Terbit: 29 Mei 2020
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kanker pankreas adalah salah satu penyakit yang sangat berbahaya karena kanker ini sering kali sulit dideteksi dan biasanya didiagnosis pada stadium lebih lanjut. Kondisi inilah yang membuatnya sulit untuk diobati. Baca terus untuk mendapatkan informasi lengkap tentang kanker ini, mulai dari definisi, gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya di bawah ini!

kanker-pankreas-doktersehat

Apa Itu Kanker Pankreas?

Kanker pankreas adalah kanker yang berkembang di dalam jaringan pankreas. Pankreas adalah organ endokrin vital yang berada di belakang lambung. Pankreas berperan penting dalam pencernaan untuk memproduksi enzim yang dibutuhkan tubuh dalam mencerna lemak, karbohidrat, dan protein.

Pankreas juga memproduksi dua hormon penting, yakni glukagon dan insulin. Kedua hormon ini berfungsi dalam mengendalikan metabolisme glukosa (gula). Insulin bekerja membantu sel memetabolisme glukosa untuk menghasilkan energi, sedangkan glukagon membantu meningkatkan kadar glukosa.

Gejala Kanker Pankreas

Kanker pankreas adalah penyakit yang seringkali tidak menunjukkan gejala sampai kanker pada stadium lanjut. Kanker ini biasanya terlalu kecil untuk menyebabkan gejala dan gejalanya kemudian seringkali tidak spesifik. Bahkan ketika kanker tumbuh, beberapa gejala yang paling umum menjadi tidak tampak.

Adapun gejala kanker pankreas yang jarang disadari, di antaranya:

  • Tidak nafsu makan.
  • Penurunan berat badan yang tidak jelas.
  • Sakit perut yang menjalar ke punggung bawah.
  • Penggumpalan darah.
  • Kulit dan mata tampak kuning (penyakit kuning atau jaundice).
  • Kulit gatal.
  • Urine berwarna gelap.
  • Feses berwarna terang.
  • Kelelahan.
  • Depresi.
  • Diabetes menjadi semakin sulit dikendalikan (jika memiliki).

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala yang tidak dapat dijelaskan dan mengkhawatirkan. Banyak kondisi lain yang dapat menyebabkan gejala-gejala ini, untuk itu dokter mungkin dapat memeriksa kondisi ini dan juga gejala kanker pankreas.

Penyebab Kanker Pankreas

Apa yang menjadi penyebab kanker ini belum diketahui secara jelas, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini, termasuk merokok dan memiliki mutasi gen bawaan.

Meski tidak diketahui dengan jelas apa saja penyebab kanker pankreas, kanker ini dapat terjadi ketika sel-sel di pankreas mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA. DNA memberikan instruksi pada sel-sel untuk tumbuh tidak terkendali dan terus hidup setelah sel-sel normal akan mati. Sel yang menumpuk ini dapat membentuk tumor.

Jika dibiarkan dan tidak segera diobati, sel-sel kanker dapat menyebar ke organ dan pembuluh darah di sekitarnya dan bahkan dapat menjalar ke bagian tubuh yang lebih jauh.

Faktor Risiko Kanker Pankreas

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker pankreas, di antaranya:

  • Merokok.
  • Kegemukan (obesitas).
  • Diabetes.
  • Peradangan kronis pankreas (pankreatitis).
  • Memiliki usia di atas 65 tahun.
  • Riwayat keluarga dengan kanker pankreas.
  • Riwayat keluarga dari sindrom genetik yang dapat meningkatkan risiko kanker, termasuk mutasi gen BRCA2, sindrom Lynch, dan familial atypical mole-malignant melanoma (FAMMM) syndrome.

Berdasarkan sebuah penelitian besar menunjukkan bahwa kombinasi merokok, riwayat diabetes, dan pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko kanker ini.

Baca Juga: Kanker: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan

Diagnosis Kanker pankreas

Jika pasien diduga memiliki ciri-ciri kanker pankreas, dokter mungkin meminta pasien menjalani satu atau beberapa tes. Sebelumnya, dokter akan bertanya tentang gejala, riwayat kesehatan pasien dan keluarga, dan melakukan pemeriksaan fisik.

Berikut ini beberapa tes yang mungkin disarankan oleh dokter untuk mendiagnosis kanker pankreas:

1. Tes Pencitraan

Tes ini membantu memudahkan dokter melihat organ dalam pasien melalui gambar, termasuk pankreas. Tes yang digunakan untuk mendiagnosis kanker termasuk ultrasound, computed tomography (CT) scan, magnetic resonance imaging (MRI), atau dengan positron emission tomography (PET).

2. Endoscopic Ultrasound (EUS)

Endoscopic ultrasound (EUS) menggunakan perangkat ultrasonografi (USG) untuk menghasilkan gambar pankreas melalui perut. Alat ini berupa selang tipis fleksibel (endoskopi) yang disematkan lampu dan kamera mikro dan kemudian dimasukkan melalui kerongkongan sampai ke perut untuk menghasilkan gambar pankreas.

3. Biopsi

Biopsi adalah pengambilan sedikit sampel jaringan untuk diperiksa di bawah mikroskop. Seringkali sampel jaringan dikumpulkan selama EUS dengan melalui alat khusus melalui endoskop. Terkadang sampel jaringan dikumpulkan dari pankreas dengan memasukkan jarum ke kulit dan masuk ke pankreas (aspirasi jarum halus).

4. Tes Darah

Tes selanjutnya pengujian darah untuk protein spesifik (penanda tumor) yang dikeluarkan oleh sel-sel kanker. Salah satu tes penanda tumor yang digunakan pada kanker pankreas disebut CA19-9.

Tes ini mungkin bermanfaat untuk memahami bagaimana kanker merespons pengobatan. Namun tes darah tidak selalu dapat diandalkan bagi beberapa penderita kanker pankreas yang tidak memiliki kadar CA19-9 yang meningkat.

Jenis Kanker Pankreas

Kanker ini terdiri dari dua jenis, yang memiliki gejala, penyebab, faktor risiko, tes diagnostik, dan perawatan yang berbeda.

1. Adenokarsinoma Pankreas

Jenis ini berkembang di sel eksokrin pankreas. Kebanyakan sel di pankreas adalah sel eksokrin, yang membuat enzim pankreas atau membentuk saluran pankreas. Sekitar 95 persen kanker pankreas adalah adenokarsinoma pankreas.

2. Pankreas Neuroendocrine Tumors (NETs)

Jenis kanker yang kurang umum ini dapat berkembang dalam sel-sel endokrin pankreas. Sel ini berfungsi membuat hormon, termasuk membantu mengontrol gula darah.

Baca Juga: Fungsi Pankreas bagi Tubuh dan Macam-Macam Gangguan Pankreas

Pengobatan Kanker Pankreas

Pengobatan kanker tergantung pada stadium kanker. Langkah ini memiliki dua tujuan, yakni membunuh sel kanker dan mencegah penyebarannya.

Berikut adalah beberapa perawatan untuk mengobati kanker:

1. Operasi

Operasi kanker dapat dilakukan berdasarkan lokasi kanker dan stadium kanker. Operasi dapat mengangkat seluruh atau sebagian pankreas. Prosedur ini dapat menghilangkan tumor, tetapi tidak akan menghilangkan kanker yang telah menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, operasi mungkin tidak cocok bagi penderita kanker stadium lanjut.

2. Terapi Radiasi

Kanker yang menyebar di luar pankreas harus sesegera mungkin mendapatkan pengobatan, yakni terapi radiasi. Terapi radiasi adalah pengobatan yang menggunakan sinar-X dan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

3. Kemoterapi

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menggabungkan perawatan lain dengan kemoterapi, yang menggunakan obat pembunuh kanker untuk membantu mencegah pertumbuhan sel kanker di kemudian hari.

4. Terapi yang Ditargetkan

Jenis pengobatan kanker ini menggunakan obat-obatan atau tindakan lain yang secara khusus menargetkan sel-sel kanker dan bekerja untuk menghancurkannya. Obat-obatan ini dirancang untuk tidak merusak sel-sel sehat atau normal.

5. Pengobatan Alternatif

Penderita kanker biasanya mengalami kesulitan dalam merawat penyakit berbahaya ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesulitan lebih sering terjadi pada penderita kanker ini daripada jenis kanker lainnya. Oleh karena itu, pengobatan alternatif mungkin dapat membantu meringankan gejala atau ciri-ciri kanker pankreas atau perawatan kanker.

Berikut sejumlah terapi alternatif yang dapat membantu mengatasi kesulitan menghadapi kanker pankreas:

  • Akupunktur
  • Terapi pijat
  • Meditasi
  • Latihan relaksasi
  • Olahraga
  • Terapi seni
  • Terapi musik
  • Kerohanian

Komplikasi Kanker Pankreas

Ketika kanker berkembang dan menjalar ke bagian tubuh yang lebih jauh, kemungkinan dapat menyebabkan komplikasi berikut:

1. Penurunan Berat Badan

Penurunan berat badan dapat terjadi karena kanker mengambil energi tubuh. Mual dan muntah yang disebabkan oleh perawatan kanker atau tumor yang menekan perut mungkin membuatnya sulit untuk makan. Inilah yang membuat bobot tubuh berkurang.

2. Penyakit Kuning (Jaundice)

Kanker yang menyumbat saluran empedu hati dapat menyebabkan penyakit kuning atau jaundice. Penyakit ini ditandai kulit dan mata yang kuning, urine berwarna gelap, dan tinja berwarna pucat.

3. Mengalami Rasa Sakit

Tumor yang tumbuh dapat menekan saraf di perut dan menyebabkan rasa sakit yang bisa menjadi parah. Biasanya, penggunaan obat pereda nyeri dapat membantu pasien merasa lebih nyaman. Perawatan lainnya seperti radiasi dan kemoterapi dapat membantu memperlambat pertumbuhan tumor dan mengurangi rasa sakit.

4. Penyumbatan di Usus

Pertumbuhan kanker ini dapat menekan usus kecil (duodenum) dan pada akhirnya menghambat aliran makanan yang dicerna dari perut ke usus. Dokter mungkin akan menyarankan peletakan selang (stent) di usus kecil untuk menahannya.

Pencegahan Kanker Pankreas

Penyebab kanker ini tidak diketahui secara pasti, yang berarti belum diketahui bagaimana langkah-langkah untuk mencegah kanker. Namun, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini dapat dicegah, kecuali jenis kelamin, usia, dan DNA pasien.

Berikut beberapa perubahan gaya hidup atau pola hidup sehat yang dapat mengurangi risiko kanker:

  • Berhenti merokok.
  • Rajin berolahraga.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Perbanyak makan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Mengurangi konsumsi daging merah.

 

  1. Brazier, Yvette. 2018. What you should know about pancreatic cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323423#diagnosis. (Diakses pada 29 Mei 2020)
  2. Moore, Kristeen dan Kimberly H. 2019. Everything You Need to Know About Pancreatic Cancer. https://www.healthline.com/health/pancreatic-cancer. (Diakses pada 29 Mei 2020)
  3. Mayo Clinic Staff. 2020. Pancreatic cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pancreatic-cancer/symptoms-causes/syc-20355421. (Diakses pada 29 Mei 2020)


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi