Terbit: 5 Mei 2020
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Adrian Setiaji

Kanker lambung adalah penyebab kematian ketiga terbesar terkait kanker. Kanker lambung dimulai dari sel-sel kanker yang ditemukan di lambung. Ketahui apa itu kanker lambung, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Kanker Lambung: Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Apa Itu Kanker Lambung?

Kanker lambung adalah jenis kanker keempat paling umum. Kanker lambung terjadi akibat pertumbuhan sel-sel kanker di dalam lapisan perut yang umumnya tanpa gejala. Kanker ini umumnya berkembang lambat dan baru disadari setelah bertahun-tahun.

Berdasarkan laporan dari National Cancer Institute (NCI), terdapat kira-kira 28.000 kasus baru kanker perut pada tahun 2017. Jumlah penderitanya mungkin bertambah setiap tahun, namun di Indonesia termasuk kasus langka yang itu kurang dari 150 ribu kasus per tahun.

Kanker lambung (gastric cancer atau stomach cancer) lebih sering terjadi pada usia lanjut. Kurang dari 25% kanker tertentu terjadi pada orang di bawah usia 50 tahun. Di Cina, Jepang, Cili dan Iceland, kasus kanker ini sering terjadi.

Sementara di AS, kasus kanker ini lebih sering terjadi pada golongan ekonomi lemah, orang kulit hitam, dan orang yang tinggal di utara. Selain itu, kanker ini merupakan penyebab kematian terbesar ke tujuh yang terjadi pada sekitar 8 dari setiap 100.000 orang.

- Iklan -
Iklan DokterSehat Farmaku RT Mandiri - Advertisement

Gejala Kanker Lambung

Berdasarkan National Cancer Institute (NCI), gejala kanker lambung umumnya tidak disadari oleh penderitanya hingga kanker mencapai stadium lanjut. Walaupun demikian, Anda dapat mengenali gejala awal yang paling umum, yaitu:

  • Sakit Perut
  • Maag
  • Feses berdarah
  • Sembelit
  • Diare
  • Mual dan muntah berkelanjutan
  • Perut bengkak
  • Tidak nafsu makan
  • Selalu merasa kembung setelah makan
  • Merasa kenyang padahal hanya makan sedikit
  • Mulas parah dan berkepanjangan
  • Gangguan pencernaan parah yang hampir selalu terjadi
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan

Itulah beberapa gejala kanker paling umum. Bila Anda mengalami satu atau lebih ciri-ciri kanker lambung tersebut, belum tentu Anda menderita kanker ini. Sebaiknya konsultasi pada dokter bila mengalami gangguan pencernaan yang tidak kunjung sembuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila Anda mengalami gejala terkait lambung, perut, atau sistem pencernaan dalam jangka waktu tertentu yang tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter. Dokter akan memeriksa dan mendiagnosis dengan tepat terkait penyakit apa yang mungkin Anda alami.

Baca Juga: 12 Gejala Kanker Lambung yang Harus Diwaspadai! (Disertai Pencegahan)

Penyebab Kanker Lambung

Kanker perut terjadi akibat sel-sel sehat dalam sistem pencernaan bagian atas bekembang menjadi kanker dan mulai membentu tumor. Tumor tersebut akan tumbuh menjadi sel-sel kanker aktif secara perlahan-lahan. Beberapa faktor penyebab kanker lambung yang paling umum adalah:

  • Efek samping merokok
  • Komplikasi obesitas
  • Komplikasi pasca operasi perut
  • Diet tinggi makanan yang diasap, diasinkan, atau asin
  • Efek samping dari lingkungan kerja di industri batu bara, logam, kayu, atau karet
  • Paparan bahan kimia asbes

Dokter dan peneliti belum mengetahui apa penyebabnya secara pasti. Beberapa kasus membuktikan bahwa kanker lambung sering dimulai pada sisi di mana lapisan lambung meradang namun banyak ahli yakin bahwa peradangan adalah akibat dari kanker tersebut, bukan sebagai penyebab kanker.

Faktor Risiko Kanker Lambung

Berikut ini adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini:

  • Anemia pernisiosa (anemia jangka panjang)
  • Limfoma (sekelompok kanker darah)
  • Infeksi bakteri H. pylori (bakteri pada saluran pencernaan)
  • Polip perut (jaringan abnormal pada lapisan perut)
  • Tumor pada saluran pencernaan lain dekat lambung

Selain itu, faktor gaya hidup juga meningkatkan risiko kanker jenis ini, yaitu:

  • Orang yang jarang olahraga
  • Orang yang memiliki kebiasaan sering dan banyak makan makanan asin atau makanan olahan
  • Orang yang terlalu banyak konsumsi daging
  • Orang dengan riwayat penyalahgunaan alkohol
  • Orang yang tidak mengolah makanan dengan cara yang sehat

Faktor risiko kanker ini juga lebih tinggi pada kelompok orang sebagai berikut:

  • Perokok
  • Laki-laki
  • Lansia di atas usia 50 tahun
  • Seseorang yang memiliki penyakit riwayat keluarga
  • Orang-orang keturunan Asia terutama Korea atau Jepang, Amerika Selatan, atau Belarusia

Memiliki satu atau lebih faktor risiko yang disebutkan tidak berarti Anda akan menderita kanker tersebut. Jalani pola makan dan hidup sehat agar terhindar dari kanker jenis apapun.

Diagnosis Kanker Lambung

Diagnosis awal dilakukan melalui skrining berkelanjutan untuk mendapatkan informasi lengkap terkait kondisi lambung Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan Anda.

Dokter akan mengajukan beberapa pemeriksaan untuk diagnosis kanker ini, yaitu:

  • Tes darah untuk mendeteksi tanda-tanda sel kanker aktif.
  • Pemeriksaan endoskopi bagian atas menggunakan selang tipis yang dilengkapi dengan kamera kecil untuk melihat kondisi sistem pencernaan Anda.
  • Pemeriksaan GI bagian atas atau upper gastrointestinal. Anda akan minum cairan barium yang akan melapisi perut sehingga kondisi perut lebih terlihat jelas menggunakan sinar-X.
  • Pemeriksaan CT Scan atau pemeriksaan menggunakan sinar-X.
  • Biopsi, pemeriksaan dengan sampel jaringan lambung Anda yang kemudian akan diteliti di laboratorium.

Pemeriksaan lain mungkin dibutuhkan seperti pemeriksaan darah untuk melacak keberadaan H. pylori penyebab gangguan sistem pencernaan seperti maag dan tukak lambung.

Baca Juga: Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Stadium Kanker Lambung

Kanker lambung memiliki beberapa stadium sesuai dengan tingkat keparahannya, sebagai berikut:

  • Stadium I: Tumor pada lambung berada di jaringan pelapis bagian dalam kerongkongan atau lambung. Sementara sel-sel kanker mungkin telah menyebar ke beberapa kelenjar getah bening terdekat dari lambung.
  • Stadium II: Sel-sel kanker aktif menyebar lebih dalam di lambung hingga ke lapisan otot atau dinding lambung. Sementara sel-sel kanker juga menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.
  • Stadium III: Sel-sel kanker telah menyebar ke lapisan lambung atau kerongkongan dan meluas ke lebih banyak kelenjar getah bening terdekat.
  • Stadium IV: Sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan getah bening dan bagian tubuh lainnya.

Akibat ciri-ciri kanker lambung tidak dirasakan atau cenderung tidak disadari, kebanyakan pasien baru konsultasi ke dokter saat kanker sudah stadium lanjut.

Baca Juga: 15 Cara Mencegah Asam Lambung Naik (Alami dan Aman)

Pengobatan Kanker Lambung

Terdapat beberapa opsi pengobatan kanker yang disesuaikan dengan stadium dan kondisi pasien. Berikut ini beberapa cara mengobatinya:

1. Operasi

Operasi menjadi pilihan terbaik untuk pasien stadium awal atau apabila sel-sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening terdekat atau organ lain. Operasi dilakukan untuk mengangkat semua sel kanker di saluran pencernaan termasuk kerongkongan atau lambung.

2. Terapi Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar-X untuk menghancurkan sel-sel kanker. Terapi radiasi juga disarankan dilakukan sebelum operasi untuk mengecilkan tumor sehingga jadi lebih mudah diangkat selama prosedur operasi kanker.

3. Kemoterapi

Kemoterapi adalah perawatan kanker dengan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker berbahaya. Ketika pasien minum obat kemoterapi, obat akan menyebar untuk membersihkan sel-sel kanker di seluruh tubuh atau sel-sel kanker yang mungkin mulai berkembang di luar lambung.

Kombinasi perawatan kanker dengan kemoterapi dan terapi radiasi juga menjadi opsi paling potensial untuk pengobatan kanker. Dokter akan membuat rencana perawatan terbaik untuk Anda. Perawatan kanker akan disesuaikan dengan faktor risiko, usia, kondisi kesehatan, dan stadium kanker.

Komplikasi Kanker Lambung

Kanker adalah salah satu penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia, terlepas dari apa jenis kanker yang diderita. Sel-sel kanker yang aktif di satu bagian tubuh dapat menyebar dengan cepat dan tidak terkontrol. Kondisi ini akan memperburuk kondisi kesehatan serta meningkatkan risiko sel-sel kanker akan menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya.

Termasuk kasus kanker pada lambung, bila dibiarkan maka akan menyebar ke organ penting lainnya, seperti:

  • Pari-paru
  • Kelenjar getah bening
  • Tulang
  • Hati

Komplikasi kanker akan lebih sulit ditangani. Walaupun begitu, dokter akan memberi opsi perawatan dan pengobatan terbaik. Bila Anda mengalami ciri-ciri kanker lambung sejak awal sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar tidak menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Pemicu Asam Lambung Naik yang Harus Diwaspadai

Pencegahan Kanker Lambung

Sementara penyebabnya belum diketahui, kanker ini mungkin sulut untuk dicegah. Walaupun begitu, Anda dapat mencegah segala penyakit dengan menerapkan pola makan dan pola hidup sehat. Selain itu, Anda dapat menekan faktor risiko kanker dengan beberapa cara, seperti:

1. Rajin Makan Sehat

Pastikan Anda makan sayur dan buah setiap hari. Jangan lupa untuk konsumsi makanan berserat dan bervitamin tinggi seperti pir, stoberi, alpukat, apel, pisang, wortel, brokoli, ubi, kacang almond, atau oatmeal.

2. Jaga Berat Badan

Seseorang yang obesitas berisiko lebih tinggi mengembangkan berbagai penyakit kronis termasuk kanker dan diabetes. Jadi, jaga berat badan ideal Anda dengan rajin makan buah dan sayur serta olahraga teratur. Gunakan kalkulator BMI untuk mengukur berat badan ideal Anda.

3. Perhatikan Kesehatan Lambung

Apabila Anda memiliki riwayat penyakit lambung seperti maag atau GERD (gastroesophageal reflux disease), maka segera tangani masalah tersebut. Infeksi lambung akibat infeksi bakteri H. pylori dapat meningkatkan risiko penyakit lambung lainnya.

4. Jangan Merokok

Seorang perokok memiliki risiko lebih besar untuk mengalami kanker. Selain itu, merokok telah terbukti tidak menyehatkan sama sekali bagi tubuh. Jadi, sebaiknya tidak merokok bila ingin sehat dan panjang umur.

5. Perhatikan Penggunaan Obat Tertentu

Beberapa obat memiliki efek samping, seperti obat aspirin NSAID (non-steroid anti-inflamasi) atau obat antiinflamasi nonsteroid yang akan memengaruhi fungsi lambung. Konsultasi pada dokter sebelum dan selama Anda menggunakan obat ini.

6. Olahraga

Banyak manfaat olahraga bagi kesehatan, termasuk untuk mengurangi risiko jenis kanker apapun. Cobalah olahraga dengan intensitas rendah setidaknya 15 menit sehari. Lalu, Anda dapat meningkatkan jenis olahraga dan jadwal olahraga Anda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Anda.

Itulah beberapa cara mencegah kanker lambung. Bila perlu, Anda juga dapat konsultasi dengan dokter untuk bertanya apakah Anda berada dalam risiko terkena kanker. Anda dapat melakukan skrining kesehatan general dan rutin. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. MayoClinic. 2018. Stomach cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stomach-cancer/symptoms-causes/syc-20352438. (Diakses pada 5 Mei 2020).
  2. WebMD. 2020. Stomach Cancer. https://www.webmd.com/cancer/stomach-gastric-cancer#3-8. (Diakses pada 5 Mei 2020).
  3. Cherney, Kristeen. 2017. Stomach Cancer (Gastric Adenocarcinoma). https://www.healthline.com/health/gastric-cancer. (Diakses pada 5 Mei 2020).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi