Kanker Payudara: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

penyebab-kanker -payudara-doktersehat

DokterSehat.Com– Kanker payudara adalah tumor ganas yang menyerang bagian payudara karena keganasan sel-sel jaringan payudara. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan atau massa. Penyebab kanker payudara mungkin karena perubahan yang disebut mutasi terjadi pada gen yang mengatur pertumbuhan sel.

Kanker payudara adalah kanker yang berkembang di sel payudara. Biasanya, kanker terbentuk di lobulus atau saluran payudara. Lobulus adalah kelenjar yang menghasilkan susu, dan saluran adalah jalur yang membawa susu dari kelenjar ke puting susu. Kanker juga dapat terjadi pada jaringan lemak atau jaringan ikat fibrosa di dalam payudara Anda.

Penyebab Kanker Payudara

Kanker payudara terjadi ketika sel payudara mulai tumbuh secara tidak normal. Sel-sel ini membelah lebih cepat daripada sel-sel sehat dan terus menumpuk, membentuk benjolan atau massa. Sel-sel ini dapat menyebar (bermetastasis) melalui payudara ke kelenjar getah bening atau ke bagian lain dari tubuh.

Biasanya, kanker payudara muncul pada sel-sel di saluran penghasil susu (invasive ductal carcinoma). Kanker payudara juga dapat dimulai pada jaringan kelenjar yang disebut lobulus (karsinoma lobular invasif) atau di sel atau jaringan lain di dalam payudara.

Penyebab kanker payudara yang pasti masih belum jelas, namun beberapa faktor risiko membuat seseorang lebih mungkin mengalami kanker payudara:

1. Usia

Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia 20 tahun, peluang kanker payudara pada dekade berikutnya adalah 0,06%. Sementara pada usia 70 tahun, angka ini naik menjadi 3,84%.

2. Genetika

Jika saudara memiliki atau telah menderita kanker payudara, peluang Anda untuk terkena kanker payudara meningkat.

Wanita yang membawa gen BRCA1 dan BRCA2 memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara, kanker ovarium, atau keduanya. Orang-orang dapat mewarisi gen-gen ini dari orang tuanya. TP53 adalah gen lain yang terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

3. Riwayat Kanker Payudara atau Benjolan Payudara

Wanita yang sebelumnya menderita kanker payudara lebih mungkin mengalami kekambuhan dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit.

Mempunyai beberapa jenis benjolan payudara non-kanker juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker di kemudian hari, seperti hiperplasia duktus atipikal atau karsinoma lobular in situ.

4. Jaringan Payudara yang Padat

Ini adalah risiko yang mungkin menjadi penyebab kanker payudara. Wanita yang memiliki kondisi payudara lebih padat cenderung menerima diagnosis kanker payudara.

5. Paparan Estrogen dan Menyusui

Terpapar estrogen yang  terus menerus tampaknya meningkatkan risiko kanker payudara. Kondisi ini bisa jadi karena seseorang memulai haid lebih awal atau mulai menopause pada usia yang lebih tua daripada rata-rata. Terkadang kadar estrogen lebih tinggi pada waktu tersebut.

Menyusui selama lebih dari 1 tahun, tampaknya mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara. Ini mungkin karena penurunan paparan estrogen yang mengikuti kehamilan dan menyusui.

6. Berat Badan

Wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas setelah menopause mungkin memiliki peluang lebih tinggi terkena kanker payudara, kemungkinan karena meningkatnya kadar estrogen. Selain itu, asupan gula berlebih juga menjadi faktor risiko.

7. Sering Minum Alkohol

Terlalu sering minum alkohol tampaknya menjadi faktor dalam perkembangan kanker payudara.

Menurut penelitian National Cancer Institute (NCI), secara konsisten menemukan bahwa wanita yang minum alkohol memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara daripada mereka yang tidak. Mereka yang minum alkohol tingkat sedang hingga berat memiliki risiko lebih tinggi daripada peminum ringan.

8. Paparan Radiasi

Menjalani pengobatan radiasi untuk kanker yang berbeda juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara di kemudian hari.

9. Perawatan Hormon

Masih dari penelitian NCI, menunjukkan bahwa kontrasepsi oral juga sedikit meningkatkan risiko kanker payudara.

Sementara menurut American Cancer Society (ACS), telah menemukan bahwa terapi penggantian hormon (HRT), khususnya terapi estrogen-progesteron (EPT), terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

Gejala Kanker Payudara

Tahap awal kanker payudara biasanya tidak memiliki gejala, tetapi ketika tumor berkembang, tanda-tanda kanker payudara berikut ini harus Anda waspadai: 

1. Perubahan Tekstur Kulit Payudara

Kanker payudara menyebabkan perubahan dan peradangan pada sel-sel kulit yang dapat menyebabkan perubahan tekstur kulit payudara. Gejala kanker payudara ini seperti kulit bersisik di sekitar puting dan areola dan penebalan kulit di setiap bagian payudara.

Perubahan tersebut juga dapat menyebabkan gatal-gatal, yang orang sering kaitkan dengan kanker payudara. Perubahan kulit ini mungkin gejala dari jenis kanker payudara langka yang disebut penyakit Paget. Perubahan tekstur juga dapat terjadi sebagai akibat dari kondisi kulit jinak, termasuk dermatitis dan eksim.

2. Keluar Cairan dari Puting Payudara

Anda dapat mengamati keluarnya cairan dari puting payudara, yang tampak tipis atau tebal dan warnanya bervariasi dari bening hingga putih susu, kuning, hijau, atau merah.

Meskipun sebagian besar cairan yang keluar adalah non-kanker, namun pada sebagian orang dapat menjadi tanda atau gejala kanker payudara. Namun, kemungkinan alasan lain keluar cairan dari puting payudara di antaranya; infeksi payudara, efek samping  pil KB, efek samping minum obat tertentu, variasi dalam fisiologi tubuh, dan kondisi medis tertentu, seperti penyakit tiroid.

3. Lesung Pipi pada Payudara

Lesung pipi pada kulit payudara kadang-kadang bisa menjadi gejala kanker payudara meradang, jenis kanker payudara yang agresif. Sel-sel kanker dapat menyebabkan penumpukan cairan getah bening di payudara yang menyebabkan pembengkakan serta kulit berlesung atau berlubang.

Jika payudara Anda memiliki lesung pipi, segera periksakan ke dokter. Terkadang, kulit payudara yang berlesung pipi tampak seperti permukaan kulit jeruk.

4. Perubahan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah massa berukuran kecil dari jaringan sistem kekebalan yang menyaring cairan dan menangkal sel-sel yang berpotensi berbahaya, seperti bakteri, virus, dan sel kanker.

Jika sel kanker meninggalkan payudara, ia akan pindah ke daerah kelenjar getah bening ketiak di sisi yang sama. Kondisi ini bisa menyebabkan pembengkakan di ketiak.

Selain di ketiak, pembengkakan mungkin terjadi di sekitar tulang selangka. Ini biasanya seperti benjolan kecil, keras, bengkak dan mungkin lunak saat disentuh. Namun, jaringan getah bening juga dapat berubah karena infeksi payudara atau penyakit lain yang sama sekali tidak terkait.

5. Nyeri Payudara atau Puting

Kanker payudara dapat menyebabkan perubahan pada sel-sel kulit yang menyebabkan perasaan sakit, payudara terasa lembut, dan ketidaknyamanan pada payudara.

Meskipun kanker payudara jarang menimbulkan rasa sakit, namun penting untuk tidak menyepelekan tanda atau gejala yang mungkin disebabkan oleh kanker payudara. Terkadang,  gejala kanker payudara ter rasa sakit karena sensasi terbakar.

6. Puting Payudara Masuk ke Dalam

Kanker payudara dapat menyebabkan perubahan sel di belakang puting, yang mengakibatkan puting membalik atau masuk ke dalam, atau mungkin terlihat berbeda ukuran.

7. Kemerahan pada Payudara

Kanker payudara dapat menyebabkan kulit payudara berubah warna atau bahkan memar, seperti kemerahan atau ungu atau kebiruan.

Jika mengalami gejala kanker payudara dan belum mengalami trauma pada payudara baru-baru ini, tetapi Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

8. Pembengkakan

Kanker payudara menyebabkan seluruh payudara atau area payudara membengkak. Payudara mungkin tidak tampak benjolan setelah mengalami pembengkakan, tetapi ukuran payudara mungkin tampak berbeda dari payudara lainnya. Pembengkakan juga menyebabkan kulit payudara terasa kencang.

Diagnosis Kanker Payudara

Berikut adalah beberapa prosedur untuk mendeteksi kanker payudara dengan menggunakan beberapa peralatan medis:

1. Pemeriksaan Payudara

Biasanya dokter akan memeriksa payudara apakah ada benjolan dan gejala lainnya. Selama pemeriksaan, Anda mungkin harus duduk atau berdiri dengan tangan di posisi yang berbeda, seperti di atas kepalanya atau di kedua sisi.

2. Mammogram

Adalah jenis rontgen yang biasa digunakan dokter selama skrining kanker payudara awal. Prosedur ini akan menghasilkan gambar yang dapat membantu dokter mendeteksi adanya benjolan atau kelainan pada payudara.

3. Ultrasonografi (USG)

Adalah pemindaian yang menggunakan gelombang suara untuk membantu tenaga medis membedakan antara massa padat dan kista berisi cairan pada payudara.

4. MRI

Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat menggabungkan berbagai gambar payudara untuk membantu dokter mengidentifikasi kanker atau kelainan lainnya.

Dokter dapat merekomendasikan MRI sebagai tindak lanjut dari mammogram atau USG. Selain itu, terkadang dokter menggunakannya untuk skrining bagi mereka yang berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

5. Biopsi

Adalah pengambilan sampel jaringan dari payudara dan kemudian dianalisis di laboratorium. Cara ini akan menunjukkan apakah sel itu kanker. Jika ya, biopsi dapat menunjukkan jenis kanker mana yang telah berkembang, termasuk apakah kanker itu sensitif terhadap hormon atau tidak.

Cara Mengatasi Kanker Payudara

Penanganan kanker payudara setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa, serta sensitivitas sel kanker terhadap hormon. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

1. Terapi Radiasi

Sinar radiasi berdaya tinggi digunakan untuk membunuh sel kanker. Sebagian besar perawatan radiasi menggunakan radiasi sinar eksternal. Teknik ini menggunakan mesin besar di bagian luar tubuh.

Cara mengobati kanker payudara mungkin menggunakan sinar radiasi kanker dari dalam tubuh. Jenis perawatan radiasi ini disebut brachytherapy. Untuk melakukan brachytherapy, ahli bedah menempatkan biji radioaktif atau pelet, di dalam tubuh dekat lokasi tumor. Biji radioaktif ini dibiarkan dalam waktu yang singkat dan bekerja untuk menghancurkan sel kanker.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang digunakan untuk menghancurkan sel kanker. Meski dapat dilakukan hanya dengan kemoterapi bagi beberapa orang, tetapi jenis perawatan ini biasanya digunakan bersama dengan perawatan lain, terutama pembedahan.

Dalam beberapa kasus, biasanya dokter melakukan kemoterapi sebelum operasi. Harapannya adalah perawatan akan mengecilkan ukuran tumor, dan kemudian operasi tidak perlu invasif.

Cara mengobati kanker payudara ini memiliki banyak efek samping yang tidak diinginkan, jadi alahkah baiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai perawatan.

3. Terapi Hormon

Cara mengobati kanker payudara dapat dilakukan dengan terapi hormon, jika jenis kanker payudara peka terhadap hormon. Hormon wanita seperti estrogen dan progesteron, dapat merangsang pertumbuhan tumor kanker payudara.

Terapi hormon bekerja dengan menghalangi produksi hormon-hormon ini di tubuh, atau dengan menghambat reseptor hormon pada sel-sel kanker. Prosedur ini dapat membantu memperlambat dan mungkin menghentikan pertumbuhan kanker.

4. Perawatan Biologis

Berbagai obat yang bertujuan menghancurkan jenis kanker payudara tertentu, di antaranya trastuzumab, lapatinib, dan evacizumab

Namun, perawatan untuk payudara dan kanker lainnya dapat memiliki efek buruk yang parah. Ketika memilih perawatan, Anda mengonsultasikan kondisi yang berpotensi dengan dokter dan mencari cara untuk meminimalkan efek sampingnya.

Bagaimana Jika Kanker Payudara Kambuh?

Perlu untuk diketahui, jika gejala kanker payudara kambuh, kanker tidak selalu kembali ke payudara. Beberapa orang menggunakan terapi alternatif untuk melanjutkan proses pengobatannya. Lantas apakah terapi ini dianjurkan?

Kebanyakan dokter tidak menyarankan jika hanya mengandalkan pengobatan alternatif sebagai cara mengobati kanker payudara. Obat kanker payudara alternatif hanya untuk terapi komplementer (cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis) , termasuk meditasi, doa, akupunktur, jamu-jamu tradisional, dan sebaiknya hal ini perlu didiskusikan dengan dokter.

Dokter akan membantu memberikan penjelasan berdasarkan bukti yang jelas tentang kegunaan terapi alternatif. Terapi alternatif akan meningkatkan kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan perawatan konvensional seperti radioterapi dan kemoterapi serta pembedahan.

Karena kanker adalah penyakit yang timbul dari tingkat terkecil dari sel, sehingga pemusnahan dan pembetulan sel tersebut memerlukan sesuatu yang ‘menembus’ hingga tingkat inti sel.

Cara Mencegah Kanker Payudara

Agar terhindar dari penyakit mematikan ini perlu dilakukan pencegahan, terutama memilih makanan. Selain gaya hidup yang sehat, berikut ini adalah makanan pencegah kanker payudara yang bisa Anda tambahkan pada menu makan sehari-hari:

1. Berries

Cara mencegah kanker payudara yang pertama adalah mengonsumsi buah buah beri, seperti blueberry, stroberi, dan raspberry hitam, mengandung polifenol dalam jumlah besar, yang mungkin memiliki sifat antikanker. Buah-buahan ini juga mengandung antioksidan tinggi, seperti vitamin C.

Ada beberapa bukti bahwa buah beri dapat membantu mengurangi risiko penyebab kanker payudara. Tidak ada rekomendasi saat ini untuk dosis harian, meskipun satu porsi buah setara dengan 3/4 hingga 1 cangkir buah.

2. Buah Plum dan Buah Persik

Menurut penelitian pada hewan tahun 2009, polifenol yang ditemukan dalam buah plum dan persik dapat membantu mencegah sel kanker payudara terbentuk dan kemudian berkembang biak. Bukti menunjukkan polifenol membantu membunuh sel-sel kanker sementara meninggalkan sel-sel yang sehat saja.

Tidak ada salahnya cara mencegah kanker payudara dengan mengonsumsi buah sehat, tetapi masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan berapa banyak yang harus Anda makan untuk mendapatkan manfaat dari sifat antikankernya.

3. Sayuran Cruciferous

Rutin makan sayuran cruciferous juga sebagai cara mencegah kanker payudara. Sayuran cruciferous biasanya kaya vitamin, seperti C, E, dan K, dan kaya serat. Sayuran cruciferous mengandung glucosinolates, sejenis bahan kimia. Bahan kimia ini, serta komponen lain yang ditemukan dalam sayuran silangan, mungkin memiliki sifat melawan kanker.

Sayuran cruciferous yang populer meliputi:

  • Brokoli
  • Kembang kol
  • Kubis Brussel
  • Kale
  • Kubis

4. Karotenoid

Karotenoid ditemukan pada buah-buahan dan sayuran berwarna merah, oranye, hijau gelap, dan kuning. Makanan ini biasanya tinggi vitamin A, lutein, beta karoten, dan lycopene, yang mungkin efektif melawan radikal bebas. Makanan ini termasuk:

  • Wortel
  • Tomat
  • Kubis
  • Aprikot
  • Ubi jalar

5. Sayuran Hijau Gelap dan Berdaun

Cara mencegah kanker payudara selanjutnya juga bisa mengonsumsi sayuran hijau gelap dan berdaun.

Semakin gelap warna hijau pada sayuran, semakin padat nutrisinya. Hijau biasanya tinggi antioksidan dan serat, yang dapat membuat makanan ini sebagai antikanker yang kuat.

Beberapa sayuran berdaun hijau gelap ini meliputi:

  • Bayam
  • Kubis
  • Chard/ Swiss chard
  • collard, moster/ mustard, lobak, dan bit hijau.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Breast Cancer Causes, Signs and Symptoms. https://www.medicinenet.com/breast_cancer_facts_stages/article.htm (Diakses 19 September 2019)
  2. Nordqvist, Christian. 2019. What to know about breast cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/37136.php (Diakses 19 September 2019)
  3. Breast cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/breast-cancer/symptoms-causes/syc-20352470 (Diakses 19 September 2019)
  4. Nall, Rachel. 2018. What signs of breast cancer are there other than a lump?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322832.php (Diakses 19 September 2019)
  5. Whelan, Corey. 2017. Try This: 15 Foods to Help Prevent Breast Cancer. https://www.healthline.com/health/breast-cancer/foods-to-prevent-breast-cancer#general-ingredients (Diakses 19 September 2019)