Terbit: 24 September 2020
Ditulis oleh: Devani Adinda Putri | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Kanker endometrium adalah kanker pada endometrium atau lapisan rahim bagian dalam. Jenis kanker ini berkembang perlahan sehingga perawatan intensif dapat membantu menyembuhkannya. Ketahui apa itu kanker endometrium, gejala, penyebab, pengobatan, dll.

Kanker Endometrium: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Apa Itu Kanker Endometrium?

Kanker endometrium adalah kanker pada lapisan rahim bagian dalam (endometrium). Kanker dimulai dari rahim, yaitu organ berongga di perut berbentuk seperti buah pir tempat janin berkembang.

Sebagian besar kasus kanker rahim adalah kanker endometrium. Gejalanya berupa pendarahan vagina yang tidak normal, perubahan siklus menstruasi, dan nyeri pada perut bagian bawah.

Diagnosis lebih awal akan sangat membantu pengobatan sebelum sel kanker menyebar menjadi stadium lanjut. Berdasarkan laporan dari National Cancer Institute, kanker rahim bertahan selama 5 tahun dari diagnosis pertama.

Salah satu cara menyembuhkan kanker rahim adalah pembedahan atau pengangkatan rahim. Kanker rahim yang tidak diobati dapat menyebar ke saluran tuba, ovarium, vagina, atau organ lain yang letaknya lebih jauh dari rahim.

Gejala Kanker Endometrium

Beberapa wanita tidak memiliki gejala kanker endometrium secara signifikan hingga kanker menyebar ke organ lain. Sebagian besar lainnya mengalami gejala awal berupa:

  • Pendarahan vagina di antara siklus menstruasi.
  • Keputihan dengan tekstur berbeda seperti kental, berair, atau berwarna kecokelatan.
  • Pendarahan vagina pascamenopause.

Gejala lain yang umum terjadi, seperti:

  • Nyeri panggul.
  • Nyeri perut bagian bawah.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri saat berhubungan seks.
  • Rahim membesar.

Gejala pendarahan vagina sangat umum, tidak selalu dikaitkan dengan kanker rahim. Kondisi seperti perubahan hormon, efek menopause, dan kondisi nonkanker lainnya juga dapat menyebabkan pendarahan vagina atau keputihan tidak biasa.

Baca Juga: Kanker Rahim: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter bila Anda mengalami gejala pendarahan vagina yang tidak biasa dan membuat Anda khawatir. Periksa ke dokter bila pendarahan vagina yang terjadi sebelum menopause. Kanker rahim dapat terjadi di masa transisi menopause. Diagnosis lebih awal dari suatu penyakit akan membantu perawatan dan pengobatan lebih mudah.

Penyebab Kanker Endometrium

Para ahli belum dapat memastikan penyebab kanker rahim namun dalam kebanyakan kasus, jenis kanker ini terjadi akibat perubahan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh. Kanker juga mungkin terjadi akibat mutasi atau perubahan DNA dalam lapisan rahim.

Mutasi sel adalah perubahan sel normal dan sehat menjadi sel abnormal akibat radikal bebas. Sel-sel abnormal tersebut berkembang dengan cepat hingga bertransformasi menjadi tumor. Sel-sel kanker dapat menyerang jaringan tersebut.

Faktor Risiko Kanker Endometrium

Berikut ini beberapa faktor meningkatkan risiko seorang wanita mengalami kanker endometrium:

  • Mengalami perubahan hormon wanita -estrogen dan progesteron- yang terjadi akibat berbagai kondisi seperti obesitas, diabetes, atau sindrom ovarium polikistik.
  • Tahun menstruasi yang lebih panjang sehingga terjadi gangguan pada lapisan rahim.
  • Wanita lebih tua berisiko mengalami kanker rahim setelah menopause.
  • Belum pernah hamil atau pernah hamil sekali.
  • Memiliki tubuh obesitas berisiko mengembangkan kanker pada lapisan rahim akibat kelebihan lemak tubuh mengganggu keseimbangan hormon.
  • Efek samping dari terapi hormon dalam pengobatan kanker payudara.
  • Memiliki riwayat sindrom kanker usus besar.

Memiliki salah satu atau dua dari faktor tersebut tidak serta-merta membuat Anda terkena kanker lapisan rahim, namun risikonya lebih besar.

Diagnosis Kanker Endometrium

Dokter akan melakukan pemeriksaan sebagai berikut untuk diagnosis kanker rahim:

  • Pelvic Exam (Pemeriksaan Panggul): Dokter akan memeriksa vulva dan rahim untuk memastikan bila ada gangguan pada uterus dan sistem reproduksi lainnya.
  • Transvaginal Ultrasound Exam: Pemeriksaan menggunakan gelombang suara yang kemudian diubah menjadi bentuk gambar yang menjelaskan kondisi rahim.

Bila dokter mencurigai adanya gejala tidak normal pada rahim atau lapisan rahim yang lebih dalam, dokter akan melanjutkan pemeriksaan dengan metode lain, yaitu:

  • Biopsi endometrium, dokter akan mengambil sampel kecil jaringan dari lapisan rahim. Sampel akan diperiksa di laboratorium.
  • Histeroskopi, menggunakan selang tipis yang dipasangi kamera khusus. Selang dimasukkan ke rahim melalui serviks untuk memeriksa bila ada kelainan lapisan rahim.
  • Dilatasi dan kuretase, prosedur pengambilan sampel jaringan dengan cara mengikis jaringan pada lapisan rahim. Prosedur ini dilakukan bila biopsi endometrium tidak berhasil.

Dokter mungkin menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti menggunakan tes darah, X-ray, atau metode lainnya untuk mendapatkan hasil diagnosis tepat dan akurat.

Jenis Endometrium

Kanker pada lapisan rahim bagian dalam diklasifikasikan dalam dua jenis utama, yaitu:

  • Tipe 1: Kanker yang berkembang lambat dan cenderung tidak menyebar ke jaringan lain di sekitar rahim.
  • Tipe 2: Sel kanker yang lebih agresif dan berisiko menyebar ke jaringan lain di sekitar rahim.

Kanker endometrium juga memiliki beberapa bentuk, termasuk:

  • Adenokarsinoma
  • Carcinosarcoma uterus (CS)
  • Karsinoma sel skuamosa
  • Karsinoma sel kecil
  • Karsinoma transisi
  • Karsinoma serosa

Berdasarkan laporan dari The American Cancer Society, bentuk yang paling umum dari kanker lapisan rahim adalah adenokarsinoma.

Stadium Endometrium

Berikut ini klasifikasi stadium kanker endometrium:

  • Stadium I: Sel kanker berada di uterus.
  • Stadium II: Sel kanker menyebar di uterus dan serviks.
  • Stadium III: Sel kanker menyebar keluar uterus, mungkin terdapat di tuba falopi, vagina, ovarium, dan jaringan lunak di sekitar rahim.
  • Stadium IV: Kanker menyebar ke area pelvis, mungkin juga berkembang ke kandung kemih, rektum, atau jaringan lain yang lebih jauh dari rahim.

Pemeriksaan stadium kanker ini akan menentukan pengobatan lebih lanjut. Kanker lapisan rahim stadium awal umumnya berkembang lambat dan harus segera disembuhkan sebelum berisiko ke stadium selanjutnya.

Baca Juga: Kanker: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, Pencegahan, dll

Pengobatan Kanker Endometrium

Pengobatan kanker endometrium disesuaikan dengan jenis, stadium, riwayat medis, dan kondisi kesehatan Anda. Dokter akan memberikan beberapa rekomendasi pengobatan, termasuk:

1. Terapi Radiasi

Terapi menggunakan radiasi sinar berenergi tinggi untuk mematikan sel-sel kanker. Terdapat dua jenis tipe radiasi, termasuk:

  • Terapi Radiasi Sinar Eksternal: Menggunakan mesin radiasi eksternal yang difokuskan pada rahim dari luar tubuh.
  • Terapi Radiasi Internal: Menggunakan bahan radioaktif bernama brachytherapy yang dimasukan ke dalam rahim atau vagina.

Terapi radiasi dapat digunakan sebelum operasi agar sel kanker mengecil dan opersi lebih mudah. Terapi radiasi juga dapat dilakukan tanpa kombinasi perawatan lainnya, bila Anda tidak dapat melakukan operasi karena alasan medis.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan kanker dengan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Ada beberapa jenis obat kemoterapi yang akan diresepkan sesuai dengan kondisi Anda. Kemoterapi disarankan bila sel-sel kanker menyebar ke luar rahim.

3. Terapi Hormon

Terapi hormon digunakan untuk pasien kanker stadium III dan IV, dengan obat penghambat hormon untuk menyeimbangkan kadar horom tubuh. Terapi hormon dapat membantu menekan pertumbuhan sel-sel kanker.

4. Operasi

Histerektomi adalah pengangkatan rahim yang disarankan bila sel-sel kanker sudah menyebar tidak terkontrol ke jaringan lain di luar rahim. Histerektomi berarti wanita tersebut sudah tidak dapat hamil kembali. Konsultasikan pada dokter risiko lain dari operasi ini.

Selain perawatan secara medis, wanita dengan kanker pada lapisan rahim juga membutuhkan dukungan emosional dari keluarga dan orang-orang terdekat. Pasien mungkin juga butuh dampingan dan dukungan dari pasien kanker lainnya. Doter juga akan menyarankan konseling khusus untuk mengontrol efek psikologi pada pasien kanker.

Pencegahan Kanker Endometrium

Jenis kanker rahim ini mungkin tidak dapat dicegah karena penyebabnya pun belum dapat dipastikan. Anda dapat mengatur diri untuk mengurangi risiko terkena kanker rahim dengan beberapa cara, seperti:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Olahraga teratur.
  • Segera lakukan pemeriksaan bila mengalami pendarahan vagina yang tidak biasa.
  • Tanyakan kepada dokter Anda tentang potensi manfaat kontrasepsi.
  • Beri tahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat sindrom Lynch.

Itulah pembahasan lengkap tentang kanker endometrium. Bila Anda memiliki gejala kanker rahim atau masalah sistem reproduksi lainnya, segera hubungi dokter.  

  1. American Cancer Society. 2019. endometrial cancer. https://www.cancer.org/cancer/endometrial-cancer/causes-risks-prevention.html. (Diakses pada 24 September 2020).
  2. Grey, Heather. 2019. Everything You Need To Know About Endometrial (Uterine) Cancer. https://www.healthline.com/health/endometrial-cancer. (Diakses pada 24 September 2020).
  3. MayoClinic. 2020. Endometrial cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/endometrial-cancer/symptoms-causes/syc-20352461. (Diakses pada 24 September 2020).
  4. WebMD. 2020. Understanding Endometrial Cancer — the Basics. https://www.webmd.com/cancer/understanding-endometrial-cancer-basics. (Diakses pada 24 September 2020).


DokterSehat | © 2020 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi