Terbit: 27 Januari 2020
Ditulis oleh: Rhandy Verizarie | Ditinjau oleh: dr. Antonius Hapindra Kasim

Kanker paru-paru yang sudah memasuki stadium 2 tentunya memiliki risiko komplikasi yang lebih besar, pun peluang kesembuhan yang semakin mengecil. Berikut adalah informasi mengenai kanker paru-paru stadium 2 mulai dari ciri atau gejala, pengobatan, hingga pencegahannya yang perlu Anda ketahui dan waspadai!

Kanker Paru-Paru Stadium 2: Gejala, Pengobatan, Peluang Sembuh

Apa Itu Kanker Paru-Paru Stadium 2?

Kanker paru-paru stadium 2 adalah satu dari 4 (empat) kategori kanker jenis ini dilihat dari tingkat keparahannya. Kanker paru-paru stadium II menandakan jika sel kanker yang tumbuh dan berkembang sudah lebih dari satu namun masih di dalam paru-paru. Selain itu, sel kanker mulai menyebar (bisa juga tidak) ke kelenjar getah bening yang ada di dekat organ pernapasan tersebut.

Kanker paru sendiri terbagi menjadi dua yaitu kanker paru-paru sel kecil (small cell lung cancer) dan kanker paru-paru non-sel kecil (non-small cell lung cancer), di mana kanker paru-paru non-sel kecil memiliki persentase 80 – 85 persen dari total kasus kanker paru-paru di seluruh dunia. Jika kanker paru stadium 1 acap kali tidak terdeteksi, maka kanker ini sudah mulai menunjukkan gejala spesifik ketika masuk stadium 2.

Jenis Kanker Paru-Paru Stadium 2

Kanker paru-paru stadium II pun memiliki subjenis yang mana hal ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang disebut sebagai TNM, yaitu:

  • Tumor, yakni ukuran dan lokasi tumor
  • Nodes, yakni apakah sel kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening (lymph nodes) y
  • Metastasis, yakni sudah seberapa jauh sel kanker menyebar

Atas dasar hal tersebut, kanker paru-paru stadium II terbagi menjadi stadium IIA dan stadium IIB. Berikut penjelasannya!

1. Kanker Paru-Paru Stadium IIA

Kanker paru-paru stadium IIA adalah kondisi ketika sel kanker masih tumbuh dan berkembang di dalam paru-paru. Karakteristik dari stadium ini yaitu sel tumor berukuran lebih dari 4 cm namun kurang dari 5 cm.

Karakteristik lainnya meliputi:

  • Sel kanker tumbuh di saluran pernapasan utama (bronkus)
  • Sel kanker tumbuh di dalam membran yang mengelilingi paru-paru
  • Paru-paru mengalami peradangan (pneumonitis)

2. Kanker Paru-Paru Stadium IIB

Sementara pada kasus kanker paru yang sudah memasuki stadium IIB, ukuran sel tumor mungkin masih sama namun sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening yang ada di sekitar paru-paru maupun saluran pernapasan.

Karakteristik lainnya dari kanker paru stadium IIB meliputi:

  • Tumbuh tumor baru di area paru-paru
  • Sel kanker sudah tumbuh dan berkembang di dinding dada, saraf penghubung diafragma, atau lapisan luar jantung

Ciri dan Gejala Kanker Paru-Paru Stadium 2

Seperti yang sudah disebutkan, kanker paru-paru stadium awal mungkin tidak menimbulkan gejala spesifik, sehingga membuat deteksi dan penanganan penyakit mematikan ini kerap terlambat. Ketika sudah memasuki stadium 2, kanker ini ditandai oleh sejumlah gejala.

Berikut adalah ciri-ciri atau gejala kanker paru-paru stadium II yang perlu Anda ketahui dan waspadai:

  • Batuk, pneumonia, atau bronkitis berkepanjangan
  • Batuk disertai darah
  • Penurunan berat badan
  • Kehilangan nafsu makan
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Napas pendek
  • Kelelahan

Segera kunjungi dokter apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas dan sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Pemeriksaan sedini mungkin perlu dilakukan agar apabila ternyata hasilnya positif, bisa segera dilakukan penanganan medis sebelum kondisi bertambah buruk dan peluang kesembuhannya semakin mengecil.

Diagnosis Kanker Paru-Paru Stadium 2

Ketika dokter mengidentifikasi lesi yang mencurigakan pada saat skrining kanker paru-paru, atau saat seseorang mengalami indikasi gejala kanker paru-paru stadium II, beberapa tes diperlukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

Beberapa tes yang bisa dilakukan, di antaranya sebagai berikut

1. Studi Pencitraan

Kanker paru paru juga dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, hati, kelenjar adrenal, atau otak. Setelah gejala kanker paru-paru mulai muncul, biasanya gambaran paru abnormal dapat terlihat pada sinar-X.

Kadang-kadang, kanker paru-paru yang belum mulai menyebabkan gejala dapat tampak pada gambaran foto dada sinar-X ketika diambil untuk tujuan lain, misalnya untuk tes kesehatan saja.

Teknik pencitraan seperti CT Scan, PET Scan, scan tulang, MRI atau CT scan otak berguna untuk mendapatkan hasil yang lebih rinci dan mendeteksi apakah kanker bersarang di tempat lain.

2. Pengambilan Sampel Jaringan

Meskipun tes laboratorium lendir atau cairan paru dapat mengungkapkan sepenuhnya, diagnosis kanker paru-paru biasanya perlu dikonfirmasi melalui biopsi paru. Tes ini dilakukan dengan bius ringan, di mana dokter memandu sebuah tabung tipis bercahaya melalui hidung dan turun ke saluran udara menuju lokasi tumor, untuk kemudian sampel jaringan kecil dapat diambil. Hal ini berguna untuk tumor yang berlokasi dekat pusat paru-paru.

Jika biopsi menegaskan kanker paru-paru, tes lainnya akan menentukan jenis kanker dan seberapa jauh ia telah menyebar. Kelenjar getah bening di dekatnya dapat diuji untuk sel-sel kanker dengan prosedur yang disebut mediastinoskopi.

Sementara itu, beberapa kanker paru-paru menghasilkan kadar hormon tertentu atau zat tertentu seperti kalsium dalam kadar yang abnormal. Jika seseorang menunjukkan bukti tersebut dan tidak ada penyebab lainnya yang jelas, dokter harus mempertimbangkan adanya gejala kanker paru-paru.

Pengobatan Kanker Paru-Paru Stadium 2

Pengobatan kanker paru-paru tergantung dari tipe kankernya dan kondisi tubuh secara umum. Jika kanker didiagnosis pada tahap awal dan hanya di area kecil akan membuat hasil perbedaan yang lebih baik pada hasil pengobatannya.

Berikut adalah pengobatan kanker paru paru yang bisa dilakukan, antara lain:

1. Radioterapi

Radioterapi menggunakan energi radiasi untuk membunuh sel kanker. Terutama pada kondisi pascaoperasi, prosedur ini juga bisa digunakan untuk membunuh sel-sel kanker yang masih tersisa. Jika operasi sudah tidak mungkin, radioterapi dilakukan untuk meredakan gejala atau rasa sakit dan memperlambat tingkat penyebaran kanker.

Akan tetapi, prosedur ini dapat menimbulkan efek samping, yaitu:

  • Batuk hingga mengeluarkan dahak bercampur darah.
  • Sakit pada bagian dada.
  • Kesulitan dalam menelan.
  • Kulit memerah dan terasa perih.
  • Rontoknya bulu pada bagian dada.
  • Sering merasa kelelahan.

2. Kemoterapi

Metode pengobatan kanker paru-paru stadium II lainnya adalah kemoterapi.

Kemoterapi menggunakan obat untuk membunuh sel kanker. Satu atau lebih obat kemoterapi dapat diberikan melalui vena di lengan (secara intravena) atau diminum. Kombinasi obat biasanya diberikan dalam serangkaian perawatan selama beberapa minggu atau bulan.

Kemoterapi sering digunakan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang mungkin tersisa. Dapat digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan terapi radiasi. Kemoterapi juga dapat digunakan sebelum operasi untuk mengecilkan kanker dan membuatnya lebih mudah untuk dihilangkan.

Penerapan kemoterapi untuk mengobati kanker paru-paru stadium ini juga untuk menghilangkan rasa sakit dan gejala lainnya.

3. Terapi Obat yang Ditargetkan

Perawatan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik yang ada dalam sel kanker. Dengan memblokir kelainan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati.

Beberapa terapi yang ditargetkan hanya bekerja pada orang yang sel kankernya memiliki mutasi genetik tertentu. Sel kanker Anda mungkin diuji di laboratorium untuk melihat apakah obat ini dapat membantu.

Apakah Ada Obat Tradisional Kanker Paru-Paru Stadium 2?

Kanker paru-paru, apalagi jika sudah masuk stadium 2, tergolong cukup parah dan harus diobati dengan prosedur medis seperti radioterapi dan kemoterapi.

Hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang mengklaim adanya obat tradisional kanker paru-paru stadium 2 maupun lainnya.

Peluang Kesembuhan Kanker Paru-Paru Stadium 2

Peluang kesembuhan kanker paru-paru stadium II ditentukan dari jenis kanker yang diderita, apakah itu kanker paru sel kecil (SCLC) atau kanker paru non-sel kecil (NSCLC).

Dilansir dari Healthline, berikut adalah persentase peluang kesembuhan kanker paru stadium 2 untuk jangka waktu 5 tahun (five-year survival rate):

  • Kanker paru sel kecil (SCLC): 19 persen
  • Kanker paru non-sel kecil (NSCLC): 53 – 60 persen

Pencegahan Kanker Paru-Paru Stadium 2

Paparan polusi adalah penyebab utama dari kanker paru-paru. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan:

  • Hindari asap rokok
  • Gunakan masker pelindung hidung dan mulut saat beraktivitas di luar ruangan
  • Banyak makan buah dan sayuran
  • Olahraga rutin
  • Melakukan medical check up secara berkala

 

  1. Anonim. Stage II Non-Small Cell Lung Cancer: What to Know. https://www.webmd.com/lung-cancer/lung-cancer-stage-2-overview (Diakses pada 27 Januari 2020)
  2. Clarke, J. 2019. What is Stage 2 Lung Cancer? https://www.healthline.com/health/stage-2-lung-cancer (Diakses pada 27 Januari 2020)
  3. Wexler, A. 2019. What are the stages of lung cancer? https://www.medicalnewstoday.com/articles/316198.php (Diakses pada 27 Januari 2020)
  4. Willow, Ja dan Kimberly H. 2019. Lung Cancer: Types, Survival Rates, and More. https://www.healthline.com/health/lung-cancer-stages-survival-rates (Diakses pada 27 Januari 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi