Kanker ovarium adalah jenis kanker yang dimulai di indung telur. Setiap wanita memiliki dua indung telur yang berada di sisi kanan-kiri rahim seukuran kacang almond. Kondisi ini sering kali tidak terdeteksi sampai menyebar di dalam panggul dan perut. Simak penyebab kanker ovarium, gejala kanker ovarium, hingga pengobatan yang bisa dilakukan selengkapnya di bawah ini.

kanker-ovarium-doktersehat

Penyebab Kanker Ovarium

Hingga kini belum ada penjelasan yang pasti mengenai penyebab kanker ovarium, meski begitu dokter telah mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

Secara umum, kanker dimulai ketika sel mengembangkan kesalahan (mutasi) dalam DNA-nya. Mutasi memberi tahu sel untuk tumbuh dan berkembang biak dengan cepat, menciptakan massa (tumor) sel-sel abnormal.

Sel-sel abnormal  dapat menyerang jaringan di dekatnya dan menyebar di tempat lain di tubuh (bermetastasis).

Faktor Risiko yang Meningkatkan Terjadinya Kanker Ovarium

Berikut ini adalah beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko kanker ovarium, antara lain:

  • Orang lanjut usia

Kanker ovarium dapat terjadi pada usia berapa pun tetapi paling sering terjadi pada wanita usia 50 hingga 60 tahun.

  • Mutasi gen yang diturunkan

Sebagian kecil kanker ovarium disebabkan oleh mutasi gen yang diwarisi dari orang tua. Gen yang diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium disebut breast cancer gene 1 ( (BRCA1) dan breast cancer gene 2 (BRCA2). Gen-gen ini juga meningkatkan risiko kanker payudara.

Mutasi gen lain, termasuk yang terkait dengan sindrom Lynch, diketahui meningkatkan risiko kanker ovarium.

  • Riwayat keluarga

Seseorang dengan dua atau lebih saudara yang memiliki kanker ovarium, maka peningkatan risiko penyakit ini akan semakin besar menyerang Anda.

  • Terapi hormon

Terapi penggantian hormon estrogen, terutama dengan penggunaan jangka panjang dan dalam dosis besar.

  • Usia saat menstruasi dimulai dan berakhir

Mulai haid pada usia dini atau menopause terjadi pada usia lebih tua—atau keduanya, dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

Jenis Kanker Ovarium

Pada dasarnya, sel tempat kanker berada  menentukan jenis kanker ovarium yang Anda miliki. Jenis kanker ovarium meliputi:

  • Tumors Epitel

Tumor ini dimulai pada lapisan tipis jaringan yang menutupi bagian luar indung telur. Sekitar 90 persen kanker ovarium adalah adalah tumor epitel.

  • Tumor Stroma

Tumor ini dimulai pada jaringan indung yang mengandung sel penghasil hormon. Tumor ini biasanya didiagnosis pada stadium lebih awal dari tumor ovarium lainnya. Sekitar 7 persen tumor ovarium adalah stroma.

  • Tumor Sel Germinal

Tumor ini biasanya berkembang pada sel penghasil sel telur. Kanker ovarium langka ini cenderung terjadi pada wanita yang lebih muda.

Gejala Kanker Ovarium

Kanker ovarium tahap awal jarang menyebabkan gejala. Namun ketika memasuki stadium lanjut, gejala kanker ovarium bisa dikenali.

Tanda dan gejala kanker ovarium meliputi:

  • Perut kembung atau bengkak.
  • Cepat merasa kenyang saat makan.
  • Penurunan berat badan.
  • Ketidaknyamanan di daerah panggul.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit.
  • Sering buang air kecil.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Buatlah janji dengan dokter jika Anda memiliki ciri-ciri kanker ovarium yang membuat khawatir. Selain itu, jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker ovarium atau kanker payudara, konsultasi dengan dokter tentang risiko kanker ovarium.

Diagnosis Kanker Ovarium

Berikut ini adalah tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis kanker ovarium, di antaranya:

  • Pemeriksaan Panggul

Selama pemeriksaan panggul, dokter akan memasukkan jari yang telah dilindungi sarung pelindung ke dalam vagina—dan secara bersamaan menekan tangan ke perut untuk merasakan (meraba-raba) area panggul. Selain itu, dokter juga bisa memeriksa leher rahim eksternal.

  • Tes Pencitraan

Tes pencitraan seperti USG atau CT scan perut dan panggul dapat membantu menentukan ukuran, bentuk, dan struktur ovarium.

  • Tes Darah

Tes darah mungkin termasuk tes fungsi organ yang dapat membantu menentukan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Dokter mungkin juga menguji darah untuk penanda tumor yang mengindikasikan kanker ovarium. Misalnya, tes antigen kanker (CA) 125 dapat mendeteksi protein yang sering ditemukan pada permukaan sel kanker ovarium.

Tes-tes ini tidak dapat memberi tahu dokter apakah Anda menderita kanker, tetapi dapat memberikan petunjuk tentang diagnosis dan prognosis .

Kadang-kadang dokter tidak dapat memastikan diagnosis sampai Anda menjalani operasi untuk mengangkat ovarium dan mengujinya untuk tanda-tanda kanker.

Stadium Kanker Ovarium

Setelah hasil diagnosis mengatakan bahwa Anda memiliki kanker ovarium, langkah selanjutnya, dokter akan menggunakan informasi dari tes untuk menentukan stadium kanker.

Stadium kanker ditentukan berdasarkan seberapa jauh kanker telah menyebar. Terdapat empat tahap stadium dan setiap stadium memiliki sub-stadium:

Stadium I

Kanker ovarium stadium I memiliki tiga sub-stadium:

  • Stadium 1A: Kanker terbatas atau terlokalisasi pada satu ovarium.
  • Stadium 1B: Kanker di kedua ovarium.
  • Stadium 1C: Ada juga sel kanker di bagian luar ovarium.

Stadium II

Pada stadium II, tumor telah menyebar ke struktur panggul. Kondisi ini memiliki dua sub-stadium:

  • Stadium 2A: Kanker telah menyebar ke rahim atau saluran tuba.
  • Stadium 2B: Kanker menyebar ke kandung kemih atau rektum.

Stadium III

Kanker ovarium stadium III memiliki tiga sub-stadium:

  • Stadium 3A: Kanker telah menyebar di luar panggul ke lapisan perut dan kelenjar getah bening di perut.
  • Stadium 3B: Sel-sel kanker berada di luar limpa atau hati.
  • Stadium 3C:  Ukuran kanker setidaknya 1,9 cm terlihat di perut atau di luar limpa. Namun, kanker itu tidak ada di dalam limpa atau hati.

Stadium IV

Pada stadium IV, tumor telah bermetastasis atau menyebar seperti di luar panggul, perut, dan kelenjar getah bening ke hati atau paru-paru. Stadium IV sendiri memiliki dua sub-stadium:

  • Stadium 4A: Sel-sel kanker berada dalam cairan di sekitar paru-paru.
  • Stadium 4B: tahap paling lanjut, sel-sel telah mencapai bagian dalam limpa atau hati atau bahkan organ jauh lainnya seperti kulit atau otak.

Pengobatan Kanker Ovarium

Perawatan kanker ovarium biasanya melibatkan kombinasi operasi dan kemoterapi. Selain itu, perawatan akan tergantung pada banyak faktor, seperti:

  • Jenis, stadium, dan tingkat kanker.
  • Usia dan kesehatan keseluruhan.
  • Preferensi pribadi.
  • Aksesibilitas dan keterjangkauan perawatan.

Beberapa pilihan penanganan kanker ovarium, di antaranya:

  • Pembedahan

Pilihannya akan tergantung pada jenis kanker dan seberapa jauh ia telah menyebar. Pilihan bedah termasuk histerektomi, pengangkatan satu atau kedua indung telur, dan pengangkatan kelenjar getah bening yang terkena. Seorang dokter akan membahas opsi yang sesuai dengan individu tersebut.

  • Kemoterapi

Jika seseorang menggunakan obat kemoterapi oral, suntikan atau infus, hal tersebut bisa memengaruhi kondisi tubuh. Pilihan lain adalah kemoterapi intraperitoneal. Dalam hal ini, sebuah saluran mengantarkan obat langsung ke area tubuh yang terkena kanker. Kemoterapi dapat memiliki efek samping luas, terutama jika itu memengaruhi seluruh tubuh.

  • Terapi yang Ditargetkan

Beberapa perawatan menargetkan sel-sel spesifik yang membantu mendorong pertumbuhan kanker. Contohnya termasuk monoclonal antibody therapy dan inhibitor angiongenesis. Terapi yang ditargetkan bertujuan untuk membatasi efek samping dengan menargetkan fungsi tertentu.

  • Terapi Radiasi

Teknik ini menggunakan sinar-X untuk membunuh sel kanker. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan memasukkan cairan radioaktif ke dalam peritoneum. Terapi ini dapat membantu orang dengan kanker ovarium lanjut.

  • Imunoterapi (bioterapi)

Teknik ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh terhadap kanker. Terapi vaksin yang digunakan dapat melawan tumor dan membantu orang dengan kanker ovarium lanjut.

Pencegahan Kanker Ovarium

Hingga kini tidak ada cara yang pasti untuk mencegah kanker ovarium. Namun ada beberapa cara yang mungkin mengurangi risiko terjadi penyakit ini, seperti:

  • Pertimbangkan untuk Mengonsumsi Pil KB

Tanyakan pada dokter apakah pil KB mungkin tepat untuk Anda. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral dapat mengurangi risiko kanker ovarium. Akan tetapi kontrasepsi oral memang memiliki risiko, jadi diskusikan apakah manfaatnya lebih besar daripada risiko yang bisa terjadi.

  • Diskusikan Faktor Risiko dengan Dokter

Jika Anda memiliki riwayat keluarga kanker payudara dan ovarium, konsultasikan kondisi ini dengan dokter. Dokter dapat menentukan seberapa besar risiko kanker terjadi. Dalam beberapa kasus, dokter dapat merujuk Anda ke konselor genetik untuk membantu  memutuskan apakah pengujian genetik mungkin tepat untuk Anda.

Jika ditemukan memiliki mutasi gen yang meningkatkan risiko kanker ovarium, Anda dapat mempertimbangkan operasi untuk mengangkat ovarium untuk mencegah kanker.

 

Sumber:

  1. Ann Pietrangelo and Jacquelyn Cafasso. 2017. What are the Early Signs of Ovarian Cancer and How Do You Detect Them?. https://www.healthline.com/health/cancer/ovarian-cancer-early-signs#symptoms. (Diakses pada 27 Desember 2019).
  2. Ovarian cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ovarian-cancer/symptoms-causes/syc-20375941. (Diakses pada 27 Desember 2019).
  3. Brazier, Yvette. 2019. What is ovarian cancer?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/159675.php. (Diakses pada 27 Desember 2019).