencitraan. Tes seperti rontgen, CT scan, MRI, atau PET dapat membantu melihat apakah kanker sudah menyebar. Tes ini merupakan bagian dari tes untuk menentukan stadium kanker.
  • Pemeriksaan visual kandung kemih dan dubur. Pemeriksaan ini juga dilakukan dalam tahapan menentukan stadium kanker. Dokter akan melihat kondisi kandung kemih dan dubur untuk memastikan apakah kanker telah menyebar ke area ini.

Pengobatan Kanker Serviks Stadium 1

Pengobatan ditentukan berdasarkan jenis dan stadium kanker. Pengobatan kanker serviks stadium 1 biasanya meliputi operasi atau dengan kombinasi kemoterapi dan radioterapi.

1. Operasi

Pembedahan dapat berupa pengangkatan serviks dan rahim atau disebut juga histerektomi. Beberapa kasus di mana kanker serviks masih sangat awal, pengangkatan sebagian leher rahim mungkin dapat dilakukan.

Apabila hanya sebagian leher rahim yang diangkat, Anda masih memiliki kemungkinan untuk hamil dan melahirkan di kemudian hari. Prosedur pengangkatan sebagian leher rahim disebut radical trachelectomy.

2. Kombinasi Kemoterapi dan Radioterapi

Kombinasi antara kemoterapi dan radioterapi disebut juga dengan kemoradioterapi.

Umumnya kemoradioterapi diterapkan untuk mengatasi kanker serviks stadium 1B. Radioterapi eksternal dilakukan selama 5 hari dalam seminggu, selama 5 minggu. Anda akan menerima radioterapi internal di setiap akhir prosedur.

Selama menjalani radioterapi, Anda akan menjalani kemoterapi sekali seminggu atau 2-3 minggu sekali, bergantung pada jenis kemoterapi yang diterima.

 

  1. Anonim. 2019. Cervical Cancer: Stages. https://www.cancer.net/cancer-types/cervical-cancer/stages. (Diakses 29 Januari 2020).
  2. Anonim. 2017. Cegah Kanker Serviks, Kenali Lebih Dalam Pembunuh Nomer Satu Kaum Hawa. https://www.depkes.go.id/development/site/depkes/pdf.php?id=1-17073100005. (Diakses 29 Januari 2020).
  3. Anonim. 2017. Cervical Cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/cervical-cancer/stages-types-grades/stage-1. (Diakses 29 Januari 2020).
  4. Anonim. 2019. Cervical Cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-cancer/symptoms-causes/syc-20352501. (Diakses 29 Januari 2020).
  5. Felhan, Adam. 2019. What you need to know about cervical cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159821.php. (Diakses 29 Januari 2020).