Kanker Payudara – Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

DokterSehat.Com– Kanker payudara adalah kanker yang menyerang bagian payudara karena keganasan sel-sel jaringan payudara. Kanker jenis ini dapat terjadi bila sel-sel di organ payudara tumbuh dengan mekanisme abnormal. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dari sel normal dan berakumulasi, membentuk benjolan atau massa.

Risiko penyakit ini meningkat seiring usia, maka wanita berusia 50-70 tahun dianjurkan memeriksakan diri setiap tiga tahun sekali. Hingga kini, penyebab kanker payudara sendiri masih belum jelas, namun yang dapat dihindari adalah faktor risikonya. Faktor risiko sendiri adalah multifaktorial. Jenis kanker ini dapat menyerang pria maupun wanita, karena pria pun memiliki jaringan payudara meskipun tidak sebesar milik wanita.

Gejala Kanker Payudara

Pada tahap awal, penyakit ini biasanya tidak memiliki gejala. Ketika tumor berkembang, tanda-tanda kanker payudara berikut ini yang harus Anda perhatikan:

1. Benjolan di payudara

Benjolan di payudara atau ketiak yang timbul setelah siklus menstruasi wanita. Hal ini seringkali menjadi gejala kanker payudara pertama. Benjolan yang terkait biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, meskipun beberapa dapat menyebabkan sensasi seperti berduri. Benjolan biasanya terlihat pada mammogram jauh sebelum mampu dilihat atau dirasakan.

2. Perubahan ukuran payudara

Setiap perubahan dalam ukuran, kontur, tekstur, atau temperatur payudara. Permukaan kulit pada payudara seperti jeruk bisa menjadi tanda kanker payudara stadium lanjut.

3. Perubahan puting payudara

Perubahan di puting, seperti retraksi puting (puting yang tertarik), atau puting yang awalnya keluar menjadi masuk ke dalam, gatal, sensasi terbakar, atau ulkus. Ruam bersisik pada puting merupakan gejala dari penyakit Paget, yang mungkin berhubungan dengan gejala kanker payudara yang mendasarinya.

4. Keluar cairan pada payudara

Keluar cairan yang tidak biasa dari puting seperti berdarah, atau cairan berwarna lain. Ini biasanya disebabkan oleh kondisi jinak, tetapi bisa disebabkan oleh kanker dalam beberapa kasus.

Segera hubungi dokter jika kanker payudara menunjukkan tanda berikut ini:

  • Satu atau kedua payudara memiliki benjolan abnormal atau nyeri persisten (nyeri terus menerus), atau terlihat adanya ketidaknormalan pada payudara.
  • Adanya pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak Anda. Pembengkakan tersebut dapat dikaitkan dengan kanker.

Diagnosis Kanker Payudara

Pada umumnya, kanker payudara didiagnosis melalui pemeriksaan rutin atau ketika penderitanya menyadari gejala-gejala tertentu yang akhirnya menjadi pendorong untuk ke dokter. Pemeriksaan fisik saja tidak cukup untuk mengonfirmasi diagnosistersebut.

Semakin dini gejala kanker payudara terdeteksi, semakin baik untuk kesehatan jangka panjang pasien. Mendapatkan gambaran singkat dari tes yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini. Semua wanita berisiko mengalami kanker payudara sehingga perlu dilakukan tes. Tes klinis dengan mamografi dapat dimulai pada wanita usia 40 tahun ke atas.

Hasil abnormal atau wanita berisiko tinggi mungkin perlu skrining awal atau tes tambahan. Konsultasikan dengan dokter untuk hal ini.

Pemeriksaan klinis payudara adalah pemeriksaan payudara dilakukan oleh seorang profesional perawatan kesehatan. Ini merupakan check-up dasar untuk wanita, dan biasanya dimulai pada usia 20 tahun.

Deteksi Kanker Payudara

Berikut cara mengetahui apakah Anda terkena kanker payudara atau tidak yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan alat-alat canggih:

1. Mammogram

Mammogram adalah tipe khusus dari X-ray diambil untuk mencari pertumbuhan yang abnormal atau perubahan dalam jaringan payudara. Ini adalah alat kunci dalam deteksi kanker payudara. Kebanyakan hasil mammogram normal, atau itu artinya tidak ada indikasi apapun. Namun, jika hasil mammogram menunjukkan abnormalitas, dibutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya untuk memastikan apakah ada suatu kanker atau tumor jinak dengan jalan biopsi.

2. USG payudara

Dokter kadang-kadang menggunakan pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa apakah benjolan payudara adalah kista (kantung yang berisi cairan yang bukan kanker) atau massa solid (bisa kanker atau tumor jinak)

3. Biopsi payudara

Ketika dokter melakukan biopsi, maka dokter melakukan suatu operasi kecil untuk mengambil sampel sel dari suatu massa yang mencurigakan untuk melihat secara mikroskopis apakah sel dari massa tersebut itu kanker. Sel penyusun kanker payudara itu berbeda-beda.

Jenis Kanker Payudara

  • Biopsi payudara dengan minimal invasif

Jenis biopsi payudara ini menggunakan jarum halus kecil, bukan suatu operasi. Namun, pada prinsipnya, tujuannya sama dengan biopsi payudara biasa.

  • Biopsi sentinel nodus

Dalam biopsi sentinel nodus, dokter memeriksa kelenjar getah bening di bawah lengan untuk melihat apakah kanker telah menyebar ke sistem getah bening.

  • Duktal lavage

Lavage duktal memeriksa sel dari saluran susu untuk sel prakanker.

Obat Kanker Payudara

Penanganan kanker payudara setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jenis kanker yang dialami, stadium kanker, ukuran massa, serta sensitivitas sel kanker terhadap hormon. Beberapa langkah yang bisa dilakukan adalah:

1. Memilih obat kanker payudara yang terbaik

Terdapat sejumlah pilihan pengobatan tergantung dari stadium dan jenis kanker yang diketahui pada saat biopsi. Preferensi pasien adalah bagian dari proses pengambilan keputusan dalam memilih pengobatan kanker payudara.

2. Pembedahan

Pembedahan dilakukan untuk mengangkat kanker. Pembedahan dilakukan bila stadium masih stadium awal, dan biasanya diangkat sampai ke kelenjar getah bening ketiak untuk menghindari adanya penyebaran kanker menuju sel-sel getah bening. Namun, untuk stadium lanjut, justru pembedahan tidak dilakukan mengingat penyebaran yang mungkin telah menjalar dan pembedahan tidaklah menyelesaikan masalah.

3. Kemoterapi

Kemoterapi sering digunakan untuk menghindari kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya pada pasien yang telah dilakukan pembedahan pun perlu dilakukan kemoterapi, dan pasien yang tidak dilakukan pembedahan biasanya tetap dilakukan kemoterapi dikombinasikan dengan radioterapi (terapi radiasi).

4. Radiasi

Terapi radiasi adalah cara lain untuk membantu mengurangi kemungkinan kembalinya kanker. Biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi.

5. Terapi hormon

Terapi hormon dapat membantu mengekang pertumbuhan, penyebaran, atau kekambuhan dari beberapa jenis kanker payudara seperti tamoxifen, inhibitor aromatase, dan obat hormonal lainnya.

6. Terapi biologis

Terapi biologi bertujuan untuk menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk mengekang kanker. Namun di Indonesia, terapi ini masih jarang dilakukan. Herceptin adalah salah satu terapi biologi.

Faktor Penyebab Kanker Payudara 

  • 1. Gender perempuan

Perempuan lebih mungkin mengalami penyakit ini dibanding pria.

  • 2. Resiko meningkat seiring usia

Wanita yang lebih tua dari 55 memiliki risiko lebih besar daripada wanita yang lebih muda.

  • 3. Sudah pernah terkena sebelumnya

Jika Anda sudah pernah menderita kanker payudara pada satu payudara, Anda memiliki peningkatan resiko mengembangkan kanker pada payudara .

  • 4. Riwayat kanker payudara pada keluarga

Jika Anda memiliki seorang ibu, saudara perempuan atau anak perepuan dengan kanker payudara, Anda memiliki kesempatan lebih besar didiagnosis menderita. Namun, sebagian besar orang yang didiagnosis dengan kanker payudara tidak memiliki riwayat penyakit tersebut pada keluarga.

  • 5. Mewarisi gen yang meningkatkan risiko kanker

Mutasi gen tertentu yang meningkatkan faktor penyebab kanker payudara dapat diturunkan dari orang tua kepada anak-anaknya. Mutasi gen yang paling umum disebut sebagai BRCA1 dan BRCA2. Gen ini dapat meningkatkan resiko penyebab kanker payudara dan kanker lainnya.

  • 6. Paparan radiasi

Jika Anda menerima perawatan radiasi untuk dada sejak masa kanak-kanak atau dewasa muda, Anda lebih mungkin untuk mengembangkan kanker payudara di kemudian hari.

  • 7. Berat badan

Kelebihan berat badan meningkatkan risiko kanker payudara karena jaringan lemak memproduksi estrogen yang dapat membantu pertumbuhan kanker.

  • 8. Mensrtruasi dini

Mulai haid sebelum usia 12 tahun meningkatkan risiko kanker payudara.

  • 9. Mulai menopause pada usia yang lebih tua

Jika Anda mulai menopause setelah usia 55 tahun juga cenderung terkena kanker payudara.

  • 10. Memiliki anak pertama di usia yang lebih tua

Wanita yang melahirkan anak pertama mereka setelah usia 35 mungkin memiliki peningkatan risiko kanker payudara.

  • 11. Terapi hormon pasca-menopause

Wanita yang mengonsumsi obat terapi hormon yang menggabungkan estrogen dan progesteron untuk mengobati tanda-tanda dan gejala menopause memiliki peningkatan.

  • 12. Mengonsumsi alkohol

Minum alkohol meningkatkan resiko. Para ahli merekomendasikan tidak lebih dari satu gelas beralkohol sehari untuk wanita.

Kanker Payudara Kambuh

Perlu untuk diketahui, jika gejala kanker payudara kambuh, kanker tidak selalu kembali ke payudara. Beberapa orang menggunakan terapi alternatif untuk melanjutkan proses pengobatannya. Lantas apakah terapi ini dianjurkan?

Kebanyakan dokter tidak menyarankan jika hanya mengandalkan pengobatan alternatif untuk jenis penyakit ini. Obat kanker payudara alternatif hanya untuk terapi komplementer, termasuk meditasi, doa, akupunktur, jamu-jamu tradisional, dan sebaiknya hal ini perlu didiskkusikan dengan dokter.

Dokter akan membantu memberikan penjelasan secara evidence based tentang kegunaan terapi alternatif. Terapi alternatif akan meningkatkan kondisi tubuh, tetapi tidak menggantikan perawatan konvensional seperti radioterapi dan kemoterapi serta pembedahan. Karena kanker adalah penyakit yang timbul dari tingkat terkecil dari sel sehingga pemusnahan dan pembetulan sel tersebut memerlukan sesuatu yang ‘menembus’ hingga tingkat inti sel.

Makanan Pencegah Kanker Payudara

Agar terhindar dari penyakit mematikan ini perlu dilakukan pencegahan, terutama memilih makanan. Berikut makanan pencegah kanker payudara yang bisa Anda tambahkan pada menu makan:

1. Berries

Buah beri, seperti blueberry, stroberi, dan raspberry hitam, mengandung polifenol dalam jumlah besar, yang mungkin memiliki sifat antikanker. Buah-buahan ini juga mengandung antioksidan tinggi, seperti vitamin C. Ada beberapa bukti bahwa buah beri dapat membantu mengurangi resiko penyebab kanker payudara. Tidak ada rekomendasi saat ini untuk dosis harian, meskipun satu porsi buah setara dengan 3/4 hingga 1 cangkir buah.

2. Buah plum dan buah persik

Menurut penelitian hewan tahun 2009, polifenol yang ditemukan dalam buah plum dan persik dapat membantu mencegah sel kanker payudara terbentuk dan kemudian berkembang biak. Bukti menunjukkan polifenol membantu membunuh sel-sel kanker sementara meninggalkan sel-sel yang sehat saja.

Tidak ada salahnya untuk mengonsumsi buah sehat, tetapi lebih banyak penelitian diperlukan untuk menentukan berapa banyak yang harus Anda makan untuk mendapatkan manfaat dari sifat antikankernya.

3. Sayuran crusiferous

Sayuran ini biasanya kaya vitamin antioksidan, seperti C, E, dan K, dan kaya serat. Sayuran crusiferous mengandung glucosinolates, sejenis bahan kimia. Bahan kimia ini, serta komponen lain yang ditemukan dalam sayuran silangan, mungkin memiliki sifat melawan kanker.

Sayuran cruciferous populer meliputi:

  • Brokoli
  • Kembang kol
  • Kubis Brussel
  • Arugula
  • Kale
  • Kubis

4. Karotenoid

Karotenoid ditemukan di banyak buah-buahan dan sayuran berwarna merah, oranye, hijau gelap, dan kuning.

Makanan ini biasanya tinggi vitamin A, lutein, beta karoten, dan lycopene, yang semuanya mungkin efektif melawan radikal bebas. Contohnya termasuk:

  • Wortel
  • Tomat
  • Kubis
  • Aprikot
  • Ubi jalar

5. Sayuran hijau gelap dan berdaun

Semakin gelap warna hijau, semakin padat nutrisi. Hijau biasanya tinggi antioksidan dan serat, yang dapat membuat makanan inisebagai alat antikanker yang kuat.

Pilihan sayuran populer ini meliputi:

  • Bayam
  • Kubis
  • Chard/ Swiss chard
  • collard, moster/ mustard, lobak, dan bit hijau