Kanker Prostat: Penyebab, Gejala, Diagnosis dan Pengobatan

kanker-prostat-doktersehat

DokterSehat.Com – Apa itu kanker prostat? Kanker prostat adalah kanker yang terjadi di prostat, yaitu kelenjar kecil yang  merupakan bagian dari sistem reproduksi dan terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini memiliki fungsi penghasil semen dan membawa cairan semen yang dikeluarkan bersama sperma. Simak penjelasan lengkap mengenai kanker prostat di bawah ini.

Penyebab Kanker Prostat

Hingga kini penyebab kanker prostat sendiri belum diketahui dengan pasti. Sebuah studi mengungkapkan bahwa 1 dari 3 pria yang berusia di atas 50 tahun memiliki beberapa sel kanker di prostat.

Meski tidak ada alasan yang diketahui dengan pasti hal-hal yang menyebabkan kanker prostat, terdapat banyak risiko yang terkait dengan penyakit ini, di antaranya:

1. Usia

Risiko kanker prostat bisa meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker prostat jarang ditemukan pada pria di bawah usia 40 tahun. Kerusakan pada materi genetik (DNA) sel-sel prostat lebih cenderung terjadi pada pria diatas usia 55 tahun. Sel-sel prostat yang rusak atau abnormal dapat mulai tumbuh di luar kendali dan membentuk tumor.

2. Ras

Pria kulit hitam memiliki risiko yang lebih besar terkena kanker prostat. Pada pria kulit hitam, kanker prostat juga lebih cenderung menjadi agresif dan menjadi penyebab kematian.

Pria Afrika-Amerika memiliki insiden penyakit tertinggi kanker prostat. Satu dari enam pria Afrika-Amerika akan mendapatkan kanker prostat dan lebih cenderung terkena penyakit ini pada usia lebih dini.

Alasan mengapa kanker prostat lebih banyak terjadi pada pria Afrika-Amerika belum jelas, namun hal ini bisa disebabkan karena faktor sosial ekonomi, lingkungan, pola makan atau faktor lainnya. Ras lain seperti pria Hispanik dan Asia, kecil kemungkinan terkena kanker prostat.

3. Riwayat Keluarga

Jika dalam keluarga ada yang pernah mengalami kanker prostat, risiko Anda untuk mengalami hal yang sama bisa meningkat. Selain itu, jika Anda memiliki gen keluarga dengan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2), risiko kanker prostat juga bisa lebih tinggi.

4. Obesitas

Jika Anda didiagnosis mengalami obesitas, risiko Anda untuk mengalami kanker prostat jauh lebih tinggi. Salah satu cara untuk mengurangi risiko adalah dengan menurunkan berat badan dan mempertahankan berat badan ideal

5. Pola Diet dan Gaya Hidup

Pola diet dan gaya hidup ternyata dapat memengaruhi risiko terjadinya kanker prostat. Meski begitu, dua hal yang saling terkait ini belum bisa dibuktikan dengan jelas. Risiko Anda mungkin lebih tinggi jika mengonsumsi lebih banyak kalori, lemak hewani, gula putih/kristal dan kurangnya asupan buah dan sayuran.

Selain itu, sebuah studi menunjukkan risiko kanker prostat meningkat untuk seorang perokok berat. Merokok dikaitkan dengan risiko kematian akibat kanker prostat yang lebih tinggi.

Gejala Kanker Prostat

Pada tahap awal, gejala kanker prostat biasanya tidak muncul sampai prostat cukup besar untuk memengaruhi tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar dari penis (uretra).

Berikut adalah ciri ciri kanker prostat tahap lanjut yang bisa Anda kenali, antara lain:

  • Sering buang air kecil tiba-tiba di malam hari.
  • Kesulitan memulai dan mempertahankan buang air kecil.
  • Darah dalam urine.
  • Nyeri tulang, sering terjadi di tulang belakang, tulang paha, panggul, atau tulang rusuk.
  • Disfungsi ereksi.

Gejala-gejala seperti di atas tidak boleh diabaikan, segera konsultasi dengan dokter untuk menentukkan penanganan yang sesuai.

Diagnosis Kanker Prostat

Diagnosis kanker prostat sebenarnya adalah sesuatu yang masih kontroversial. Beberapa organisasi medis tidak menyetujui screening prostat. Diskusikan lebih jauh dengan dokter mengenai manfaat dan risiko yang yang bisa terjadi.

Beberapa tes kanker prostat yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Digital Rectal Exam (DRE)

Digital rectal exam atau pemeriksaan colok dubur membantu dokter menemukan masalah prostat. Prosedur ini dilakukan oleh seorang dokter dengan memasukan jari ke dalam rektum. Cara ini dilakukan menggunakan sarungan tangan dengan tambahan pelumas.

Selama tes ini, dokter dapat merasakan adanya bentuk atau ketebalan yang tidak normal pada prostat. DRE aman dan mudah dilakukan. Akan tetapi, DRE tidak dapat mendeteksi kanker dini, sehingga harus dilakukan tes lanjutan yaitu tes PSA (prostate-specific antigen).

2. Prostate-Specific Antigen (PSA)

PSA adalah protein yang dibuat hanya oleh kanker prostat. Seorang pria dengan prostat yang sehat dalam darahnya hanya ditemukan sedikit PSA. Kadar PSA yang rendah adalah tanda prostat yang sehat.

Peningkatan PSA yang cepat mungkin merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah. Kanker prostat adalah penyebab paling serius dari hasil PSA tinggi. Alasan lain untuk PSA tinggi adalah pembesaran prostat yang jinak (non-kanker). Prostatitis atau radang prostat, juga dapat menyebabkan hasil PSA yang tinggi.

Jika tes DRE atau PSA mendeteksi adanya kelainan, dokter dapat merekomendasikan tes lebih lanjut untuk menentukan apakah Anda menderita kanker prostat dengan melakukan tes ultrasonografi, biopsi prostat, MRI scan, CT scan, PET scan, dan bone scan.

Perlu Anda ketahui bahwa stadium kanker dapat terus berkembang dan menjadi lebih kompleks, oleh karena itulah dokter bisa meningkatkan diagnosis dan perawatan kanker. Tingkat stadium kanker dapat digunakan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat.

Pengobatan Kanker Prostat

Pada dasarnya, pengobatan kanker prostat tergantung pada kondisi kesehatan Anda. Pengobatan untuk kanker prostat bertujuan untuk menyembuhkan dan mengendalikan penyakit ini agar tidak menganggu kehidupan sehari-hari. Pada pria yang didiagnosis dengan kanker prostat risiko rendah, perawatan mungkin tidak perlu segera dilakukan.

Namun, apabila kanker sudah menyebar, tujuannya bukan untuk menyembuhkan tetapi untuk memperpanjang hidup dan meringankan gejala. Sebelum memutuskan perawatan dokter akan mempertimbangkan:

  • Jenis dan ukuran kanker.
  • Stadium kanker.
  • Kesehatan secara keseluruhan.
  • Apakah kanker telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Berikut adalah pengobatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

1. Operasi

Pembedahan untuk kanker prostat melibatkan pengangkatan kelenjar prostat (prostatektomi radikal), beberapa jaringan di sekitarnya serta beberapa kelenjar getah bening. Prostatektomi radikal dapat dilakukan dengan beberapa cara: membuat sayatan di perut dan menggunakan robot untuk membantu operasi.

2. Brachytherapy

Brachytherapy adalah pengobatan radioterapi yang khusus diberikan pada penyakit kanker ganas. Terapi ini menggunakan sumber radioaktif (palet atau biji) yang ditanam langsung ke dalam jaringan tumor di dalam tubuh. Terapi ini lebih sedikit menyebabkan efek samping daripada terapi radiasi konvensional.

3. Androgen Deprivation Therapy (ADT)

ADT atau terapi penekan androgen adalah pengobatan hormon yang mengurangi efek androgen. Androgen adalah hormon pria yang dapat merangsang pertumbuhan kanker. ADT dapat memperlambat dan bahkan menghentikan pertumbuhan kanker dengan mengurangi kadar androgen.

4. Kemoterapi

Kemoterapi dilakukan jika kondisi kanker sudah menyebar ke organ lain di luar kelenjar prostat. Saat menjalani kemoterapi, konsumsi obat-obatan berguna untuk menghilangkan sel kanker yang memiliki sifat agresif. Penggunaan obat-obatan dapat diberikan melalui tablet atau infus.

5. Terapi Biologis

Terapi biologis (imunoterapi) menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Salah satu jenis terapi biologis yang disebut sipuleucel-T (Provenge) telah dikembangkan untuk mengobati kanker prostat stadium lanjut.

Perawatan ini mengambil sebagian dari sel-sel kekebalan tubuh Anda sendiri, kemudian direkayasa secara genetik di laboratorium untuk melawan kanker prostat, kemudian menyuntikkan kembali sel-sel ke dalam tubuh melalui pembuluh darah. Beberapa pria merespons positif terapi. Akan tetapi perawatan ini membutuhkan biaya yang sangat mahal.

Selain beberapa cara di atas, beberapa obat mungkin membantu mengurangi risiko kanker prostat adalah 5-alpha reductase inhibitor seperti finasteride (Proscar) dan dutasteride (Avodart). Obat lainnya adalah aspirin, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat besarnya manfaat dan risiko yang dihadapi seperti meningkatnya risiko perdarahan.

Pencegahan Kanker Prostat

Pada dasarnya, tidak ada cara mencegah kanker prostat. Banyak faktor risiko seperti usia, ras, dan riwayat keluarga yang tidak dapat dikendalikan. Tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko kanker prostat seperti mempertahankan berat badan ideal, terus melakukan aktivitas fisik atau rutin berolahraga, diet yang sehat dan bergizi.

Efek dari berat badan, aktivitas fisik, dan diet pada risiko kanker prostat tidak jelas, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan yang dapat menurunkan risiko, seperti:

  • Makan setidaknya 2½ cangkir berbagai sayuran dan buah-buahan setiap hari serta minum air putih minimal 2 liter perhari.
  • Aktif secara fisik dan sebisa mungkin berolahraga minimal 3 kali dalam seminggu selama 30 menit sesuai dengan kemampuan Anda
  • Tetap dengan berat badan yang ideal.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin atau mineral tertentu seperti vitamin E atau selenium, dapat menurunkan risiko kanker prostat. Tetapi dalam sebuah penelitian lainnya, baik vitamin E maupun selenium tidak menurunkan risiko kanker prostat. Suplemen apa pun memiliki potensi risiko dan manfaat. Sebelum memulai mengonsumsinya konsultasikan dengan dokter.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. What is Prostate Cancer?. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/prostate-cancer. (Diakses pada 4 September 2019).
  2. Prostate cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/prostate-cancer/symptoms-causes/syc-20353087. (Diakses pada 4 September 2019).
  3. Prostate Cancer. https://www.cancer.org/cancer/prostate-cancer.html. (Diakses pada 4 September 2019).
  4. Nordqvist, Christian. 2017. Prostate cancer in detail. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150086.php. (Diakses pada 4 September 2019).
  5. Prostate cancer. https://www.nhs.uk/conditions/prostate-cancer/. (Diakses pada 4 September 2019).