Kanker Nasofaring: Penyebab, Gejala, Diagnosis, & Pengobatan

kanker-hidung-doktersehat

DokterSehat.Com – Kanker nasofaring adalah kanker yang terbentuk di jaringan nasofaring, yaitu bagian atas tenggorokan di belakang hidung. Sebagian besar kanker nasofaring adalah karsinoma sel skuamosa, kanker yang dimulai pada sel datar yang melapisi nasofaring. Kanker nasofaring berbeda dengan jenis kanker lainnya. Kanker ini sulit dirasakan atau dilihat, karena itulah kanker nasofaring sulit dideteksi sejak stadium awal oleh dokter.

Penyebab Kanker Nasofaring

Penyebab pasti dari sebagian besar kasus kanker nasofaring belum diketahui. Tetapi para periset telah menemukan bahwa kanker nasofaring terkait dengan berbagai faktor risiko berikut ini:

1. Infeksi

Meski tidak dapat menyebabkan secara langsung  kanker, tetapi beberapa virus berisiko meningkatkan timbulnya  kanker. Virus Epstein Barr (EBV) adalah virus yang sangat umum yang dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring. Kebanyakan orang memiliki EBV dan itu tidak berbahaya. EBV dapat menyebabkan perubahan genetik dalam sel yang lebih mungkin menjadi kanker di masa depan.

2. Usia

Kanker nasofaring dapat terjadi pada semua umur, tetapi paling sering dialami pada orang dewasa antara usia 30 dan 50 tahun.

3. Makanan

Mengonsumsi makanan tertentu dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring atau kanker hidung. Kanker ini lebih sering terjadi di beberapa bagian Asia, Afrika Utara, dan Eropa. Makanan yang mengandung garam dan daging yang diawetkan dengan garam tinggi atau makanan asinan lebih sering ditemukan kanker nasofaring di beberapa tempat ini. Makanan ini bisa mengandung banyak nitrat dan nitrit, yang disajikan dengan protein untuk membuat nitrosamin. Zat kimia ini dapat merusak DNA.

Ada juga beberapa yang membuktikan bahwa makan banyak buah dan sayuran dapat menurunkan risiko kanker nasofaring.

4. Genetik

Risiko yang menjadi penyebab kanker nasofaring lebih tinggi pada orang yang memiliki saudara dekat yang pernah mengalami kanker ini. Peningkatan risiko kanker nasofaring mungkin disebabkan oleh gen bawaan serta faktor lingkungan dan gaya hidup bersama.

5. Paparan Debu dan Bahan Kimia

Orang yang terpapar debu kayu saat bekerja, mungkin memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Orang yang terpapar formaldehid juga memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Formaldehida adalah bahan kimia industri yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan bahan bangunan lainnya.

6. Kondisi Telinga, Hidung, dan Tenggorokan

Penderita penyakit telinga, hidung dan tenggorokan lebih lama (kronis) di masa lalu mungkin memiliki peningkatan risiko kanker nasofaring. Kondisi ini seperti sinusitis, otitis media, dan polip.

7. Alkohol dan Merokok

Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa minum minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring, tetapi buktinya belum jelas. Namun minum alkohol dapat menyebabkan kanker kepala dan leher lainnya.

Orang yang pernah merokok memiliki peningkatan risiko terkena kanker nasofaring. Apalagi perokok jangka panjang yang berisiko lebih tinggi.

Itulah faktor risiko kanker nasofaring yang patut diwaspadai, terlepas dari penyebab kanker nasofaring yang belum diketahui secara pasti.

Gejala Kanker Nasofaring

Kemunculan kanker nasofaring seringkali sulit untuk dikenali, karena ciri-ciri kanker nasofaring mirip dengan kondisi lain yang kurang serius. Bahkan penderita kanker ini tidak memiliki gejala kanker nasofaring sampai kanker mencapai stadium lanjut.

Berikut ini ciri-ciri kanker nasofaring yang dapat dikenali:

  1. Sakit tenggorokan
  2. Hidung tersumbat
  3. Benjolan di leher (paling sering)
  4. Penglihatan kabur atau ganda
  5. Infeksi telinga kambuh
  6. Rasa sakit atau mati rasa
  7. Sakit kepala
  8. Gangguan pendengaran, dengung di telinga, atau perasaan penuh di telinga
  9. Kesulitan membuka mulut
  10. Mimisan

Jika mengalami salah satu ciri-ciri kanker hidung atau kanker nasofaring di atas, segera temui dokter. Hanya orang medis berpengalaman yang dapat mendiagnosis atau menangani kanker nasofaring.

Diagnosis Kanker Nasofaring

Ketika menduga kemungkinan kanker nasofaring, berikut beberapa langkah yang umumnya  dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis yang akurat:

1. Riwayat Kesehatan

Diagnosis selalu dimulai dengan diskusi yang menyeluruh, antara pasien dan dokter untuk membuat riwayat medis Anda.

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik seperti kepala dan leher yang terperinci dan tujuan akan dimulai dengan inspeksi visual. Berikutnya memeriksa kelenjar getah bening yang membengkak di leher dan memeriksa tenggorokan dengan cermin kecil yang dapat membantu dalam mendiagnosis.

3. Pemeriksaan Visual

Endoskopi dapat dilakukan untuk mendapatkan visual dari seluruh rongga mulut dan nasofaring. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan tabung yang sangat tipis dan terang dimana terdapat kamera di ujungnya,  melalui hidung atau mulut dan ke dalam nasofaring. Saat itu juga, sampel jaringan untuk biopsi dapat diambil.

4. Studi Pencitraan

Guna mendapatkan visual yang lebih rinci terhadap kepala dan leher, sinar-X, MRI, dan CT / PET scan, dapat dilakukan untuk mengonfirmasi atau mengesampingkan diagnosis kanker nasofaring.

Pengobatan Kanker Nasofaring

Perawatan kanker nasofaring tergantung pada tingkat keparahan dan tingkat kanker, kesehatan secara keseluruhan dan faktor-faktor lain yang unik bagi penderitanya. Berikut ini beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk kanker nasofaring.

1. Terapi Radiasi

Terapi radiasi digunakan untuk membunuh sel kanker melalui sinar berenergi tinggi. Pasien akan dibaringkan di atas meja sesuai target mesin radiasi dan mengaplikasikan sinarnya ke area kanker.

Tergantung pada tingkat dan keparahan kanker nasofaring, terapi radiasi dapat digunakan untuk pengobatan tunggal atau dikombinasikan dengan bentuk perawatan lain seperti kemoterapi atau pembedahan. Cara mengobati kanker nasofaring ini dianggap sebagai komponen utama terhadap perawatan karena jenis kanker ini cenderung sangat sensitif terhadap radiasi.

Perawatan radiasi termasuk terapi radiasi intensitas-termodulasi (IMRT). IMRT adalah teknik terapi radiasi berbasis komputer yang sangat spesifik, yang memungkinkan dilakukannya terapi lebih akurat, sehingga membatasi paparan radiasi ke jaringan sehat di sekitarnya.

2. Kemoterapi

Cara mengobati kanker nasofaring ini dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker dengan membasminya melalui penggunaan obat antikanker.

Agen antikanker diberikan secara oral atau intravena (IV) untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker, baik dengan membunuh sel atau dengan menghentikannya membelah.

Kemoterapi biasanya diberikan dalam siklus tiga hingga empat minggu, diikuti oleh periode pemulihan. Sementara tahap yang lebih lanjut, kemoterapi diberikan dengan radiasi agar sel-sel kanker lebih sensitif terhadap terapi radiasi, perawatan ini dikenal sebagai kemoradiasi.

3. Operasi

Operasi pengangkatan tumor pada nasofaring dicadangkan untuk kasus-kasus yang tidak merespons radiasi atau kemoterapi.

Cara mengobati kanker nasofaring yang satu ini sangat sulit dilakukan dan membutuhkan keterampilan tingkat tinggi. Ahli bedah kepala dan leher yang sudah terlatih akan memanfaatkan serat optik yang fleksibel dan alat bedah tipis untuk menjangkau nasofaring untuk pengangkatan tumor.

Jika kanker menyebar ke kelenjar getah bening, yang biasanya terlihat pada kanker nasofaring, maka prosedur bedah juga dapat menghilangkan kelenjar getah bening yang terkena.

 

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

 

Sumber:

  1. Definition of nasopharyngeal cancer. https://www.cancer.gov/search/results (Diakses 4 September 2019)
  2. What Causes Nasopharyngeal Cancer?. https://www.cancer.org/cancer/nasopharyngeal-cancer/causes-risks-prevention/what-causes.html (Diakses 4 September 2019)
  3. Nasopharyngeal cancer. https://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/nasopharyngeal-cancer/risks-causes (Diakses 4 September 2019)
  4. Nasopharyngeal Cancer. https://www.webmd.com/cancer/nasopharyngeal-cancer#1 (Diakses 4 September 2019)
  5. Nasopharyngeal carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nasopharyngeal-carcinoma/symptoms-causes/syc-20375529 (Diakses 4 September 2019)
  6. Nasopharyngeal Cancer. http://www.ucihealth.org/medical-services/ear-nose-throat-ent/head-neck-cancer/nasopharyngeal-cancer (Diakses 4 September 2019)