8 Jenis Kanker pada Anak yang Perlu Diwaspadai

kanker-pada-anak-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker adalah penyakit degeneratif yang diawali dengan berkembangnya sel abnormal yang ‘menghabisi’ nutrisi di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh mengalami sejumlah malafungsi pada jaringan dan organ, hingga pada puncaknya bisa menyebabkan kematian. Kanker rentan dialami oleh orang dewasa. Lantas, bagaimana dengan kanker pada anak?

Pengertian dan Penyebab Kanker pada Anak

Kanker pada anak adalah kasus penyakit kanker yang terjadi pada usia anak-anak hingga remaja. Kendati sama-sama ditandai dengan berkembangnya sel kanker, jenis kanker pada anak umumnya berbeda dengan jenis kanker yang diderita oleh orang dewasa.

Pada orang dewasa, penyebab kanker bisa karena gaya hidup dan pola makan. Kanker pada anak lebih disebabkan oleh adanya mutasi gen yang mengakibatkan terjadinya perubahan DNA, bahkan saat anak masih berada di dalam kandungan. Kelainan genetik keluarga (sindroma familial) seperti down syndrome juga ditengarai dapat meningkatkan risiko kanker anak. Mutasi gen disebabkan oleh banyak faktor, contohnya paparan rokok saat anak masih berada di kandungan.

Jenis Kanker pada Anak

Jenis kanker pada anak yang umum terjadi ada 8, yaitu:

1. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker yang terjadi di sumsum tulang belakang. Leukemia merupakan kanker pada anak yang sangat berbahaya. Akibat leukemia adalah produksi sel darah putih (leukosit) yang abnormal. Puncaknya, leukosit tidak dapat diproduksi, yang kemudian diikuti terganggunya produksi sel darah merah (eritrosit) dan trombosit.

Tak hanya itu, dampak leukemia juga sampai mengganggu fungsi otak, dan merusak kulit, limpa, gusi, serta testis.

2. Lymphoma

Jenis kanker pada anak yang satu ini menyerang sel imun (limfosit), organ nodus limfa, tonsil, dan kelenjar thymus. Lymphoma mengakibatkan terbentuknya kelenjar pada bagian tubuh yang terkena sel kanker yang satu ini, seperti di bagian ketiak, selangkangan, dan leher.

3. Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah jenis kanker yang menyerang sel saraf. Neuroblastoma ini dapat menyerang embrio atau janin yang terkena paparan radiasi maupun zat kimia berbahaya lainnya. Kendati demikian, neuroblastoma jarang ditemui pada anak di atas usia 10 tahun.

4. Kanker Sistem Saraf Pusat

Pada umumnya, awal mula tumbuhnya sel kanker terjadi di otak bagian bawah (cerebellum), lalu menyebar ke sumsum tulang belakang. Jika sel kanker ini sudah menyerang sistem saraf pusat, anak akan mengalami kemunduran kemampuan berpikir, bahkan kelumpuhan.

5. Kanker Tulang

Kanker tulang adalah jenis kanker pada anak yang biasanya menyerang anak usia remaja atau dalam masa pubertas. Kanker ini menyerang tulang pipih (ewing sarcoma), juga ujung tulang pipa kaki dan tangan (osteosarcoma). Jika anak Anda mengalami nyeri pada tulang, terutama pada malam hari, segera periksakan diri ke dokter karena bisa saja ini pertanda kanker tulang.

6. Kanker Mata (Retinoblastoma)

Kanker mata atau retinoblastoma juga merupakan salah satu kanker pada anak yang sering ditemui. Umumnya, jenis kanker ini menyerang anak-anak usia bayi hingga 2 tahun. Adanya keganjilan pada mata seperti mata yang memerah, hingga mata yang memantulkan cahaya putih saat terkena paparan cahaya bisa jadi merupakan pertanda retinoblastoma.

7. Rhabdomyosarcoma

Kanker pada anak juga bisa berupa rhabdomyosarcoma. Jenis kanker ini menyerang otot rangka yang berfungsi untuk menggerakkan badan. Rhabdomyosarcoma dapat tumbuh dan berkembang di semua bagian tubuh yang memiliki sel otot rangka.

8. Nephroblastoma

Nephroblastoma atau ‘wilms tumor’ adalah jenis kanker pada anak yang berkembang di organ ginjal. Kanker ini umumnya dialami oleh anak usia 3-4 tahun.

Gejala Kanker pada Anak

Kanker pada anak tidak memiliki gejala khusus. Adanya gejala-gejala umum bisa jadi menjadi sinyal bahwa sebenarnya anak tengah terserang kanker. Apa saja gejala kanker pada anak yang perlu Anda ketahui?

1. Berat Badan Turun Drastis

Apabila buah hati Anda mengalami penurunan berat badan, padahal tidak ada yang salah dengan pola makanannya, sebaiknya segera periksa ke dokter. Berat badan anak yang turun drastis kemungkinan jadi salah satu gejala kanker pada anak sehingga tidak boleh disepelekan begitu saja.

2. Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Pembengkakan pada kelenjar getah bening juga ditengarai menjadi salah satu gejala kanker, seperti kanker limfoma non-hodgin. Leher, ketiak, dada, perut adalah contoh bagian tubuh yang memiliki kelenjar getah bening. Jika terdapat benjolan di bagian-bagian tersebut, baiknya segera periksakan anak Anda ke dokter.

3. Hidung sering Mimisan

Hidung berdarah atau mimisan pada anak adalah hal yang sebetulnya wajar, mengingat pembuluh darah yang ada di bagian depan hidung masih tipis.

Lain cerita jika mimisan tersebut terjadi setidaknya 4-5 kali sebulan karena ini bisa menjadi pertanda adanya gejala kanker, seperti leukemia limfoblastik (lymphoblastic leukemia). Jenis kanker ini memang kerap menyerang anak-anak.

4. Sesak Napas

Empat puluh persen gejala leukemia ditandai oleh sesak napas. Segera ambil tindakan dengan membawa anak ke dokter jika mengalami hal ini.

5. Sakit Kepala

Sakit kepala ternyata jadi salah satu gejala kanker pada anak, lho! Hal ini dikarenakan adanya tumor di otak sehingga otak mengalami tekanan yang kemudian mengakibatkan kepala terasa sakit.

6. Luka tak Kunjung Sembuh

Saat anak mengalami luka akibat terjatuh dan sebagainya, maka hal tersebut adalah kewajaran dan akan segera hilang dalam beberapa hari. Namun, jika luka tersebut tak kunjung sembuh, bisa jadi ini pertanda ada masalah serius, termasuk gejala kanker.

Jangan ditunda-tunda. Segera bawa anak Anda ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan dini mampu mencegah agar sel kanker tidak semakin berkembang.

7. Kejang-Kejang

Penyebab kejang-kejang bisa karena demam, trauma, hingga kekurangan oksigen. Tak menutup kemungkinan juga bila kejang menjadi gejala dari penyakitk kanker, sebagaimana diungkapkan oleh Pusat Kanker Parkway.

8. Perdarahan

Perdarahan menjadi salah satu gejala kanker pada anak, terutama nephroblastoma. Gejala ini bisa dilihat dari air seni yang mengeluarkan darah.

9. Mudah Letih

Salah satu gejala limfoma adalah tubuh mudah merasa letih. Sekilas gejala ini merupakan gejala penyakit umum. Segera kunjungi dokter terkait apabila anak Anda mengalami hal ini guna memastikan penyebab tubuh mudah letih tersebut.

10. Penglihatan Terganggu

Anak Anda mengeluhkan penglihatannya kabur? Waspada, karena bisa saja ini merupakan gejala kanker. Deteksi dini sangat perlu untuk dilakukan untuk melihat keterkaitan antara gangguan penglihatan tersebut dengan kanker.

Cara Mengatasi Kanker pada Anak

Sayangnya, kanker pada anak disebabkan oleh mutasi gen, sehingga sulit atau hampir mustahil untuk mengubahnya. Mutasi gen adalah efek dari ketidakmampuan sel dalam menghambat pertumbuhan sel abnormal. Hal yang bisa dilakukan adalah meminimalisir risiko kanker tersebut.

Cara mencegah kanker pada anak, di antaranya:

  • Mempersiapkan kehamilan secara matang
  • Hindari merokok
  • Menjaga kesehatan organ reproduksi
  • Deteksi dini saat hamil
  • Mengindari paparan radiasi

Jika anak sudah terlanjur terkena kanker, Anda juga jangan buru-buru cemas karena masih ada acara mengatasi kanker pada anak yang bisa dilakukan, seperti:

  • Terapi radiasi
  • Kemoterapi
  • Operasi
  • Transplantasi sumsum tulang belakang

Kanker pada anak sedikit banyak dipengaruhi oleh gaya hidup orang tuanya selama hamil. Jika Anda sayang kepada anak, maka jangan sampai menghancurkan hidupnya hanya gara-gara tidak menerapkan pola hidup sehat. Semoga bermanfaat!