Kanker Paru-Paru – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

kanker-paru-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker paru-paru adalah suatu kondisi dimana sel-sel tumbuh secara tidak terkendali di dalam paru-paru. Penyebab kanker paru-paru sering dikaitkan dengan merokok, namun sebenarnya keduanya tak selalu berkaitan. Lalu, seperti apa gejala dan pengobatan kanker paru-paru?

Gejala Kanker Paru-Paru

Gejala kanker paru-paru stadium awal menunjukkan gejala batuk, sesak napas, dan lendir berdarah. Berdasarkan gejala-gejala tersebut, seringkali penderitanya mendapatkan salah diagnosis sebagai TBC atau penyakit flek paru. Perawatan umum kanker paru-paru biasanya meliputi operasi, kemoterapi, atau radiasi.

Di Indonesia, kanker paru menjadi penyebab kematian utama kaum pria dan lebih dari 70 persen kasus kanker paru-paru baru terdiagnosis pada stadium lanjut. Pada tahap awal, tidak ada tanda atau gejala kanker paru-paru yang jelas.

Selanjutnya, gejala kanker paru-paru bisa ditandai dengan:

  • Batuk secara berkelanjutan hingga mengalami batuk darah
  • Selalu merasa kehabisan napas
  • Kelelahan tanpa alasan, dan
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis

Penyebab Kanker Paru-paru

Merokok bisa dikatakan sebagai penyebab kanker paru-paru yang paling utama. Orang yang paling berisiko terkena kanker paru-paru adalah perokok aktif. Sekitar 85 persen kanker paru-paru dikaitkan dengan kebiasaan merokok.

Meski faktanya demikian, bukan berarti setiap perokok akan terkena kanker paru-paru. Orang yang tidak merokok atau perokok pasif juga memiliki kemungkinan terserang kanker paru-paru meski jumlahnya lebih rendah.

Risiko terkena kanker paru yang meningkat dikaitkan dengan:

  • Durasi merokok yang cukup lama
  • Jumlah rokok yang dikonsumsi setiap hari sangat banyak

Berhenti merokok menurunkan risiko terkena kanker, bahkan risiko akan terus turun selama Anda tidak merokok. Mengurangi beberapa jumlah batang rokok saja dapat mengurangi risiko (tapi risiko akan sangat berkurang jika berhenti sepenuhnya).

Jika Anda tinggal dengan perokok, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker paru dibandingkan dengan orang yang tinggal di lingkungan yang tidak merokok. Ini disebabkan Anda menjadi perokok pasif.

Paparan beberapa zat lain yang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru, meliputi:

  • Merokok satu batang rokok ganja dapat memengaruhi paru-paru setara dengan merokok satu bungkus rokok biasa.
  • Bahan kimia seperti arsenik dan asbes.
  • Paparan radiasi di tempat kerja, seperti debu radioaktif.
  • Gas radon, gas kimia lembam yang merupakan produk peluruhan alami uranium.

Beberapa perubahan gen (mutasi) dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Perubahan gen ini sebagian besar terjadi karena seseorang bertambah usia. Selain itu, kehadiran penyakit tertentu dari paru-paru, seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), juga dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko (4-6 kali risiko perokok) untuk mengalami kanker paru-paru.

Diagnosis Kanker Paru-Paru

Dokter mungkin menduga kanker paru-paru jika pemeriksaan fisik rutin mengungkapkan:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di atas tulang selangkangan.
  • Pernapasan yang lemah.
  • Suara abnormal di paru-paru (saat diperiksa dengan stetoskop).
  • Pupil yang tidak rata.
  • kelopak mata jatuh.
  • Kelemahan di satu lengan.
  • Vena melebar di lengan, dada, atau leher.
  • Pembengkakan wajah.

Beberapa kanker paru-paru menghasilkan kadar hormon tertentu atau zat tertentu seperti kalsium dalam kadar yang abnormal. Jika seseorang menunjukkan bukti tersebut dan tidak ada penyebab lainnya yang jelas, dokter harus mempertimbangkan adanya kanker paru-paru.

Kanker paru-paru juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, hati, kelenjar adrenal, atau otak.  Setelah kanker paru-paru mulai menimbulkan gejala, biasanya gambaran paru abnormal dapat terlihat pada sinar-X.

Kadang-kadang, kanker paru-paru yang belum mulai menyebabkan gejala dapat tampak pada gambaran foto dada sinar-X ketika diambil untuk tujuan lain, misalnya untuk tes kesehatan saja. CT Scan dada dapat disarankan untuk mendapatkan hasil yang lebih rinci.

Meskipun tes laboratorium lendir atau cairan paru dapat mengungkapkan sepenuhnya, diagnosis kanker paru-paru biasanya perlu dikonfirmasi melalui biopsi paru. Tes ini dilakukan dengan bius ringan, di mana dokter memandu sebuah tabung tipis bercahaya melalui hidung dan turun ke saluran udara menuju lokasi tumor, di mana sampel jaringan kecil dapat diambil. Hal ini berguna untuk tumor yang berlokasi dekat pusat paru-paru.

Jika biopsi menegaskan kanker paru-paru, tes lainnya akan menentukan jenis kanker dan seberapa jauh ia telah menyebar. Kelenjar getah bening di dekatnya dapat diuji untuk sel-sel kanker dengan prosedur yang disebut mediastinoskopi, sementara teknik pencitraan seperti CT Scan, PET Scan, scan tulang, MRI atau CT scan otak dapat mendeteksi apakah kanker bersarang di tempat lain.

Pengobatan Kanker Paru-Paru

Pengobatan kanker paru-paru tergantung dari tipe kankernya dan kondisi tubuh secara umum. Jika kanker didiagnosis pada tahap awal dan hanya di area kecil akan membuat hasil perbedaan yang lebih baik pada hasil pengobatannya.

Jika kondisi kesehatan penderita lemah, radioterapi dapat dilakukan untuk menghancurkan sel kanker. Jika kanker sudah menyebar, pembedahan dan radioterapi tidak dapat dilakukan. Biasanya, kemoterapi digunakan sebagai pengobatan kanker paru-paru dalam kasus tersebut.

Operasi pengangkatan kanker bisa dilakukan sebagai cara pengobatan kanker paru-paru jika sel kanker hanya berada di satu sisi paru-paru dan belum menyebar. Selain itu, kondisi kesehatan penderita perlu diperiksa apakah memungkinkan untuk dilakukan operasi. Operasi pengangkatan kanker biasanya akan dilanjutkan dengan kemoterapi untuk melenyapkan sel-sel kanker yang tersisa.

Sementara itu, radioterapi menggunakan energi radiasi untuk membunuh sel kanker. Terutama pada kondisi pascaoperasi, prosedur ini juga bisa digunakan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Jika operasi sudah tidak mungkin, radioterapi dilakukan untuk meredakan gejala atau rasa sakit dan memperlambat tingkat penyebaran kanker.

Kemungkinan efek samping radioterapi adalah:

  • Batuk hingga mengeluarkan dahak bercampur darah.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Kulit memerah dan terasa perih.
  • Rontoknya bulu pada bagian dada.
  • Sering merasa kelelahan.

Itulah ulasan singkat mengenai kanker paru-paru yang terdiri dari gejala, penyebab, hingga pengobatannya. Mulai sekarang, perhatikanlah kesehatan Anda sebaik mungkin dan jangan sepelekan penyakit apapun!