Kanker Otak: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

kanker-otak-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker otak adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di otak. Kondisi ini bisa timbul dari sel-sel otak primer atau sel-sel yang membentuk komponen otak lain, atau dari pertumbuhan sel kanker yang berkembang di organ lain–dan yang telah menyebar ke otak oleh aliran darah. Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab kanker otak, ciri ciri kanker otak dan cara mencegah kanker otak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Kanker Otak?

Sebelum menjelaskan mengenai gejala kanker otak, penyebab kanker otak, dan cara mencegah kanker otak, hal penting yang harus dipahami adalah hampir semua tumor yang dimulai di otak tidak menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Perbedaan utama lainnya antara tumor jinak dan ganas adalah tumor ganas dapat menyerang jaringan otak dan tumbuh dengan cepat, sedangkan tumor jinak biasanya lebih mendorong daripada menyerang jaringan yang berdekatan.

Meski kondisi tumor jinak (non-kanker) tidak berbahaya dibanding tumor ganas, namun tumor jinak juga bisa menyebabkan banyak masalah di otak. Tumor jinak bisa berkembang pada tingkat yang lebih lambat daripada tumor ganas.

Meskipun pertumbuhan sel kanker populer disebut tumor otak, faktanya tidak semua tumor otak bersifat kanker. Tumor jinak terdiri dari sel-sel yang tidak bersifat kanker sedangkan tumor ganas terdiri dari sel-sel kanker yang tumbuh secara agresif. Kanker adalah istilah yang digunakan untuk tumor ganas.

BACA JUGA: 17 Gejala Kanker Otak yang Perlu Anda Kenali & Waspadai!

Penyebab Kanker Otak

Seperti halnya tumor di bagian tubuh lainnya, penyebab kanker otak hingga kini belum bisa ditentukan secara pasti penyebabnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang diduga meningkatkan risiko terjadinya kanker otak, antara lain:

  • Paparan radiasi ke kepala.
  • Faktor keturunan.
  • Infeksi HIV.
  • Memiliki kebiasaan merokok.
  • Terpapar bahan kimia beracun dari lingkungan.
  • Penyebaran sel kanker dari organ tubuh lain.

Namun, penyebab perubahan dari sel normal menjadi sel kanker di kedua tumor otak metastatik dan primer seperti di atas tidak sepenuhnya dipahami sehingga membutuhkan penelitian lanjutan.

Jenis dan Tingkat Kanker Otak

Perlu diketahui juga, sel-sel kanker yang berkembang dari jaringan otak disebut tumor otak primer, sedangkan tumor otak yang menyebar dari tubuh lain ke otak disebut tumor otak metastatik.

1. Tumor Otak Primer

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai tumor otak primer, di antaranya:

  • Sel tumor terjadi ketika satu jenis sel berubah dan kehilangan karakteristik normalnya. Setelah berubah, sel-sel tumbuh dan berkembang biak dengan cara yang tidak normal.
  • Sel-sel abnormal tumbuh dan menjadi massa sel.
  • Pada umumnya, tumor otak jenis ini terjadi pada anak dan dewasa.
  • Tumor otak primer yang paling umum adalah gliomas (astrocytoma). Selain itu, meningiomas (tumor meningeal atau meninx), pituitary adenomas, craniopharyngiomas, vestibular schwannomas, CNS lymphomas, dan tumor neuroectodermal primitif (medulloblastomas), juga termasuk tumor otak primer. Sementara, istilah gliomas adalah istilah ekspansif karena mencakup banyak subtipe, termasuk oligodendrogliomas, ependymomas, dan choroid plexus papillomas.

2. Tumor Otak Metastatik

Tumor otak metastatik (juga disebut tumor otak sekunder) terbentuk dari sel kanker yang menyebar melalui aliran darah dari tumor yang terletak di tempat lain di dalam tubuh. Kanker paling umum yang menyebar ke otak adalah kanker yang timbul dari kanker yang berasal dari paru-paru, kulit, payudara, dan ginjal.

Proses metastasis terjadi ketika sel-sel kanker meninggalkan jaringan kanker primer dan memasuki sistem limfatik untuk mencapai kelenjar getah bening melalui aliran darah secara langsung. Sel-sel kanker ini akhirnya mencapai jaringan otak melalui aliran darah di mana mereka berkembang menjadi tumor otak metastasis.

Tumor otak metastatik adalah jenis tumor yang paling umum ditemukan di otak dan jauh lebih umum daripada tumor otak primer. Tumor metastasis biasanya dinamai berdasarkan jenis jaringan dari mana sel-sel kanker asli muncul (misalnya, paru-paru metastatik atau kanker payudara metastasis).

Aliran darah otak biasanya menentukan di mana sel-sel kanker metastasis akan tinggal di otak, sekitar 85% berlokasi di otak (terletak di bagian atas rongga tengkorak). Sayangnya, sebagian besar tumor otak metastasis menyebar di dalam otak dan ditemukan setidaknya di lebih dari satu jaringan otak.

Sekitar 15 % persen kasus dari semua kanker (kecuali untuk kanker kulit non-melanoma, dan carcinoma in situ of the cervix) akan dipersulit oleh tumor otak metastasis.

Tingkatan Kanker Otak

Tumor otak bervariasi dalam tingkat pertumbuhan dan kemampuannya untuk menyebabkan gejala. Berikut ini adalah sistem penilaian untuk mengklasifikasikan tumor, antara lain:

  • Tingkat I. Jaringannya jinak, sel-selnya terlihat hampir seperti sel otak normal, dan pertumbuhan sel lambat.
  • Tingkat II: Jaringannya ganas, Sel-selnya kurang terlihat seperti sel normal daripada sel-sel pada tumor kelas I.
  • Tingkat III: Jaringan ganas memiliki sel yang terlihat sangat berbeda dari sel normal. Sel-sel abnormal tumbuh aktif. Sel-sel yang abnormal ini disebut anaplastik.
  • Tingkat IV: Jaringan ganas memiliki sel-sel yang terlihat paling abnormal dan cenderung tumbuh sangat cepat (agresif).

Gejala Kanker Otak

Perlu diketahui bahwa ciri ciri kanker otak ada banyak dan tidak spesifik. Kondisi ini membuat kanker otak dapat disebabkan oleh banyak penyakit lain juga. Bahkan beberapa orang tidak bisa mengenali gejala kanker otak.

Satu-satunya cara untuk mengetahui dengan pasti ciri ciri kanker otak adalah dengan menjalani tes diagnostik. Meski begitu, terdapat beberapa gejala kanker otak yang paling umum yang bisa dikenali, antara lain:

  • Sakit kepala terutama di pagi hari dan bisa menjadi persisten atau parah.
  • Kelemahan otot, sering kali terjadi di satu sisi tubuh daripada yang lain.
  • Parestesia, sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
  • Mengalami gangguan keseimbangan, kesulitan berjalan, atau kelelahan lengan dan kaki.

Ciri ciri kanker otak nonspesifik lainnya meliputi:

  • Menurunnya kewaspadaan, konsentrasi, dan memori.
  • Mual atau muntah, terutama di pagi hari dibarengi dengan munculnya pusing atau vertigo.
  • Gangguan penglihatan, seperti penglihatan ganda, penglihatan kabur, hilangnya penglihatan tepi.
  • Kesulitan berbicara (gangguan suara).
  • Perubahan bertahap dalam kapasitas intelektual atau emosional.

Pada beberapa kasus, timbulnya ciri ciri kanker otak terjadi secara bertahap dan dapat diabaikan bahkan untuk jangka waktu yang lama. Namun, kadang-kadang gejala kanker otak juga bisa muncul lebih cepat.

Pada beberapa kasus, seseorang yang mengalami kanker otak seolah-olah tubuhnya mengalami stroke. Pada beberapa orang, ciri ciri kanker otak menjadi jelas apabila kanker otak terletak di lobus otak yang biasanya bertanggung jawab untuk fungsi tubuh tertentu.

Perubahan perilaku mungkin mendominasi pada kanker lobus frontal, sementara kesulitan berbicara atau pergerakan mungkin mendominasi pada kanker dalam lobus parietal.

Kapan Anda Harus Mendapatkan Perawatan Medis untuk Kanker Otak?

Jika seseorang sudah mengembangkan salah satu dari gejala kanker otak berikut:

  • Muntah yang tidak dapat dijelaskan dan terjadi terus-menerus.
  • Penglihatan ganda atau kekaburan penglihatan yang tidak dapat dijelaskan, terutama pada satu sisi saja.
  • Muncul kejang.
  • Sakit kepala, terutama saat dini hari.

Diagnosis Kanker Otak

Jika temuan riwayat medis dan pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa Anda memiliki kanker otak, beberapa tes tambahan mungkin diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi yang dialami, antara lain:

  • CT scan otak diperlukan, terutama jika seseorang menunjukkan kondisi dalam bahaya
  • Tes dengan sinar-X diperlukan untuk menunjukkan lebih detail kondisi otak dalam tiga dimensi.
  • Menggunakan cairan pewarna untuk kemudian disuntikkan ke dalam aliran darah. Hal ini bertujuan menunjukkan kelainan yang terjadi saat pemindaian.

Orang dengan kanker otak sering kali memiliki masalah medis lainnya, oleh karena itu, tes laboratorium lanjutan yang bisa dilakukan adalah:

  • Analisis darah, elektrolit, tes fungsi hati, dan profil pembekuan darah .
  • Jika seseorang memiliki perubahan status mental sebagai gejala utama, tes darah atau urine dapat dilakukan untuk mengesampingkan penggunaan narkoba sebagai penyebab gejala tersebut.

Selain itu, langkah lanjutan untuk mengevaluasi sifat dan luas tumor otak adalah MRI scan. Cara ini memiliki sensitivitas yang lebih tinggi untuk mendeteksi keberadaan dan karakteristik tumor.

Secara khusus, hubungan tumor dengan otak di sekitarnya seperti penutup otak, ruang cairan serebrospinal, dan struktur vaskular, dinilai menghasilkan diagnosis sementara tentang sifat tumor. Jika hasil CT atau MRI scan menunjukkan adanya kanker otak, orang tersebut akan dirujuk ke ahli bedah saraf atau ahli onkologi.

Sementara itu, pemindaian dapat dianggap sangat mencurigakan atau bahkan sangat mungkin untuk menunjukkan kanker otak, akan tetapi konfirmasi ini membutuhkan diagnosis jaringan bila memungkinkan. Sampel kecil dari tumor (biopsi) diambil untuk mengidentifikasi jenis dan tingkat kanker.

  • Teknik yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan biopsi adalah prosedur bedah yang disebut kraniotomi. Tengkorak dibuka, biasanya dengan maksud untuk mengangkat seluruh tumor jika memungkinkan. Biopsi kemudian diambil dari tumor.
  • Jika ahli bedah tidak dapat mengangkat seluruh tumor, sebagian kecil tumor diangkat.
  • Dalam beberapa kasus, dimungkinkan untuk mengumpulkan biopsi tanpa membuka tengkorak. Lokasi pasti dari tumor di otak ditentukan secara stereotactically, yaitu dengan menggunakan CT atau MRI scan sementara kepala dipegang dalam bingkai. Sebuah lubang kecil kemudian dibuat di tengkorak dan sebuah jarum dipandu melalui lubang ke tumor. Jarum mengumpulkan biopsi untuk kemudian dikeluarkan.
  • Biopsi diperiksa di bawah mikroskop oleh ahli patologi.

Setelah kanker otak didiagnosis, seseorang harus sangat berhati-hati karena orang dengan penyakit ini berada pada risiko yang tinggi untuk masalah medis tambahan dan berpotensi membuat gejalanya semakin parah. Perawatan harus dilakukan oleh dokter khusus yang merawat Anda.

Setelah perawatan, pasien akan kembali untuk kunjungan tindak lanjut dengan dokter. Tujuan dari tindak lanjut ini adalah untuk memastikan bahwa kambuhnya kanker atau efek jangka panjang dari perawatan dapat diidentifikasi dengan segera sehingga dapat segera diobati.

BACA JUGA: Micin Bisa Sebabkan Kanker Otak?

Pengobatan Kanker Otak

Pada dasarnya, rencana perawatan kanker otak disesuaikan berdasarkan kondisi pasien. Perawatan sangat bervariasi tergantung pada jenis kanker, lokasi otak, ukuran tumor, usia pasien, dan status kesehatan umum.

Pembedahan, terapi radiasi, dan kemoterapi adalah kategori perawatan utama untuk sebagian besar kanker otak. Rencana perawatan individu sering kali termasuk kombinasi dari ketiga perawatan tersebut.

1. Pembedahan

Prosedur mencoba untuk mengangkat semua sel tumor dengan memotong tumor dari jaringan otak normal. Operasi ini yang melibatkan pembukaan tengkorak sering disebut operasi invasif.

Beberapa kanker otak disebut tidak dapat dioperasi oleh ahli bedah karena upaya untuk menghilangkan kanker dapat menyebabkan kerusakan otak lebih lanjut atau kematian.  Pasien dengan diagnosis tumor otak yang tidak dapat dioperasi harus mempertimbangkan untuk mencari pendapat lain sebelum perawatan bedah ditinggalkan.

2. Radioterapi

Terapi ini mencoba menghancurkan sel-sel tumor dengan menggunakan radiasi berenergi tinggi yang difokuskan pada tumor untuk menghancurkan kemampuan sel-sel tumor untuk berfungsi dan bereplikasi.

Terapi radiasi adalah prosedur nonsurgical yang memberikan dosis tunggal tinggi radiasi yang ditargetkan secara tepat menggunakan sinar gamma atau sinar-X terfokus yang menyatu pada area spesifik–atau area otak di mana tumor atau kelainan lainnya berada.

Peralatan yang digunakan untuk melakukan terapi radiasi bervariasi. Tomoterapi adalah jenis radioterapi di mana radiasi disampaikan dengan cara yang sangat tepat karena meminimalkan paparan radiasi ke jaringan yang sehat.

3. Kemoterapi

Kemoterapi mencoba untuk menghancurkan sel-sel tumor menggunakan obat-obatan yang dirancang untuk menghancurkan jenis sel kanker tertentu. Terapi obat spesifik sangat banyak, dan setiap rejimen biasanya dirancang untuk jenis kanker otak spesifik dan disesuaikan untuk setiap pasien. Pada dasarnya, berbagai perawatan berusaha untuk menyelamatkan sel-sel otak normal.

Pilihan pengobatan lain mungkin termasuk hipertermia (perawatan panas), imunoterapi (sel imun yang diarahkan untuk membunuh jenis sel kanker tertentu), atau steroid untuk mengurangi peradangan dan pembengkakan otak. Beberapa cara ini dapat ditambahkan ke rencana perawatan lainnya.

Efek Samping Perawatan Kanker Otak

Meski perawatan kanker otak dilakukan untuk mengurangi efek samping, sebagian besar pasien akan mengalami efek samping. Oleh karena itu, seseorang yang ingin menjalani pengobatan kanker otak harus bertanya tentang efek samping yang bisa terjadi. Hal ini bertujuan untuk memutuskan apakah pengobatan yang diusulkan akan sepadan dengan manfaatnya dan apa yang harus dilakukan jika efek samping muncul.

Efek samping dari kemoterapi mungkin termasuk mual, muntah, rambut rontok, dan tubuh melemah. Sistem kekebalan biasanya tertekan sehingga membuat orang lebih rentan terhadap infeksi.

Sedangkan, sistem organ lain seperti ginjal atau organ reproduksi juga dapat rusak. Meskipun efek samping ini biasanya menurun ketika pengobatan berakhir, beberapa mungkin tidak, terutama jika sistem organ lain rusak.

Terapi radiasi memiliki efek samping yang mirip dengan kemoterapi, akan tetapi karena beberapa sistem organ tidak mendapatkan dosis radiasi langsung, efek sampingnya bisa lebih kecil daripada kemoterapi.

Namun, kerusakan kulit (kemerahan atau gelap) dan sensitivitas kulit dapat terjadi. Kerontokan rambut juga dapat terjadi, terutama di daerah di mana radiasi memasuki tubuh, bahkan beberapa rambut rontok bersifat permanen.

Sedangkan prosedur pembedahan dapat menyebabkan perubahan sementara dan permanen. Efek samping seperti pembengkakan otak, kerusakan jaringan normal, perubahan status mental, kelemahan otot, atau perubahan fungsi yang dikendalikan otak dapat terjadi. Meskipun efek samping seperti itu biasanya menurun dari waktu ke waktu, beberapa mungkin menjadi permanen.

Apakah Kanker Otak Bisa Dicegah?

Meskipun tidak ada cara untuk mencegah kanker otak, diagnosis dini dan pengobatan tumor yang cenderung bermetastasis ke otak dapat mengurangi risiko kanker otak.

Faktor-faktor berikut diduga sebagai faktor risiko yang mungkin menjadi penyebab tumor otak primer yaitu radiasi ke kepala, infeksi HIV, dan racun lingkungan. Namun, tidak ada yang tahu penyebab pasti yang memicu kanker otak, terutama kanker otak primer, sehingga tindakan pencegahan spesifik tidak diketahui.

 

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Davis, Charles Patrick, MD, PhD. Brain Cancer. https://www.emedicinehealth.com/brain_cancer/article_em.htm#brain_cancer_facts. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  2. Brain Cancer. https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-cancer. (Diakses pada 14 Oktober 2019).
  3. Malignant brain tumour (brain cancer). https://www.nhs.uk/conditions/malignant-brain-tumour/. (Diakses pada 14 Oktober 2019).