Terbit: 7 Juli 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kanker payudara pada pria memang tergolong jarang terjadi dibanding pada wanita, namun memiliki keparahan yang sama sehingga patut diwaspadai! Selengkapnya ketahui gejala, penyebab, cara mengobati, pencegahan, dan lainnya di bawah ini.

Kanker Payudara pada Pria: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Kanker Payudara pada Pria?

Kanker payudara pada pria adalah adalah kanker langka yang muncul dan berkembang di jaringan payudara pria. Kanker ini dimulai saat sel-sel abnormal di payudara tumbuh di luar kendali. Kanker paling umum pada pria yang lebih tua, meskipun terjadi pada usia berapa pun.

Sel-sel yang terkena kanker biasanya membentuk tumor yang terasa seperti benjolan ketika diraba atau dapat terlihat dengan rontgen. Tumor bisa jinak maupun ganas (jika ganas disebut kanker).

Tumor ganas mampu menyebar (bermetastasis) ke bagian yang lebih jauh dalam tubuh dan mampu memperbanyak sel-sel tubuh. Sedangkan tumor jinak hanya menyebabkan pembesaran sel saja tanpa ada metastasis.

Kanker payudara muncul di berbagai bagian payudara. Kebanyakan kanker payudara dimulai pada saluran yang mengalirkan susu ke puting (kanker saluran). Beberapa lainnya mulai di kelenjar yang membuat ASI (kanker lobular). Pria juga memiliki saluran dan kelenjar ini, meskipun biasanya tidak berfungsi.

  • Benjolan atau pembengkakan di areola atau di bawah puting payudara. Benjolan tidak bergerak saat ditekan, terasa kenyal atau keras, dan tidak sakit.
  • Keluar cairan dari puting.
  • Puting payudara tertarik ke dalam atau mengerut.
  • Kemerahan atau berkerak pada puting atau kulit payudara.
  • Ruam dan luka pada puting dan areola yang tidak kunjung hilang.
  • Benjolan semakin membesar seiring waktu.

Jika kanker menyebar, gejala dan ciri-ciri kanker payudara pada pria, termasuk:

  • Pembengkakan di kelenjar getah bening, di sekitar ketiak atau tulang leher.
  • Nyeri payudara.
  • Sakit tulang.
  • Terasa lelah sepanjang hari.
  • Sesak napas.
  • Kulit gatal dengan kulit dan mata menguning (jaundice).

Penting diketahui, pembesaran payudara tidak hanya menandakan gejala dan ciri-ciri kanker payudara pada pria. Kondisi ini juga mirip dengan penyakit ginekomastia yang disebabkan ketidakseimbangan hormon, obesitas, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Oleh karenanya, penting memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Baca Juga: 7 Tanda Kanker Payudara pada Pria yang Tidak Boleh Diabaikan

Kapan Harus ke Dokter?

Gejala kanker payudara pada pria yang utama adalah benjolan di payudara. Segera ke dokter jika memiliki benjolan payudara atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Tingkat kelangsungan hidup dan pengobatan untuk penyakit ini sangat mirip dengan wanita. Diagnosis dini kanker payudara dapat memudahkan pilihan pengobatan dan biasanya mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara.

Penyebab Kanker Payudara pada Pria

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan sel-sel di payudara pria menjadi kanker. Namun, kanker terjadi ketika sel-sel membelah diri tidak terkendali daripada sel sehat.

Sel-sel yang menumpuk kemudian membentuk tumor payudara yang dapat menyebar (bermetastasis) ke jaringan di sekitarnya, termasuk ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lainnya.

Faktor Risiko Kanker Payudara Pria

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara pria, di antaranya:

  • Usia. Risiko kanker meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker paling sering terjadi pada pria berusia di atas 60 tahun.
  • Reseptor estrogen. Sekitar 9 dari 10 kanker memiliki reseptor estrogen pada membran sel, yang molekul estrogen berikatan dengan sel kanker. Estrogen yang mengikat sel-sel kanker menstimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel. Terapi hormon untuk kanker prostat juga meningkatkan risiko.
  • Sindrom Klinefelter. Kondisi ini terjadi ketika bayi laki-laki dilahirkan dengan kadar estrogen yang jauh lebih tinggi daripada hormon laki-laki (androgen). Ini adalah faktor risiko utama kanker karena kondisi ini 20 kali lebih mungkin mengembangkan kanker payudara.
  • Riwayat keluarga. Jika memiliki anggota keluarga yang memiliki kanker payudara, kemungkinan dapat meningkatkan risiko lebih tinggi mengalami penyakit ini.
  • Mutasi gen. Kondisi ini dianggap berperan penting dalam meningkatkan risiko kanker. Misalnya, mutasi gen yang dikenal sebagai mutasi BRAC2 telah ditemukan.
  • Obesitas. Kelebihan berat badan atau obesitas terkait dengan peningkatan kadar estrogen dalam tubuh yang meningkatkan risiko kanker ini.
  • Penyakit hati. Kondisi tertentu seperti sirosis hati dapat mengurangi hormon pria dan peningkatan hormon wanita, sehingga meningkatkan risiko kanker.
  • Penyakit atau operasi pada testis. Mengalami peradangan pada testis (orchitis) atau menjalani operasi untuk mengangkat testis (orchiectomy) dapat meningkatkan risiko kanker payudara pria.

Baca Juga: Kanker Payudara: Gejala, Penyebab, Cara Mengobati, Pencegahan, dll

Diagnosis Kanker Payudara pada Pria

Langkah awal untuk mendiagnosis kanker ini, biasanya dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala kanker kanker pada pria dan riwayat medis pribadi dan keluarga, termasuk riwayat pengobatan seperti penggunaan estrogen atau pengobatan terapi radiasi.

Jika dicurigai memiliki kanker payudara, dokter dapat melakukan sejumlah tes tambahan berikut:

1. Pemeriksaan Fisik 

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik menggunakan ujung jarinya untuk memeriksa benjolan di payudara dan sekitarnya. Dokter dapat menentukan seberapa besar benjolan, bagaimana rasanya dan seberapa dekat benjolan dengan kulit atau otot.

2. Tes Pencitraan

Tes ini dapat menghasilkan gambar jaringan payudara yang memungkinkan dokter mengidentifikasi area payudara yang menandakan kanker. Tes pencitraan, termasuk mammografi dan ultrasonografi (USG).

3. Biopsi

Prosedur biopsi biasanya menggunakan alat jarum khusus untuk mengambil sedikit jaringan payudara, yang sebelumnya diberikan anestesi agar tidak sakit. Sampel jaringan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mendeteksi sel kanker.

Cara Mengobati Kanker Payudara pada Pria

Perawatan kanker payudara tergantung stadium kanker dan kesehatan secara keseluruhan. Perawatannya sering kali dengan operasi dan mungkin juga dengan perawatan lainnya.

Berikut ini beberapa cara mengobati kanker payudara pria:

1. Operasi

Tujuan operasi adalah mengangkat tumor dan jaringan payudara di sekitarnya, misalnya di ketiak dan beberapa otot di bawah payudara. Beberapa jenis operasi payudara di antaranya:

  • Mastektomi. Pengangkatan semua jaringan payudara, termasuk puting dan areola.
  • Operasi konservasi payudara (breast conserving surgery). Pengangkatan hanya sebagian payudara.
  • Lumpektomi. Pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena kanker.

2. Terapi Radiasi

Terapi ini menggunakan sinar berenergi tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi dapat digunakan setelah operasi untuk menghilangkan sel kanker yang tersisa di payudara, otot dada, atau ketiak.

3. Kemoterapi

Perawatan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Obat-obatan diberikan melalui suntikan di lengan dan bentuk pil atau dengan keduanya.

Dokter mungkin menyarankan kemoterapi setelah operasi untuk membunuh sel kanker yang menyebar di sekitar payudara, namun tidak terlihat saat operasi. Kemoterapi bisa menjadi salah satu pilihan untuk kanker payudara lanjut.

Kemoterapi juga dapat diberikan sebelum operasi, untuk mengecilkan ukuran kanker jika memang sudah terlalu besar.

4. Terapi Hormon

Jika kanker sensitif terhadap hormon, pengidap kanker payudara dapat disarankan terapi hormon. Terapi ini biasanya menggunakan obat tamoxifen. Obat terapi hormon lainnya yang digunakan untuk wanita pengidap penyakit ini belum terbukti efektif untuk pria.

5. Terapi Target

Terapi yang ditargetkan adalah pengobatan kanker yang khusus menargetkan pada sel-sel kanker menggunakan obat untuk menghambat sinyal kimia pada tahap sel, tingkat pertumbuhan dan pembelahan sel kanker.

Komplikasi

Komplikasi yang terjadi biasanya muncul akibat efek samping dari pengobatan, misalnya operasi. Mastektomi adalah salah satu prosedur operasi yang menimbulkan efek samping berikut:

  • Rasa sakit dan ketidaknyamanan selama 1 sampai 2 minggu.
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar bekas luka dan lengan atas. Kondisi ini akan hilang beberapa minggu atau bulan, namun terkadang permanen.
  • Infeksi luka, kemerahan, pembengkakan, kehangatan, atau timbulnya luka.
  • Pembengkakan yang menyakitkan di lengan (lymphoedema) yang mungkin permanen, tetapi dapat diobati.

Cara Mencegah Kanker Payudara pada Pria

Mengingat penyebab kanker payudara pria tidak diketahui secara pasti, sehingga tidak ada cara yang dapat mencegahnya. Namun, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko kanker payudara.

Berikut beberapa cara mencegah kanker payudara pria:

  • Menjaga berat badan sehat. Kelebihan berat badan atau obesitas dapat mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh, yang mengakibatkan pria lebih mungkin terkena kanker ini. Jika obesitas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tentang rencana pola makan sehat dan olahraga.
  • Rajin berolahraga. Jarang beraktivitas fisik dapat mengubah kadar hormon, yang membuat pria lebih rentan terhadap kanker. Oleh karenanya, olahragalah setiap minggu secara rutin.
  • Hindari atau batasi alkohol. Minum alkohol terlalu banyak secara rutin terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara wanita. Meskipun belum diketahui pasti dampaknya bagi kaum laki-laki, sebaiknya kurangi atau bahkan hindari sama sekali sebagai salah satu cara mencegah kanker payudara pada pria.
  • Rajin periksa ke dokter. Jika memiliki salah satu keluarga yang mengidap kanker payudara, sebaiknya rajin memeriksakan ke dokter. Meski tidak dapat dicegah, namun dapat mendeteksi kanker secara dini sehingga memudahkan pengobatannya.

 

  1. Anonim. 2018. About Breast Cancer in Men. https://www.cancer.org/cancer/breast-cancer-in-men/about.html. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  2. Anonim. 2020. Breast cancer in men. https://www.nhs.uk/conditions/breast-cancer-in-men/. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  3. Kraft, Sy. 2019. What’s to know about male breast cancer?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/179457#outlook. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  4. Mayo Clinic Staff. 2020. Male Breast Cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/male-breast-cancer/symptoms-causes/syc-20374740. (Diakses pada 7 Juli 2020)
  5. Watson, Stephanie. 2017. Male Breast Cancer: Symptoms to Watch For, Risk Factors, and More. https://www.healthline.com/health/breast-cancer/male-breast-cancer-symptoms. (Diakses pada 7 Juli 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi