DokterSehat.Com– Kabar mengejutkan datang dari dunia stand up comedy Tanah Air. Komika Gebi Ramadhan yang sempat berakting di film “Milly dan Mamet” dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 15 Januari 2019. Gebi meninggal setelah berjuang melawan kanker hati yang telah lama menggerogoti tubuhnya.

gebi-ramadhan-doktersehat

Mau bermain film meski dalam tahap pengobatan

Ernest Prakasa, komika sekaligus sutradara dari film tersebut mengunggah ucapan duka yang mendalam akan kematian rekannya ini di media sosial Twitter.

“Di tengah perjuangannya berperang melawan kanker hati, Gebi Ramadhan menyanggupi ajakan gue untuk main film “Milly dan Mamet”. Sekarang Gebi udah pergi. Selamat jalan, Geb, kita semua sayang sama lo,” tulis Ernest di akun Twitter pribadinya.

Kanker hati lebih sering menyerang pria

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Cancer Treatment Centers for America, kanker hati termasuk dalam penyakit yang lebih sering menyerang kaum pria dibandingkan dengan kaum hawa. Peluang kaum pria terkena penyakit ini mencapai 1 banding 81, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang hanya 1 banding 196. Bahkan meskipun kaum hawa menerapkan gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol, tetap saja risiko untuk terkena penyakit ini tidak setinggi yang dialami kaum pria.

Pakar kesehatan menyebut kanker hati sebagai penyakit yang sebenarnya terkait dengan diabetes, penyakit hepatitis B, dan hepatitis C. Mereka yang menderita penyakit-penyakit ini akan lebih rentan terkena kanker hati.

Kanker hati juga termasuk dalam penyakit yang tergolong dalam “pembunuh diam-diam” karena tidak menunjukkan gejala yang jelas di fase-fase awalnya. Karena alasan inilah kebanyakan kasus kanker hati baru diketahui setelah korbannya berada di fase yang cukup serius karena gejalanya juga sudah semakin jelas kemunculannya.

Gejala dari kanker hati

Pakar kesehatan menyebut beberapa jenis gejala dari kanker hati seperti menurunnya berat badan secara drastis, sering mual dan muntah, rasa nyeri pada perut, perut yang membuncit tanpa sebab yang jelas, mengalami gangguan makan, tubuh yang lemas, lesu, dan kurang bertenaga, mengalami penyakit kuning, dan kotoran saat buang air besar yang berwarna pucat.

Jenis kanker hati

Kanker hati bisa dibagi menjadi dua jenis, yakni kanker hati primer dan kanker hati sekunder. Kanker hati primer bisa dijabarkan sebagai kanker yang muncul pertama kali pada sel-sel hati. Biasanya, penyebabnya adalah komplikasi dari penyakit hati lainnya layaknya hepatitis atau sirosis hati. Sementara itu, kanker hati sekunder biasanya berawal dari organ lain seperti usus, paru-paru, atau bahkan payudara yang kemudian menyebar ke organ-organ lainnya, termasuk hati.

Proses pengobatan kanker hati

Pakar kesehatan menyebut proses pengobatan kanker hati cenderung bergantung pada jumlah, ukuran, hingga lokasi dari tumor yang ada pada hati. Selain itu, dokter juga akan mempertimbangkan fungsi dari organ ini. Hal lain yang dipertimbangkan adalah penyebaran dari tumor dan keberadaan sirois atau perlemakan pada hati.

Cara pertama yang akan dijadikan pilihan bagi penderita penyakit hati adalah dengan menjalankan operasi. Biasanya, cara ini dilakukan pada pasien dengan tumor di dalam hati kurang dari 5 cm dan fungsi hatinya masih berjalan dengan baik. Hanya saja, jika tumor sudah menyebar atau hati sudah mengalami sirosis hati, maka prosedur ini tidak bisa dijalankan.

Cara kedua yang bisa dilakukan adalah transplantasi hati atau mendapakan organ hati dari pendonor. Biasanya, pasien yang mendapatkan prosedur ini adalah yang sudah memiliki tumor dengan ukuran yang sangat besar atau hatinya sudah benar-benar rusak parah. Hanya saja, terkadang proses ini tidak bisa dilakukan karena tubuh menolak hati yang baru.

Cara berikutnya adalah ablasi atau penghancuran sel kanker dengan memakai injeksi ethanol hangat. Pengobatan ini biasanya dilakukan pada pasien yang tidak bisa melakukan operasi atau tidak lagi memungkinkan untuk menjalan transplantasi hati.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah kemoterapi, terapi radiasi, terapi target, dan embolisasi atau kemoembolisasi.