Kanker Mulut: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

kanker-mulut-doktersehat

DokterSehat.Com– Kanker mulut adalah kanker yang berkembang di bagian mulut, termasuk di permukaan lidah, bagian dalam pipi, atap langit-langit mulut, gusi dan bibir. Kanker juga dapat berkembang di kelenjar yang memproduksi air liur, amandel di bagian belakang mulut, dan tenggorokan (faring).

Menurut Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, kasus kanker rongga mulut di Indonesia berkisar 3 sampai 4 persen dari seluruh kasus kanker yang terjadi. Sementara itu, diperkirakan insiden setiap tahunnya sekitar 275.000 untuk kanker rongga mulut dan 130.300 untuk kanker tenggorokan dan hampir 75 persen terjadi di negara sedang berkembang.

Jenis Kanker Mulut

Kanker mulut terbagi menjadi enam berdasarkan jenis sel kanker (karsinoma) mulai tumbuh, dari yang umum hingga yang langka. Berikut penjelasan jenis kanker mulut:

1. Karsinoma Sel Skuamosa

Sebanyak 90 persen lebih kanker yang berkembang di rongga mulut adalah karsinoma sel skuamosa. Biasanya, tenggorokan dan mulut dilapisi sel skuamosa, yang tampak seperti sisik ikan bila dilihat menggunakan mikroskop. Karsinoma sel skuamosa berkembang saat beberapa sel skuamosa bermutasi dan menjadi abnormal.

2. Karsinoma Verukosa

Sekitar 5 persen dari semua kasus tumor rongga mulut adalah karsinoma verukosa, yakni jenis kanker yang tumbuh sangat lambat yang terdiri dari sel skuamosa. Jenis kanker mulut mungkin menyerang jaringan di sekitarnya, dan jarang menjalar ke bagian lain dari tubuh.

3. Karsinoma Kelenjar Ludah Minor

Jenis kanker mulut ini dapat berkembang di kelenjar ludah minor, yang terletak di sepanjang lapisan mulut dan tenggorokan. Ini termasuk karsinoma kistik adenoid, carcinoma mucoepidermoid dan adenokarsinoma derajat rendah polymorphous.

4. Limfoma

Kanker mulut jenis ini berkembang di jaringan getah bening, yang merupakan bagian sistem kekebalan tubuh, atau dikenal sebagai limfoma. Amandel dan pangkal lidah keduanya mengandung jaringan limfoid.

5. Tumor Rongga Mulut Jinak

Sejumlah jenis tumor non-kanker dan kondisi seperti tumor dapat berkembang di rongga mulut dan orofaring – bagian faring di belakang rongga mulut. Terkadang, kondisi ini berkembang menjadi kanker. Oleh karenanya, tumor jinak biasanya diangkat melalui pembedahan.

6. Leukoplakia dan Erythroplakia

Kondisi non-kanker ini berkembang saat jenis sel abnormal tertentu berkembang di mulut atau tenggorokan. Bila leukoplakia berkembang akan ditandai area putih, sedangkan erythroplakia ditandai dengan area merah, yang mungkin sedikit terangkat dan biasanya berdarah ketika tergaruk.

Kedua ciri kanker mulut jenis ini mungkin bersifat prekanker, artinya dapat berkembang menjadi berbagai jenis kanker. Ketika kondisi ini terjadi, biopsi atau tes lain dilakukan untuk menentukan apakah sel tersebut kanker.

Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Mulut

Hasil kanker ketika mutasi genetik menginstruksikan sel untuk tumbuh tanpa kontrol. Kanker mulut yang tidak diobati akan mulai di satu bagian mulut, kemudian menyebar ke bagian lain dari mulut, termasuk ke kepala dan leher. Kanker mulut biasanya dimulai pada sel-sel skuamosa yang melapisi bibir dan bagian dalam mulut. Ini disebut karsinoma sel skuamosa.

Penyebab kanker mulut secara pasti belum diketahui, namun ada faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan kanker mulut berkembang. Berikut sejumlah faktor risiko kanker mulut:

1. Jenis Kelamin

Kanker mulut adalah dua kali lebih sering terjadi pada pria daripada wanita. Perbedaan ini mungkin terkait dengan penggunaan alkohol dan tembakau yang biasanya lebih umum pada pria daripada pada wanita.

2. Usia

Usia rata-rata yang didiagnosis kanker mulut adalah 62 tahun, dan dua pertiga orang dengan penyakit ini berusia di atas 55 tahun, meskipun juga dapat terjadi pada orang yang lebih muda.

3. Paparan Sinar Ultraviolet

Kanker mulut lebih sering terjadi pada orang yang bekerja di luar ruangan dan mengunjungi tempat penyamakan, dan di antara mereka yang terpapar sinar matahari dalam waktu lama.

4. Nutrisi yang Buruk

Penelitian telah menemukan bahwa diet rendah buah dan sayuran mungkin dapat meningkatkan risiko kanker mulut.

5. Genetik

Beberapa mutasi genetik yang diwariskan menyebabkan sindrom yang berbeda dalam tubuh, yang meningkatkan risiko kanker mulut, termasuk:

  • Anemia Fanconi adalah suatu kondisi darah yang disebabkan oleh kelainan bawaan pada beberapa gen. Penderitanya mungkin mengalami tanda-tanda kanker mulut pada usia dini dan mengalami anemia atau anemia aplastik.
  • Dyskeratosis congenita adalah sindrom terkait genetik yang menyebabkan anemia aplastik, dan meningkatkan risiko tinggi kanker mulut yang dimulai pada usia dini.

7. Merokok

Meski penyebab kanker mulut belum diketahui pasti. Sebanyak 80 persen penderita kanker mulut adalah perokok atau mengunyah tembakau. Risiko terkena kanker mulut tergantung lamanya waktu dan frekuensi penggunaan tembakau. Merokok menyebabkan kanker di mulut atau tenggorokan, dan beberapa produk tembakau oral berisiko kanker di pipi, gusi, dan bagian dalam bibir.

8. Alkohol

Sebanyak 70 persen orang yang didiagnosis mengalami kanker mulut adalah pecandu alkohol. Risikonya akan lebih tinggi bagi orang yang minum alkohol sekaligus merokok, daripada orang yang tidak merokok atau minum.

9. Nyirih

Orang di Asia Tenggara dan belahan dunia lainnya mengunyah sirih atau nyirih, yang terdiri dari daun sirih, pinang dan kapur. Mengunyah guthka, kombinasi sirih dan tembakau, juga berisiko menjadi penyebab kanker mulut. Kedua zat ini dapat meningkatkan risiko kanker mulut.

Kondisi lainnya yang meningkatkan risiko terkena kanker mulut termasuk:

Gejala Kanker Mulut

Ciri kanker mulut awal mungkin keliru dengan masalah kesehatan lainnya, seperti sakit gigi atau pilek. Banyak gejala disebabkan oleh tumor mulut yang mungkin disebabkan oleh kondisi lain yang kurang serius atau kanker lainnya.

Gejala kanker mulut yang paling umum meliputi:

  • Pembengkakan atau penebalan, gumpalan atau benjolan, bintik-bintik kasar, berkerak, dan bibir mengelupas.
  • Adanya bentuk seperti beludru putih, merah, atau pola berbintik-bintik (putih dan merah) di mulut.
  • Perdarahan yang tidak dapat dijelaskan di mulut.
  • Mati rasa yang tidak diketahui penyebabnya, mati rasa, nyeri, tebal di area wajah, mulut, leher, atau telinga.
  • Luka pada wajah, leher, atau mulut yang mudah berdarah dan tidak sembuh dalam dua minggu.
  • Nyeri atau perasaan bahwa ada sesuatu yang terjebak di belakang tenggorokan.
  • Kesulitan mengunyah atau menelan, berbicara, atau menggerakkan rahang maupun lidah.
  • Suara serak, sakit tenggorokan kronis, atau perubahan suara (bicara cadel).
  • Perubahan dalam kecocokan pemasangan gigi palsu atau rahang palsu.
  • Penurunan berat badan yang drastis.
  • Benjolan di leher.

Jika Anda mengalami salah satu gejala kanker mulut atau beberapa di antaranya, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Setelah mengetahui apa itu kanker mulut, penyebab dan gejalanya, Anda dapat mengetahui apa saja perbedaan sariawan dan kanker mulut. Lebih jelas berikut pengertian sariawan.

Sariawan adalah luka atau benjolan kecil yang terbentuk di jaringan mulut atau di dasar gusi. Penyebab sariawan belum diketahui, namun beberapa faktor seperti cedera, makanan dapat meningkatkan risiko sariawan. Sementara gejala sariawan ditandai dengan benjolan kecil berwarna putih atau kuning serta batas kemerahan di lapisan mulut atau gusi.

Baca juga: Sariawan: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan dan Pencegahan

Kapan harus Periksa ke Dokter?

Banyak gejala atau tanda-tanda kanker mulut biasanya dapat disebabkan oleh kondisi yang kurang serius, seperti infeksi.

Namun, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter gigi jika salah satu ciri kanker mulut bertahan lebih dari tiga minggu. Sangat penting untuk mendapatkan saran medis jika minum atau merokok secara teratur.

Diagnosis Kanker Mulut

Pemeriksaan untuk kanker mulut dilakukan secara klinis pada mulut, tes atau prosedur lainnya. Berikut sejumlah tes yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker mulut:

1. Barium Swallow

Tes ini dapat menunjukkan masalah di laring, faring, mulut dan area sekitarnya, dan mungkin dapat mendeteksi kecil, tumor mulut awal.

2. Biopsi

Tes ini dapat memastikan diagnosis kanker mulut. Sampel jaringan atau sel diperlukan untuk prosedur biopsi, yang harus dilakukan sebelum perawatan dimulai. Jenis biopsi yang sering digunakan untuk mendiagnosis kanker mulut adalah:

  • Biopsi Insisi

Sedikit jaringan dipotong dari area yang tampak tidak normal di bagian mulut. Jika jaringan abnormal mudah diakses, pengambilan sampel dapat dilakukan di kantor dokter. Tetapi jika tumor lebih dalam di dalam mulut atau tenggorokan, biopsi mungkin dilakukan di ruang operasi.

  • Sitologi Eksfoliatif

Area mulut yang dicurigai dikerok dengan lembut untuk mendapatkan sampel sel. Sel-sel ini ditaruh pada slide kaca dan diwarnai dengan pewarna, sehingga mudah dilihat di bawah mikroskop. Jika terdapat sel yang tampak abnormal, biopsi yang lebih dalam akan dilakukan.

5. Pemeriksaan Gigi

Jika akan dilakukan radiasi untuk perawatan untuk kanker mulut, biasanya pemeriksaan gigi sebelumnya dianjurkan.

Ketika gigi atau struktur lainnya dalam rongga mulut perlu diangkat, spesialis yang dikenal sebagai prosthodontist dapat melakukan penggantian prostetik untuk membantu memperbaiki penampilan, kenyamanan, dan fungsinya setelah perawatan.

6. Endoskopi

Meski biasanya hidung dan mulut dapat diperiksa tanpa menggunakan alat, dokter dapat melakukan endoskopi untuk melihat area yang sulit dilihat, seperti laring dan di belakang hidung.

7. Tes Pencitraan

Pencitraan dapat dilakukan dengan beberapa pilihan tes berikut:

  • Computed tomography (CT) scan: Tes ini dapat memberikan informasi tentang ukuran, bentuk dan posisi tumor, dan juga dapat mengidentifikasi pembesaran kelenjar getah bening yang mungkin mengandung sel kanker.
  • Magnetic resonance imaging (MRI): Meski lebih jarang, pemindaian MRI dapat digunakan untuk memeriksa kanker mulut. MRI memberikan penggambaran yang sangat rinci, dan sangat berguna untuk menentukan penyebaran kanker, baik di leher atau bagian lain dari tubuh.
  • Positron emission tomography (PET): Bagi orang yang didiagnosis kanker mulut, pemindaian PET dapat digunakan untuk menentukan apakah kanker menyebar ke kelenjar getah bening, atau bagian tubuh lainnya. untuk memeriksa tubuh untuk penyebaran sel kanker.

8. Pharyngoscopy dan Laryngoscopy Tidak Langsung

Untuk kedua prosedur ini, dokter akan menyemprot hidung atau bagian belakang tenggorokan dengan obat mati rasa untuk menghindari rasa sakit. Karena orang yang didiagnosis menderita kanker mulut juga berisiko lebih tinggi terhadap kanker kepala dan leher lainnya, dokter juga memeriksa area lain di tenggorokan atau hidung.

9. Panendoscopy

Jika dokter mencurigai adanya kanker mulut, kemungkinan besar akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Jika tumor mulut ditemukan, dokter akan mengambil sampel untuk diperiksa menggunakan mikroskop.

10. Sinar-X

X-ray pada dada dapat dilakukan untuk memastikan apakah kanker mulut telah menyebar ke paru-paru. Meski kanker tidak akan ada di paru-paru, kecuali jika sudah lanjut. Bila hasilnya tidak normal, tes lebih lanjut akan dilakukan.

Stadium Kanker Mulut

Berdasarkan keparahannya, kanker mulut terbagi menjadi empat:

  • Stadium I

Tumor berukuran 2 Sentimeter atau lebih kecil, dan kanker mulut belum menyebar ke kelenjar getah bening.

  • Stadium II

Tumor berukuran antara 2 sampai 4 Sentimeter, dan sel-sel kanker belum menjalar ke kelenjar getah bening.

  • Stadium III

Ukuran tumor lebih besar dari 4 sentimeter dan belum menyebar ke kelenjar getah bening, atau berukuran berapa pun dan telah menyebar ke satu kelenjar getah bening, tetapi tidak ke bagian lainnya.

  • Stadium IV

Tumor dengan ukuran berapa pun dan sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan di sekitarnya, kelenjar getah bening, atau bagian lain dari tubuh.

Komplikasi Kanker Mulut

Kanker mulut dan perawatannya dapat menyebabkan komplikasi. Komplikasi biasanya setelah dilakukan operasi, yang menimbulkan risiko berdarah, infeksi, rasa sakit, kesulitan makan dan menelan.

Sementara masalah jangka panjang dari kanker mulut mungkin termasuk yang berikut ini:

  • Penyempitan arteri karotis: Kondisi ini dapat terjadi akibat terapi radiasi dan menyebabkan masalah kardiovaskular.
  • Masalah gigi: Ini dapat berkembang jika operasi mengubah bentuk mulut dan rahang.
  • Dysphagia (kesulitan menelan): Kondisi ini bisa membuat penderitanya sulit untuk makan dan infeksi.
  • Masalah bicara: Perubahan pada lidah, bibir, dan bagian mulut lainnya dapat memengaruhi bicara penderita kanker mulut.
  • Masalah kesehatan mental: Penderita kanker ini berisiko mengalami depresi, lekas marah, frustrasi, dan kecemasan.

Perawatan Kanker Mulut secara Alami

Tidak ada pengobatan alternatif yang dapat menyembuhkan kanker mulut. Tetapi pengobatan kanker mulut yang alami ini dapat membantu mengatasi gejala kanker mulut dan efek samping dari perawatan kanker.

Berikut beberapa perawatan kanker mulut secara alami:

1. Akupunktur

Selama akupunktur, seorang praktisi terlatih akan memasukkan jarum tipis ke titik-titik yang tepat pada tubuh. Beberapa ahli akupuntur dilatih khusus untuk penderita kanker. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi seseorang dokter spesialis  kupuntur.

3. Relaksasi

Perawatan ini merupakan kegiatan untuk membantu Anda merasa rileks yang  membantu Anda mengatasi kanker. Cobalah mendengarkan musik yang tenang atau menulis dalam jurnal.

4. Olahraga

Olahraga ringan selama 30 menit setiap hari dalam seminggu. Pilihan olahraga ringan termasuk jalan cepat, selama dan setelah pengobatan kanker untuk mengurangi kelelahan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum berolahraga, untuk memastikan aman untuk Anda.

Pengobatan Kanker Mulut secara Medis

Perawatan untuk kanker mulut memiliki sejumlah pilihan tergantung pada jenisnya, lokasi, dan stadium kanker ketika didiagnosis. Berikut beberapa pengobatan untuk kanker mulut:

1. Operasi

Perawatan untuk stadium awal kanker mulut biasanya dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor dan kanker kelenjar getah bening. Jaringan lain di sekitar mulut dan leher juga diangkat.

2. Terapi Radiasi

Adalah pilihan lain untuk perawatan kanker ini. Prosedur ini dilakukan dokter yang mengarahkan sinar radiasi pada tumor sekali atau dua kali sehari, lima hari seminggu, selama dua hingga delapan minggu. Untuk perawatan stadium lanjut biasanya akan dilakukan kemoterapi dan terapi radiasi.

3. Kemoterapi

Adalah perawatan dengan obat-obatan yang membunuh sel kanker. Obat ini diberikan secara oral atau melalui jarum suntik. Biasanya penderita kanker ini mendapatkan kemoterapi secara rawat jalan, meski sebagian memerlukan rawat inap.

4. Terapi yang Ditargetkan

Adalah bentuk lain dari perawatan untuk kanker mulut. Prosedur ini lebih efektif pada kanker stadium awal dan lanjut. Obat terapi yang ditargetkan akan mengikat protein spesifik pada sel kanker dan menghambat pertumbuhannya.

5. Nutrisi

Nutrisi juga bagian penting dari perawatan kanker mulut. Banyak perawatan membuat pasien sulit makan dan menelan yang menyakitkan, yang pada akhirnya menurunkan nafsu makan dan mengalami penurunan berat badan.

Sebaiknya konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran terbaik tentang menu makanan yang lembut di mulut dan tenggorokan, dan tentang kalori, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan untuk sembuh.

6. Menjaga Kesehatan Mulut

Perawatan selanjutnya dengan menjaga kesehatan mulut selama perawatan kanker adalah perawatan yang penting. Pastikan juga mulut tetap lembap dan gigi serta gusi dalam kondisi bersih.

Pencegahan Kanker Mulut

Belum ada cara yang terbukti untuk mencegah kanker mulut. Tetapi, beberapa hal seperti gaya hidup bisa mengurangi risiko kanker mulut:

  • Hindari merokok
  • Hindari alkohol
  • Hindari paparan sinar matahari langsung
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan mulut
  • Penuhi kebutuhan nutrisi tubuh

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Anonim. 2019. Mouth Cancer. https://www.nhs.uk/conditions/mouth-cancer/. (Diakses 27 November 2019)
  2. Sirait, Anna M. 2016. Faktor Risiko Tumor/Kanker Rongga Mulut Dan Tenggorokan Di Indonesia (Analisis Riskesdas 2007). http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/3281. (Diakses 27 November 2019)
  3. Anonim. Tanpa Tahun. Oral Cancer. https://www.cancercenter.com/cancer-types/oral-cancer/about. (Diakses 27 November 2019)
  4. Brazier, Yvette. 2019. What you should know about mouth cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/165331.php#complications. (Diakses 27 November 2019)
  5. Cherney, Kristeen dan Shannon J. 2018. Oral Cancers. https://www.healthline.com/health/oral-cancer#outlook. (Diakses 27 November 2019)
  6. Anonim. 2019. Mouth cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mouth-cancer/symptoms-causes/syc-20350997. (Diakses 27 November 2019)
  7. Anonim. 2018. Canker sore. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/canker-sore/symptoms-causes/syc-20370615. (Diakses 27 November 2019)